Keheningan

Sorotan terbaru dari Tag # Keheningan

Kekuatan dalam Keheningan Opini
Opini
Jumat, 27 Maret 2026 | 10:33 WIB

Kekuatan dalam Keheningan

Oleh: Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia katakabar.com - Di dunia saat ini, hampir tak terbayangkan sebuah bandara internasional yang sibuk berhenti beroperasi sepenuhnya selama satu hari penuh. Ini bukan kejadian satu kali, melainkan berlangsung setiap tahun. Tidak hanya Bandara Internasional Ngurah Rai Bali yang ditutup untuk seluruh penerbangan, tetapi seluruh aktivitas transportasi di pulau tersebut juga berhenti total. Masyarakat tetap berada di dalam rumah dan pada malam hari tidak ada lampu yang dinyalakan. Keheningan menyelimuti pulau yang biasanya ramai itu. Pembaca mungkin bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi. Ini bukan masa berkabung. Ini adalah sebuah perayaan. Inilah Tahun Baru Bali, Nyepi, hari hening untuk kontemplasi. Tahun ini, Nyepi diperingati dari pagi hari tanggal 19 Maret hingga pagi hari tanggal 20 Maret, sesuai kalender Hindu Saka. Nyepi merupakan perayaan spiritual dan budaya yang sangat mendalam, sekaligus unik bagi Pulau Bali. Pada hari ini, masyarakat diharapkan merenungkan perjalanan tahun yang telah berlalu dalam keheningan, serta memulai tahun baru dengan niat yang positif. Pelaksanaan Nyepi sangat ketat, dengan pengamanan oleh petugas adat yang dikenal sebagai Pecalang. Dalam beberapa tahun, bahkan layanan internet dan komunikasi seluler pernah dibatasi. Wisatawan pun diharapkan tetap berada di dalam area hotel, dengan pembatasan pergerakan di luar. Sebagian besar masyarakat Bali beragama Hindu. Indonesia bahkan menjadi satu-satunya negara di dunia yang memiliki umat Hindu yang tidak berasal dari anak benua India. Meskipun terdapat banyak kesamaan dalam keyakinan antara masyarakat Bali dan umat Hindu di India, terdapat pula berbagai perbedaan yang tampak jelas, khususnya dalam perayaan hari besar. Jika di India festival besar meliputi Holi, Diwali, Durga Puja, Ganesh Chaturthi, atau Makar Sankranti, di Bali perayaan tersebut tidak begitu dikenal. Sebaliknya, masyarakat Bali memiliki tradisi dan perayaan sendiri, dengan Nyepi sebagai yang paling utama. Nyepi dirayakan melalui tiga tahapan. Tahap pertama adalah Melasti, yang dilaksanakan beberapa hari sebelum Nyepi. Ini merupakan ritual penyucian yang bertujuan membersihkan alam semesta, baik secara lahir maupun batin, dari karma buruk dan dosa. Prosesi dilakukan secara meriah menuju pantai atau sumber air suci untuk mengambil tirta yang digunakan dalam penyucian benda-benda sakral, termasuk arca dewa. Tahap kedua adalah Bhuta Yajna dan pawai Ogoh-ogoh yang berlangsung sehari sebelum Nyepi. Kata Ogoh-ogoh berasal dari bahasa Bali ogah-ogah yang berarti sesuatu yang digoyangkan. Dalam pawai ini, patung-patung besar berbentuk makhluk menyeramkan yang terbuat dari bambu dan kain diarak dan digoyangkan, melambangkan pengusiran energi negatif. Setelah itu, patung-patung tersebut dibakar di kuburan desa. Ritual ini bertujuan menjaga keseimbangan antara Tuhan, manusia, dan alam, serta untuk menenangkan Batara Kala, dewa dunia bawah dan kehancuran. Tahap ketiga sekaligus yang paling penting adalah Nyepi itu sendiri, hari yang dikhususkan untuk refleksi diri. Kata Nyepi berasal dari kata “sepi” yang berarti sunyi atau hening. Segala hal yang dapat mengganggu tujuan utama tersebut dilarang keras. Masyarakat Bali menghabiskan hari dengan berdoa, berpuasa, dan bermeditasi untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan yang mereka sebut Sang Hyang Widhi Wasa. Nyepi berlandaskan pada Catur Brata atau empat pantangan utama. Pertama, Amati Geni yang melarang penggunaan api dan cahaya, termasuk listrik, bahkan memasak pun dihindari. Kedua, Amati Karya yang melarang aktivitas fisik kecuali yang berkaitan dengan penyucian diri secara spiritual. Ketiga, Amati Lelungan yang melarang bepergian. Keempat, Amati Lelanguan yang menekankan puasa serta melarang segala bentuk hiburan. Masyarakat Bali meyakini bahwa keheningan dalam segala bentuk mampu menyembuhkan, membersihkan, dan mempersiapkan mereka untuk menjalani kehidupan. Sehari setelah Nyepi, yang dikenal sebagai Ngembak Geni, suasana berubah total. Keluarga dan kerabat saling berkumpul, bersilaturahmi, melaksanakan ritual keagamaan bersama, dan kembali aktif dalam kehidupan sosial. Pada Nyepi hari ini, saya merenungkan bagaimana jadinya jika kita merayakan tahun baru seperti masyarakat Bali, jauh dari hiruk-pikuk perayaan tanpa makna yang kerap mewarnai pada 31 Desember setiap tahunnya.

Harga Bitcoin Melonjak Imbas Keheningan The Fed Nasional
Nasional
Jumat, 05 Desember 2025 | 16:00 WIB

Harga Bitcoin Melonjak Imbas Keheningan The Fed

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto menunjukkan reaksi positif terhadap keengganan Ketua Federal Reserve atau The Fed, Jerome Powell, untuk membahas kondisi ekonomi dan arah kebijakan moneter dalam pidatonya di Stanford University. Penguatan harga Bitcoin ini didorong oleh kelegaan pasar yang tengah sensitif terhadap sinyal likuiditas, terutama mengingat blackout period The Fed atau masa senyap wajib yang berlaku bagi semua pejabat dan anggota Dewan Gubernur The Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, yang dimulai sekitar sepuluh hari sebelum pertemuan penentuan suku bunga menjelang pertemuan Federal Open Market Committee yang akan datang. Dalam sambutan pembukaannya yang ditujukan untuk menghormati mendiang ekonom George Shultz, Jerome Powell dengan tegas menyatakan tidak akan menyinggung isu kebijakan moneter. Keengganan ini, yang memang telah diantisipasi, bertepatan dengan berakhirnya program quantitative tightening (QT) The Fed. Meskipun Powell menghindari isu saat ini, penghentian QT berpotensi memberikan sedikit stabilitas likuiditas di pasar, membuka spekulasi mengenai kemungkinan quantitative easing (QE) di masa mendatang. Merespons keheningan tersebut, harga Bitcoin langsung mencatatkan kenaikan lebih dari 6 persen dalam 24 jam terakhir, mencapai level di sekitar $92.700. Pergerakan ini menjadi rebound signifikan dari level terendahnya kemarin di $83.800, dengan level tertinggi menyentuh $90.600. Volume perdagangan dilaporkan tetap tinggi, menandakan adanya sentimen beli saat harga turun di kalangan trader. Meskipun demikian, sentimen pada pasar derivatif global menunjukkan sinyal yang masih bervariasi, mencerminkan adanya kehati-hatian di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global. Di tengah situasi global yang bergejolak ini, Bittime sebagai crypto exchange lokal yang resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan komitmennya terhadap stabilitas sistem. Bittime memanfaatkan teknologi global canggih untuk menjamin sistemnya tetap stabil, bahkan ketika volume transaksi melonjak tinggi akibat gejolak pasar. Komitmen utama Bittime ini tercermin melalui identitasnya dengan slogan “Begin Investing Today”, yang mendorong masyarakat untuk segera memulai investasi sejak dini demi mencapai pertumbuhan aset yang optimal. Identitas kuat ini kemudian didukung oleh empat nilai fundamental yang menjadi pilar utama platform Bittime, yakni Trustworthy (Terpercaya), Immediate (Cepat), Minimized (Biaya Minimal), dan Effortless (Mudah). Selaras dengan ini, literasi dan edukasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Investasi bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi tentang melindungi nilai aset yang sudah dimiliki. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.