Kemampuan
Sorotan terbaru dari Tag # Kemampuan
Kemampuan Bahasa Inggris Anak Indonesia Masih Jadi Tantangan, Pendekatan Pembelajaran Perlu Berubah
Jakarta, katakabar.com - Artikel yang dipublikasikan Talentics.id, sekitar 90 persen dari lebih dari 12.000 pencari kerja yang mengikuti asesmen kemampuan bahasa Inggris berada pada level B1 atau bahkan lebih rendah berdasarkan standar Common European Framework of Reference for Languages (CEFR). Temuan tersebut menunjukkan masih banyak lulusan yang belum memiliki kompetensi bahasa Inggris yang memadai untuk memenuhi tuntutan dunia kerja global. Kondisi tersebut mendorong pentingnya pembelajaran bahasa Inggris yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga menyesuaikan proses belajar dengan perkembangan psikologis anak agar kemampuan berbahasa dapat dibangun sejak dini secara lebih efektif. Menjawab kebutuhan tersebut, LEAP English dan Digital menghadirkan pendekatan pembelajaran yang dirancang sesuai tahapan perkembangan peserta didik. Lembaga kursus bahasa Inggris yang berlokasi di Surabaya Timur ini mengembangkan kurikulum yang menyesuaikan metode belajar dengan karakteristik usia siswa sehingga proses belajar berlangsung lebih alami, menyenangkan, dan efektif. Pada jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah dasar, pembelajaran dikemas melalui pendekatan fun learning berbasis aktivitas dan media visual interaktif. Metode ini dirancang untuk memanfaatkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan dunia bermain anak sehingga mereka dapat mempelajari bahasa Inggris tanpa merasa terbebani. Sedang, bagi siswa tingkat sekolah menengah hingga peserta homeschooling, materi pembelajaran dikembangkan menjadi lebih analitis, kritis, dan terstruktur. Pendekatan ini bertujuan mempersiapkan peserta didik menghadapi kebutuhan akademik sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi yang dibutuhkan di dunia profesional. Selain materi yang disesuaikan dengan usia, LEAP juga membangun lingkungan belajar yang kolaboratif. Melalui diskusi kelompok dan berbagai aktivitas interaktif, peserta didik didorong untuk berani berkomunikasi, bekerja sama, serta membangun kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris di situasi nyata. Pendekatan tersebut didukung oleh tiga nilai utama yang menjadi landasan proses pembelajaran di LEAP, yaitu Empower, Evolve, dan Educate. Ketiga nilai tersebut diterapkan untuk membantu siswa mengembangkan rasa percaya diri, terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta memperoleh pembelajaran yang terarah sesuai tujuan akademik masing-masing. "Sejak mengikuti kelas di LEAP, kemampuan bahasa Inggris putri saya meningkat cukup pesat. Ia kini lebih percaya diri berbicara dan mulai menggunakan grammar yang lebih baik. Menurut saya, perkembangan tersebut sebanding dengan proses belajar yang dijalani di LEAP," ujar salah satu orang tua siswa. Selain program General English, LEAP juga menghadirkan LEAP Xperience, sebuah program yang mengintegrasikan kemampuan bahasa Inggris dengan berbagai keterampilan abad ke-21. Program ini memadukan pelatihan public speaking berbahasa Inggris, pengembangan kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta pembentukan karakter sebagai changemaker, yang dilengkapi dengan sertifikat internasional. Penguatan keterampilan tersebut sejalan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan. Berdasarkan laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, kemampuan seperti berpikir analitis, kreativitas, kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor pekerjaan. Melalui pendekatan pembelajaran yang mengombinasikan penguasaan bahasa Inggris dengan pengembangan keterampilan abad ke 21, LEAP berharap dapat membantu mempersiapkan lebih banyak generasi muda Indonesia agar memiliki bekal yang lebih kuat untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif di tingkat global.
Satpolairud Polres Kepulauan Meranti Gelar Giat Peningkatan Kemampuan Tim RAGA
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Satuan Polisi Perairan dan Udara atau Satpolairud Polres Kepulauan Meranti gelar giat Peningkatan Kemampuan Tim RAGA di Pos Polairud Jalan Tebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Selasa (15/7). Di kegiatan itu, hadir Kasatpolairud, Iptu Abdul Rony, Kanit Patroli Satpolairud, Ipda Sabar Bernad Panjaitan beserta Anggota Satpolairud, dan Tim RAGA Polres Kepulauan Meranti. Kasat Polairud Polres Kepulauan Meranti, Iptu Abdul Roni mengatakan, kegiatan peningkatan kemampuan Tim RAGA menunjukkan keseriusan Polres Kepulauan Meranti perkuat kapasitas personel di bidang penegakan hukum, khususnya terkait prosedur materi menjalankan tugasnya secara legal, terukur, dan tidak menimbulkan implikasi hukum yang merugikan institusi maupun masyarakat. "Dengan melakukan pengamanan dan penjagaan wilayah perairan, memberikan himbauan terkait kondisi cuaca, serta menjaga ketertiban masyarakat di wilayah perairan dan Menindak pelanggaran hukum di wilayah perairan, seperti pencurian ikan, penyelundupan, dan kejahatan lainnya," jelasnya. Selain itu, kata Iptu Abrul, bantuan SAR atau Search and Rescue melakukan pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban kecelakaan di laut dan udara. Ini termasuk koordinasi dengan berbagai pihak terkait, penggunaan peralatan khusus, dan penerapan teknik penyelamatan yang tepat.
Jelang Event Menembak Kapolda Cup, Anggota Polres Inhu Asah Kemampuan
Indragiri Hulu, katakabar.com - Personel kepolisian resort atau Polres Indragiri Hulu, Riau asah kemampuan menembak di Lapangan Tembak Endra Dharmalaksana, Polsek Rengat Barat, Rabu (18/6). Kegiatan ini rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke 79, yang jatuh pada 1 Juli 2025 mendatang. “Latihan ini memiliki dua tujuan, yakni meningkatkan keterampilan menembak dan sebagai seleksi tim dalam ajang bergengsi Kapolda Cup cabang olahraga menembak,” terang Aiptu Misran, Kasi Humas Polres Inhu. Dijelaskannya, peningkatan keterampilan menembak dilibatkan 22 personel Tim Raga, yang merupakan tim gabungan internal Polres Indragiri Hulu. Sementara, ada 47 anggota dalam latihan ini untuk diseleksi. Latihan menembak ini bagian dari komitmen Polres Inhu dalam membina kemampuan dan kesiapsiagaan personil, tidak hanya dalam tugas kepolisian sehari-hari, tapi di ajang kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalisme. “Ini tidak sekedar latihan untuk meraih prestasi di ajang Kapolda Cup, namun juga untuk membentuk karakter disiplin, fokus, dan keterampilan teknis anggota di lapangan,” bebernya. Diketahui, proses tersebut dipimpin Wakapolres Indragiri Hulu, Kompol Manapar Situmeang, di mana beliau memberikan arahan kepada seluruh peserta. Turut hadir sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Inhu dan Kapolsek Rengat Barat. Antusiasme para peserta tampak jelas sejak pagi hari. Mereka mengikuti sesi teori dasar, teknik membidik, hingga praktik menembak dengan berbagai posisi. Latihan berlangsung dengan tertib dan aman sesuai dengan standar operasional prosedur. Dengan adanya latihan ini, diharapkan Tim Raga dan para peserta seleksi mampu memberikan hasil terbaik di ajang Kapolda Cup, sekaligus membawa nama harum Polres Inhu di tingkat Polda Riau.
Priska Sahanaya Latih Kemampuan Public Speaking di SD Muhammadiyah 10
Jakarta, katakabar.com - Priska Sahanaya taja workshop public speaking yang bertema "Crafting Compelling Messages" di SD Muhammadiyah 10, di paruh November 2023 lalu. Workshop ini disambut dengan hangat oleh antusiasme para siswa-siswi yang ingin belajar mengenai public speaking.
Sesi Mentoring “Pitching Session” WEC 2024 Mendebarkan Peserta
Semarang, katakabar.com - Salah satu peserta Women Ecosystem Catalyst (WEC) 2024, Lutfy Azizah, mengaku senang mengikuti pitching session pada 6 Juni 2024, di Openaire, Semarang. Pitching session menjadi bagian dari rangkaian WEC yang telah berlangsung sejak Januari 2024. WEC program yang digagas PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui Payung Program Keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) bersama Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula dan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah. Meski senang, momen presentasi bisnis saat pitching session juga menjadi momen yang mendebarkan baginya. Lutfy, satu dari 20 peserta terpilih WEC 2024, menjalankan “Zendo”, bisnis jasa transportasi di Kota Tulungagung, Jawa Timur. Di pitching session, masing-masing peserta mempresentasikan bisnisnya di hadapan para mentor sekaligus juri yang mumpuni di bidang bisnis. “Saya merasa kegiatan ini sangat memberikan manfaat bagi saya secara pribadi. Saya mendapatkan banyak sekali ilmu yang dapat saya kembangkan dalam bisnis yang sedang saya perjuangkan ini,” kata Lutfy. Menurutnya, program seperti WEC ini akan mendorong lebih banyak perempuan yang termotivasi untuk mengembangkan diri melalui bisnis berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Para mentor yang menjadi juri pada pitching session ini adalah Founder and Director Basicludo, Nisaul Aulia; Financial Planner, Aliyah Natasya, Director Business Development Allita Europe, Alexander Ludi. Lutfy menjelaskan, banyak pengalaman dan relasi baru yang didapatkan dari WEC 2024 karena para mentor dan juri yang dihadirkan tidak hanya dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah serta Sampoerna Entrepreneur Training Center (SETC), tapi para pengusaha yang sangat berpengalaman. Kegiatan pitching session ini menjadi kesempatan para peserta untuk mengimplementasikan pembelajaran yang diperoleh dalam kegiatan grooming session yang telah diikuti sebelumnya. Di grooming session, mereka mendapatkan pembekalan bagaimana berbicara di depan publik/public speaking. Kemampuan berkomunikasi yang baik harus dimiliki oleh para pelaku bisnis untuk berjejaring maupun bernegosiasi. Dalam WEC 2024, sesi lain yang dijalani peserta adalah networking session dan bertemu dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) dari berbagai bidang bisnis. di sesi ini, diharapkan terbuka peluang jaringan baru bisnis dan ruang untuk berkolaborasi. Lebih dari 21 stakeholder hadir untuk berbagi di antaranya soal keuangan, riset, dan teknologi. Rangkaian kegiatan dalam program WEC implementasi dari keinginan Sampoerna memberikan dukungan bagi pemberdayaan wirausaha dan organisasi perempuan. Program ini membantu entrepreneurs dan organisasi perempuan menemukan product-market-fit.