Kemandirian
Sorotan terbaru dari Tag # Kemandirian
Lewat UMKM, Kolaborasi MB dan PHR Buka Harapan Kemandirian Ekonomi Perempuan
Pekanbaru, katakabar.com - Sebuah perubahan besar sedang tumbuh dari tangan-tangan tangguh para perempuan di sudut Kota Pekanbaru. Komunitas Matahari Bertuah, dulunya hanya sekumpulan pelaku usaha kecil berjalan tanpa arah, kini bertransformasi jadi simbol keberdayaan ekonomi perempuan di tengah hiruk pikuk masyarakat Riau. Kesuksesan tidak datang tiba-tiba. Lahir pada 2022 lalu, Matahari Bertuah sempat melewati masa-masa sulit. Tanpa struktur kelembagaan yang jelas. Minimnya literasi bisnis kala itu, membuat komunitas ini hampir redup. Belum lagi kerumitan urusan legalitas dan administrasi sempat membuat semangat para anggotanya rontok satu per satu. "Jangan ragu untuk memulai, sebab usaha terbaik bukan yang paling sempurna, melainkan benar-benar dijalankan dengan keberanian," ujar Suci Angreini, Ketua Kelompok UMKM Matahari Bertuah, saat itu memotivasi rekan-rekannya. Tetapi, titik balik itu datang di penghujung tahun 2025 melalui sentuhan Program Pengembangan UMKM Ekonomi Pemuda dan Perempuan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Bukan sekadar memberikan dukungan, PHR hadir membuka akses dan membenahi fondasi penguatan UMKM dengan memfasilitasi pengurusan legalitas kelompok untuk penguatan kelembagaan agar lebih tertib dan diakui. Para pelaku usaha juga diberikan pelatihan pengelolaan usaha yang meliputai: administrasi, pembukuan, dan penguatan kapasitas serta pendampingan berkelanjutan agar perubahan kebiasaan usaha benar-benar berjalan. “Intervensi yang diberikan bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan pembenahan fondasi yang meliputi fasilitasi legalitas kelompok, pelatihan tata kelola usaha, hingga pendampingan berkelanjutan,” ulas Suci. Ditengah dukungan PHR, Suci kian semangat, dan terus memotivasi para anggota dalam memulai usaha. Di bawah kepemimpinanya, kelompok ini mulai mempraktikkan disiplin baru: mencatat setiap rupiah yang keluar-masuk, membagi peran produksi secara profesional, hingga menjajaki dunia pemasaran digital. Hasil dari konsistensi ini mulai membuahkan hasil manis di kuartal pertama 2026. Aneka ragam produk yang awalnya muncul dari dapur sederhana kini tampil meramaikan pasar. Sebut saja seperti brownies kopi, brownies kukus ketan hitam, pie brownies dan pie susu diminati wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Matahari Bertuah mencatatkan rata-rata pemasukan mencapai Rp74 juta perbulan. Mereka membuktikan bahwa manajemen usaha yang tertata mampu menjadi pendorong ekonomi yang signifikan. Ini bukan hanya soal angka, dampak emosional pun terasa kuat. Para anggota yang sebelumnya didera kecemasan akan masa depan usaha, kini tampil lebih percaya diri. Keberhasilan ini semakin lengkap saat salah satu anggota mereka, seorang mahasiswi, berhasil menembus jajaran 10 besar finalis Rokan UMK Award 2025, ajang apresiasi UMKM Riau yang digelar PHR. Prestasi ini menegaskan pembinaan yang tepat mampu melahirkan wirausaha muda yang tangguh di masa depan. “UMKM Matahari Bertuah telah membuktikan kaum perempuan mampu menjadi aktor penggerak ekonomi bukan hanya bagi keluarga bahkan bagi daerah. Capaian ini sekaligus menjadi kado indah dalam semangat Hari Kartini. Kisah mereka adalah pengingat bahwa keterbatasan akses bukanlah akhir dari segalanya. Ketika perempuan diberikan ruang, dukungan, dan pendampingan yang tepat, mereka mampu mengubah keraguan menjadi kekuatan kolektif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” cerita Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal. Kini, Matahari Bertuah bukan lagi sekadar nama komunitas tempat berkumpulnya perempuan hebat, melainkan sebuah wadah kelembagaan yang sah dan siap menyongsong masa depan ekonomi yang berkelanjutan.
Penguatan Operasional Manufaktur Baja Kemandirian Industri
Jakarta, katakabar.com - Melalui anak usahanya, PT Krakatau Baja Industri (PT KBI), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali menguatkan sector operasi manufaktur baja. Penguatan operasi ini menjadi bagian dari keberhasilan Krakatau Steel dalam mencatatkan kinerja positif di tahun 2025. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau Indonesian Logistics and Forwarders Association/ILFA), mengatakan 2025 jadi momentum kebangkitan operasional seiring dengan kembali beroperasinya fasilitas strategis pabrik Hot Strip Mill (HSM) sebagai tulang punggung produksi baja nasional. Selain itu, ujar Djohan, program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemandirian industri. Krakatau Baja Industri (KBI) terus mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama dalam mendukung kemandirian industri baja dalam negeri. "Melalui komitmen terhadap standar kualitas tinggi, KBI konsisten menghasilkan produk baja Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil (CRC) yang menjadi material fundamental bagi berbagai sektor pembangunan di Indonesia," jelas Djohan. Selain operasi, ulasnya, keunggulan KBI terletak pada penguasaan teknologi dan keahlian teknis. Direktur Utama Krakatau Baja Industri, Arief Purnomo menyoroti bahwa aset terbesar perusahaan adalah sumber daya manusia yang memiliki spesialisasi tinggi. "KBI memiliki sumber daya manusia yang sangat handal di bidang pengerolan baja (steel rolling). Sinergi antara teknologi mutakhir dan kompetensi SDM inilah yang menjadikan Krakatau Baja Industri memiliki keandalan tinggi dalam menghasilkan produk baja berkualitas premium," timpal Arief. Sebagai informasi selain pasar domestik, produk KBI juga diminati oleh mancanegara. Di tahun 2025, rekor ekspor terjadi sepanjang sejarah Krakatau Steel berdiri untuk produk Cold Rolled Coil (CRC) ke negara Spanyol sebanyak 54.247 ton. Sepanjang tahun 2025, KBI telah mencatat total ekspor CRC sekitar 62.000 ton ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Polandia dan Spanyol. Menjaga Devisa dan Ketahanan Ekonomi Dr. Akbar Djohan menerangkan PTKBI merupakan salah satu anak usaha yang memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kinerja sektor manufaktur Krakatau Steel. "Produk baja Cold Rolled Coil dan Plate PT KBI merupakan pemimpin pasar di Indonesia dengan sebaran ekspor ke Amerika, Polandia, Belgia, dan Protugal," ucapnya. Langkah strategis KBI dalam menggenjot produksi nasional tidak hanya bertujuan pada pemenuhan kebutuhan pasar, tetapi juga memiliki misi besar dalam mendorong penghematan devisa negara. Dengan mengurangi ketergantungan pada produk impor, KBI berkontribusi langsung pada penguatan struktur ekonomi nasional. Sepanjang 2026 ini, tercatat 40.000 ton produk HRC dan CRC telah terkirim ke berbagai negara di ASEAN, Eropa, dan Australia sebagai bukti kelangsungan produktivitas operasi pabrik yang ada di Krakatau Steel. Menjelang berakhir bulan April terdapat tambahan ekspor CRC ke Spanyol. “Industri besi dan baja yang termasuk dalam kategori industri manufaktur merupakan salah satu penopang ekonomi dan infrastruktur. Kami berkomitmen untuk terus mendukung aktivitas surplus perdagangan manufaktur melalui baja berkualitas kami yang semakin diakui di pasar global," sebut Arief.
Peningkatan Infrastruktur Daerah Jadi Topik Utama Pembahasan RKPD 2027 Pemkab Langkat
Langkat, Katakabar.com - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menegaskan pentingnya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai instrumen strategis dalam me...
Wujudkan Kemandirian Energi Nasional Lewat Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama PT Pertamina (Persero) memperkuat kolaborasi strategis dukung visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor energi nasional. Kerja sama ini difokuskan pada percepatan hilirisasi batu bara menjadi menjadi produk energi alternatif seperti Synthetic Natural Gas (SNG), Dimethyl Ether (DME) dan Methanol melalui penguatan rantai mineral, batu bara, dan energi nasional. Langkah transformatif ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara MIND ID dan Pertamina dan disaksikan oleh Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa, dan Managing Director Industrialization, Ardy Muawin, Jumat (9/1). Inisiatif ini menjadi wujud nyata peran aktif MIND ID dalam menjalankan mandat yang diberikan pemerintah dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi melalui pemanfaatan teknologi hilirisasi batu bara. Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa, menyampaikan kerja sama antara MIND ID dan Pertamina mencerminkan pendekatan terintegrasi dalam pembangunan sistem energi nasional. Sebagai negara besar Indonesia sangat membutuhkan diversifikasi energi yang mampu menopang pembangunan. “Kolaborasi dan sinergi antar-BUMN strategis dapat memperkuat fondasi energi nasional. Hilirisasi berbasis teknologi menjadi instrumen penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik sekaligus membangun sistem energi yang lebih tangguh, efisien, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Sigit. Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan kerja sama ini bagian dari upaya memperkuat struktur industri nasional melalui pengembangan rantai nilai mineral, batu bara, dan energi di dalam negeri. Melalui kerja sama dengan Pertamina, ucapnya, MIND ID berkomitmen mendorong hilirisasi yang memberikan nilai tambah ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan daya saing, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang. "MIND ID melalui Bukit Asam yang nantinya berperan sebagai pemasok, bersama-sama dengan Pertamina, akan betul-betul mengawasi setiap tahap kerja sama ini hingga nantinya dapat direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh Bangsa dan Negara," jelasnya. Dalam kolaborasi ini Pertamina memainkan peran sebagai offtaker dan agregator infrastruktur distribusi. Dengan keunggulan jaringan distribusi yang dimiliki, Pertamina memastikan hasil hilirisasi batu bara, seperti Dimethyl Ether (DME), Synthetic Natural Gas (SNG), dan metanol dapat terserap dan tersalurkan secara efektif kepada masyarakat dan industri sebagai substitusi energi impor. Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyatakan kolaborasi ini adalah tonggak sejarah bagi kedaulatan energi Indonesia. “Sebagai tulang punggung energi nasional, kami berkomitmen mengoptimalkan infrastruktur distribusi Pertamina untuk mendukung hilirisasi ini melalui kerjasama dengan MIND ID. Ini adalah langkah nyata kami mengurangi ketergantungan pada impor LPG dan memastikan energi yang lebih terjangkau tersedia bagi rakyat, sejalan dengan target swasembada energi pemerintah," ulas Simon Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG nasional akan mencapai 10 juta metrik ton (MT) pada 2026, sementara produksi domestik baru mencapai 1,3–1,4 juta MT. Sinergi MIND ID-Pertamina melalui pemanfaatan Coal to DME dan Coal to SNG menjadi solusi strategis untuk menutup defisit tersebut menggunakan kekayaan alam domestik, sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor energi nasional.
Gandeng PT Pindad dan ITB, BPDP Perkuat Hilirisasi dan Kemandirian ISN
Malang, katakabar.com - Divisi Munisi PT Pindad, Turen, Malang jadi saksi bisu Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tegaskan komitmen dukung pengembangan industri strategis nasional (ISN) lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan PT Pindad dan Institut Teknologi Bandung (ITB), di pertengahan Oktober 2025 lalu. Kerja sama ini berfokus pada pendanaan pembangunan fasilitas bahan baku industri pertahanan serta penguatan riset dan pengembangan teknologi manufaktur dalam negeri. Di kegiatan itu hadir Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, serta jajaran BPDP lainnya, termasuk Joko Supriyono, Anggota Dewan Pengawas BPDP. Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menyampaikan pembangunan fasilitas ini bagian dari upaya memperkuat hilirisasi berbasis sumber daya perkebunan, sekaligus memastikan nilai tambah industri strategis terjadi di dalam negeri. “Pembangunan Pabrik Bahan Baku Industri Alutsista Merah Putih ini bukan semata pembangunan infrastruktur industri. Pembangunan ini mencerminkan visi bersama untuk memperkuat kemandirian bangsa bidang teknologi strategis nasional, memperkuat daya saing industri dalam negeri, serta membuka ruang bagi pengembangan sumber daya manusia dan hilirisasi produk-produk bernilai tambah,” ujar Eddy. BPDP menegaskan dukungan pendanaan dilakukan berdasarkan prinsip akuntabilitas, tata kelola yang baik, serta berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi negara. “Sebagai Badan Pengelola Dana, penting bagi kami memastikan pendanaan dikembangkan secara transparan dan berorientasi pada manfaat pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Eddy. Kerja sama ini sekaligus menjadi implementasi konsep triple-helix collaboration antara pemerintah sebagai fasilitator kebijakan dan pendanaan, akademisi sebagai pusat inovasi teknologi, dan industri sebagai pelaksana produksi. Melalui kolaborasi ini, transfer teknologi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, keterlibatan industri lokal, dan penguatan rantai pasok nasional diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan terarah. BPDP akan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar keamanan, kepatuhan industri, serta mengedepankan prinsip transparansi dan peningkatan kapasitas nasional. Dukungan pendanaan ini juga diharapkan menjadi model kemitraan berkelanjutan dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan berbasis teknologi dalam negeri.
Lintasarta Perkuat Peran sebagai AI Factory Dorong Kemandirian Ekosistem AI Nasional
Jakarta, katakabar.com - Lintasarta perusahaan AI Factory di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) Group, menegaskan komitmennya untuk menjadi penggerak utama ekosistem Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Artifisial nasional. Momentum ini semakin diperkuat lewat partisipasi aktif dalam forum AI Innovation Summit 2025 yang digelar oleh KORIKA bulan lalu, di mana Lintasarta menampilkan komitmen strategis untuk memperkuat kedaulatan AI Indonesia melalui infrastruktur kelas dunia, pengembangan talenta unggul dan kolaborasi lintas sektor. President Director & CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena, menegaskan Lintasarta berkomitmen mempercepat transformasi digital Indonesia melalui gerakan AI Merdeka. “Sebagai AI Factory dari Indosat Group, Lintasarta berkomitmen memperkokoh kedaulatan AI Indonesia melalui infrastruktur kelas dunia, pengembangan talenta unggul, dan kolaborasi strategis lintas sektor. Komitmen nyata juga terwujud dengan kehadiran gerakan AI Merdeka sebagai gerakan nasional yang berkelanjutan, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan bangsa,” ujar Bayu. Tiga Pilar Gerakan AI Merdeka Melalui kekuatan layanan 4C, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration Lintasarta terus mendorong pemanfaatan AI di berbagai lini industri. Komitmen itu diwujudkan melalui inisiatif AI Merdeka, berfokus pada tiga program utama: · Laskar AI – Program pengembangan talenta digital nasional yang telah menjangkau lebih dari 13.500 pendaftar dari sabang hingga merauke. Sebanyak 657 peserta terbaik terpilih, terdiri dari mahasiswa, fresh graduate, dosen, dan profesional dari ratusan institusi pendidikan dan organisasi di seluruh Indonesia. Pada Juli 2025, sebanyak 412 Laskar AI resmi diwisuda, dengan 40 lulusan terbaik yang telah menunjukkan keunggulan dan dedikasi luar biasa. · Semesta AI – Program akselerasi bagi startup. Dimulai dari proses Startup Scouting lebih dari 150 Startup, tersaring 50 startup dalam Kick Off Semesta AI dan seleksi awal yang menjaring 20 startup potensial yang mengikuti pilot project bersama tim Lintasarta. · AI Use Case – Inisiatif penerapan solusi AI di sektor-sektor strategis seperti kesehatan, keuangan, logistik, manufaktur, sumber daya alam, dan pemerintahan yang saat ini telah menjangkau lebih dari 2.300 pelanggan korporasi Lintasarta. Dorong Kedaulatan Teknologi dan Pemerataan Infrastruktur Dalam pengembangan ekosistem digital nasional, Chief Cloud Officer Lintasarta, Gidion Suranta Barus, menegaskan pentingnya kemandirian teknologi. “Data sovereignty memastikan inovasi AI dapat tumbuh mandiri dan memberikan nilai nyata. Lintasarta melalui AI Factory dengan GPU Merdeka dan Cloudeka berkomitmen menjadi strategic enabler bagi seluruh ekosistem- dari startup, korporasi, hingga lembaga riset dalam negeri,” jelas Gidion. Ia menambahkan, saat ini sekitar 55 persen kapasitas pusat data nasional masih terkonsentrasi di Jakarta. Untuk menjawab tantangan tersebut, Lintasarta berkomitmen memperluas jaringan backbone connectivity ke berbagai wilayah strategis di Indonesia dengan layanan berkapasitas tinggi, kecepatan tinggi, dan latensi rendah. Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045 Sebagai bagian dari IOH Group, Lintasarta terus menegaskan konsistensinya membangun kedaulatan digital Indonesia melalui solusi ICT dan AI yang inklusif. Dengan inisiatif seperti AI Merdeka, dan peran strategis sebagai AI Factory, Lintasarta tidak hanya mempercepat transformasi digital industri, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang inklusif dan berkelanjutan. “Kehadiran Lintasarta dalam AI Innovation Summit menegaskan komitmen kami untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, memberdayakan talenta, dan membangun kemandirian teknologi- fondasi penting untuk membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Bayu.
BPDP Dukung Samade Dorong Kemandirian Ekonomi dan Swasembada Pangan di Rohil
Bagansiapiapi, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dukung Asosiasi Sawit Masa Depanku (Samade) gelar Pelatihan Penguatan UKMK Produk Sawit untuk Kemandirian Ekonomi dan Swasembada Pangan di Kabupaten Rokan Hilir, untuk Indonesia, di Gedung Pertemuan H Misran Rais Bagansiapiapi, Minggu (5/10) lalu. Staf Ahli Bupati Rokan Hilir, Azuar, SE., yang buka kegiatan dihadiri Ketua Umum DPP Samade diwakili Sekretaris DPD Samade Rokan Hilir, Adharsam, SE, Direktur Utama BPDP diwakili Staf Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM, Linda Sitanandra, Fungsional Bidang Perkebunan DKPP Rokan Hilir, Hermana, SP, MMP, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Rokan Hilir diwakili Eva Diana Roza SE, MM., serta seratus orang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berasal dari Rokan Hilir sekitarnya. Ketua Panitia Pelaksana, Anisa Armarosa, menjelaskan kegiatan pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta dari Asosiasi Samade. Di kegiatan ini, para pelaku UMKM diberikan pemahaman bagaimana upaya dilakukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan Swasembada pangan khususnya dari bahan kelapa sawit. "Ada tiga narasumber kami siapkan, di antaranya dari Dinas Koperasi, DKPP, dan Asosiasi Samade. Para pelaku UMKM diberi pelatihan bagaimana mengolah dan berkreasi untuk membuat berbagai olahan produk yang berasal dari bahan kelapa sawit," ujar Anisa, dilansir dari laman EMG, Rabu (8/10). Menurut Anisa, ada banyak produk yang bisa dihasilkan melalui bahan kelapa sawit jika dikelola dengan baik. Selain berbentuk minyak, ada produk lain bisa dihasilkan melalui bahan kelapa sawit. "Di sini, para pelaku UMKM diberikan pemahaman apa saja bahan kelapa sawit bisa menjadi produk yang bernilai ekonomis, seperti mengolah lidi, sabun, lilin, parfum bahkan produk kerajinan tangan lainnya, artinya sawit tidak hanya menghasilkan minyak saja melainkan banyak produk yang bisa di hasilkan melalui bahan kelapa sawit," terangnya. Staf Divisi Kerja Sama, Humas dan UMKM BPDP, Linda Sitanandra berharap melalui kegiatan ini bermanfaat bagi pelaku UMKM, dan petani kelapa sawit sehingga muncul berbagai inovasi mengolah bahan kelapa sawit. "Kami berharap melalui kegiatan ini bisa memberi output secara maksimal, dan bermanfaat bagi petani kelapa sawit, dan pelaku UMKM, sehingga kegiatan ke depan lebih berwarna, dan banyak inovasi dari teman UMKM," ucapnya "Kami tetap selalu mendampingi teman teman UMKM hingga sukses kedepan," tambah Linda. Sekretaris DPD Samade Rohil, Adharsam, SE, mengajak seluruh peserta UMKM untuk memanfaatkan pelatihan ini guna meningkatkan kualitas dan kuantitas berkreasi dan berinovasi mengolah bahan kelapa sawit jadi produk yang bernilai ekonomi. "Saya berpesan kepada seluruh peserta, manfaatkan momen pelatihan ini untuk mengasah kemampuan kita dalam mengolah bahan kelapa sawit menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis. Yakinlah ilmu yang didapat melalui pelatihan ini tidak hanya sebatas mengasah kemampuan namun juga bisa meningkatkan perekonomian jika diikuti dengan baik dan benar," tuturnya. Staf Ahli Bupati Rokan Hilir Bidang Ekonomi, Azuar, SE., mengapresiasi pihak Samade dan BPDP yang telah menggelar kegiatan pelatihan ini. Ia berharap ini langkah kongkrit yang dilakukan oleh Samade dan BPDP dalam meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM di Rokan Hilir. "Kami mewakili dari pemerintah daerah sambut baik, dan dukung atas terlaksananya kegiatan ini. Pemerintah menilai kelapa sawit aset bangsa memiliki multi fungsi untuk kehidupan manusia. Dengan pelatihan ini akan banyak kreatifitas, dan inovasi yang diciptakan dari bahan kelapa sawit," jelasnya. Jika pelatihan ini diikut,i dan diterapkan dengan benar, sebut Azuar, ke depan akan terbuka lapangan pekerjaan dengan mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya para pelaku UMKM.
Kemdiktisaintek Kucurkan Rp177 Miliar Biayai 794 Proposal Hiliriset Dorong Kemandirian Bangsa
komoditas prioritas, mengingat kontribusinya yang besar terhadap devisa negara sekaligus kebutuhan akan inovasi dalam pengolahan produk turunan sawit bernilai tambah tinggi. Pendanaan Hiliriset 2025 dipandang sebagai upaya strategis mempercepat transformasi inovasi menuju Indonesia Emas 2045. Program ini diharapkan mampu melahirkan terobosan riset yang tidak hanya berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi tumbuh menjadi produk unggulan nasional dengan daya saing global. “Saat hasil riset bisa masuk industri, kita tidak hanya bicara angka publikasi, tapi juga dampak ekonomi, lapangan kerja, dan kemandirian teknologi. Itulah yang ingin kita dorong lewat Hiliriset,” tegas Brian.
Material Pembuatan Superkapasitor dari Tangkos Sawit Untuk Kemandirian Energi Nasional
Bandung, katakabar.com - Di antara limbah atau biomassa dari kelapa sawit, yakni tandan kosong atau Tankos, bisa dijadikan sebagai sebagai material karbon ramah lingkungan bahan pembuatan perangkat teknologi superkapasitor. Stok berlimpah di banyak pabrik kelapa sawit atau PKS di Indonesia, keberadaan Tankos sawit diyakini bisa membuat superkapasitor menjadi salah satu teknologi kunci dukung kemandirian energi nasional. “Inovasi ini tidak hanya mendukung pengembangan teknologi penyimpan energi masa depan, tapi perkuat transisi menuju energi bersih,” ujar Prof. Yusuf Nur Wijayanto, Kepala Pusat Riset Elektronika atau PRE pada Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, saat webinar SISTEM #5 bertema “Advances in Supercapacitor Devices: From Microstructure Engineering to Biomass-Derived Carbon Material”, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Senin (1/9). Di kegiatan webinar itu hadirkan para pakar yang membahas perkembangan mutakhir teknologi superkapasitor, mulai dari teknologi rekayasa mikrostruktur hingga pemanfaatan material berkelanjutan. Prof. Yusuf menekankan pentingnya riset superkapasitor dalam mendukung agenda transisi energi bersih nasional. “Potensi pemanfaatan limbah biomassa kelapa sawit sebagai material karbon ramah lingkungan serta strategi rekayasa mikrostruktur dalam peningkatan performa superkapasitor dikupas tuntas di sini,” jelasnya. Kegiatan ini, harap Prof. Yusuf, dapat mendorong diseminasi hasil riset di bidang divais elektronika, khususnya superkapasitor, sekaligus membangun ekosistem riset melalui kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan di Indonesia. Sementara, Rike Yudianti, Profesor Riset dari Pusat Riset Elektronika BRIN, aparkan potensi TKKS sebagai bahan baku material karbon ramah lingkungan untuk perangkat superkapasitor. Menurut Rike Yudianto, seiring meningkatnya produksi minyak sawit, limbah TKKS dapat menjadi sumber material bernilai tinggi. Sejumlah penelitian menunjukkan TKKS mampu diolah menjadi tiga produk utama, yakni porous carbon graphite, nanocellulose, dan nano-silica. Jadi, ulas Rike, ketiga material ini menjadi kunci pengembangan energi berkelanjutan, khususnya superkapasitor. Perangkat superkapasitor berbahan dasar TKKS terbukti memiliki kinerja baik dan mampu mempertahankan performanya hingga ribuan siklus. “Target riset kami adalah menghasilkan perangkat superkapasitor dengan performa setara baterai, dengan material berbasis keluarga karbon yang lebih ramah lingkungan,” ucap Rike. Masih Rike Yudianto, sinergi antara riset material berbasis biomassa lokal dan inovasi rekayasa mikrostruktur merupakan langkah strategis menuju teknologi energi bersih. Pemanfaatan potensi biomassa Indonesia, khususnya dari sektor perkebunan kelapa sawit, dengan dukungan inovasi riset tingkat lanjut, menjadikan superkapasitor semakin dipandang sebagai teknologi penting dalam mendukung transisi energi nasional yang berkelanjutan. Lalu, Prof. Markus Diantoro, Guru Besar Departemen Fisika Universitas Negeri Malang aminkan Rike. "Modifikasi mikrostruktur dapat meningkatkan performa superkapasitor," terangnya.
Ny. Endang Syah Afandin Ajak Kader PKK Serapit Wujudkan Keluarga Mandiri
Langkat, Katakabar.com - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Langkat, Ny. Hj. Endang Kurniasih Syah Afandin, mendampingi Tim Monitoring PKK Provinsi Sumate...