Kerja Sama
Sorotan terbaru dari Tag # Kerja Sama
Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia-India
Jakarta, katakabar.com - Sebagai upaya perkuat hubungan akademik dan budaya antara Indonesia dan India kembali diperluas lewat peresmian Bharat Corner di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Jumat (24/4) lalu. Fasilitas ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi pendidikan yang lebih luas sekaligus mendukung agenda internasionalisasi perguruan tinggi. Peresmian dilakukan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, bersama jajaran pimpinan universitas. Kehadiran Bharat Corner menandai langkah konkret perluas akses terhadap pengetahuan tentang India, mulai dari aspek budaya hingga akademik. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unsrat, Prof. Steenie E. Wallah, menyatakan inisiatif ini memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas global sivitas akademika. “Bharat Corner diharapkan menjadi sarana penguatan literasi internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, akses terhadap referensi global menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif. Kehadiran Bharat Corner diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memperkaya perspektif mahasiswa dan dosen. Sandeep Chakravorty menekankan Bharat Corner merupakan bagian dari upaya diplomasi pendidikan dan budaya India di Indonesia. “India dan Indonesia memiliki hubungan historis yang kuat. Kehadiran Bharat Corner di Unsrat diharapkan dapat memperdalam pemahaman akademik mengenai India serta mendorong kerja sama yang lebih intensif antar institusi pendidikan,” ucapnya. Ia menambahkan, kerja sama pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, terutama di tengah dinamika global yang menuntut kolaborasi lintas negara. Kepala Pusat Urusan Internasional Unsrat, dr. Grace Korompis, menilai Bharat Corner sebagai instrumen penting dalam memperluas jejaring internasional kampus. “Kami memandang Bharat Corner sebagai instrumen penting dalam memperkuat jejaring global Unsrat. Selain meningkatkan akses terhadap sumber pengetahuan internasional, inisiatif ini juga membuka peluang pengembangan program pertukaran, kolaborasi riset, serta kegiatan akademik lintas negara,” ulasnya. Kerja sama ini, jelasnya, berpotensi berkembang ke berbagai bidang, termasuk riset kelautan dan perikanan yang menjadi kepentingan bersama Indonesia dan India. Penanaman Pohon Simbol Kolaborasi Selain peresmian fasilitas, kegiatan ini juga diwarnai dengan penanaman pohon oleh Sandeep Chakravorty bersama perwakilan pimpinan Unsrat. Penanaman pohon Cempaka dan Nantu tersebut menjadi simbol komitmen kedua pihak dalam membangun hubungan jangka panjang yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari inisiatif Ek Ped Maa Ke Naam yang mengedepankan kesadaran ekologis serta keterlibatan komunitas dalam menjaga lingkungan. Momentum ini mempertegas bahwa kerja sama Indonesia dan India tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup nilai-nilai keberlanjutan. Di tengah dorongan internasionalisasi pendidikan tinggi, inisiatif seperti Bharat Corner menunjukkan bahwa kolaborasi global tidak selalu harus dimulai dari skema besar. Akses pengetahuan, jejaring akademik, dan ruang interaksi lintas budaya menjadi elemen kunci yang justru mampu membentuk dampak jangka panjang. Peresmian Bharat Corner di Universitas Sam Ratulangi menjadi bagian dari langkah konkret dalam memperluas kerjasama akademik antara Indonesia dan India. Kehadiran berbagai koleksi literatur tentang India diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar, riset, serta memperkuat wawasan global sivitas akademika. Ke depan, Bharat Corner diharapkan tidak hanya menjadi pusat referensi, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, dan pengembangan program akademik lintas negara.
Nanovest Ekspansi ke Pasar Global, Sepakati Kerja Sama Strategis Dengan Fasset
Jakarta, katakabar.com - Nanovest kerja sama strategis dengan global crypto exchange Fasset, perusahaan aset digital berbasis di Uni Emirat Arab. Kerja sama ini langkah strategis untuk memperluas bisnis ke pasar Dubai sekaligus membangun konektivitas transaksi aset digital lintas negara. Melalui langkah ini, Nanovest dan Fasset menyatukan kekuatan untuk menghadirkan infrastruktur yang memungkinkan pengguna mengakses, memindahkan, dan berinvestasi dalam aset digital secara lebih global, cepat, dan efisien. Kolaborasi ini berfokus pada tiga hal utama, yakni integrasi infrastruktur untuk mendukung transaksi lintas negara, distribusi dan pertukaran aset digital di kedua platform, serta pengembangan produk berbasis tokenisasi ke depannya. Dengan mengintegrasikan sistemnya ke dalam infrastruktur Fasset, Nanovest akan memanfaatkan jaringan dan teknologi global Fasset untuk mempermudah aliran dana internasional dan meningkatkan akses pengguna terhadap peluang investasi di berbagai pasar. Raafi Hossain, Co-Founder & CEO Fasset, mengatakan kami sangat antusias untuk bermitra dengan Nanovest seiring dengan ekspansi di Asia Tenggara. "Dengan menggabungkan kekuatan lokal Nanovest dan infrastruktur global Fasset, kami dapat menghadirkan penyelesaian lintas batas yang lebih cepat dan memperluas akses ke aset yang di tokenisasi bagi pengguna di berbagai pasar," ujar Raafi. Di saat yang sama, kerja sama ini juga membuka peluang distribusi aset digital secara lebih luas. Aset yang tersedia di Nanovest berpotensi menjangkau pengguna global melalui platform Fasset, sementara proyek tokenisasi global dari Fasset juga dapat diakses oleh pengguna Nanovest di Indonesia. Ke depan, kedua perusahaan akan terus mengeksplorasi pengembangan aset berbasis tokenisasi untuk menghadirkan lebih banyak instrumen investasi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar global. Billy Surya Jaya, Direktur Utama Nanovest, menambahkan kerja sama strategis ini langkah nyata Nanovest percepat ekspansi global. "Melalui kehadiran di pasar UAE hingga global dan kolaborasi dengan Fasset, kami ingin menghadirkan akses investasi yang lebih luas, didukung oleh teknologi yang lebih kuat, serta pengalaman yang lebih seamless bagi pengguna, baik di Indonesia maupun di pasar internasional," jelasnya. Nanovest platform crypto exchange asal Indonesia yang beroperasi sesuai dengan regulasi OJK dan berfokus pada penyediaan akses investasi yang aman, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat. Sementara, Fasset platform aset digital dan teknologi blockchain berskala internasional yang menyediakan infrastruktur dan solusi keuangan digital untuk mendukung akses global terhadap aset digital.
Partner Day Doctor Web di Jakarta: Buka Peluang Baru Kerja Sama Keamanan Siber
Jakarta, katakabar.com - Doctor Web, perusahaan keamanan siber yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2024, sukses gelar acara Partner Day di Jakarta. Acara ini mempertemukan mitra yang sudah ada maupun calon mitra untuk membahas pengembangan kerja sama dan prospek pasar keamanan siber. Sejak hadir di Indonesia, Doctor Web terus perkuat posisinya sebagai penyedia solusi keamanan siber yang andal. Partner Day kali ini menjadi langkah lanjutan dalam memperluas jaringan mitra sekaligus menunjukkan meningkatnya minat komunitas IT lokal terhadap teknologi keamanan siber. Svetlana Teodorovich, Head of Partner Sales Development Doctor Web, menyampaikan pasar keamanan siber di Indonesia berkembang sangat cepat, dan kami melihat minat yang besar dari perusahaan terhadap solusi Dr.Web. "Penyelenggaraan Partner Day di Jakarta merupakan langkah penting dalam membangun hubungan jangka panjang. Kami tidak hanya fokus memperluas jaringan mitra, tetapi juga menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan, di mana setiap mitra mendapatkan dukungan penuh untuk berkembang bersama," jelasnya. Di acara tersebut, perwakilan Doctor Web bersama distributor resmi PT Pacific Tech Distribution Indonesia mempresentasikan program kemitraan terbaru, berbagai alat dukungan pemasaran dan teknis, serta peluang baru untuk pertumbuhan bisnis bersama. Sesi khusus juga membahas perkembangan lanskap ancaman siber serta evolusi teknologi perlindungan Dr.Web. Peserta mendapatkan wawasan terkini mengenai jenis serangan dan cara efektif melindungi infrastruktur perusahaan. Selain itu, acara ini mencakup sesi pelatihan penjualan yang bersifat praktis, termasuk pembahasan studi kasus nyata, teknik menangani keberatan pelanggan, serta identifikasi peluang pertumbuhan baru. Peserta memberikan apresiasi tinggi terhadap sesi interaktif seperti role play dan diskusi langsung. Dalam suasana yang lebih santai, para mitra juga dapat berdiskusi langsung dengan tim Doctor Web mengenai proyek yang sedang berjalan serta rencana kerja sama ke depan. Banyak peserta menilai acara ini sangat bermanfaat dan menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama. Doctor Web akan terus mengembangkan ekosistem kemitraannya di Indonesia melalui pelatihan rutin, dukungan teknis, serta aktivitas pemasaran bersama untuk memperkuat industri keamanan siber di kawasan ini. Tertarik untuk menjadi partner Dr.Web? 🤝 Isi formulir di website doctorweb.id, dan tim kami akan segera menghubungi Anda untuk menjawab pertanyaan serta membahas peluang kerja sama yang paling sesuai untuk bisnis Anda.
Perluas Kerja Sama Global, TechnoGIS Perkenalkan Platform iT Sensing di SCE Taiwan 2026
Taiwan, katakabar.com - TechnoGIS mengikuti Smart City Expo Taiwan 2026 di Taipei guna perkenalkan iT Sensing sebagai solusi geospasial. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama internasional dan memperkuat ekspansi global berbasis teknologi. TechnoGIS turut berpartisipasi dalam ajang Smart City Expo Taiwan 2026 yang berlangsung pada 17 hingga 20 Maret 2026 lalu di Nangang Exhibition Center, Taipei, Taiwan. Di kegiatan tersebut, TechnoGIS memperkenalkan platform geospasial unggulannya, iT Sensing, yang dikembangkan untuk mengintegrasikan dan mengolah data satelit menjadi informasi yang aplikatif bagi kebutuhan industri. Platform ini juga ditampilkan sebagai solusi dalam mendukung perencanaan infrastruktur jaringan 5G, melalui pemanfaatan data geospasial, analitik, dan pemrosesan berbasis cloud guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pengambilan keputusan. Di acara ini TechnoGIS di dukung oleh Indonesia Prima sebagai Accelerator dan juga KDII sebagai perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan. Guna memperkuat ekspansi internasional, TechnoGIS menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra strategis dari berbagai negara, yaitu Hayani Maison (Afrika), Collexe (Malaysia), Statio (Thailand), dan Stellar Vision (Korea). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan dan implementasi solusi geospasial di berbagai sektor, dengan mengedepankan kolaborasi teknologi dan pemanfaatan sumber daya lokal di masing-masing wilayah. Selain itu, TechnoGIS juga mengembangkan sejumlah inisiatif strategis di berbagai negara, antara lain pengembangan proyek percontohan di sektor pertanian dan kehutanan di Malaysia bersama Rymba dan Hittera, pengembangan solusi geospasial di Yunani bersama Neuralio, pengembangan platform pemodelan temperatur kota di Republik Ceko bersama Ecoten Urban Comfort, monitoring infrastruktur di kawasan Afrika, serta pengembangan sistem monitoring parkir cerdas di Thailand bersama Statio dan Riffai. TechnoGIS juga menjalin kolaborasi dengan SolarSDGs (Taiwan) dalam pengembangan solusi monitoring panel surya berbasis drone dan sistem pemeliharaan prediktif (predictive maintenance). Berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya TechnoGIS memperkuat ekosistem geospasial global serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data di berbagai sektor pembangunan. CEO TechnoGIS, Sarono, menyampaikan partisipasi dalam ajang ini menjadi momentum strategis bagi perusahaan dalam memperkuat ekspansi global. “Smart City Expo Taiwan merupakan platform yang sangat relevan bagi pengembangan iT Sensing sebagai cloud geospatial dan monitoring platform. Di kegiatan ini, kata Surono, TechnoGIS berhasil membuka kolaborasi di lebih dari 7 negara lintas 3 kawasan, yaitu Asia, Afrika, dan Eropa, yang akan menjadi hub strategis dalam ekspansi global kami. Kami melihat peran penting teknologi ini dalam mendukung perencanaan kota yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Ke depan, TechnoGIS berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan tata kota berbasis data dan teknologi,” jelasnya.
Indonesia–India Perkuat Kerja Sama Restorasi Kompleks Candi Prambanan
Jakarta, katakabar.com - Indonesia dan India perkuat kerja sama pelestarian warisan budaya melalui rencana restorasi kompleks Candi Prambanan. Itu dibahas di pertemuan antara Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon dan tim restorasi dari Archaeological Survey of India (ASI) di Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (16/3) lalu. Pertemuan tersebut menjadi langkah lanjutan dari kolaborasi kedua negara dalam konservasi situs bersejarah, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjaga salah satu kawasan warisan budaya terpenting di Asia Tenggara. Di pertemuan itu, Fadli Zon menekankan upaya pelestarian Prambanan tidak dapat dilakukan secara terpisah dari situs-situs candi lain di sekitarnya. Kawasan ini, menurutnya, merupakan bagian dari lanskap budaya yang lebih luas yang mencerminkan pertemuan tradisi Hindu dan Buddha di Nusantara. Ia menjelaskan kompleks Prambanan memiliki keterkaitan historis dan arsitektural dengan Candi Sewu dan Candi Plaosan, sehingga pendekatan konservasi perlu mempertimbangkan keseluruhan ekosistem budaya tersebut. “Prambanan bukan kompleks yang berdiri sendiri. Ia bagian dari lanskap budaya yang lebih luas bersama Sewu dan Plaosan. Karena itu, upaya konservasi harus memulihkan bangunan candi sekaligus menjaga keseluruhan ekosistem budaya di kawasan tersebut,” ujar Fadli Zon. Setelah melakukan kunjungan lapangan awal, tim ASI menilai bahwa sejumlah candi perwara di kompleks Prambanan memerlukan konservasi lanjutan. Salah satu metode yang direncanakan adalah anastylosis, teknik restorasi yang menyusun kembali bangunan menggunakan batu asli yang ditemukan di lokasi. Melalui metode ini, struktur candi direkonstruksi sebanyak mungkin menggunakan material asli, sementara batu baru hanya ditambahkan secara terbatas untuk memastikan stabilitas bangunan. Tetapi proses tersebut tidak lepas dari tantangan. Tim ASI mencatat bahwa banyaknya batu arsitektural yang tersebar di area situs membuat proses identifikasi menjadi kompleks. Setiap batu harus didokumentasikan dengan teliti untuk menentukan asalnya sebelum dapat dipasang kembali pada struktur yang tepat. Lantaran itu, tahap awal restorasi akan difokuskan pada dokumentasi menyeluruh terhadap struktur candi dan komponen batu sebelum keputusan restorasi final diambil. Proyek Percontohan Restorasi Sebagai langkah awal, ASI mengusulkan proyek percontohan restorasi pada satu atau dua candi perwara. Proyek ini diharapkan dapat membantu menentukan metode kerja yang paling efektif sebelum restorasi dilakukan pada skala yang lebih luas. Tim ASI yang dipimpin Additional Director General Janhvij Sharma memaparkan rencana restorasi tersebut secara langsung kepada Menteri Kebudayaan Indonesia serta meminta arahan terkait pendekatan konservasi yang akan diterapkan di kawasan Prambanan. “Selama ribuan tahun, India dan Indonesia terhubung bukan hanya melalui perdagangan dan ekonomi, tetapi juga melalui budaya yang hidup dan terus beresonansi dari timur hingga barat,” ujar perwakilan ASI. Ia menambahkan tim ASI yang berada di Indonesia saat ini juga terus bekerja untuk mendukung pemulihan berbagai situs warisan dunia. “Tim kami di Indonesia telah bekerja dengan tekun untuk membantu memulihkan lebih banyak situs Warisan Dunia,” tambahnya. Di kegiatan sama, Fadli Zon, menyampaikan Indonesia memiliki dokumentasi historis yang cukup lengkap mengenai kawasan candi tersebut. Dokumentasi ini diharapkan dapat menjadi sumber penting bagi tim restorasi dalam merancang proses pemulihan struktur candi secara akurat. Pemerintah Indonesia menyatakan terbuka terhadap kerja sama internasional yang dapat memperkuat upaya konservasi situs warisan budaya, khususnya di kawasan Prambanan yang merupakan salah satu situs bersejarah paling penting di Indonesia. Fadli Zon juga menyoroti potensi pemanfaatan teknologi modern dalam proses konservasi. Menurutnya, pendekatan digital termasuk kecerdasan buatan dapat membantu proses identifikasi serta penyusunan kembali batu-batu candi yang tersebar di lokasi. “Pemanfaatan teknologi, termasuk pendekatan digital dan kecerdasan buatan, dapat membantu mengidentifikasi serta menyusun kembali komponen batu candi secara lebih akurat,” tuturnya. Melalui kerja sama restorasi ini, kedua negara berharap dapat memperkuat pelestarian warisan budaya yang tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga menjadi simbol hubungan panjang antara India dan Indonesia.
Kedutaan Besar India Tegaskan Komitmen Perluasan Kerja Sama Strategis dengan Sumsel
Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India untuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperluas kerja sama strategis dengan pemerintah daerah di Indonesia melalui dialog langsung dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan kehormatan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, didampingi Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Griya Agung, Palembang, Rabu (14/1) kemarin. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, menjadi platform penting untuk memperdalam pemahaman bersama, serta menjajaki peluang kerja sama konkret yang berorientasi pada manfaat jangka panjang. Diskusi mencakup sektor pertambangan batu bara, penguatan komoditas ekspor unggulan Sumatera Selatan, serta pengembangan kerja sama di bidang pendidikan dan pertukaran pemuda. Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan ketertarikan India terhadap potensi daerah, serta menegaskan kesiapan Sumatera Selatan untuk bermitra secara aktif. “Sumatera Selatan memiliki sumber daya alam yang kuat dan terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas ekspor. Kami memandang kerja sama dengan India sebagai peluang strategis, termasuk melalui pertukaran pemuda untuk mempererat hubungan budaya dan memperluas wawasan generasi muda,” ujar Herman Deru. Duta Besar Sandeep Chakravorty menyambut positif pandangan tersebut dan menegaskan bahwa India melihat Sumatera Selatan sebagai mitra penting dalam penguatan hubungan bilateral di tingkat daerah. “India memandang Sumatera Selatan sebagai provinsi dengan potensi besar, baik dalam hal sumber daya alam maupun kapasitas sumber daya manusia. Kami ingin membangun kemitraan yang konkret, saling menguntungkan, dan berkelanjutan, sejalan dengan eratnya hubungan India dan Indonesia,” timpal Dubes Chakravorty. Pada konteks pengembangan sumber daya manusia, Kedutaan Besar India juga menegaskan keterbukaan terhadap partisipasi pemuda Sumatera Selatan dalam program pertukaran dan peluang beasiswa pendidikan tinggi di India, dengan mekanisme seleksi yang akan disepakati bersama. “Investasi terbaik adalah investasi pada generasi muda. Melalui pertukaran dan pendidikan, kami berharap dapat memperkuat hubungan antar masyarakat yang menjadi fondasi utama kemitraan jangka panjang kedua negara,” tambahnya. Kedutaan Besar India memandang pertemuan ini sebagai langkah signifikan dalam memperdalam kerja sama antara India dan Indonesia di tingkat subnasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi baru yang lebih terstruktur dan berdampak. Pertemuan turut dihadiri oleh para kepala OPD dan pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Labamu Jalin Kerja Sama Setahun dengan AEON MALL Indonesia
Jakarta, katakabar.com - PT Labamu Sejahtera Indonesia (Labamu) resmi menjalin kerja sama selama setahun dengan AEON MALL Indonesia untuk mendukung operasional merchant food court di pusat perbelanjaan AEON MALL di Indonesia. Kerja sama ini dimulai pada 8 Desember 2025 dan akan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Di kerja sama tersebut, Labamu menyediakan sistem penerimaan pembayaran yang digunakan oleh merchant food court di AEON MALL BSD City, AEON MALL Jakarta Garden City, AEON MALL Sentul City, AEON MALL Tanjung Barat, dan AEON MALL Delta Mas. Sistem ini terintegrasi dengan infrastruktur operasional yang telah dimiliki oleh AEON MALL Indonesia untuk membantu menjaga kelancaran transaksi harian, khususnya di area food court dengan tingkat aktivitas pengunjung yang tinggi. Area food court memiliki kebutuhan operasional yang dinamis, dengan jam kunjungan yang padat serta berbagai jenis merchant. Lantaran itu, keandalan sistem, kecepatan proses transaksi, dan stabilitas operasional menjadi faktor penting mendukung aktivitas harian. Melalui kerja sama ini, Labamu mendukung AEON MALL Indonesia dalam memastikan sistem pembayaran dapat berjalan secara konsisten sesuai kebutuhan operasional di lapangan. Bagi Labamu, kolaborasi dengan AEON MALL Indonesia menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kebutuhan operasional bisnis ritel, khususnya di lingkungan pusat perbelanjaan dengan aktivitas yang dinamis. Selama periode kerja sama satu tahun ke depan, Labamu akan terus mendukung operasional sistem penerimaan pembayaran bagi merchant food court di lima pusat perbelanjaan AEON MALL Indonesia, dengan tujuan membantu meningkatan efisiensi operasional serta mendukung pengalaman transkasi yang lebih baik bagi merchant maupun pengunjung.
India dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Demokrasi Lewat Program PPI 2025
New Delhi, katakabar.com - Komisi Pemilihan Umum India (Election Commission of India/ECI) menyambut kunjungan delegasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia sebagai bagian dari International Election Visitors' Programme (IEVP) 2025 yang berlangsung pada 4 hingga 9 November 2025. Delegasi yang dipimpin oleh Komisioner KPU, Idham Holik, ini beranggotakan tiga orang dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi demokrasi antara kedua negara. Kegiatan bekerja sama dengan India International Institute for Democracy and Election Management (IIIDEM), IEVP 2025 menghadirkan perwakilan dari berbagai negara, termasuk Prancis, Afrika Selatan, Belgia, Filipina, dan Cabo Verde. Program ini bertujuan memperkenalkan para peserta pada berbagai aspek penyelenggaraan pemilu di India yang diakui sebagai proses demokrasi terbesar dan paling kompleks di dunia. Menurut pernyataan resmi, program ini memberikan kesempatan bagi para peserta “untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai pelaksanaan pemilu India yang tengah berlangsung di Negara Bagian Bihar.” Melalui kegiatan tersebut, delegasi mempelajari proses pemungutan suara, penggunaan Electronic Voting Machines (EVM), serta mekanisme yang menjamin integritas dan aksesibilitas bagi seluruh pemilih. Selama kunjungan, delegasi KPU Indonesia mengikuti sesi interaktif dengan pejabat senior Komisi Pemilihan Umum India, menghadiri paparan teknis tentang manajemen pemilu, dan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pemungutan suara di Bihar. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk bertukar pengalaman dan memperkuat pemahaman antar penyelenggara pemilu dari dua negara demokrasi besar di Asia. Ketua Komisi Pemilihan Umum India, Shri Gyanesh Kumar, bersama Komisioner Dr. Vivek Joshi, membuka secara resmi program IEVP 2025 pada awal pekan ini. Ia menyatakan, keduanya menegaskan program ini merupakan wadah penting untuk memperkuat solidaritas demokrasi global dan berbagi praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemilu yang transparan, jujur, dan inklusif. India dan Indonesia, sebagai dua negara demokrasi terbesar di Asia Selatan dan Asia Tenggara, memiliki nilai dan visi bersama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan akuntabel.
Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Kepala Staf Pertahanan India Kunjungan Resmi ke Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Kepala Staf Pertahanan India (Chief of Defence Staff/CDS), Jenderal Anil Chauhan, tiba di Indonesia pada Minggu (26/10) untuk memulai kunjungan resmi selama enam hari, dari 26 hingga 31 Oktober 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan memperdalam kemitraan strategis antara India dan Indonesia sebagai dua negara Mitra Strategis Komprehensif di kawasan Indo-Pasifik. Selama kunjungan, Jenderal Chauhan dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin serta Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Agus Subiyanto. Selain itu, ia juga akan bertemu dengan para Kepala Staf TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara untuk membahas peluang peningkatan kerja sama di bidang pertahanan, keamanan maritim, dan pembangunan kapasitas militer. Sebagai bagian dari agenda, Jenderal Chauhan akan mengunjungi Bandung dan Surabaya untuk meninjau sejumlah industri pertahanan dan galangan kapal utama di kedua kota tersebut. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperluas kolaborasi di sektor industri pertahanan, produksi bersama, serta pengembangan teknologi antara India dan Indonesia. Selain pertemuan resmi, Jenderal Chauhan melakukan diskusi strategis dengan para eksekutif perusahaan pertahanan Indonesia serta berinteraksi dengan lembaga kajian pertahanan dan keamanan (think tank) guna memperdalam dialog kebijakan dan memperkuat hubungan kelembagaan antara kedua negara. Menurut pernyataan resmi, kunjungan ini menunjukkan peningkatan hubungan pertahanan antara India dan Indonesia serta menjadi tindak lanjut atas hasil-hasil kerja sama pertahanan yang disepakati dalam kunjungan kenegaraan Presiden RI, H Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025. Sebagai dua negara maritim yang memiliki posisi strategis di Indo-Pasifik, India dan Indonesia terus memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas kawasan, keamanan maritim, dan perdamaian regional.
UT Perkuat Kerja Sama Nasional Mulai Sekolah Vokasi hingga Anak Petani Sawit
Tangsel, katakabar.com - Universitas Terbuka (UT) perluas jejaring kerja sama strategis melalui penandatanganan sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai mitra dari dunia pendidikan, industri, hingga pemerintah daerah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi UT perkuat tridharma perguruan tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta mempercepat pencapaian target 1 juta mahasiswa di seluruh Indonesia. Penandatanganan kerja sama dilakukan Rektor UT, Prof. Ali Muktiyanto bersama sejumlah mitra strategis, antara lain pertama, Politeknik Negeri Manado Ruang lingkup kerja sama mencakup peningkatan mutu penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi. Kedua, Universitas Negeri Manado (Unima) Fokus pada penguatan tridharma dan pengembangan sumber daya akademik. Ketiga, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kerja sama untuk penyelenggaraan pendidikan tinggi bagi keluarga petani sawit di seluruh Indonesia. Terakhir, Pemerintah Kabupaten Trenggalek Meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pembangunan daerah. Selain MoU tersebut, UT tandatangani PKS dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan pendidikan. Di kegiatan itu, Prof. Ali menegaskan kerja sama dengan politeknik dan industri menjadi langkah konkret UT dalam memastikan lulusan sekolah vokasi siap terjun ke dunia kerja. "Kami ingin pastikan sekolah vokasi UT melahirkan lulusan yang siap bekerja, bukan menambah pengangguran. Karena itu, kolaborasi dengan politeknik dan industri menjadi sangat penting," tegasnya konferensi pers Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil Wilayah 1 di UTCC, Tangsel, Senin (27/10). Prof. Ali menjelaskan penyelenggaraan vokasi di UT tidak akan dibuka sebelum ada kepastian mitra industri yang siap menjadi tempat magang mahasiswa. "Pendidikan jarak jauh bukan hambatan bagi pelatihan vokasional, selama dukungan sarana-prasarana praktik tersedia melalui kemitraan strategis," jelasnya. UT saat ini telah menyiapkan tiga program vokasi baru, yaitu Manajemen iLogistik, Teknik Informatika, dan Sistem Akuntansi Digital, bekerja sama dengan politeknik dan berbagai mitra industri seperti PT Pos Indonesia serta perusahaan konsultan dan penyedia jasa logistik. Kerja sama UT dengan APKASINDO menjadi sorotan tersendiri. Program ini membuka kesempatan bagi anak-anak petani sawit di berbagai daerah untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan kebun. "Pendidikan jarak jauh UT menjadi solusi agar masyarakat di pelosok tetap bisa belajar tanpa meninggalkan pekerjaannya," ucapnya. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendukung target 1 juta mahasiswa UT pada 2026 mendatang. Di kegiatan sama, hadir pula narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Marsekal Muda TNI R. Tjahjo Khurniawan, Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi. Ia menegaskan pentingnya literasi keamanan siber di perguruan tinggi, terutama bagi kampus berbasis digital seperti UT. Dengan sistem pembelajaran daring, ungkapnya, perlindungan data akademik menjadi hal utama. BSSN berkomitmen memperkuat literasi keamanan siber agar civitas akademika UT semakin tangguh menghadapi ancaman digital. Prof. Ali menegaskan target 1 juta mahasiswa UT bukan sekadar ambisi, tetapi bentuk kepercayaan publik terhadap kualitas dan inklusivitas sistem pembelajaran UT. Dengan sistem pembelajaran daring yang stabil dan inklusif, UT siap melayani lebih banyak mahasiswa dari seluruh Indonesia hingga mancanegara," sebut Prof. Ali. UT kini mencatat lebih dari 768.000 mahasiswa aktif, dengan 90.000 pengguna yang dapat mengakses sistem e-learning secara bersamaan tanpa kendala.