Jimbaran

Sorotan terbaru dari Tag # Jimbaran

Tren Wisata, Kuliner Laut dan Perkembangan Akomodasi di Selatan Pulau Dewata Wisata
Wisata
Selasa, 17 Maret 2026 | 18:11 WIB

Tren Wisata, Kuliner Laut dan Perkembangan Akomodasi di Selatan Pulau Dewata

Bali, katakabar.com - Pariwisata Jimbaran di Bali terus menunjukkan perkembangan seiring meningkatnya kembali kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai ratusan ribu setiap bulan sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026, yang turut mendorong aktivitas wisata di kawasan selatan Bali, termasuk Jimbaran. Destinasi yang awalnya dikenal sebagai desa nelayan ini kini berkembang menjadi kawasan wisata dengan daya tarik pantai yang relatif tenang, wisata kuliner seafood di Teluk Jimbaran, serta berbagai pilihan akomodasi dari resort hingga hotel butik. Perubahan tren wisatawan yang semakin mencari pengalaman lokal juga turut mendorong aktivitas seperti kunjungan ke pasar ikan tradisional dan eksplorasi kuliner setempat. Tetapi, perkembangan pariwisata juga diiringi tantangan seperti pengelolaan lingkungan pesisir dan sampah laut, sehingga keseimbangan antara pertumbuhan industri wisata, dan keberlanjutan lingkungan menjadi faktor penting bagi masa depan pariwisata Jimbaran. Jadi, kawasan Jimbaran di Kabupaten Badung semakin menunjukkan peran penting perkembangan pariwisata Bali. Destinasi pesisir yang terletak sekitar 20 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ini dikenal dengan suasana pantai yang relatif lebih tenang dibandingkan dengan kawasan wisata populer seperti Kuta atau Seminyak. Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata Jimbaran Bali berkembang tidak hanya sebagai destinasi pantai, tetapi juga sebagai kawasan wisata kuliner laut dan akomodasi dengan berbagai pilihan konsep, mulai dari resort hingga hotel butik. Perkembangan destinasi seperti Jimbaran tidak terlepas dari meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali secara keseluruhan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bali pada Desember 2025 mencapai 572.668 kunjungan, meningkat sekitar 18,48 persen dibandingkan November 2025 yang tercatat 483.364 kunjungan. Di awal tahun berikutnya terjadi fluktuasi. BPS mencatat kedatangan wisatawan mancanegara pada Januari 2026 sebesar 502.205 kunjungan, mengalami penurunan secara bulanan dibandingkan dengan Desember 2025. Menurut Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, perubahan jumlah kunjungan tersebut merupakan dinamika musiman yang umum terjadi dalam industri pariwisata. “Kedatangan wisman Januari 2026 tercatat 502.205 kunjungan, turun dari bulan sebelumnya dan juga dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Agus dalam keterangan resmi BPS. Meski mengalami fluktuasi, Bali tetap menjadi destinasi utama wisatawan internasional ke Indonesia. Secara historis, Jimbaran merupakan desa nelayan tradisional yang berkembang menjadi kawasan wisata seiring pertumbuhan pariwisata Bali dan pembangunan Bandara Ngurah Rai. Saat ini, Jimbaran dikenal luas sebagai pusat wisata kuliner seafood di Bali, terutama di kawasan Teluk Jimbaran dan Kedonganan yang dipenuhi restoran tepi pantai. Pantai Jimbaran sendiri memiliki garis pantai berpasir putih dengan ombak yang relatif tenang, menjadikannya destinasi populer bagi wisata keluarga maupun pasangan yang mencari suasana lebih santai. Selain restoran seafood, aktivitas wisata yang banyak dilakukan di kawasan ini, antara lain menikmati matahari terbenam di Pantai Jimbaran, mengunjungi Pasar Ikan Kedonganan, wisata budaya di pura sekitar Bukit Peninsula, perjalanan ke destinasi populer seperti Uluwatu dan Nusa Dua Kombinasi antara wisata kuliner, pantai, dan akses yang dekat ke bandara menjadikan Jimbaran salah satu kawasan yang terus berkembang dalam peta pariwisata Bali. Kurun beberapa tahun terakhir, tren perjalanan wisata ke Bali juga mengalami perubahan. Wisatawan semakin mencari pengalaman yang lebih autentik, termasuk eksplorasi kuliner lokal dan aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat. Riset industri perjalanan menunjukkan lebih dari 80 persen wisatawan Australia mempertimbangkan pengalaman kuliner saat memilih destinasi wisata, sehingga mendorong meningkatnya minat terhadap pasar ikan tradisional dan restoran lokal di kawasan seperti Jimbaran. Tren ini mendorong berkembangnya berbagai bentuk akomodasi yang menawarkan pengalaman lebih lokal, termasuk vila, hotel butik, dan penginapan yang berada dekat dengan pusat aktivitas masyarakat. Di sisi lain, pertumbuhan pariwisata Bali juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama terkait pengelolaan lingkungan pesisir. Beberapa pantai di Bali, termasuk kawasan Jimbaran, kerap menghadapi fenomena sampah kiriman dari laut, terutama pada musim hujan antara Oktober sampai Maret. Pemerintah daerah dan berbagai organisasi lingkungan saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pengelolaan sampah serta menjaga kualitas destinasi wisata. Akomodasi Wisata di Jimbaran Seiring meningkatnya aktivitas wisata, kawasan Jimbaran juga memiliki beragam pilihan akomodasi yang melayani berbagai segmen wisatawan. Mulai dari resor internasional yang menghadap langsung ke Teluk Jimbaran hingga hotel skala menengah dan penginapan butik yang lebih sederhana. Beberapa properti juga menawarkan konsep penginapan yang dekat dengan aktivitas wisata lokal, salah satunya adalah Liberta Hotel Jimbaran, yang menjadi salah satu opsi akomodasi di kawasan tersebut dengan akses yang relatif dekat ke bandara maupun sejumlah destinasi di selatan Bali. Dengan kombinasi antara pantai yang tenang, wisata kuliner seafood, serta akses strategis dari bandara, Jimbaran tetap menjadi salah satu kawasan yang berkembang dalam industri pariwisata Bali. Ke depan, keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata, pelestarian lingkungan, serta keterlibatan masyarakat lokal diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik Jimbaran sebagai destinasi wisata pesisir di Pulau Dewata.

Jimbaran Tidak Hanya Pantai Lagi: Data Menunjukkan Wisata 'Pengalaman Lokal' Kian Diminati Wisata
Wisata
Jumat, 20 Februari 2026 | 22:00 WIB

Jimbaran Tidak Hanya Pantai Lagi: Data Menunjukkan Wisata 'Pengalaman Lokal' Kian Diminati

Jimbaran, katakabar.com - Bali terus menjadi magnet wisata global, dan data terbaru menegaskan tren ini tidak lagi hanya soal pantai. Pariwisata Bali pada akhir 2025 menunjukkan kebangkitan signifikan jumlah wisatawan mancanegara, dengan sekitar 6,9 juta kunjungan tercatat sepanjang tahun, didominasi oleh kedatangan lewat Bandara Ngurah Rai. Hal ini menunjukkan permintaan yang tinggi terhadap berbagai bentuk pengalaman wisata yang lebih personal dan lokal. Data BPS juga memperlihatkan kenaikan kunjungan mancanegara pada Desember 2025 mencapai sekitar 572.668 orang, naik hampir 18,5 persen dibanding bulan sebelumnya. Ini konsisten menunjukkan momentum wisata Bali yang tetap kuat meskipun musim libur utama telah lewat. Pergeseran Tren Wisata: Dari Pantai ke 'Experiential Travel' Tren global juga menunjukkan pergeseran perilaku wisatawan. Laporan pasar global memperkirakan ukuran pasar experiential travel mencapai sekitar USD 54,7 miliar pada 2024 dan diproyeksikan tumbuh kuat hingga 2033, mencerminkan permintaan yang meningkat untuk pengalaman otentik, budaya, dan aktivitas lokal di luar kunjungan konvensional. Fenomena ini berlaku untuk wisatawan yang mencari hubungan lebih dalam dengan destinasi, dari kuliner tradisional hingga workshop budaya, bertemu komunitas lokal, atau aktivitas keluarga yang tidak sekadar bersantai di pantai. 1. Pura Ulun Siwi — Warisan Spiritual Abad ke-11 Mengunjungi pura dengan nilai sejarah tinggi menawarkan perspektif budaya Bali yang dalam, sekaligus pengalaman reflektif bagi pengunjung. 📍 Desa Jimbaran, Kuta Selatan 🕘 08.00–18.00 2. Workshop Jenggala Keramik — Seni Kerajinan yang Bisa Dibuat Sendiri Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung membuat dan melukis keramik, cocok sebagai oleh-oleh pengalaman. 📍 Kuta Selatan 🕘 09.00–18.00 💰 Estimasi: Rp550.000 3. Jungle Play — Aktivitas Edukatif untuk Keluarga Tempat ini memberikan ruang bermain yang aman dan edukatif, cocok untuk keluarga dengan anak kecil. 📍 Jimbaran HUB, Jl. Karang Mas 🕘 09.30–15.30 4. Pura Goa Gong — Sensasi Suara Alam yang Unik Fenomena suara gong di dalam gua ini menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan yang ingin pengalaman alam yang berbeda. 📍 Jimbaran 5. Samasta Lifestyle Village — Mau Kuliner, Belanja, Hiburan? Ada di Sini Tempat ini berkembang sebagai pusat aktivitas bersantai, belanja produk lokal, dan menonton pertunjukan budaya. 📍 Jimbaran 🕘 10.00–22.00 6. Pasar Ikan Kedonganan — Kuliner Laut Otentik Bali Wisata kuliner lokal mendapatkan tempat penting di pengalaman wisata modern; pengunjung bisa memilih ikan segar lalu mengolahnya langsung di tempat. 📍 Jl. Pantai Kedonganan 🕘 07.00–17.00 7. 70° Fahrenheit Koffie Factory — Cerita Kopi dari Biji ke Cangkir Selain menikmati kopi, pengunjung dapat mempelajari tahapan produksi, jenis kopi, serta teknik penyajian. 📍 Jl. Raya Kampus Unud No. 70 🕘 08.30–22.00 “Pengalaman Lokal” Menjadi Faktor Pertumbuhan Pariwisata “Wisatawan kini datang bukan hanya untuk pemandangan, tetapi mencari pengalaman yang bermakna, yang memberi mereka cerita yang bisa dibawa pulang,” kata Rama Ade, Hotel Manager Liberta Hotel Jimbaran. “Kami melihat peningkatan tamu yang mencari aktivitas budaya, workshop seni, serta pengalaman kuliner lokal yang otentik selama menginap.” Liberta Hotel Jimbaran terletak strategis dekat dengan semua destinasi alternatif ini, menjadikannya pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi berbagai pengalaman lokal di kawasan Jimbaran tanpa jauh dari penginapan. Informasi lengkap tentang fasilitas dan pemesanan dapat dilihat di www.libertahotels.com.