Kerakyatan

Sorotan terbaru dari Tag # Kerakyatan

Holding PTPP Wujudkan Ekonomi Kerakyatan Hidupkan Puluhan UMKM di 'Jalur Nyali' Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 01 November 2025 | 16:00 WIB

Holding PTPP Wujudkan Ekonomi Kerakyatan Hidupkan Puluhan UMKM di 'Jalur Nyali'

Bandung, katakabar.com - Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar kawasan wisata terus dilakukan Holding Perkebunan Nusantara, lewat unit usahanya, PTPN I Regional 2. Salah satu bukti nyata program pemberdayaan tersebut bisa dilihat di Rengganis Suspension Bridge, kawasan wisata alam unggulan di Kebun Teh Rancabali, Kabupaten Bandung, yang kini menjadi sumber penghidupan baru bagi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Wahana wisata yang populer dengan sebutan “Jalur Nyali” ini merupakan jembatan gantung sepanjang 370 meter dengan ketinggian 75 meter di atas lembah menuju Kawah Rengganis. Kawasan wisata ini menjadi magnet baru wisata agro milik PTPN I Regional 2 di bawah pengelolaan Holding Perkebunan Nusantara dan terus menarik ribuan wisatawan setiap bulannya. Selain menjadi destinasi unggulan, pengelolaan Rengganis Suspension Bridge juga menghadirkan dampak sosial yang signifikan melalui kemitraan dengan masyarakat lokal. Sebanyak puluhan kios dan warung yang dikelola UMKM berdiri di area parkir utama kawasan wisata. Para pelaku usaha ini direkrut dan dikoordinasikan oleh PTPN I Regional 2 bersama mitra pengelola PT Prakarsa Mulia. “Mereka adalah pelaku usaha UMKM yang kami rekrut untuk bisa berusaha di sini. Kami koordinasikan agar mampu melayani wisatawan dengan baik. Ini adalah komitmen kami untuk maju bersama masyarakat sekitar agar keberadaan perusahaan memberi efek ekonomi dan membuka lapangan kerja,” ujar Desmanto, Region Head PTPN I Regional 2, di pekan ketiga Oktober 2025 lalu. Salah satu pelaku UMKM yang kini merasakan manfaat program ini adalah Warung Kopi “Mang Eko”. Di warung sederhana tersebut, pengunjung dapat menikmati kopi, teh, dan kuliner ringan khas pegunungan sambil bersantai menikmati panorama Rancabali. “Kemitraan ini telah menunjukkan dampak positif dalam pemberdayaan UMKM dan masyarakat lokal. Keberhasilan program ini menjadi perwujudan nyata dukungan BUMN terhadap agenda pembangunan nasional,” kata Aris Handoyo, Sekretaris Perusahaan PTPN I. Aris menegaskan, langkah ini bagian dari mandat Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III Persero) untuk memastikan seluruh aset perkebunan dapat memberikan nilai tambah tidak hanya secara ekonomi, tetapi sosial. “Kemitraan Rengganis Suspension Bridge adalah contoh nyata bagaimana aset BUMN dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, memastikan masyarakat lokal menjadi subjek utama pembangunan pariwisata,” ujarnya. Membangun dari Desa Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menilai kemitraan dengan masyarakat di sekitar Rancabali sejalan dengan visi kepemimpinan nasional yang menekankan pembangunan dari desa dan penguatan ekonomi rakyat. “Program pengembangan pariwisata berbasis masyarakat ini secara langsung merefleksikan dua cita-cita utama Presiden RI, H Prabowo Subianto. Pertama, kita berhasil meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas dan mendorong kewirausahaan melalui pemberdayaan UMKM lokal serta penyerapan 90 persen tenaga kerja pemuda setempat,” ulas Teddy. Ia menambahkan, kemitraan ini menjadi langkah konkret untuk menciptakan pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. “Dengan menyediakan infrastruktur warung, tempat tinggal, dan kebijakan bebas iuran, kami memastikan masyarakat asli yang direlokasi menjadi penerima manfaat utama dari kemajuan kawasan wisata ini,” tegasnya. Keberhasilan program ini turut diakui oleh masyarakat. Salah satunya Eko Marta Wijaya 39 tahun, Ketua UMKM kawasan parkir Rengganis Suspension Bridge. Ia menuturkan program relokasi yang dijalankan sejak pembangunan kawasan wisata berlangsung membawa perubahan besar bagi kehidupan warga. “Tahun 2019 lalu, saat kawasan wisata mulai dibangun, kami yang tinggal di sekitar kawah direlokasi dan disediakan bangunan warung yang bisa digunakan sebagai tempat usaha sekaligus tempat tinggal. Sebanyak 25 warung disiapkan tanpa biaya, lengkap dengan fasilitas kebersihan dan pengangkutan sampah. Alhamdulillah, dari usaha ini rata-rata teman-teman bisa mengantongi penghasilan hingga Rp1 juta per minggu,” cerita Eko.

MIND ID Dorong 10.000 UMK Naik Kelas, Wujudkan Ekonomi Kerakyatan di Daerah Nasional
Nasional
Kamis, 16 Oktober 2025 | 11:00 WIB

MIND ID Dorong 10.000 UMK Naik Kelas, Wujudkan Ekonomi Kerakyatan di Daerah

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) terus memperkuat komitmennya dorong ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di berbagai wilayah operasional. Hingga pertengahan 2025, lebih dari 10.000 UMK binaan telah menjadi bagian dari rantai pasok industri pertambangan Grup MIND ID. Dari jumlah tersebut, ratusan di antaranya berhasil naik kelas menjadi motor bagi penguatan ekonomi di daerahnya. Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dan Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto yang menempatkan penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, serta pengembangan industri kreatif yang merata di seluruh daerah. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menegaskan keberpihakan terhadap UMK wujud nyata peran sektor pertambangan mendukung agenda pembangunan pemerintah. “Bagi kami, tambang bukan hanya soal produksi mineral. Lebih dari itu, tambang adalah penggerak ekonomi kerakyatan di daerah yang menjadi sumber energi untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi usaha masyarakat untuk tumbuh, berkembang, dan ikut berkontribusi bagi ekonomi nasional,” ujarnya, lewat siaran pers, Rabu (15/10) kemarin. Melalui berbagai program pemberdayaan, kata Pria, MIND ID menghadirkan pendampingan menyeluruh bagi pelaku UMK, mulai dari pelatihan manajemen, inovasi produk, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar. "Pendekatan ini efektif untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, terutama di sekitar wilayah operasional pertambangan," jelasnya. Cerita Pria, di antara contoh sukses datang dari Haiedi Ulandari, pendiri Pempek Hudi di Palembang, UMK binaan PT Bukit Asam Tbk. Usaha rumahan yang dulunya beromzet sekitar Rp30 juta per bulan kini mampu meraih hingga Rp300 juta per bulan dan menyerap 13 tenaga kerja lokal. "Keberhasilan ini menunjukkan bagaimana program Pendampingan yang konsisten dapat mendorong UMK naik kelas sekaligus menempatkan mereka sebagai motor penggerak ekonomi daerah," ulasnya. Dampak positif serupa dirasakan pelaku UMK Sambal Lumako, Nata de Coco, dan Ikan Asap di wilayah operasional PT Vale Indonesia, anggota MIND ID. Berkat pelatihan pengembangan produk, pendampingan bisnis, dan dukungan promosi, usaha lokal ini kini telah berhasil menjalankan usahanya secara mandiri memperluas penjualan ke berbagai daerah dan menjadi sumber lapangan kerja bagi ratusan masyarakat sekitar tambang. Keberhasilan tersebut menunjukkan bagaimana kolaborasi antara industri dan komunitas lokal dapat menumbuhkan ekonomi kreatif di daerah. Pria menuturkan inisiatif ini memperlihatkan bahwa industri pertambangan juga dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat, sejalan dengan cita-cita pemerintah dalam memperluas lapangan kerja, memperkuat wirausaha lokal, serta menumbuhkan ekonomi kreatif daerah. MIND ID memastikan program pendampingan UMK akan berkelanjutan hingga pada akhirnya mereka mampu secara mandiri membangun kapasitasnya untuk bersaing dan berkontribusi lebih optimal bagi daerahnya.

Wujudkan Pertumbuhan Inklusif, KAI Logistik Dorong Ekonomi Kerakyatan Ekosistem Logistik Nasional
Nasional
Kamis, 10 Juli 2025 | 21:09 WIB

Wujudkan Pertumbuhan Inklusif, KAI Logistik Dorong Ekonomi Kerakyatan Ekosistem Logistik

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Logistik atau KAI Logistik, sebagai anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), terus pertegas perannya dukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Kemitraan Logistik yang bertujuan menciptakan peluang usaha serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Hingga Juni 2025, tercatat lebih dari 400 masyarakat dari berbagai wilayah telah mendaftar sebagai calon mitra, menunjukkan tingginya minat dan antusiasme masyarakat terhadap peluang usaha di sektor logistik yang dinilai stabil, berkelanjutan, dan strategis dalam menopang aktivitas perekonomian nasional. Program kemitraan ini dirancang untuk memberikan akses wirausaha yang lebih mudah, cepat, dan terukur. Prosedur pengajuan kemitraan dilaksanakan secara transparan, melalui tahapan berupa pengajuan administrasi, survei lokasi, dan asesmen kelayakan. Lalu, mitra yang memenuhi kriteria akan mendapatkan hak operasional, dukungan branding, pendampingan teknis dan bisnis, serta skema bagi hasil yang kompetitif. Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Riyanta menjelaskan, kami percaya logistik tidak hanya berperan sebagai penghubung rantai pasok, tapi sebagai penggerak roda ekonomi rakyat. Program kemitraan ini bentuk komitmen KAI Logistik dalam menghadirkan peluang usaha nyata yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. "Khususnya pada program kemitraan dengan skema Gerai, yang memungkinkan Ibu rumah tangga hingga mahasiswa dapat memulai usaha bermodalkan smartphone dan lahan di rumah," ujarnya. Hingga pertengahan 2025, kata Riyanta, KAI Logistik telah mencatatkan 250 titik layanan. Secara keseluruhan, hingga Juni 2025, jumlah titik layanan berbasis kemitraan mencapai 229 titik, meningkat signifikan, dan menunjukkan pertumbuhan konsisten dibandingkan tahun 2020 dengan jumlah 81 titik. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan lebih dari 280 persen dalam lima tahun terakhir. “Di tengah dinamika ekonomi global, sektor logistik tetap menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang positif. Kami melihat peluang besar dalam sektor ini untuk terus membuka akses pemberdayaan ekonomi, sekaligus memperkuat ekosistem logistik nasional hingga ke tingkat daerah. Sepanjang semester 1 tahun 2025, KAI Logistik telah membuka 59 titik layanan baru yang dikelola oleh masyarakat melalui kemitraan,” jelas Riyanta. Masih Riyanta, sebagai upaya mempertegas perannya memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi, KAI Logistik berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat dan terus mendorong terciptanya ekonomi inklusif berbasis kemitraan. Program ini sekaligus menjadi salah satu alternatif dalam menjawab peningkatan minat masyarakat dalam membangun usaha sendiri dan memperkuat kemandirian finansial.