Kemitraan
Sorotan terbaru dari Tag # Kemitraan
Dorong Sinergi Riset dan Industri, PT RPN dan Pascal Biotech Jalin Kemitraan Strategis
Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, resmi jalin mitra kerja sama strategis dengan PT Pascal Biotech Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman bidang inovasi dan pengembangan. Penandatanganan yang dihadiri oleh jajaran manajemen kedua belah pihak, ini berlangsung di Kantor Direksi PT RPN, Kota Bogor. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi kolaborasi antara dunia riset dan industri, khususnya dalam pengembangan inovasi berbasis bioteknologi di sektor perkebunan. Fokus kolaborasi mencakup penguatan penelitian, pengembangan teknologi aplikatif, serta hilirisasi hasil riset untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional. SEVP Riset, Inovasi dan Sustainability, Tjahjono Herawan, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan industri perkebunan yang semakin kompleks. “Penandatanganan MoU ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat sinergi antara riset dan industri. Di tengah dinamika sektor perkebunan yang disrupsi, kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi,” ujarnya. Ia menegaskan PT RPN memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang perkebunan nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan meningkatkan daya saing komoditas global. Sedang, Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar, menilai kerja sama ini membuka peluang besar dalam pengembangan bioteknologi yang aplikatif dan berdampak luas. “Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk mengintegrasikan keunggulan riset dengan solusi bioteknologi yang kami kembangkan. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi industri perkebunan dan masyarakat secara luas,” ucap Miftachul Anwar. Kedua belah pihak sepakat kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui program-program konkret, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, diharapkan lahir berbagai terobosan inovatif yang mampu mendorong kemajuan industri perkebunan dan bioteknologi di Indonesia.
PalmCo Pamuncak Perusahaan Teraktif Pendamping PSR Kemitraan
Muara Bungo, katakabar.com - Kementerian Pertanian lewat Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) sudah mendorong percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui jalur kemitraan yang melibatkan perusahaan perkebunan sebagai pendamping kelompok tani (Poktan). “Perusahaan perkebunan membantu mengumpulkan kelengkapan dokumen persyaratan PSR antara lain legalitas kelembagaan dan legalitas lahan. Tidak hanya itu, melakukan pendampingan saat verifikasi dan keterjaminan pembangunan kebun,” kata Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dwi Nuswantara ketika workshop PSR dan Pekan Benih kelapa Sawit di Februari 2026, dilansir pekan keempat Maret 2026. BPDP telah menjalankan program PSR sejak 2017 dengan fokus pembiayaan replanting kebun rakyat. Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 triliun, setara target peremajaan 100.000 hektare. Data BPDP menunjukkan, dari tahun 2023 hingga tahun 2026 telah disalurkan dana PSR jalur kemitraan di 10 Provinsi dengan luasan 16.243 hektare. Dari luasan tersebut, menurut data BPDP, terdapat tiga perusahaan yang aktif melakukan pendampingan dalam PSR jalur Kemitraan, yakni: - PTPN (PalmCo) seluas 6.672 hektare - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk seluas 4.426 hektare - Asian Agri seluas 3.204 hektare.
FLOQ Perkuat Integrasi Lifestyle Lewat Kemitraan dengan ISMAYA
Jakarta, katakabar.com - FLOQ, platform jual beli aset kripto yang berfokus pada pengalaman pengguna, mengumumkan kemitraan strategis dengan ISMAYA Group, salah satu perusahaan restoran dan gaya hidup terkemuka di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, pengguna FLOQ kini dapat menikmati diskon* hingga 10% di berbagai outlet ISMAYA di seluruh Indonesia. Program ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan manfaat nyata dari ekosistem digital ke dalam aktivitas sehari-hari pengguna. Pengguna FLOQ dapat mengakses voucher diskon yang dapat digunakan di berbagai restoran populer di bawah naungan ISMAYA, memberikan pengalaman kuliner yang lebih hemat sekaligus memperkuat integrasi antara industri web3 dan gaya hidup modern. Kolaborasi antara FLOQ dan ISMAYA mencerminkan komitmen kedua perusahaan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih bernilai bagi komunitas masing-masing. Dengan jaringan outlet ISMAYA yang luas dan popularitas brand-brandnya di kalangan masyarakat urban, program ini membuka kesempatan bagi pengguna FLOQ untuk menikmati berbagai pilihan kuliner dengan keuntungan tambahan. Beberapa restoran dan kafe ternama yang berada di bawah ISMAYA Group antara lain Djournal Coffee, Social House, The People's Cafe, Kitchenette, Pizza e Birra, serta beberapa restoran dan lifestyle lainnya yang telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Melalui program promo ini, pengguna FLOQ dapat menikmati berbagai menu favorit mereka sekaligus mendapatkan manfaat eksklusif dari platform jula beli aset kripto yang mereka gunakan sehari-hari. Kemitraan ini menandai langkah penting dalam menghubungkan dunia Web3 dengan industri gaya hidup. Seiring berkembangnya teknologi blockchain dan aset kripto, berbagai platform jual beli aset digital mulai mengeksplorasi cara untuk menghadirkan utilitas yang lebih luas bagi penggunanya. FLOQ melihat peluang besar untuk mengintegrasikan pengalaman digital dengan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam sektor kuliner dan hiburan. Dengan menghadirkan program seperti FLOQ X ISMAYA, pengguna tidak hanya dapat berpartisipasi dalam ekosistem aset digital, tetapi juga menikmati manfaat langsung dalam kehidupan offline. “Kolaborasi dengan ISMAYA merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus mendorong adopsi aset kripto di Indonesia dengan cara yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kami percaya bahwa untuk membuat kripto semakin mudah diakses, diperlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga integrasi dengan ekosistem lifestyle yang sudah dekat dengan masyarakat,” sebut Yudhono Rawis, founder dari FLOQ. Kolaborasi ini juga memperkuat posisi FLOQ sebagai platform yang tidak hanya berfokus pada trading, tetapi juga pada penciptaan ekosistem yang memberikan nilai tambah nyata bagi penggunanya. Yudhono menambahkan melalui inisiatif seperti ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih inklusif, di mana pengguna tidak hanya dapat bertransaksi aset digital, tetapi juga merasakan manfaat nyatanya secara langsung. "Ke depannya, kami akan terus menghadirkan kolaborasi serupa untuk memperluas akses dan mempercepat adopsi kripto di Indonesia," jelasnya. Kolaborasi dengan ISMAYA bagian dari strategi jangka panjang FLOQ untuk menghadirkan lebih banyak kemitraan dengan beragam brand hiburan, gaya hidup, dan teknologi. Dengan menggabungkan teknologi Web3 dan pengalaman konsumen di dunia nyata, FLOQ berupaya membangun ekosistem yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Ke depannya, FLOQ akan terus menghadirkan berbagai inisiatif dan kemitraan strategis yang memberikan manfaat lebih luas bagi komunitasnya. Tentang FLOQ FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.
Pecah Monopoli: Indonesia Penting Rangkul Kemitraan Otomotif dengan India
Oleh: Sachin V. Gopalan, CEO Indonesia Economic Forum katakabar.com - Perdebatan di Indonesia mengenai rencana pengadaan kendaraan komersial dari produsen India, Tata Motors dan Mahindra, telah picu reaksi kuat dari sebagian pelaku industri otomotif dalam negeri. Para kritikus berpendapat impor kendaraan dapat mengancam manufaktur lokal. Tetapi, pertanyaan yang lebih besar bagi Indonesia adalah apakah mempertahankan struktur industri otomotif saat ini benar-benar melayani kepentingan ekonomi jangka panjang negara. Selama lebih dari lima dekade, industri otomotif Indonesia didominasi oleh produsen Jepang seperti Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, Honda, Suzuki, dan Isuzu. Perusahaan-perusahaan ini beroperasi melalui usaha patungan dengan konglomerat Indonesia serta telah membangun jaringan perakitan, pemasok, dan distribusi yang luas. Meskipun ekosistem ini berkontribusi terhadap pertumbuhan industri, kondisi tersebut juga menciptakan pasar yang sangat terkonsentrasi, di mana tingkat persaingan terbatas dan harga kendaraan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan pasar berkembang lainnya. Lantaran itu, masuknya kendaraan dari produsen India seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk menghadirkan persaingan dalam pasar yang selama ini didominasi oleh satu ekosistem industri. Perusahaan India, seperti Tata Motors dan Mahindra dikenal memproduksi kendaraan yang tangguh dan terjangkau, yang dirancang khusus untuk pasar negara berkembang. Filosofi rekayasa mereka menekankan pada daya tahan, kesederhanaan, dan efisiensi biaya. Kendaraan ini telah digunakan secara luas di Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin, sering kali dalam kondisi lingkungan yang serupa dengan wilayah pedesaan di Indonesia. Biaya menjadi faktor penting dalam perdebatan saat ini. Kendaraan yang bersumber dari India diperkirakan memiliki harga sekitar Rp120 juta hingga Rp150 juta lebih murah per unit dibandingkan alternatif sejenis yang saat ini tersedia di Indonesia. Untuk program pemerintah berskala besar yang bertujuan memperkuat logistik pedesaan dan rantai pasok pertanian, penghematan ini dapat mencapai triliunan rupiah. Faktor penting lain yang sering terlewatkan dalam diskusi mengenai pengadaan ini berkaitan dengan kebutuhan operasional program Koperasi Merah Putih (KMP), yang bertujuan memperkuat koperasi tingkat desa serta meningkatkan jaringan distribusi pedesaan di seluruh Indonesia. Program ini membutuhkan ribuan kendaraan yang harus segera didistribusikan ke berbagai desa untuk mengangkut hasil pertanian, pupuk, dan barang kebutuhan pokok. Produsen dalam negeri belum mampu menyediakan jumlah kendaraan yang dibutuhkan dalam jangka waktu yang ketat untuk peluncuran program KMP. Oleh karena itu, impor kendaraan menjadi solusi pragmatis agar program dapat berjalan secara efisien tanpa penundaan. Di luar kebutuhan operasional KMP, perdebatan ini juga perlu dilihat dalam konteks hubungan ekonomi Indonesia–India yang lebih luas. Perdagangan bilateral antara kedua negara meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir dan kini telah melampaui sekitar US$30 miliar per tahun. Tetapi, struktur perdagangan tersebut masih sangat didominasi oleh komoditas mentah. Ekspor Indonesia ke India sebagian besar berupa batu bara dan minyak sawit, sementara India mengekspor barang manufaktur, produk farmasi, serta layanan teknologi. Kemitraan jangka panjang yang berkelanjutan membutuhkan diversifikasi di luar komoditas. Tidak realistis maupun tidak diinginkan jika India hanya terus meningkatkan impor batu bara dan minyak sawit dari Indonesia. Perluasan kerjasama ke sektor seperti manufaktur otomotif, teknologi digital, peralatan industri, dan farmasi akan menciptakan hubungan ekonomi yang lebih seimbang. Peran India dalam sektor farmasi memberikan contoh yang relevan. Perusahaan farmasi India seperti Sun Pharma, Dr. Reddy's Laboratories, Cipla, Lupin, Hetero, dan Aurobindo Pharma termasuk produsen obat generik berkualitas terbesar di dunia. Perusahaan-perusahaan ini menyediakan pengobatan terjangkau untuk berbagai penyakit umum seperti diabetes, hipertensi, dan infeksi. Versi generik dari obat-obatan seperti metformin, atorvastatin, dan amlodipine telah secara signifikan menurunkan biaya pelayanan kesehatan di banyak negara berkembang. Secara global, perusahaan India memproduksi hampir 20 persen dari seluruh obat generik di dunia dan memasok sekitar 60 persen vaksin global. Kehadiran mereka menghadirkan persaingan dalam pasar farmasi, sehingga membantu memastikan obat-obatan penting tetap terjangkau dan mudah diakses. Manfaat serupa juga dapat muncul di sektor lain ketika persaingan diperluas. Indonesia dan India merupakan mitra strategis alami. Keduanya adalah demokrasi besar dan ekonomi berkembang utama di kawasan Indo-Pasifik. India telah menunjukkan kemampuan dalam mendemokratisasi akses terhadap teknologi, mulai dari obat-obatan yang terjangkau hingga sistem infrastruktur digital publik berskala besar. Filosofi yang sama juga terlihat dalam pendekatan rekayasa otomotif India. Dengan memprioritaskan keterjangkauan dan fungsionalitas, produsen India berhasil membuat transportasi lebih mudah diakses oleh pengusaha kecil, petani, dan operator logistik di berbagai negara berkembang. Bagi Indonesia, kerja sama dengan India di sektor seperti manufaktur otomotif dapat membantu memperkuat rantai pasok pedesaan, mendukung usaha mikro, serta memperluas akses terhadap teknologi yang terjangkau. Alih-alih memandang perdebatan ini sebagai pilihan antara impor atau industri domestik, para pembuat kebijakan seharusnya fokus pada pembangunan ekosistem otomotif yang lebih beragam dan kompetitif. Impor dapat memenuhi kebutuhan segera untuk program nasional seperti KMP, sementara kebijakan jangka panjang dapat mendorong produsen India untuk membangun fasilitas perakitan lokal serta menjalin kemitraan dengan perusahaan Indonesia. Pendekatan ini akan menggabungkan keunggulan biaya dari rekayasa otomotif India dengan penciptaan lapangan kerja domestik dan pengembangan jaringan pemasok lokal. Yang lebih penting, langkah ini akan mengurangi ketergantungan pada satu ekosistem industri saja dan mendorong lingkungan persaingan yang lebih sehat.
India Rayakan Hari Republik ke 77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India di Jakarta gelsr perayaan Hari Republik India ke 77 di JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (27/1) malam. Acara ini jadi momentum penting bagi India untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara demokrasi besar dan kekuatan utama Global South. Perayaan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Indonesia, korps diplomatik, serta komunitas India di Indonesia, mencerminkan erat dan hangatnya hubungan bilateral kedua negara. Dalam sambutan pembuka, Duta Besar India untuk Republik Indonesia, Sandeep Chakravorty, menekankan bahwa Hari Republik India bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan refleksi atas nilai-nilai dasar yang membentuk perjalanan India sebagai sebuah bangsa. “Peringatan ini mengajak kita mengenang pengesahan Konstitusi India, sekaligus menegaskan kembali komitmen abadi kami terhadap demokrasi, kebebasan, dan supremasi hukum,” ujar Duta Besar Sandeep Chakravorty. Ia mengingatkan kembali sejarah kedekatan India dan Indonesia sejak awal kemerdekaan, termasuk peran Presiden Soekarno sebagai Tamu Kehormatan pada perayaan Hari Republik India pertama pada tahun 1950. Menurutnya, Konstitusi India dirancang sebagai dokumen hidup yang mampu mempersatukan bangsa dalam masa damai maupun masa sulit, serta menjadi landasan bagi kebijakan luar negeri India yang berbasis persahabatan dan saling menghormati. Tahun Penting bagi Hubungan India–Indonesia Duta Besar Sandeep menyoroti tahun 2025 merupakan periode yang sangat bersejarah bagi hubungan bilateral India–Indonesia. Kunjungan kenegaraan Presiden RI, H Prabowo Subianto ke India dan partisipasi perdana kontingen TNI dalam Parade Hari Republik India menjadi simbol kuat kemitraan yang kian erat. “Partisipasi 352 personel TNI, termasuk pasukan defile dan marching band, dalam Parade Hari Republik India untuk pertama kalinya mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat India,” jelasnya. Ia juga menyinggung bergabungnya Indonesia ke dalam forum BRICS, yang menurut India menambah dimensi baru dalam hubungan kedua negara. India menyatakan kesiapan untuk menyambut kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS mendatang. Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, dan Global South Di bidang ekonomi, India menilai Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan. Nilai perdagangan bilateral kedua negara hampir mencapai 30 miliar dolar AS pada 2025, dengan Indonesia menjadi mitra dagang terbesar kedelapan India dan India sebagai salah satu tujuan ekspor utama Indonesia. “Sebagai negara demokrasi terbesar dan ketiga terbesar di dunia, serta sesama pemimpin Global South, India dan Indonesia memiliki potensi besar untuk saling melengkapi dan memperkuat kisah pertumbuhan masing-masing,” tegas Duta Besar Sandeep. Selain ekonomi, kerja sama pertahanan, konektivitas, teknologi digital, energi terbarukan, hingga kecerdasan buatan juga terus mengalami penguatan. India turut menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia dalam berbagai forum global, termasuk kerja sama AI dan inisiatif maritim. AHY: India dan Indonesia Memilih Berjalan Bersama Hadir sebagai tamu kehormatan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat India atas peringatan Hari Republik ke-77. “Malam ini kita tidak hanya merayakan sebuah konstitusi dan bendera, tetapi sebuah gagasan hidup bahwa bangsa yang besar dan beragam dapat memilih demokrasi, menjunjung pluralisme, dan melangkah maju dengan penuh keyakinan,” ucap AHY. AHY menekankan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, hubungan Indonesia–India memiliki arti strategis yang semakin besar. “Di dunia yang terasa semakin terpecah, Indonesia dan India memilih untuk berjalan bersama. Kita berbagi tanggung jawab sebagai negara demokrasi dan negara maritim besar untuk menjaga kawasan tetap terbuka, stabil, dan sejahtera,” tuturnya. Ia juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk memperdalam kerja sama dengan India, khususnya di bidang infrastruktur, logistik, energi bersih, manufaktur, dan inovasi digital. Perayaan Hari Republik India ke 77 ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional Indonesia, antara lain Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri PPN, Rachmat Pambudy, Kepala BRIN, Arif Satria, Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, Wakil Menteri Kemenimipas, Silmy Karim, Wakil Menteri Kemenpar, Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Kemenham, Mugiyanto, serta Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria. Hadir pula Duta Besar India untuk ASEAN, Srinivas Gotru bersama anggota korps diplomatik. Mitra Selamanya Menutup sambutannya, Sandeep Chakraborty, menegaskan bahwa India memandang Indonesia sebagai mitra yang tangguh dan sejalan dalam visi menciptakan dunia yang lebih inklusif dan adil. “Dalam visi ini, kami melihat Indonesia sebagai mitra yang kuat dan tangguh. India dan Indonesia adalah mitra selamanya,” ujarnya.
India dan Global South: Perkuat Kemitraan Demi Masa Depan Bersama
Jakarta, katakabar.com - India terus tegaskan komitmen sebagai mitra utama negara-negara Global South melalui pendekatan yang berlandaskan solidaritas historis, kerja sama konkret, serta visi bersama untuk pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Hubungan India dengan Global South berakar pada pengalaman sejarah yang sama, perjuangan kolektif melawan kolonialisme, serta aspirasi bersama untuk kemandirian dan keadilan global. Seiring waktu, peran India berkembang dari kepemimpinan dalam Gerakan Non-Blok menjadi salah satu penggerak utama kerja sama Selatan–Selatan di era kontemporer. Kemitraan India dengan Global South mencapai momentum baru di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi dengan diselenggarakannya Voice of the Global South Summit (VOGSS) pertama pada 12 hingga 13 Januari 2023 lalu, tidak lama setelah India mengambil alih Presidensi G20. Keberhasilan KTT ini mendorong penyelenggaraan dua KTT lanjutan pada tahun yang sama dan pada tahun 2024. Melalui VOGSS, India secara konsisten mengangkat kepentingan, prioritas, dan tantangan Global South ke dalam berbagai forum internasional. Komitmen ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan nyata yang berdampak langsung bagi negara-negara mitra. India memanfaatkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, fondasi demokrasi yang kuat, serta posisi geopolitik strategisnya untuk memperjuangkan tata kelola global yang lebih adil dan representatif. Program Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) menjadi salah satu pilar utama kontribusi India, dengan menyediakan pelatihan, pengembangan kapasitas, dan bantuan teknis kepada lebih dari 160 negara. Program ini mencakup sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, dan teknologi informasi, yang berkontribusi langsung pada pembangunan sumber daya manusia di Global South. Filosofi Vasudhaiva Kutumbakam, Dunia adalah Satu Keluarga, telah menjadi landasan kebijakan luar negeri India selama lebih dari satu dekade. Prinsip ini mencapai perwujudan nyata selama Kepemimpinan India di G20 tahun 2023 melalui moto “One Earth, One Family, One Future.” India memastikan seluruh keputusan dan kesepakatan G20 mencerminkan semangat inklusivitas, keberlanjutan, serta kepentingan negara-negara berkembang. Salah satu pencapaian diplomatik utama India selama Presidensi G20 adalah diterimanya Uni Afrika sebagai anggota penuh G20, yang mewakili 54 negara Afrika. Langkah bersejarah ini mencerminkan komitmen nyata India dalam memperkuat suara Global South dalam tata kelola global. Seiring meningkatnya kapasitas ekonominya, India juga memainkan peran penting sebagai mitra yang andal dalam situasi krisis. Selama pandemi Covid 19, India menyalurkan obat-obatan ke lebih dari 150 negara serta menyediakan lebih dari 300 juta dosis vaksin kepada lebih dari 100 negara melalui inisiatif Vaccine Maitri. India juga memberikan bantuan keuangan dan kemanusiaan kepada Sri Lanka, Afghanistan, Maladewa, dan negara-negara lainnya, serta secara konsisten bertindak sebagai first responder dalam situasi bencana alam. Empat Pilar Utama Keterlibatan India dengan Global South 1. Infrastruktur Publik Digital India mendorong perluasan solusi digital seperti Unified Payments Interface (UPI) ke berbagai negara Global South serta mendukung pembangunan sistem identitas dan pembayaran digital melalui Dana Dampak Sosial. 2. Kepemimpinan Kesehatan dan Farmasi Sebagai “Apotek Dunia”, India menyediakan obat generik berkualitas tinggi dan terjangkau, sekaligus membangun kapasitas regulasi farmasi di negara-negara mitra. 3. Global Development Compact Diusulkan pada akhir 2024, inisiatif ini menekankan perdagangan untuk pembangunan dan pembiayaan konsesional berbasis hibah, sebagai alternatif pembiayaan yang berkelanjutan. 4. Keadilan Iklim dan Transisi Energi India mempromosikan prinsip tanggung jawab bersama namun dibedakan, memperkuat International Solar Alliance, serta mendorong Mission LiFE untuk gaya hidup berkelanjutan. Keterlibatan proaktif India dengan Global South menegaskan komitmennya terhadap tatanan dunia multipolar yang lebih adil dan inklusif. Sebagai pemimpin sekaligus mitra, India akan terus bekerja bersama negara-negara Global South untuk menghadapi tantangan global dan memanfaatkan peluang abad ke 21.
Huawei Cloud Ekspansi Besar di Indonesia, Kemitraan AI Baru Kekuatan Utama AI ASEAN
Jakarta, katakabar.com - Perhelatan Huawei Cloud Summit Indonesia yang digelar di Jakarta hari ini, Huawei Cloud umumkan sejumlah komitmen penting guna mengukuhkan posisi Indonesia sebagai mesin penggerak utama pengembangan teknologi AI untuk kawasan ASEAN. Pengumuman yang dibuat di hadapan lebih dari 500 perwakilan dari pemerintahan dan dunia usaha serta pimpinan ekosistem ini juga mencakup rencana Huawei Cloud untuk meluncurkan zona infrastruktur baru, kemitraan penting di bidang AI, serta inisiatif pengembangan talenta digital nasional. Inti dari strategi Huawei Cloud adalah penguatan dan pendalaman kolaborasi dengan para pelopor digital Indonesia. Huawei Cloud telah membangun ekosistem digital yang terus berkembang di Indonesia melalui kolaborasi dengan lebih dari 300 mitra untuk melayani pelanggan di berbagai sektor industri. Kemitraan mencakup kolaborasi dengan raksasa industri telekomunikasi Telkomsel, Indosat, dan XLSmart, BUMN ketenagalistrikan PT PLN, dan nama-nama besar seperti Bluebird, BCA, CT Corp, dan Alfamart. Kolaborasi Huawei Cloud dengan para pimpinan industri ini bertujuan mendorong transformasi digital dan AI di semua sektor. “Era AI telah tiba, dan Indonesia–dengan populasi yang besar dan perekonomian yang dinamis–berada pada posisi strategis untuk menjadi kekuatan utama AI di kawasan,” kata Sunny Shang, President, Huawei Cloud Asia Pacific. “Huawei Cloud berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur lokal dan kapabilitas AI full-stack kami dalam upaya mendorong laju transformasi kecerdasan bersama dengan mitra ekosistem kami,” jelasnya. Sedang Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan, saat ini, Indonesia sedang menuju realisasi peta jalan AI Nasional yang menyeimbangkan inovasi dengan regulasi. Peta jalan kami berlandaskan pada percepatan adopsi, etika dan kepercayaan yang terjamin, memprioritaskan pada inklusivitas, di samping pengembangan infrastruktur, talenta, investasi, dan litbang. Lantaran itu, ujar Nezar, kami menyambut baik peningkatan dan perluasan infrastruktur Huawei Cloud di Indonesia untuk mengantar Indonesia memasuki era AI. "Kolaborasi dengan para pemimpin teknologi global seperti Huawei sangat penting untuk memanfaatkan keahlian internasional dan mendorong pertumbuhan yang inklusif dan inovatif, serta membentuk masa depan bangsa yang terhubung," imbuhnya. Meletakkan Landasan Kesiapan AI Di momen tersebut, Xin Dajiang, Chairman, Board of Directors, Huawei Indonesia menegaskan kembali komitmen Huawei untuk memperkuat fondasi bagi pertumbuhan bisnis yang aman, terukur dan terus meningkat serta dengan senantiasa menghormati kedaulatan data Indonesia, melalui peluncuran Zona Ketersediaan (Availability Zone) keempat dari Region Jakarta Huawei Cloud di tahun 2026. “Sejak peluncuran Region Jakarta Huawei Cloud, kami terus meningkatkan kontribusi kami bagi Indonesia. Kami merasa terhormat dapat bermitra dengan para pemimpin industri dan mendukung ratusan usaha kecil dan menengah. Bersama-sama, upaya ini telah menciptakan puluhan ribu lapangan kerja dan membina generasi baru talenta digital. Komitmen kami terhadap Indonesia sangat kuat. Sebagai perusahaan internasional dengan akar lokal yang kuat, kami tidak hanya hadir untuk menyediakan teknologi, tetapi juga untuk berdiri bersama negara ini saat berkembang menjadi pemimpin digital di Asia Tenggara,” tegas Xin Dajiang. Sementara, Leon Fang, CEO Huawei Cloud Indonesia, mengatakan perluasan yang direncanakan untuk tiga zona ketersediaan (AZ) di Region Jakarta Huawei Cloud akan semakin mendorong inovasi dalam transformasi digital bagi individu, perusahaan, dan pemerintah di Indonesia. Hal ini didukung oleh penyediaan layanan yang andal dengan ketersediaan tinggi, pemulihan bencana aktif-aktif, dan layanan dengan latensi rendah ke seluruh kepulauan Indonesia sejak peluncuran Region Jakarta pada tahun 2022. “Investasi infrastruktur ini merupakan landasan bagi inovasi, menyediakan fondasi yang tangguh dan berperforma tinggi yang dibutuhkan oleh bisnis di Indonesia untuk memanfaatkan AI dengan percaya diri,” tegas Leon Fang. Pengumuman Rangkaian Kemitraan AI Strategis Dalam Summit ini, Huawei juga mengumumkan dua kemitraan besar: Kemitraan AI Strategis dengan Telkomsel: Huawei Cloud dan operator seluler terkemuka Indonesia ini akan berkolaborasi untuk mengakselerasi kecerdasan industri melalui pemanfaatan kapabilitas AI full-stack dari Huawei Cloud. Layanan CDN Bersama dengan Telkom: Kedua perusahaan meluncurkan layanan Jaringan Distribusi Konten (CDN) yang dikembangkan bersama untuk meningkatkan kecepatan distribusi konten lokal dan pengalaman pengguna. Mendukung Inovasi dengan Rangkaian Lengkap Teknologi AI Dalam menyediakan platform inovasi AI yang komprehensif, Huawei Cloud menghadirkan Data Fabric lakehouse berbasis AI (AI-native) untuk analisis data secara waktu nyata (real-time), layanan data warehouse yang ditingkatkan DWS 3.0, dan database berkinerja tinggi TaurusDB. Untuk pengembangan AI, platform all-in-one ModelArts dan platform agen AI Versatile tersedia bagi bisnis untuk membangun dan mengimplementasikan solusi secara efisien. “AI berkembang dengan cepat dari AI generatif ke AI agentik, dari yang bersifat umum ke spesifik industri,” kata William Dong, President, Huawei Cloud Marketing. “Portofolio AI terbuka dan lengkap kami dirancang untuk membantu perusahaan di Indonesia menavigasi perubahan ini dan memanfaatkan peluang baru,” terangnya. “Cloud for Good”: Komitmen Bagi Masa Depan Berkelanjutan Indonesia Selaras dengan semangat gotong royong Indonesia yang mengedepankan kerja sama mutual, Huawei Cloud memperkuat komitmen “Cloud for Good”. Berpegang pada falsafah ini, Huawei Cloud fokus pada pengembangan talenta lokal dan dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan. “Kami telah bermitra dengan lebih dari 100 universitas dan perguruan tinggi, lebih dari 20 lembaga pemerintahan, serta pelanggan utama untuk melatih dan mengembangkan lebih dari 100.000 profesional digital di Indonesia,” timpal Aka Dai Director, Huawei Cloud Marketing. “Kami memperluas kolaborasi di bidang-bidang kritikal seperti pertanian, kesehatan, dan pendidikan, guna mendorong masa depan yang inklusif dan cerdas bagi bangsa Indonesia,” ulasnya. Momen Khusus dan Pengakuan bagi Mitra Ekosistem Perhelatan ini juga menandai peluncuran Aliansi Kemitraan AI Huawei Cloud Indonesia untuk Pemerintah dan Perusahaan (Huawei Cloud Indonesia AI Partner Alliance for Governments and Enterprises), tempat mitra-mitra Huawei Cloud seperti Ulearning, Cloudwise, dan Dyna.AI bergabung dan bekerja sama untuk mempercepat adopsi AI. Pada kesempatan yang sama, pelanggan Huawei Cloud seperti Bank Neo Commerce dan Alfamart memamerkan pencapaian inovasi mereka. Selain itu, Huawei Cloud menyerahkan penghargaan tahunan bagi para mitra ekosistem teratas. Di area pameran, deretan teknologi terdepan dipamerkan, termasuk AI Magic Mirror dan berbagai inovasi terbaru dalam database dan big data dari Huawei Cloud dan mitranya.
Kaltim Perkuat Kemitraan, Apkasindo: Masih Banyak Perusahaan Enggan Bermitra Dengan Petani Swadaya
Samarinda, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimatan Timur, saat ini tengah perkuat kemitraan, dan legalitas usaha perkebunan kelapa sawit. Sasaran utama kepemilikan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) tanaman kelapa sawit. Dengan kepemilkan STDB diharapkan tumbuh kemitraan antara petani dan perusahaan kelapa sawit. Sepanjang tahun ini, target pnerbutan STDB mencapai 200 sertifikat. Terutama untuk kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kabid Usaha Disbun Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Arnains di Samarinda, menyatakan langkah ini cukup penting dilakukan untuk mendukung percepatan kemitraan dalam usaha perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. "Harapan kita dengan kemitraan petani dapat menikmati berbagai program yang dihadirkan pemerintah untuk mendukung keberlanjutan kebun kelapa sawitnya. Kemudian juga mewujudkan tata kelola perkebunan yang tertib dan berkelanjutan," ucapnya, dilansir dari laman EMG, Senin sore. Asosiasi Petani Kelapa sawit Indonesia (Apkasindi menilai langkah yang bagus. Jadi, Apkasindo mendukung agar kemitraan antara petani dan perusahaan semakin banyak terjadi di wilayah Kalimantan Timur. "Hemat kami STDB ini telah berjalan 3 hingga 4 tahun lalu. Tidak sedikit petani yang sudah memiliki sertifikat ini. Sayang, kemitraan antara perusahan dan petani swadaya hingga saat ini belum ada terjadi," cerita Sekretaris Apkasindo Kalimantan Timur, Daru Widiyatmoko. Dijelaskan Daru, perusahaan kelapa sawit kebanyakan tidak mau bermitra dengan petani kelapa sawit. Untuk itu, selain soal STDB tadi, Ia berharap pemerintah Kalimantan Timur melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan agara terjalin kemitraan antara petani swadaya, dan perusahaan.
Usulan PSR Jalur Kemitraan Rekomtek Lebih Cepat Terbit Lewat Verifikasi Sucofindo
Kubu Raya, katakabar.com - Pemerintah terus berupaya mencapai target PSR di antaranya dengan jalur kemitraan. Jalur ini lembaga pekebun yang bermitra dengan perusahaan mengajukan langsung kepada Ditjenbun kemudian diverifikasi oleh PT Sucofindo. Aditya Rahman Aziz, Kepala Strategic Business Unit Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, PT Sucofindo, menjelaskan PSR jalur kemitraan melakukan verifikasi dokumen usulan peremajaan dan verifikasi lapangan terhadap pekebun, lembaga pekebun, perusahaan perkebunan yang mengusulkan dan kelayakan kriteria peremajaan. "Tugas Sucofindo dalam PSR jalur kemitraan melakukan verifikasi dokumen usulan peremajaan dan verifikasi lapangan terhadap pekebun, lembaga pekebun, perusahaan perkebunan yang mengusulkan dan kelayakan kriteria peremajaan," tegasnya saat pergelaran 5th IPOSC, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Kamis (9/10) siang. Menurutnya, esensi verifikasi memastikan keberadaan, kesesuaian dan keabsahan dokumen persyaratan, menemukenali pekebun, memastikan kesesuaian fisik lahan yang diajukan. "Jangka waktu Service Level Agreement (SLA) maksimal 30 hari kerja sejak diterimanya dokumen yang telah dinyatakan lengkap dan benar untuk pengajuan. Pelaksanaan verifikasi lapangan secara sensus pekebun dan pengecekan kesesuaian lokasi 19 hari kerja," terangnya. Kata Aziz, verifikasi dokumen bisa dilakukan secara online. Verifikasi jalur kemitraan sampai saat ini luasannya 26.130,1054 hektar, 118 proposal, 101 lembaga pekebun, 27 perusahaan. "Keunggulan PSR jalur kemitraan cepat (SLA 30 hari kerja, hasil verifikasi langsung disampaikan ke Ditjenbun sehingga memangkas birokrasi); transparan (hasil verifikasi terdokumentasi secara digital, bagi pekebun yang berdomisili di luar lokasi kebun bisa verifikasi online, panel review bersama BPDP dan Ditjenbun memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam setiap keputusan, terpercaya (pemanfaatan teknologi foto udara untuk mempercepat dan memvalidasi tutupan lahan secara visual, objektif, akurat), hasil verifikasi lebih akurat karena dilakukan dengan metoda sensus terhadap lahan dan pekebun sehingga terhindar dari lahan dan pekebun fiktif, paparnya. Kunci keberhasilan verifikasi dokumen dan lapangan, yakni: • Penilaian Usaha Perkebunan perusahaan mitra masih berlaku • Surat Keterangan yang dikeluarkan ATR/BPN dan BPKH sesuai dan memuat dengan peta dan titik koordinat PSR • Luas persil titik koordinat tidak melebihi luas lahan pada legalitas dan luas lahan maksimal 4 ha per NIK. • Titik koordinat tidak tumpang tindih dengan pengusul lain, baik yang sedang mengajukan atau yang sudah menerima PSR. • Data titik koordinat pengusul sama dengan data letak persil pengajuan. • Lembaga pekebun dan perusahaan perkebunan berkoordinasi dengan pekebun yang mengusulkan untuk dapat dipertemukan dengan verifikator baik tatap muka maupun daring. • Kondisi tutupan lahan yang diajukan harus memiliki pokok sawit • Data titik koordinat pengajuan sama dengan data titik koordinat lahan yang ditemukan saat ground cheking di lapangan. Ini mutlak dan tidak bisa ditawar lagi.
Holding PN Dorong Program Replanting Lewat Kemitraan Offtaker di Muara Enim
Muara Enim, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara atau PN PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo Regional VII menegaskan komitmennya dukung Program Strategis Nasional pemerintah melalui Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR. Hal ini diwujudkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama offtaker bersama mitra pekebun PSR di Kabupaten Muara Enim, Rabu (27/8) lalu. Kegiatan yang digelar di Gedung PTPN IV Regional VII Sungai Lengi ini usung tema “Melalui Kemitraan Offtaker untuk Mewujudkan Hubungan Kerja Sama yang Saling Menguntungkan, Sinergi, dan Harmonis.” Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, Ir. Yulius, M.Si, yang hadir mewakili Bupati Muara Enim, menyampaikan apresiasi atas peran aktif PTPN IV Regional VII dalam memfasilitasi program PSR. “Kolaborasi ini bentuk nyata hubungan baik dan saling percaya antara pemerintah daerah dengan PTPN IV Regional VII. Semoga kerja sama ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya petani di Desa Muara Harapan Kecamatan Muara Enim, Desa Kayu Ara Sakti, Desa Air Enau, dan Desa Bangun Sari Kecamatan Gunung Megang,” ujarnya, lewat keterangan resmi diterima katakabar.com, Rabu (10/9) Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menegaskan kerja sama ini membuka peluang bagi petani untuk memperoleh produk dengan harga lebih terjangkau. “Perusahaan berkomitmen menghadirkan skema kemitraan yang sehat. Kami ingin petani sawit semakin sejahtera dengan adanya dukungan program PSR dan pembiayaan dari BPDPKS,” kata Denny. Ia menambahkan, hingga 2026, program PSR yang didukung PTPN IV Regional VII mencakup areal seluas 1.901 hektar. Bukti konkret keberhasilan PSR sebelumnya telah terealisasi di eks-plasma PIR-Sus IIA Sungai Niru dan PIR-Sus IIB Sungai Lengi. “Apalagi saat ini pembayaran hasil kepada petani juga semakin cepat, dari sebelumnya H+30 kini menjadi H+1. Ini bentuk peningkatan pelayanan kami,” jelasnya. Selain pejabat Pemkab Muara Enim, kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, serta perwakilan desa-desa peserta PSR. Kehadiran mereka menegaskan semangat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat.