Keluarga Korban

Sorotan terbaru dari Tag # Keluarga Korban

Citra Polisi Dipertaruhkan! Keluarga Korban Sedih, Laporan Penganiayaan Stagnan Dua Tahun di Polsek Pinggir Hukrim
Hukrim
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Citra Polisi Dipertaruhkan! Keluarga Korban Sedih, Laporan Penganiayaan Stagnan Dua Tahun di Polsek Pinggir

Pinggir, katakabar.com - Citra kepolisan benar-benar dipertaruhkan lantaran laporan kasus penganiayaan dua tahun stagnan di Polsek Pinggir, Polres Bengkalis. Keluarga pun nelangsa melihat nasib malang Haris Sitorus, warga Jalan Gereja, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Riau, merupakan korban penganiayaan yang terjadi pada 2024 silam saat dirinya terjerat kasus pencurian dan telah menjalani hukuman selama 18 bulan kurungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis. Ironisnya, jangankan mendapat keadilan setelah korban dianiaya sekelompok pemuda yang diduga dikomandai Idris Manalu. Mirisnya, penganiayaan yang dilakukan sungguh di luar nalar hingga korban dilindas dan diseret para pelaku. Kini, ia dan keluarga malah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari penyidik Polsek Pinggir. Hal itu diceritakan kakak korban, Mesriani Sitorus yang mengaku menjadi korban kurang nyaman pelayanan dari pihak penyidik Polsek Pinggir, kepada wartawan di Duri, Sabtu (8/8) sore. Mirisnya, pelaku penganiayaan adiknya saat ini dengan bebas menghirup udara segar tanpa tersentuh hukum sesuai peraturan dan perundang-undangan di republik ini. Kata Mesriani, segenap keluarga merasa didzolimi akan penganiayaan adik kandungnya yang dilakukan orang yang berdiam tak jauh dari rumahnya. "Sudah kami laporkan sejak dua tahun lalu, persisnya pada Oktober 2024 silam atas nama pelapor Denny Krismanto Sitorus. Tetapi, hingga saat ini tidak jelas alias abu abau. Bahkan ketika saya ke Kantor Polsek Pinggir di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri, saya yang dibentak salah seorang anggota di Polsek Pinggir," jelasnya Menurut Mesriani, meledaknya kisah sedih itu terjadi Kamis (6/8) malam lalu di Mapolsek Pinggir. Saat ia mendatangi penyidik bertujuan menanyakan kelanjutan kasus penganiayaan itu, pihaknya tidak mendapatkan jawaban yang semestinya didapatkan. Malahan, dirinya dibentak-bentak salah seorang personel kepolisian bernama Jaka. "Sedihnya saya Pak, jangankan dapat jawaban yang menggembirakan akan keadilan, malah saya dibentak anggota Polisi, namanya Jaka," ucapnya. "Ini sebenarnya kasus receh, tapi kenapa tidak bisa diselesaikan? Ada apa ini," terangnya rada kecewa emosional. Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp mengenai laporan  penganiayaan stagnan dua tahun di Polsek Pinggir, Sabtu (8/8) lebih memilih tidak memberikan keterangan. Hal tersebut sangat kontras dengan imbaun atau seruan kepada masyarakat agar segera melaporkan setiap gangguan Kamtibmas maupun dugaan tindak pidana melalui Call Center Polri 110.

BPBD Kepulauan Meranti Dampingi Penyerahan Jenazah Warga Malaysia kepada Keluarga Riau
Riau
Selasa, 06 Januari 2026 | 22:08 WIB

BPBD Kepulauan Meranti Dampingi Penyerahan Jenazah Warga Malaysia kepada Keluarga

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama personel Polres Kepulauan Meranti sambut kedatangan keluarga jenazah warga negara Malaysia, sebelumnya ditemukan terapung di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti. Penyambutan berlangsung di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang, dihadiri Kapolsek Rangsang, Imigrasi Selatpanjang, dan lainnya, Selasa (6/1). Keluarga yang datang dari Malaysia terdiri dari istri korban, adik kandung, serta perwakilan Yayasan Buddha dari Malaysia. Kedatangan mereka bertujuan untuk menjemput jenazah korban yang diduga terjun ke laut dari wilayah Singapura dan kemudian hanyut hingga ke perairan Meranti. Tiba di Selatpanjang, BPBD Kepulauan Meranti bersama aparat kepolisian langsung mendampingi keluarga menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Meranti guna menindaklanjuti proses administrasi dan penanganan jenazah. Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Ardath, S.IP, menyampaikan proses penyerahan jenazah berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan. “Alhamdulillah, pihak keluarga dari negeri jiran telah menerima jenazah dengan baik dan ikhlas. Tidak ada prasangka buruk terhadap siapa pun,” ujar Ardath kepada katakabar.com lewat pesan singkat WhatsApp. Ia menjelaskan, setelah seluruh proses di RSUD selesai, jenazah dibawa ke tempat peristirahatan sementara milik yayasan di kawasan Kuburan Cina. Selanjutnya, Rabu (7/1), jenazah dijadwalkan diberangkatkan ke Pekanbaru untuk menjalani prosesi kremasi. Diketahui, kremasi proses pembakaran jenazah hingga menjadi abu dengan menggunakan suhu tinggi di dalam tungku khusus atau krematorium, yang dilakukan sebagai bagian dari upacara pemakaman sesuai dengan kepercayaan keluarga. BPBD Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan kemanusiaan, termasuk dalam penanganan lintas negara, sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian terhadap sesama.