Kembali

Sorotan terbaru dari Tag # Kembali

LRT Jabodebek Amankan 168 Barang Tertinggal, 47 Sudah Dikembalikan ke Pemilik Nasional
Nasional
Kamis, 02 April 2026 | 16:17 WIB

LRT Jabodebek Amankan 168 Barang Tertinggal, 47 Sudah Dikembalikan ke Pemilik

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek catat 168 barang tertinggal selama libur Lebaran 2026, dengan petugas melakukan pengamanan dan verifikasi kepemilikan untuk mengembalikan barang kepada pemiliknya. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 168 barang tertinggal di layanan LRT Jabodebek selama periode libur Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, 47 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya, sementara sisanya masih dalam proses pengamanan oleh petugas. Selama periode libur Lebaran 2026, KAI melayani sebanyak 294.659 pengguna LRT Jabodebek. Jumlah ini meningkat sekitar 33 persen dibandingkan periode yang sama pada libur Lebaran 2025 yang tercatat sebanyak 221.040 pengguna. Peningkatan volume pengguna tersebut turut berkontribusi terhadap meningkatnya potensi barang tertinggal, baik di area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan petugas secara rutin melakukan pemeriksaan di area stasiun maupun di dalam kereta untuk memastikan barang tertinggal dapat segera diamankan. Selain itu, penggunaan sistem CCTV turut mendukung proses identifikasi barang temuan secara lebih cepat dan akurat. “Seluruh barang temuan ditangani melalui mekanisme layanan lost and found yang terintegrasi. Petugas juga melakukan verifikasi kepemilikan untuk memastikan barang kembali kepada pemilik yang sah sehingga kepercayaan pengguna LRT Jabodebek terhadap layanan tetap terjaga,” ujarnya. Dari keseluruhan barang yang ditemukan, tiga jenis barang yang paling sering tertinggal adalah payung, tumbler, dan kartu uang elektronik. Barang-barang tersebut umumnya merupakan perlengkapan yang digunakan dalam aktivitas harian sehingga lebih rentan tertinggal saat mobilitas tinggi. Optimalisasi layanan penanganan barang tertinggal ini menjadi bagian dari upaya LRT Jabodebek dalam menjaga kualitas layanan di tengah peningkatan mobilitas masyarakat. Pengelolaan barang temuan yang tertib dan terstruktur tidak hanya memastikan barang pengguna tetap aman dan dapat ditelusuri, tetapi juga mendukung kenyamanan perjalanan secara keseluruhan. KAI mengimbau seluruh pengguna LRT Jabodebek untuk lebih memperhatikan barang bawaan selama perjalanan, termasuk memastikan barang tidak tertinggal saat berpindah moda maupun saat meninggalkan kereta dan area stasiun. Pengguna juga diharapkan menempatkan barang pada area yang telah disediakan agar tidak mengganggu ruang gerak dan kenyamanan pengguna lain. Bagi pengguna yang merasa kehilangan barang, pelaporan dapat dilakukan melalui petugas di stasiun terdekat atau melalui layanan pelanggan resmi LRT Jabodebek untuk proses penelusuran lebih lanjut.

Outfit Kembali ke Sekolah dengan Bodypack Lifestyle
Lifestyle
Senin, 30 Desember 2024 | 12:48 WIB

Outfit Kembali ke Sekolah dengan Bodypack

Bandung, katakabar.com - Memasuki tahun ajaran baru momen yang selalu dinanti banyak pelajar. Selain persiapan akademis, memiliki outfit yang nyaman dan stylish jadi bagian penting dari persiapan kembali ke sekolah. Dengan mengenakan pakaian yang tepat, kamu bisa tampil percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan di sekolah. Bodypack, dengan koleksi pakaian dan aksesori yang beragam, menyediakan berbagai pilihan outfit yang tak hanya stylish tapi nyaman dan tahan lama. Berikut beberapa tips dan trik untuk memilih outfit kembali ke sekolah yang sempurna dengan produk-produk dari Bodypack.

Kembalinya Pertumbuhan Profitabilitas Kuat bagi Sampoerna di 2023 Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 24 April 2024 | 21:45 WIB

Kembalinya Pertumbuhan Profitabilitas Kuat bagi Sampoerna di 2023

Jakarta, katakabar.com - PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna/BEI: HMSP) umumkan hasil kinerja tahun 2023, dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 28,0 persen dibandingkan tahun 2022 lalu, di mana mencapai Rp8,1 triliun, serta mempertahankan kepemimpinan di industri tembakau Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 28,6 persen dan volume keseluruhan sebesar Rp83,4 miliar batang berkat portofolio yang kuat di seluruh segmen, terutama pertumbuhan segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang padat karya. "Tahun 2023 menandai tahun kembalinya pertumbuhan profitabilitas yang kuat bagi Sampoerna, dengan pencapaian penting dalam pengembangan produk bebas asap berdasarkan pembuktian ilmiah, meningkatkan investasi dan lapangan kerja di Indonesia, serta menghasilkan efek berganda yang kuat, sejalan dengan prioritas negara untuk meningkatkan hilirisasi,” kata Presiden Direktur Sampoerna Vassilis Gkatzelis, di Rapat Umum Pemegang Saham Tahuna, pada Selasa (23/4). Saat ini, ujar Vassilis, industri tembakau masih menghadapi tantangan-tantangan utama dengan kenaikan tarif cukai dua-digit yang signifikan di atas tingkat inflasi, kesenjangan cukai yang semakin besar antara segmen Volume Golongan 1 dan segmen Di Bawah Volume Golongan 1 yang dikenakan cukai lebih rendah, serta meningkatnya peredaran rokok ilegal. "Secara keseluruhan, volume industri rokok nasional mengalami penurunan sebesar 4 persen dibandingkan 2022. Meski kondisi yang penuh tantangan, penjualan bersih Sampoerna meningkat sebesar 4,3 persen menjadi Rp116,0 triliun, walau profitabilitas masih jauh di bawah tingkat sebelum pandemi," ulasnya. Pada tahun 2023, produk bebas asap Sampoerna meraih pencapaian strategis. Di wilayah Perkotaan Jakarta, IQOS meraih pangsa pasar 3,5 persen pada kuartal keempat 2023, meningkat sebesar 2,0 poin dari kuartal keempat 2022. Perkotaan Jakarta mewakili Jakarta Barat, Pusat, dan Selatan yang mencakup sekitar 1,5 juta Pengguna Nikotin Dewasa. Seiring dengan prioritas strategis untuk mempercepat komersialisasi produk tembakau inovatif bebas asap, Sampoerna menorehkan beberapa momen penting di tahun 2023, dimulai dari peresmian fasilitas produksi Karawang dan pelepasan ekspor perdana, diperkenalkannya inovasi terbaru IQOS ILUMA untuk secara eksklusif digunakan dengan batang tembakau TEREA, mulai beroperasinya Laboratorium Pengujian dan Analisis kelas dunia dengan fasilitas canggih untuk produk tembakau inovatif bebas asap di kuartal ketiga, dan disusul dengan diperkenalkannya batang tembakau TEREA edisi cengkih bagi perokok dewasa dan pengguna produk tembakau/nikotin dewasa di Indonesia. IQOS ILUMA memanaskan batang tembakau yang menggunakan daun tembakau asli tanpa pembakaran, yakni perangkat IQOS sebelumnya, IQOS ILUMA mengurangi paparan zat kimia berbahaya atau berpotensi berbahaya hingga rata-rata 90-95 persen lebih rendah dibandingkan dengan asap rokok. Meski tidak bebas risiko, produk tembakau inovatif bebas asap Philip Morris International (PMI) merupakan pilihan yang lebih baik bagi perokok dewasa yang memutuskan untuk terus menggunakan produk tembakau. “Hingga akhir tahun 2023, investasi kami pada produk bebas asap mencapai sekitar US$300 juta. Fasilitas produksi kami untuk produk tembakau bebas asap ialah yang pertama bagi PMI di Asia Tenggara dan yang ketujuh di dunia, serta difokuskan untuk ekspor ke kawasan Asia Pasifik maupun memenuhi permintaan pasar domestik yang sejalan dengan agenda hilirisasi pemerintah. Laboratorium Pengujian dan Analisis bagi produk tembakau inovatif bebas asap melibatkan lebih dari 200 ilmuwan Indonesia yang bertalenta dan merupakan bagian dari komitmen kami untuk menyerap tenaga kerja berketerampilan tinggi, khususnya dalam mendukung transformasi industri tembakau nasional,” urai Vassilis. Sementara itu, kata Vassilis, kinerja segmen SKT menunjukan tanda pemulihan dengan pangsa pasar 28 persen pada tahun 2023 setelah mengalami tren penurunan pangsa pasar berkelanjutan dari 37 persen pada 2006 menjadi 17 persen pada tahun 2019. Ini didukung oleh kebijakan Pemerintah terkait cukai produk tembakau yang mempertimbangkan penyerapan tenaga kerja serta tembakau dan cengkih dari petani lokal. Seiring dengan hal tersebut, Sampoerna menambah fasilitas produksi SKT dan Mitra Produksi Sigaret (MPS) pada awal tahun 2024 yang berdampak langsung pada penyerapan puluhan ribu tenaga kerja baru. Dengan penambahan tersebut, total tenaga kerja Sampoerna secara langsung dan tidak langsung menjadi lebih dari 90.000 orang. “Memasuki 111 tahun Sampoerna berkiprah di Indonesia, kami terus konsisten berupaya berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi jangka panjang, menciptakan nilai ekonomi di seluruh mata rantai industri, dan penyerapan tenaga kerja yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap penciptaan efek berganda di Indonesia,” terang Vassilis. Di Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan hari ini, Perseroan mengumumkan total pembayaran dividen senilai Rp8,060 triliun dari saldo laba Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023, dengan rasio pembayaran dividen sebesar 99,6 persen atau setara Rp69,3 per saham. Presiden Direktur dan Direktur Baru Selanjutnya, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ini, para pemegang saham setujui penunjukkan Ivan Cahyadi sebagai Presiden Direktur Sampoerna yang baru, menggantikan Vassilis Gkatzelis, efektif per 1 Mei 2024, serta penunjukkan Yohan Lesmana sebagai Direktur Perseroan. Hal ini beberapa mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2024 berikut dengan ralatnya yang telah disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), secara berturut-turut, pada tanggal 1 dan 8 April 2024. Presiden Komisaris Sampoerna John Gledhill menyatakan, Vassilis berhasil memimpin Sampoerna untuk mencatatkan kinerja baik bagi Perseroan dua tahun terakhir ini serta senantiasa mewujudkan komitmen untuk menciptakan nilai dan efek berganda bagi masyarakat luas. "Saya ucapkan terima kasih kepada Vassilis atas kontribusinya di Sampoerna dan selamat untuk posisi barunya di PMI," tuturnya. PMI, induk perusahaan Sampoerna, memberikan kepercayaan bagi Vassilis untuk menduduki jabatan penting selanjutnya sebagai President East Asia, Australia & PMI Duty Free dan menjadi bagian dari Executive Leadership Team PMI yang dipimpin oleh CEO Jacek Olczak. Vassilis akan bertangung jawab atas pasar strategis PMI lainnya seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Posisi Presiden Direktur Sampoerna selanjutnya dipercayakan kepada Ivan Cahyadi yang memiliki pengalaman selama hampir tiga dekade di Sampoerna dan PMI. Ivan adalah sosok pemimpin yang tepat untuk terus memantapkan posisi Sampoerna sebagai pemimpin industri di Indonesia. "Dengan pengalaman yang ekstensif di Sampoerna, kami percaya Ivan adalah sosok pemimpin yang tepat bagi Sampoerna untuk memantapkan posisi Perseroan sebagai pemimpin industri di Indonesia dan meneruskan penciptaan efek berganda bagi semua pemangku kepentingan," kata John. Ivan Cahyadi bergabung dengan Sampoerna pada tahun 1996 sebagai Management Trainee dan mengembangkan kariernya dengan menduduki sejumlah posisi di Sampoerna, termasuk Manajer Pengembangan Organisasi (1999-2000), Manajer Market Inteligensia (2000-2004), Kepala Pengembangan Strategi Penjualan (2004-2005), Kepala Zona Penjualan (2005-2009). Ivan kemudian ditugaskan di afiliasi PMI di Malaysia sebagai Direktur Penjualan dan Distribusi pada tahun 2009. Ia kembali ke Sampoerna pada tahun 2010 sebagai Kepala Zona Penjualan, sebelum selanjutnya diangkat sebagai anggota Direksi pada 2016. Terkait dengan pengangkatan Yohan Lesmana sebagai Direktur, Yohan memiliki kemampuan mengartikulasikan visi dengan strategi yang kuat berbasis data, dan merupakan sosok dengan gaya kepemimpinan partisipatif. Pendekatan kolaboratif dan semangat untuk memberikan dampak yang dipadukan dengan kepedulian akan sangat bermanfaat dalam terus memperteguh posisi Sampoerna sebagai pemimpin pasar multi-kategori yang tak terbantahkan di Indonesia,” ucap John. Yohan bergabung dengan Sampoerna pada tahun 2003 sebagai Graduate Trainee dan kariernya berkembang dengan mengemban berbagai peran penting di fungsi penjualan (Sales), termasuk Manajer Strategi Penjualan di Operating Center PMI pada tahun 2011 di Swiss dan Kepala Zona Penjualan pada tahun 2016 di Indonesia. Pada tahun 2019, Yohan dipercaya sebagai Kepala Transformasi Komersial, serta sebagai Direktur Penjualan & Distribusi Philip Morris Fortune Tobacco Corporation (PMFTC) pada 2021. Kontak: Kontak Media: Reza Juniarshah Kepala Komunikasi Perusahaan PT HM Sampoerna Tbk. Email: contact@sampoerna.com

Izin Sawit Perusahaan Dicabut, Bupati Keerom kembalikan ke Masyarakat Adat Nusantara
Nusantara
Jumat, 06 Oktober 2023 | 16:20 WIB

Izin Sawit Perusahaan Dicabut, Bupati Keerom kembalikan ke Masyarakat Adat

Keerom, katakabar.com - Perkebunan kelapa sawit seluas 4855 hektar yang diusahai sejumlah perusahaan di Kabupaten Keerom terpaksa Izinnya dicabut. Itu diketahui saat Bupati Keerom, Piter Gusbager, menggelar pertemuan dengan masyarakat adat mengenai pencabutan izin lokasi perkebunan PT Victori Cemerlang Indonesia di Distrik Arso Timur. Izin itu dicabut lantaran perusahaan belum kantongi kelengkapan dokumen yang disyaratkan investasi budidaya perkebunan kelapa sawit. "Perusahaan itu tidak memiliki niat baik dan kesungguhan menjalankan investasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Keerom," tegas Bupati Keerom, Piter Gusbager, dilansir dari laman tribun-papua.com, pada Jumat (6/10). Lantaran itu, Bupati mencabut ijin usaha/lokasi beberapa perusahaan yang sudah tidak produktif lagi. Tidak cuma PT Victory Cemerlang, ada 4 perusahaan lainnya yang mengalami persoalan yang hampir sama, meski secara teknis dan detail persoalannya bervariasi. Hal ini menunjukkan masyarakat adat harus lebih jeli dalam melihat persoalan seperti ini, dan berhati-hati melakukan pelepasan tanah untuk dikelola oleh orang yang tidak memiliki komitmen mengakomodir hak-hak masyarakat adat. 'Masyarakat adat tidak boleh memberikan pelepasan hak ulayat kepada investor yang bakal merusak lingkungan dan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat dan daerah," jelasnya Untuk itu, kata Bupati Keerom, masyarakat adat harus memanfaatkan lahan mereka secara arif dan bijaksana, dan mengelolanya dengan baik lantaran kehidupan masih sangat panjang. "Setelah lahan tersebut diserahkan, masyarakat adat tidak boleh menyerahkannya lagi kepada orang lain," bebernya. Di pertemuan itu, salah seorang perwakilan pemilik lahan dari Suku Abrap, Servo Tuamis, mengapresiasi Pemkab Keerom dalam hal ini Bupati Piter Gusbager yang sudah berjuang mengembalikan lahan atau hutan masyarakat adat. Harapannya, dengan kembalinya lahan seluas 4.855 hektar ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat adat dalam mengelola kekayaan di atas negeri ini. Pencabutan izin ini didasarkan pada beberapa Undang-Undang, Permen Negara Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 17 Tahun 2019 tentang Izin Lokasi, Perda Kabupaten Keerom Nomor 16 Tahun 2013 tentang RTRW Kabupaten Keerom Tahun 2013-2033. Selain tidak aktif atau tidak melakukan aktivitas secara penuh di bidang budidaya perkebunan kelapa sawit, secara administrasi, terdapat beberapa dokumen, seperti akta pendirian, SK Pengesahan Pendirian, SK Kelayakan Lingkungan Hidup dan AMDAL yang tidak diketahui dan Hak Guna Usaha (HGU) belum terbit dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom. .