Dewan Sarankan Petani Sawit di Babel Bikin Koperasi Jaga Stabilitas Harga TBS
Babel, katakabar.com - Petani kelapa sawit suka tidak suka dan mau tidak mau mesti membuat koperasi atau kelompok untuk menjaga stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) hasil panen kebun kelapa sawit. "Saya sarankan petani kelapa sawit buat koperasi atau kelompok guna menjaga harga TBS kelapa sawit tidak anjlok," ujar Ketua Komisi II DPRD Bangka Belitung, Agung Setiawan dilansir dari laman posbelitung.co, pada Sabtu (29/7). Kata Setiawan, adanya koperasi atau kelompok petani kelapa sawit bisa melakukan perjanjian kerja sama atau bermitra dengan perusahaan kelapa sawit, sehingga ada kesamaan harga antara petani satu dengan lainnya. "Kita tahu persoalan harga TBS kelapa sawit hingga saat ini tidak selesai-selesai. Permasalahannya hingga saat ini harga sawit ke perusahaan berdasarkan inti dan plasma. Berarti plasma masuk ke inti," jelasnya, pada Jumat (28/7) kemarin. Saya minta lanjut Setiawan, petani swadaya atau mandiri harus menunjukkan antusiasmenya, bermitra dengan perusahaan kelapa sawit untuk memasarkan tandan buah segar (TBS) kelap sawit. Ini alasannya, petani kelapa sawit swadaya diimbau segera membentuk kelompok atau koperasi. Itu tadi, agar mereka bis bermitra ke perusahaan atau pabrik, sebagai bapak angkat bila sudah panen, tinggal jual ke bapak angkat tadi, di mana harga bisa lebih baik ke depan. "Pemerintah daerah dan DPRD Bangka Belitung saat ini pelan-pelan melakukan pembinaan kepada petani," ulasnya. Menurutnya, bila sudah kerja sama ada catatan, dan ada konsekuensi, seperti bibit harus ini, bibit jelek bisa replanting, artinya ada bantuan pemerintah mengganti tanaman sawit yang sudah tidak produktif, dengan ketentuan dan batasan berapa hektar. "Replanting sawit ini untuk membantu petani sawit, dan meningkatkan kualitas dan produksi sawit. Dengan begitu, hasilnya maksimal. Ini yang diharapkan perusahaan atau pabrik sawit apabila petani mandiri bermitra dengan mereka lewat perjanjian atau MoU," tuturnya. Saya berharapkan pemerintah daerah dapat mendata kembali luasan perkebunan sawit di Bangka Belitung. Tujuannya, agar pemerintah pusat dapat memberikan porsi pendapatan yang maksimal ke daerah, sebab memiliki data luasan perkebunan sawit. "Hitungan luasan perkebunan sawit, sudah harus dihitung di Babel. Biar kita tahu berapa porsi pendapatan kita, bagi hasil dari pusat ke daerah berdasarkan luasan hektar kebun sawit. Contohkannya, Bangka Belitung punya berapa ratus ribu hektar sawit," bebernya. Harapannya, kabupaten, kota dan provinsi yang menjadi wakil dari pusat menjadi satu kesatuan untuk meningkatkan bagi hasil ini, tambahnya.