Jam Sibuk

Sorotan terbaru dari Tag # Jam Sibuk

Atur Waktu, Atur Kenyamanan: Ini Pola Jam Sibuk LRT Jabodebek dan Alternatifnya Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 11 Februari 2026 | 12:37 WIB

Atur Waktu, Atur Kenyamanan: Ini Pola Jam Sibuk LRT Jabodebek dan Alternatifnya

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek mencatat kepadatan tertinggi pada pagi hari di stasiun Harjamukti dan sore hari di stasiun Dukuh Atas, guna membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman. Mobilitas masyarakat Jabodebek pada hari kerja menunjukkan pola yang semakin konsisten. Berdasarkan data rata-rata pengguna LRT Jabodebek periode Januari 2026, kepadatan tertinggi terjadi pada pagi hari pukul 06.00–09.00 WIB dan sore hari pukul 16.00–20.00 WIB. Pada jam sibuk pagi, arus perjalanan didominasi pengguna dari wilayah penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta. Lima stasiun dengan volume pengguna tertinggi pada periode ini adalah: 1. Stasiun Harjamukti: rata-rata 9.056 pengguna/hari 2. Stasiun Cikunir 1: rata-rata 4.273 pengguna/hari 3. Stasiun Cikoko: rata-rata 4.236 pengguna/hari 4. Stasiun Jati Mulya: rata-rata 3.616 pengguna/hari 5. Stasiun Bekasi Barat: rata-rata 3.613 pengguna/hari Sementara itu, pada jam sibuk sore, kepadatan beralih ke stasiun-stasiun pusat kota sebagai titik awal perjalanan kembali ke wilayah penyangga. Lima stasiun dengan volume tertinggi pada periode ini antara lain: 1. Stasiun Dukuh Atas: rata-rata 11.217 pengguna/hari 2. Stasiun Kuningan: rata-rata 10.275 pengguna/hari 3. Stasiun Rasuna Said: rata-rata 5.716 pengguna/hari 4. Stasiun Pancoran: rata-rata 5.192 pengguna/hari 5. Stasiun Setiabudi: rata-rata 4.333 pengguna/hari Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan pola ini memberi dasar bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih rasional. “Data ini menunjukkan kapan pengguna berada pada tingkat kepadatan tertinggi. Bagi pengguna yang memiliki fleksibilitas waktu, menghindari jam sibuk bisa berarti mendapatkan tempat duduk, stasiun yang lebih tenang, serta pengalaman perjalanan yang lebih nyaman,” ujarnya. Selain memberi manfaat langsung bagi pengguna, informasi ini juga digunakan LRT Jabodebek untuk menata operasional layanan, mulai dari pengaturan rangkaian, pola pelayanan, hingga evaluasi kebutuhan kapasitas di jam-jam tertentu. “Pemilihan waktu dan arah perjalanan memengaruhi kualitas perjalanan. Dengan memahami pola ini, pengguna bisa menyesuaikan jam berangkat sesuai kebutuhan, sementara kami bisa mengelola layanan secara lebih presisi,” ucap Radhitya. Melalui data pola perjalanan ini, LRT Jabodebek mendorong mobilitas yang lebih terencana, di mana masyarakat tidak hanya menggunakan transportasi publik, tetapi juga mengoptimalkannya sesuai ritme aktivitas masing-masing. Informasi rute, jadwal, dan tarif tersedia melalui kanal digital resmi LRT Jabodebek untuk membantu masyarakat menyesuaikan waktu dan arah perjalanan sesuai kebutuhannya.

Duduk dan Berdiri Jadi Ruang Bersama Saat Jam Sibuk LRT Jabodebek Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 16 Januari 2026 | 08:00 WIB

Duduk dan Berdiri Jadi Ruang Bersama Saat Jam Sibuk LRT Jabodebek

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek memiliki kapasitas angkut yang memadai untuk mengakomodasi pengguna duduk dan berdiri, dengan fasilitas yang ramah bagi pengguna berkebutuhan khusus. Di jam sibuk pagi dan sore hari, kepadatan pengguna LRT Jabodebek menjadi bagian dari dinamika mobilitas perkotaan. Dalam kondisi tersebut, rangkaian LRT Jabodebek telah dirancang memiliki kapasitas angkut untuk mengakomodasi pengguna duduk maupun berdiri sebagai ruang perjalanan bersama agar tetap berjalan tertib dan efisien. Dalam satu rangkaian perjalanan, LRT Jabodebek terdiri dari 6 kereta yang tersusun atas 2 Motor Car Cab (MC) di bagian depan dan belakang, 2 Motor Car (M), dan 2 Trailer Car (T). Susunan ini memungkinkan pengaturan ruang yang seimbang antara tempat duduk dan ruang berdiri, sesuai dengan karakter perjalanan jarak menengah yang didominasi mobilitas harian. Satu rangkaian LRT Jabodebek menyediakan total 174 tempat duduk. Setiap kereta dilengkapi dengan 8+1 kursi prioritas yang diperuntukkan bagi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta pendamping balita. Penyediaan kursi prioritas ini menjadi bagian dari upaya menjaga aksesibilitas dan keadilan ruang di tengah kepadatan penumpang. Selain tempat duduk, kapasitas angkut juga didukung oleh ruang berdiri yang tertata. Pada kondisi kepadatan normal, setiap kereta dapat menampung sekitar 89-97 pengguna LRT Jabodebek berdiri, sehingga satu rangkaian mampu melayani sekitar 740 pengguna. Sementara pada kondisi kapasitas maksimal, dapat mencapai 179-194 pengguna LRT Jabodebek per kereta, dengan kapasitas maksimal satu rangkaian sekitar 1.308 pengguna. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan kepadatan pada jam sibuk merupakan bagian dari dinamika mobilitas perkotaan yang dihadapi transportasi publik massal. “LRT Jabodebek dirancang untuk melayani kondisi tersebut melalui pengaturan kapasitas duduk dan berdiri, agar perjalanan tetap berjalan tertib sebagai ruang bersama,” ujarnya. Kata Radhitya, pemahaman pengguna terhadap fungsi ruang di dalam kereta turut berperan dalam menjaga kualitas layanan transportasi publik, terutama pada jam-jam dengan tingkat permintaan tinggi. Penataan interior kereta, termasuk area prioritas, ruang berdiri, serta akses ramah bagi pengguna berkebutuhan khusus, dirancang untuk mendukung peran LRT Jabodebek sebagai salah satu tulang punggung mobilitas harian masyarakat di kawasan perkotaan dan wilayah penyangga Jakarta. “Transportasi publik merupakan ruang bersama. Dengan menggunakan ruang sesuai peruntukannya, perjalanan dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman bagi seluruh pengguna,” imbuhnya.