PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul Pembangunan SR di Bengkulu Pendidikan
Pendidikan
Senin, 27 April 2026 | 14:13 WIB

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul Pembangunan SR di Bengkulu

Bengkulu, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) terus perkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan melalui Proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Bengkulu yang dilaksanakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Proyek ini bagian dari upaya pemerintah Indonesia perluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia di daerah. Dalam pelaksanaannya, proyek ini memiliki tantangan tersendiri, khususnya terkait target waktu penyelesaian yang ketat serta kondisi lokasi pekerjaan yang tersebar dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Tetapi, PTPP mampu menjaga kinerja proyek secara optimal. Hingga 23 April 2026, progres pekerjaan telah mencapai 37,11%, melampaui target dengan deviasi positif sebesar 10,81%. Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp501,99 miliar ini dijadwalkan berlangsung selama 240 hari kalender, dimulai sejak 10 Desember 2025. Capaian tersebut mencerminkan efektivitas pelaksanaan proyek serta kapabilitas PTPP dalam perencanaan dan penerapan strategi konstruksi yang adaptif terhadap kondisi lapangan. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan mutu pekerjaan, PTPP mengimplementasikan berbagai inovasi konstruksi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu, tetapi juga memastikan kualitas hasil pekerjaan tetap terjaga. Proyek ini dirancang untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang representatif, modern, dan berkelanjutan bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu. Selain itu, proyek ini juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja serta peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah pembangunan. Keberhasilan progres yang melampaui target ini mencerminkan kapabilitas PTPP dalam menjaga kinerja proyek secara optimal, terutama dalam pengelolaan waktu dan koordinasi pekerjaan di lokasi yang tersebar, tanpa mengesampingkan aspek kualitas dan keselamatan kerja. Komitmen ini sejalan dengan agenda nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui peningkatan kualitas sektor pendidikansebagai fondasi kemajuan bangsa. Melalui proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu, PTPP optimistis dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional, sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan konstruksi terdepan yang menghadirkan solusi inovatif dan berkelanjutan bagi Indonesia. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan pencapaian progres proyek yang melampaui target ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang serta kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. “PTPP terus mengedepankan excellence dalam setiap pelaksanaan proyek. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas dan keselamatan kerja, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Indikator Penting Menilai Kinerja Perusahaan Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Indikator Penting Menilai Kinerja Perusahaan

Jakarta, katakabar.com - Menanamkan modal di sebuah perusahaan memerlukan ketelitian yang melampaui sekadar melihat pergerakan grafik harga di layar monitor. Investor yang bijak memahami bahwa harga saham dalam jangka panjang akan cenderung mengikuti kinerja fundamental dari bisnis yang mendasarinya. Tanpa pemahaman mengenai indikator kinerja, seorang investor hanya melakukan spekulasi tanpa dasar yang kuat. Lantaran itu, kemampuan untuk membedah laporan keuangan dan mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan menjadi keahlian wajib agar modal yang diinvestasikan dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global. Cara Nilai Kesehatan Perusahaan Sebelum Beli Saham Langkah pertama menilai kesehatan perusahaan adalah dengan memperhatikan rasio profitabilitas dan tingkat utang yang dikelola oleh manajemen. Perusahaan yang sehat umumnya menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang konsisten serta memiliki rasio ekuitas yang stabil, yang menandakan perusahaan tersebut mampu membiayai operasionalnya tanpa ketergantungan berlebih pada pinjaman eksternal. Selain itu, arus kas operasional yang positif merupakan indikator krusial bahwa bisnis tersebut benar-benar menghasilkan uang tunai secara nyata, bukan sekadar keuntungan di atas kertas. Selain angka-angka finansial, evaluasi terhadap posisi perusahaan di industri juga sangat penting untuk diperhatikan. Investor perlu melihat apakah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh pesaing serta bagaimana kualitas manajemen dalam menghadapi tantangan pasar. Dengan menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif, Anda dapat meminimalisir risiko terjebak pada perusahaan yang secara fundamental sedang mengalami penurunan. Untuk mendapatkan panduan lebih komprehensif mengenai teknik analisis dan proyeksi pasar terbaru, Anda dapat mempelajari ulasannya di Market Analysis KVB. Setelah menemukan perusahaan dengan kinerja yang solid, aspek berikutnya yang krusial bagi seorang investor adalah kemudahan dalam melakukan eksekusi transaksi di pasar. Di sinilah peran Liquidity Provider atau LP menjadi sangat signifikan dalam ekosistem finansial. LP adalah institusi besar yang menyediakan ketersediaan volume beli dan jual secara terus-menerus, sehingga setiap permintaan transaksi dari investor dapat terpenuhi secara instan tanpa harus menunggu waktu yang lama. Dukungan LP yang kuat memastikan bahwa harga yang didapatkan oleh investor tetap transparan dan sesuai dengan nilai pasar yang berlaku saat itu. Kehadiran likuiditas yang melimpah juga membantu menjaga spread tetap tipis, yang secara langsung menguntungkan investor dengan menekan biaya transaksi. Dengan demikian, ketersediaan LP yang andal merupakan jembatan yang memungkinkan strategi investasi berdasarkan analisis fundamental dapat diimplementasikan dengan presisi tinggi di pasar global. Memilih mitra trading yang menyediakan infrastruktur kelas dunia adalah kunci untuk memaksimalkan potensi dari analisis kinerja perusahaan yang telah Anda lakukan. KVB Futures hadir untuk memberikan akses ke pasar keuangan global dengan dukungan teknologi eksekusi yang cepat dan transparan. Kami berkomitmen untuk mendampingi perjalanan investasi Anda dengan menyediakan platform yang stabil dan andal bagi para profesional. Seluruh fitur layanan yang kami sediakan dirancang untuk mempermudah Anda dalam mengelola portofolio secara efisien dan aman. Anda dapat mengeksplorasi berbagai instrumen serta keunggulan layanan kontrak berjangka kami dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Untuk segera memulai langkah strategis Anda dan memanfaatkan peluang di pasar keuangan global, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.

Penguatan Kinerja Operasi 2025 PT Pelindo Sinergi Lokaseva Nasional
Nasional
Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB

Penguatan Kinerja Operasi 2025 PT Pelindo Sinergi Lokaseva

Jakarta, katakabar.com - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) merefleksikan capaian kinerja tahun buku 2025 melalui peningkatan pada sejumlah lini usahanya. Perbaikan kinerja operasional tersebut menjadi pondasi penting dalam memperkuat arah transformasi perusahaan sebagai entitas yang mengintegrasikan layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan hinterland/Kawasan pendukung dalam menghadirkan Solusi layanan yang efektif dan efisien bagi Ekosistem Kepelabuhanan. Atas pencapaian yang telah diraih oleh Perusahaan sepanjang tahun 2025, Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Joko Noerhudha menyampaikan, capaian tahun 2025 merupakan hasil dari kesungguhan perusahaan dalam memperkuat fundamental operasional, guna membangun standarisasi serta menjaga konsistensi kualitas layanan. “Upaya perbaikan yang dilakukan secara bertahap ini akan menjadi pijakan penting bagi kami dalam melanjutkan transformasi Perusahaan kedepan. Kami terus pastikan masing-masing lini usaha berjalan dengan baik dan dapat bersinergi secara optimal sehingga mampu menghadirkan solusi layanan bagi para pengguna jasa serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan,” jelas Joko. Pada tahun 2025, Cerita Joko, kinerja lini bisnis layanan pendukung pelabuhan, yang mencakup layanan lapangan penumpukan, pergudangan, dan freight forwarding, mengalami peningkatan sebesar 6,1 persen dari tahun sebelumnya, khususnya pada wilayah Pontianak, Surabaya dan Ambon. PT Pelindo Sinergi Lokaseva berkomitmen untuk memastikan setiap layanan yang ada maupun yang akan dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan bisnis pelanggan serta mendukung ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi. Sejalan dengan hal tersebut, pada tahun 2025 Pelindo Sinergi Lokaseva group telah membuka kantor perwakilan layanan Multimoda (Belawan – Sei Mangkei – Kuala Tanjung) di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei guna menjawab kebutuhan para pelaku industri yang ada maupun yang berencana mengembangkan industrinya di kawasan tersebut. Langkah bisnis ini juga dimaksudkan untuk memperluas potensi pasar yang dapat diraih grup Perusahaan. Sementara, Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) yang menghubungkan Pelabuhan dengan kawasan industri di timur Jakarta, hingga akhir tahun 2025 mencatatkan total kendaraan yang melintas mencapai 12.988.557 unit atau meningkat sebesar 9,31% (Y-o-Y) dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami tengah mendorong integrasi tarif di JTCC agar lebih kompetitif dibandingkan ruas jalan tol lainnya. Dengan tarif yang efisien dan akses yang semakin lancar, kami yakin JTCC akan menjadi pilihan utama kendaraan angkutan logistik dari dan ke pelabuhan,” terang Joko Noerhudha. Untuk sektor pengelolaan properti, sebut Joko, terdapat peningkatan pada okupansi Gedung Pelindo Tower sebesar 3,28% dari tahun sebelumnya, yang merupakan cerminan performansi pengelolaan properti yang lebih baik serta meningkatnya kepercayaan tenant terhadap layanan perusahaan. Penguatan Arah Strategis dan Identitas Korporasi Realisasi kinerja operasional merupakan cerminan dari upaya-upaya perbaikan yang tidak hanya dilakukan pada sisi infrastruktur, sistem dan peralatan, tetapi juga dibarengi dengan perkuatan dari sisi bisnis proses dan kapabilitas SDM. Perusahaan akan secara berkesinambungan melakukan perkuatan operasional dan inovasi bisnis untuk dapat menghadirkan integrasi antar layanan yang selaras dengan kebutuhan pelanggan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi kinerja dan pengembangan bisnis, guna memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem kepelabuhanan. Kinerja positif tahun 2025 berjalan seiring dengan transformasi identitas perusahaan dari PT Pelindo Solusi Logistik menjadi PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Perubahan ini dilakukan untuk mempertegas peran Perusahaan dengan dua portofolio utama, yakni bisnis layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan hinterland / kawasan pendukung pelabuhan. “Kami berharap transformasi ini dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan, serta mendukung pertumbuhan ekosistem kepelabuhanan dan juga pertumbuhan perekonomian Nasional,” tandasnya.

Harga Emas Tunjukkan Kinerja Positif, Tren Bullish Masih Terjaga Sepanjang Pekan Internasional
Internasional
Minggu, 12 April 2026 | 16:07 WIB

Harga Emas Tunjukkan Kinerja Positif, Tren Bullish Masih Terjaga Sepanjang Pekan

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas global sepanjang pekan ini mencatatkan performa yang cukup impresif dengan kecenderungan menguat di tengah dinamika pasar yang masih diliputi ketidakpastian. Berdasarkan kajian terbaru dari Dupoin Futures, logam mulia tersebut berhasil mempertahankan tren naik yang solid, didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang saling menopang. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan dari perspektif teknikal, pergerakan XAU/USD di timeframe H4 menunjukkan sinyal penguatan yang cukup konsisten. Salah satu indikator penting adalah keberhasilan harga menembus area Moving Average (MA) 21 dan 34, yang sebelumnya berperan sebagai resistance dinamis. Saat ini, level tersebut telah beralih fungsi menjadi support, yang memperkuat struktur tren bullish dalam jangka pendek. “Breakout ini menjadi konfirmasi bahwa tekanan beli masih mendominasi pasar. Selama harga bertahan di atas area Moving Average, maka peluang kenaikan lanjutan masih terbuka lebar,” ujar Geraldo dalam analisisnya. Selain itu, indikator Stochastic juga memberikan sinyal yang sejalan dengan tren tersebut. Posisi indikator yang berada di atas level 50 dan bergerak naik mencerminkan momentum penguatan masih terjaga. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat beli investor belum mengalami penurunan signifikan, sehingga ruang untuk kenaikan harga masih cukup besar. Dengan dukungan sinyal teknikal tersebut, XAU/USD diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan menuju area resistance terdekat di level 4.946. Apabila level ini berhasil ditembus secara meyakinkan, maka target kenaikan berikutnya berada di kisaran 5.047. Level tersebut menjadi area kunci yang saat ini tengah menjadi perhatian pelaku pasar, khususnya bagi trader jangka pendek. Di sisi lain, faktor fundamental juga memainkan peran penting dalam menopang pergerakan harga emas sepanjang minggu ini. Salah satu pendorong utama adalah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Investor mulai memperkirakan adanya peluang pelonggaran kebijakan, termasuk kemungkinan penurunan suku bunga, seiring dengan tren inflasi di Amerika Serikat yang menunjukkan tanda-tanda moderasi. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, yang pada akhirnya mengurangi daya tarik aset berbasis bunga. Pada situasi seperti ini, emas kembali dilirik sebagai alternatif investasi yang menarik, mengingat perannya sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Tak hanya itu, pelemahan dolar AS juga turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga emas. Hubungan terbalik antara dolar dan emas membuat logam mulia ini cenderung menguat ketika nilai tukar dolar melemah. Dengan dolar yang lebih rendah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor global, sehingga meningkatkan permintaan di pasar internasional. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kondisi global yang masih diwarnai ketidakpastian, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik. Situasi ini mendorong investor untuk mengadopsi sikap lebih berhati-hati (risk-off), dengan meningkatkan alokasi aset pada instrumen safe haven seperti emas. Permintaan yang stabil dari investor institusi serta bank sentral juga menjadi penopang tambahan bagi pergerakan harga. Secara keseluruhan, kinerja emas sepanjang pekan ini mencerminkan fondasi yang cukup kuat untuk mempertahankan tren kenaikan. Kombinasi antara sinyal teknikal yang positif dan dukungan fundamental yang solid menjadi faktor utama yang menjaga momentum bullish tetap terjaga. Tetapi, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati berbagai perkembangan eksternal yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga ke depan. Rilis data ekonomi penting serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter dapat menjadi katalis yang memicu volatilitas dalam jangka pendek. Dengan struktur tren yang masih solid dan dukungan sentimen global yang positif, emas diperkirakan tetap berada dalam jalur penguatan dalam waktu dekat. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju level resistance berikutnya masih terbuka lebar.

Punya Kinerja Korporasi Positif, Entitas Grup MIND ID Dipuji DPR Politik
Politik
Rabu, 08 April 2026 | 11:27 WIB

Punya Kinerja Korporasi Positif, Entitas Grup MIND ID Dipuji DPR

Jakarta, katakabar.com - Pimpinan Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, memberikan pujian atas kinerja korporasi sejumlah entitas tambang yang tergabung dalam holding MIND ID sepanjang 2025. Apresiasi ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas evaluasi kinerja PT Inalum, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). “Kami memberikan apresiasi atas capaian kinerja korporasi tahun 2025 dari keempat entitas tersebut yang tetap mampu menjaga kinerja positif meskipun menghadapi tekanan harga komoditas global,” ujar Nurdin dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI, di penghujung Maret 2026. Ia menegaskan, sektor pertambangan memiliki peran strategis dalam mendorong hilirisasi mineral dan transformasi ekonomi nasional berbasis nilai tambah. Keempat entitas tersebut dinilai menjadi tulang punggung dalam membangun rantai pasok industri dari hulu hingga hilir. DPR mengingatkan pentingnya penguatan fundamental industri. Menurut Nurdin, kinerja yang ada saat ini masih didominasi bisnis berbasis komoditas, sementara kontribusi sektor industri hilir terhadap profitabilitas belum optimal. "Selain itu, percepatan pembangunan smelter dan refinery dinilai perlu diimbangi dengan kesiapan cadangan, integrasi hulu-hilir, serta ketahanan keuangan," kata Nurdin. Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk, Untung Budiharto, mengungkapkan kinerja ANTAM hingga kuartal III 2025 menunjukkan penguatan signifikan. “Pendapatan mencapai Rp72 triliun atau naik 67 persen secara tahunan, didorong oleh peningkatan volume bijih nikel dan harga emas yang solid,” ucapnya. Laba bersih ANTAM meningkat dari Rp2,2 triliun menjadi Rp6,6 triliun. Dari sisi operasional, produksi bijih nikel mencapai 12,6 juta wet metric ton (WMT), sementara produksi alumina mencapai 134 ribu ton atau tumbuh 27 persen. Selain itu, produksi bauksit juga meningkat signifikan menjadi 2,3 juta WMT. ANTAM menargetkan peningkatan produksi lebih lanjut pada 2026 seiring penguatan hilirisasi. Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismail, menimpali perusahaan tetap mampu mencatatkan kinerja positif meski harga batu bara mengalami normalisasi. “Perusahaan menerapkan strategi pemasaran yang tepat sehingga tetap mencatat pendapatan positif di tengah pelemahan harga,” jelas Arsal. Pendapatan PTBA tercatat meningkat secara kuartalan menjadi Rp10,88 triliun pada kuartal III 2025. Secara tahunan, pendapatan juga tumbuh menjadi Rp31,33 triliun. Kinerja ini ditopang oleh peningkatan volume penjualan, khususnya pada segmen high-calorie value (HCV). Tetapi, harga jual rata-rata mengalami penurunan sekitar 6 persen secara tahunan, seiring turunnya indeks harga batubara global seperti ICI-3 dan HPB. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium, Melati Sarnita, memaparkan bahwa kinerja keuangan konsolidasi perseroan menunjukkan tren positif. “Laba bersih tahun 2025 mencapai 142,8 juta dolar AS, meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan kinerja produksi dan penjualan serta efisiensi biaya,” bebernya. Pendapatan perusahaan tercatat meningkat menjadi 785,7 juta dolar AS, sementara EBITDA melonjak signifikan menjadi 208,7 juta dolar AS. Selain itu, net profit margin juga meningkat dari 17,3 persen menjadi 18,2 persen. Dari sisi operasional, produksi aluminium mencapai 280 ribu ton, naik dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh implementasi proyek pot upgrading yang meningkatkan kapasitas dan efisiensi teknologi smelter. Direktur Utama PT Timah Tbk, Restu Wibowo, menyampaikan bahwa kinerja operasional perusahaan tetap solid. Produksi bijih timah pada 2025 mencapai 18.635 ton, sementara produksi logam timah sebesar 17.815 metrik ton. Penjualan logam timah juga tercatat sebesar 16.634 metrik ton. “Kinerja ini menunjukkan ketahanan operasional perusahaan di tengah dinamika industri global, sekaligus hasil dari perbaikan tata kelola dan efisiensi,” imbuh Restu. Komisi VI DPR RI menegaskan pentingnya penataan roadmap hilirisasi yang berbasis cadangan dan kebutuhan pasar, serta penguatan integrasi antar entitas dalam holding MIND ID. Selain itu, DPR juga mendorong kehati-hatian dalam pengambilan keputusan investasi, serta membuka ruang pembahasan terkait wacana moratorium pembangunan smelter alumina dan aluminium agar lebih selektif dan berkelanjutan. Dengan capaian kinerja yang tetap positif di tengah tekanan global, DPR berharap entitas MIND ID mampu memperkuat kontribusi terhadap ekonomi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah industri pertambangan Indonesia.

Catatkan Kinerja Keuangan Impresif, IPCC Bukukan Laba Rp256 Miliar Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 26 Maret 2026 | 21:33 WIB

Catatkan Kinerja Keuangan Impresif, IPCC Bukukan Laba Rp256 Miliar

Jakarta, katakabar.com - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), bagian dari ekosistem Pelindo Group melalui PT Pelindo Multi Terminal sebagai subholding bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mencatatkan kinerja keuangan yang impresif berdasarkan laporan audited tahun buku 2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp256,51 miliar, menandai rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high) dan melampaui capaian psikologis Rp250 miliar. Kinerja tersebut tumbuh 20,87 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp212,21 miliar, mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat serta kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri. Pencapaian ini didorong oleh keberhasilan IPCC dalam mengakselerasi inovasi dan strategis bisnis, memperkuat transformasi dan digitalisasi operasional, serta melakukan standarisasi proses bisnis secara konsisten di seluruh lini, sehingga mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan sebagai fondasi utama dalam menciptakan nilai tambah bagi pengguna jasa, pemegang saham dan pemangku kepentingan. IPCC mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid sepanjang tahun 2025 dengan membukukan Rp929,96 miliar, meningkat 12,77 persen YoY dibandingkan Rp824,60 miliar pada tahun sebelumnya. Kinerja ini menegaskan kemampuan perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, didukung oleh kontribusi dominan dari Branch Tanjung Priok sebesar 91 persen atau Rp842,55 miliar, serta penguatan peran terminal satelit di berbagai wilayah strategis Indonesia yang berkontribusi sebesar 9 persen atau Rp85,15 miliar. Dari sisi komposisi bisnis, segmen Completely Built Up (CBU) tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan mencapai Rp697,66 miliar, diikuti oleh segmen alat berat sebesar Rp82,67 miliar serta truck/bus sebesar Rp77,31 miliar. Struktur pendapatan ini mencerminkan positioning IPCC yang kuat sebagai pemain kunci dalam rantai logistik otomotif nasional sekaligus menunjukkan diversifikasi portofolio bisnis yang semakin solid. Menariknya, pertumbuhan kinerja IPCC juga didorong oleh akselerasi tren kendaraan listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV), yang menjadi salah satu katalis utama pertumbuhan perseroan di tahun 2025. IPCC berhasil melayani lebih dari 101.731 unit kendaraan listrik, dengan dominasi merek asal Tiongkok yang menyumbang lebih dari 80.000 unit. Hal ini tidak hanya memperkuat peran IPCC dalam ekosistem logistik otomotif masa depan, tetapi juga menegaskan kesiapan perseroan dalam menangkap peluang dari transisi menuju industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. IPCC berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dari sisi keamanan, keselamatan dan penanganan seluruh kargo yang dilayani oleh Perusahaan. Pada tahun 2025, perseroan menerapkan secara full single billing dan juga pada triwulan empat tahun 2025 IPCC resmi meluncurkan inovasi bisnis In-Land Transportation sebagai perwujudan tagline baru yaitu Integrated Auto Solutions yang memperkuat arah perseroan sebagai pemimpin layanan logistik terminal kendaraan yang terintegrasi dan terbesar di Indonesia. IPCC juga mencatatkan kenaikan total aset sebesar 11,21% dari Rp 1,85 Triliun pada 2024 menjadi Rp 2,05 Triliun pada akhir 2025 di mana kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan Kas dan Setara Kas IPCC mencapai Rp1,08 Triliun yang naik sebesar 33,55 persen. Wing Megantoro selaku Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko menuturkan berbagai upaya yang dilakukan Perseroan untuk menciptakan nilai tambah dari setiap layanan yang diberikan utamanya dari sisi keuangan seperti efisiensi biaya yang tidak berhubungan langsung dengan pendapatan, serta penggunaan sistem pembayaran yang terintegrasi melalui digitalisasi seperti PRAYA dan PTOS-C yang memungkinkan pengguna jasa dapat mengetahui tagihan atas layanan IPCC secara realtime, mengurangi proses tatap muka serta berhasil mengurangi ACP (average collection Period) Perseroan dari 31,74 pada tahun 2024 menjadi 29,05 pada tahun 2025. “Sebagai salah satu entitas bisnis di Pelindo grup yang memiliki fundamental solid, kami tidak memiliki kewajiban perseroan dalam bentuk hutang kepada perbankan maupun pihak lain (debt free company) sehingga memberikan ruang gerak yang lebih prudent serta independensi pengelolaan keuangan untuk pengembangan perseroan”, ucap Wing. Guna menjadi terminal kendaraan yang memiliki keunggulan dari sisi pelayanan sehingga menjadi top of mind pengguna jasa, IPCC memperkuat tata kelola dan pelaporan kepada para pemegang saham sebagai bagian dari akuntabilitas perseroan dimana sepanjang IPCC berdiri, di tahun 2025 berhasil meraih penghargaan bergengsi Annual Report Award 2024 Juara 2 kategori BUMN Publik Non-Keuangan dengan Pendapatan di bawah 1 Triliun yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi mengatakan bahwa pihaknya bersyukur dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pengguna Jasa, Vendor, Tim IPCC, Pemegang Saham/Investor dan Stakeholders atas pencapaian yang luar biasa ini serta tak lupa dukungan dan kepercayaannya kepada IPCC. IPCC mengapresiasi penilaian pengguna jasa dan vendor atas layanan yang kami berikan dimana hal ini terukur dalam hasil survey kepuasan pelanggan tahun 2025 di lingkungan Pelindo Grup, IPCC memperoleh skor tertinggi 4,82 dari skala 5. Kinerja yang baik ini tentunya turut didukung oleh Pelayanan Prima yang diberikan oleh IPCC. “Sepanjang tahun 2025, IPCC berhasil memperluas layanan melalui penambahan kapasitas melalui PDC, integrasi layanan logistik, in-land transportation dan optimalisasi lahan-lahan idle di sekitar perseroan untuk menampung lonjakan kargo yang melalui terminal kami,” jelas Sugeng. Di tahun 2025, strategi bisnis IPCC berlanjut dengan menyesuaikan strategi dan rencana induk perusahaan yang bergerak pada ekosistem logistik terminal kendaraan yang terintegrasi (vehicle logistic ecosystem), dengan terus melaksanakan ekspansi bisnis baik organik maupun anorganik. IPCC terus melakukan penguatan pada sisi operasional dan digitalisasi yang salah satunya Go-Live aplikasi PTOS-C secara penuh pada terminal internasional yang bertujuan untuk integrasi layanan dan memadukan pola operasi dengan teknologi terkini ungkap Bagus Dwipoyono, Direktur Teknik dan Operasi. “Guna meningkatkan pelayanan operasional yang berfokus kepada kepuasan pengguna jasa, memastikan kesiapan tim operasional, keselamatan kerja, transformasi yang berkelanjutan dengan mengimplementasikan prinsip kerja 3 No yaitu no cause defect, no accept defect, no continues defect," tutur Bagus. Atas pelayanan prima IPCC kepada salah satu pengguna jasa, IPCC berhasil memperoleh sertifikat apresiasi untuk pelayanan selama 460 hari tanpa kecelakaan/insiden pada kargo PT Astra Daihatsu Motor. Pengakuan inin sekaligus menjadi motivasi bagi IPCC untuk terus meningkatkan kualitas dalam menangani kargo para automaker, memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional serta menjawab tantangan bisnis di masa depan. Endah Dwi Liesly, Sekretaris Perusahaan menambahkan selain peningkatan dari kinerja keuangan, jejak langkah bidang bisnis IPCC yang dinamis juga memperhatikan unsur lingkungan, sosial dan tata kelola perseroan yang berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDG's). Pengelolaan ESG IPCC terus mengalami peningkatan yang diindikasikan dengan perolehan penghargaan bergensi ditahun 2025 dengan memperoleh 3 penghargaan pada BUMN Track TJSL & CSR Award. IPCC mengedepankan prinsip ramah lingkungan melalui komitmen penggunaan alternatif bahan bakar dengan RON 92 dari setiap alat penunjang operasi yang ramah lingkungan untuk mengurangi emisi karbon sebagai bentuk pengurangan dampak negatif akibat residu bahan bakar. Selain itu penggunaan Golf Car berbasis Baterai dan Penggunaan Taxi Car EV memperkuat komitmen menuju pelabuhan hijau berbasis teknologi (Green & Smart Port). Dari sisi tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), di tahun 2025 IPCC terus mendukung program prioritas bidang lingkungan melalui konservasi biota dan ekosistem laut seperti penanaman 2.750 bibit mangrove di Kawasan Konservasi Danau Siombak, Medan Sumatera Utara dan perawatan konservasi 8.100 tanaman mangrove di kecamatan Sungai Undang, Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu, IPCC juga mendorong Usaha Mikro Kecil (UMK) melalui program UMKM Kuat di wilayah Kelurahan Kalibaru yang juga mendukung program TJSL pengentasan Stunting melalui program IPCC Gembira dimana ekonomi sirkuler dan saling mengisi menjadi fondasi penting keberhasilan dan keberlanjutan program tersebut. “Kinerja IPCC selalu sejalan dengan terukur dan berbasis kinerja berkelanjutan, dengan komitmen kami kepada publik tidak hanya mempertahankan aspek keuangan namun juga menciptakan bisnis yang berkesinambungan dengan penguatan UMKM yang memiliki peran penting sebagai penopang perekonomian bangsa serta kesehatan sebagai modal berharga mencetak para pemimpin muda di masa yang akan datang,” timpal Endah.

ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset Holding PTPN Default
Default
Rabu, 04 Februari 2026 | 17:00 WIB

ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset Holding PTPN

Jakarta, katakabar.com - Kinerja PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menunjukkan penguatan signifikan. Subholding PTPN III (Persero) ini membukukan Return on Asset (ROA) unaudited sebesar 7,9 persen pada tahun buku 2025. Capaian tersebut tidak hanya melampaui target internal perusahaan, tetapi juga mencerminkan perbaikan fundamental pengelolaan aset dalam tiga tahun terakhir. Dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 5,3 persen, ROA PalmCo tumbuh sekitar 49 persen secara tahunan. Tren kenaikan ini bahkan sudah terlihat sejak 2023, ketika rasio pengembalian aset perusahaan masih berada di angka 3,88 persen. Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun, profitabilitas aset PalmCo meningkat lebih dari dua kali lipat. Realisasi 7,9 persen itu juga jauh di atas target awal perusahaan yang dipatok sebesar 4,9 persen. Dengan demikian, kinerja ROA 2025 tercatat sekitar 161 persen dari proyeksi yang ditetapkan manajemen di awal tahun. Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menilai capaian tersebut bukan semata didorong oleh pergerakan harga komoditas sawit, melainkan hasil dari pembenahan struktural yang konsisten. “Kenaikan ROA dari 3,88 persen pada 2023 menjadi 7,90 persen di 2025 menunjukkan adanya perbaikan fundamental yang berkelanjutan. Strategi peremajaan tanaman dan ketepatan investasi, digitalisasi operasional, serta efisiensi biaya mulai berdampak langsung pada kualitas dan produktivitas aset,” ujar Jatmiko di Jakarta, Sabtu (31/1). Sejalan dengan Agenda Efisiensi BUMN Penguatan kinerja PalmCo ini relevan dengan arah kebijakan pemerintah yang menekankan efisiensi dan produktivitas aset BUMN. Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya BUMN tidak hanya besar dari sisi penguasaan aset, tetapi juga mampu menghasilkan laba yang sepadan dengan standar korporasi global. ROA menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur hal tersebut. Dengan capaian 7,9 persen, PalmCo kian mendekati target jangka panjang perusahaan pada 2029, yakni ROA sebesar 10 persen. “Kami memahami mandat pemerintah agar setiap aset negara memberi nilai tambah ekonomi. Posisi saat ini memberi keyakinan bahwa target ROA 10 persen bukan hal yang mustahil, bahkan berpeluang dicapai lebih cepat dari peta jalan yang ditetapkan,” jelas Jatmiko. Efisiensi Modal Menguat Selain ROA, indikator efisiensi modal PalmCo juga menunjukkan tren positif. Return on Invested Capital (ROIC) perusahaan pada 2025 tercatat sebesar 17,10 persen. Angka ini meningkat 34 persen dibandingkan 2024 yang berada di level 12,73 persen, dan jauh lebih tinggi dibandingkan capaian 2023 sebesar 8,17 persen. Realisasi ROIC tersebut melampaui target awal perusahaan sebesar 12,22 persen. Dalam industri perkebunan yang dikenal padat modal, ROIC di atas 17 persen mengindikasikan efektivitas pengalokasian belanja modal dan keberhasilan menekan biaya modal. Menurut Jatmiko, manajemen berupaya memastikan setiap investasi ditempatkan pada sektor dengan imbal hasil tinggi, seperti intensifikasi lahan serta penguatan sektor hilir. “ROIC yang baik menunjukkan bahwa pertumbuhan PalmCo dijalankan dengan disiplin. Ekspansi dilakukan secara terukur, dengan kualitas belanja modal yang akuntabel,” ucapnya. Ke depan, PalmCo akan mempertahankan fokus pada peningkatan produktivitas di tingkat kebun serta pengembangan hilirisasi untuk meredam volatilitas harga komoditas global. Konsistensi pada efisiensi operasional dan pengelolaan aset dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan Nasional
Nasional
Rabu, 04 Februari 2026 | 16:35 WIB

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

Jakarta, katakabar.com - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) terus perkuat kinerja operasional terminal kendaraan melalui transformasi digital dan penerapan sistem terintegrasi. Upaya ini tercermin dari capaian kinerja operasional yang meningkat 15,09 persen secara konsolidasi (CBU, Alat Berat dan Truck/Bus), didukung implementasi PTOS-C sebagai platform digital operasional pada terminal internasional dan domestik. Hal ini mendorong peningkatan efektivitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa. Konsistensi tersebut juga mendapat apresiasi dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan melalui penghargaan yang diraih sebagai bagian dari komitmen IPCC dalam menghadirkan layanan yang andal dan berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global dan domestik, IPCC menunjukkan komitmen kepada pemegang saham dan pengguna jasa melalui kinerja operasional yang terus bertumbuh secara berkelanjutan. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan paling signifikan pada segmen kargo Truck/Bus yang meningkat 46,32 persen secara tahunan (YoY) atau bertambah 80.893 unit, serta kinerja kunjungan kapal konsolidasi yang mencatatkan 3.604 kunjungan, meningkat 685 kunjungan YoY atau tumbuh 23,46 persen. Sebagai entitas bisnis Pelindo Group di bawah pengelolaan Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) yang berfokus pada core bisnis pelabuhan di bidang kargo nonpetikemas, kinerja operasi IPCC selama satu tahun penuh di 2025 berhasil melayani kargo konsolidasi yang terdiri dari CBU, truck/bus, dan alat berat secara total sebanyak 1.245.840 unit dan meningkat sebesar 188.009 unit dibandingkan periode yang sama tahun 2024. “Peningkatan kinerja operasional ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan cerminan dari upaya kami membangun sistem kerja yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. Melalui penerapan PTOS-C, kami ingin memastikan setiap proses operasional berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik IPCC. Seiring berkembangnya tren kendaraan ramah lingkungan, terminal Branch Jakarta IPCC mencatat masuknya kendaraan berbasis BEV (Battery Electric Vehicle), HEV (Hybrid Electric Vehicle), dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dengan total 101.713 unit, atau sekitar 10,62 persen dari total CBU yang dilayani pada tahun 2025. Capaian ini mencerminkan tingginya minat pasar domestik terhadap kendaraan rendah emisi, dengan dominasi merek asal Benua Asia seperti BYD, VinFast, AION, serta berbagai merek lainnya, sekaligus menegaskan peran IPCC dalam mendukung transisi industri otomotif yang lebih berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, peningkatan aktivitas ekspor kendaraan turut memperkuat kinerja operasional IPCC dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya pada segmen kargo CBU. Hingga Desember 2025, IPCC berhasil menangani 390.803 unit CBU, meningkat 9% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu basis industri otomotif yang semakin dipercaya pasar global, dengan Vietnam tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar, mencapai 77.181 unit kendaraan hingga Desember 2025. Adapun kinerja operasional pada segmen kargo CBU mengalami peningkatkan yang solid, secara konsolidasi berhasil melayani 957.661 unit, tumbuh 100.791 unit atau meningkat 11,76 persen YoY. Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan Perseroan dalam memperkuat peran strategis terminal kendaraan di tengah transformasi industri otomotif nasional. “Kami melihat pertumbuhan ini tidak semata sebagai peningkatan volume, tetapi sebagai bagian dari proses membangun ekosistem logistik kendaraan yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. IPCC berkomitmen untuk terus mendukung daya saing industri otomotif nasional, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun memperluas kontribusi Indonesia di pasar global,” kata Sugeng. Sejalan dengan penguatan peran IPCC dalam mendukung rantai pasok industri nasional yang berkelanjutan serta ekosistem hilirisasi pertambangan yang dicanangkan Pemerintah, Perseroan mencatat kinerja positif pada layanan kargo alat berat yang menempati posisi kedua terbesar, dengan pertumbuhan 24 persen YoY atau bertambah 6.325 unit, sehingga total penanganan alat berat secara konsolidasi mencapai 32.677 unit pada tahun 2025. Sementara itu, peningkatan paling signifikan terjadi pada layanan kargo truk/bus yang tumbuh 46,32 persen YoY, 80.893 unit lebih banyak atau secara konsolidasi menjadi 255.502 unit. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas pertambangan domestik seiring implementasi program hilirisasi industri sumber daya mineral, yang mendorong kebutuhan sarana angkut dalam jumlah besar. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, IPCC secara berkelanjutan memperluas cakupan layanannya dengan mengoperasikan lima terminal satelit, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih merata, adaptif, dan efisien yang dilengkapi oleh sistem operasi terintegrasi dan berbasis digitalisasi. “Kami menjalankan setiap inisiatif dengan semangat melayani sepenuh hati. Transformasi digital melalui PTOS-C, inovasi layanan berupa PDC, layanan terintegrasi dan end to end service, serta penguatan kolaborasi kami yakini bukan hanya mendorong kinerja, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang. Melalui tagline baru Integrated Auto Solutions, IPCC berkomitmen untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengguna jasa, pemangku kepentingan, dan ekosistem logistik nasional,” sebut Sugeng.

Tumbuh 265 Persen, Kinerja Angkutan Barang Daop 9 Jember 2025 Lampaui Target Nasional
Nasional
Jumat, 23 Januari 2026 | 13:19 WIB

Tumbuh 265 Persen, Kinerja Angkutan Barang Daop 9 Jember 2025 Lampaui Target

Jember, katakabar.com - Realisasi volume angkutan barang di Daop 9 Jember mencapai 33.746 ton, jauh melampaui program pencapaian volume tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 12.740 ton. Dengan capaian tersebut, angkutan barang Daop 9 Jember mengalami pertumbuhan signifikan hingga 265 persen terhadap program tahun 2025. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mencatatkan kinerja sangat positif pada sektor angkutan barang sepanjang tahun 2025. Realisasi volume angkutan barang mencapai 33.746 ton, jauh melampaui program pencapaian volume tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 12.740 ton. Dengan capaian tersebut, angkutan barang Daop 9 Jember mengalami pertumbuhan signifikan hingga 265 persen terhadap program tahun 2025. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan angkutan barang berbasis kereta api yang dinilai andal, efisien, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah kerja Daop 9 Jember. Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan capaian tersebut hasil dari konsistensi KAI dalam meningkatkan kualitas layanan, optimalisasi operasional, serta penguatan kerja sama dengan para mitra logistik. “Realisasi volume angkutan barang tahun 2025 yang mencapai 33.746 ton atau tumbuh 265 persen dari program yang ditetapkan menjadi bukti bahwa angkutan barang kereta api, khususnya layanan Retail / Barang Hantaran Paket, semakin diminati masyarakat dan pelaku usaha. KAI Daop 9 Jember berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan logistik yang aman, tepat waktu, dan kompetitif,” ujar Cahyo. Saat ini, layanan angkutan Retail/Barang Hantaran Paket (BHP) di wilayah Daop 9 Jember dilayani melalui sejumlah perjalanan kereta api, yakni KA Blambangan Ekspres, KA Wijayakusuma, dan KA Sritanjung. Layanan tersebut berperan penting dalam mendukung kelancaran distribusi logistik serta mobilitas barang antarwilayah. Cahyo menambahkan, capaian kinerja ini akan menjadi modal penting bagi KAI Daop 9 Jember untuk terus mengembangkan potensi angkutan barang ke depan, baik dari sisi volume, kualitas layanan, maupun jangkauan pasar. “Ke depan, KAI Daop 9 Jember akan terus mendorong pengembangan angkutan Retail/Barang Hantaran Paket agar semakin optimal dan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya. Dengan capaian yang melampaui target tersebut, KAI Daop 9 Jember optimistis layanan angkutan barang, khususnya Retail/Barang Hantaran Paket berbasis rel, akan semakin berperan strategis sebagai solusi logistik yang efisien dan berkelanjutan.

Pelindo Multi Terminal Catat Kinerja Positif Pelabuhan Bima-Badas Sepanjang 2025 Nusantara
Nusantara
Selasa, 20 Januari 2026 | 16:06 WIB

Pelindo Multi Terminal Catat Kinerja Positif Pelabuhan Bima-Badas Sepanjang 2025

Bima, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mencatatkan kinerja positif pada operasional Pelabuhan Bima dan Pelabuhan Badas sepanjang periode tahun 2025. Capaian ini menunjukkan peran strategis Pelindo Multi Terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional, khususnya di kawasan Nusa Tenggara. Sepanjang 2025, total trafik barang nonpetikemas di Pelabuhan Bima dan Badas tercatat mencapai 1.087.771 ton, tumbuh 9,49 persen dibandingkan capaian tahun 2024. Secara rinci, di Pelabuhan Bima, trafik barang nonpetikemas tercatat sebesar 463.587 ton, dan capaian trafik arus penumpang sebanyak 127.692 orang. Sementara di Pelabuhan Badas, trafik barang nonpetikemas mencapai 624.184 ton, dan trafik penumpang mencapai 2.518 orang sepanjang tahun 2025. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Bima Badas, Rio Dwi Santoso menyampaikan bahwa capaian ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat dengan para pemangku kepentingan, peningkatan efisiensi operasional, serta perbaikan layanan operasional yang terus dilakukan secara berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan operasional melalui transformasi pelabuhan secara berkelanjutan, digitalisasi proses bisnis, serta penguatan kolaborasi dengan mitra usaha. Kinerja positif di Bima dan Badas menjadi bukti nyata kontribusi Pelindo Multi Terminal dalam mendukung sistem logistik nasional yang andal,” ujarnya. Ke depan, terangnya, Pelindo Multi Terminal akan terus melangkah maju dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang sama untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat konektivitas maritim nasional.