ISN

Sorotan terbaru dari Tag # ISN

Tarif Baja Era Trump Tegaskan Baja Instrumen Geopolitik, KS Tangkap Peluang Penguatan ISN Internasional
Internasional
Rabu, 11 Maret 2026 | 21:42 WIB

Tarif Baja Era Trump Tegaskan Baja Instrumen Geopolitik, KS Tangkap Peluang Penguatan ISN

Jakarta, katakabar.com - Dinamika perdagangan global semakin menjadikan tarif baja sebagai instrumen geopolitik membuka peluang strategis bagi penguatan industri baja nasional. Bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbkp/Krakatau Steel Group erubahan ini menegaskan pentingnya baja sebagai komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi sekaligus fondasi ketahanan industri. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan realitas global tersebut harus dibaca sebagai peluang untuk memperkuat fondasi industri baja nasional secara berkelanjutan. “Baja kini diakui secara global sebagai komoditas strategis yang menentukan ketahanan industri dan ekonomi suatu negara. Bagi Krakatau Steel, ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi sebagai industri baja nasional yang berdaya saing, efisien, dan mampu mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia,” kata Dr. Akbar Djohan yang menjabat Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Bagi Krakatau Steel Group, perubahan lanskap global ini mempertegas nilai strategis baja nasional sebagai tulang punggung pembangunan dan ketahanan ekonomi. Pergeseran dari rezim perdagangan netral menuju rezim berbasis kepentingan nasional menciptakan ruang bagi negara untuk memperkuat industri bajanya secara lebih terintegrasi. Dr. Akbar Djohan menjelaskan, penguatan industri baja nasional juga berperan penting dalam menjaga kepercayaan investor, karena menunjukkan adanya arah kebijakan yang konsisten dalam melindungi sektor strategis dari volatilitas geopolitik global. Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji dari Steel & Mining Insights, menimpali kebijakan tarif Amerika Serikat di era Presiden Donald Trump, termasuk ancaman terhadap negara-negara Eropa dan NATO terkait isu Greenland, menunjukkan perdagangan baja global tidak lagi sepenuhnya bergerak dalam logika pasar. Baja kini diposisikan sebagai instrumen kekuasaan dan keamanan nasional, sebuah realitas yang harus dibaca sebagai sinyal bisnis dan strategi jangka panjang bagi industri baja Indonesia. Widodo menilai kasus Greenland menandai babak baru dalam perdagangan global, di mana tarif digunakan sebagai alat tekanan politik, bukan lagi sekadar koreksi distorsi pasar. “Untuk pertama kalinya secara sangat terbuka, tarif tidak lagi dikaitkan dengan dumping atau lonjakan impor, tetapi dijadikan tuas untuk memengaruhi sikap politik negara lain. Dalam konteks ini, perdagangan telah bertransformasi menjadi bahasa kekuasaan,” terang Widodo. Menurutnya, akses pasar Amerika Serikat kini diperlakukan sebagai leverage strategis, bahkan untuk isu yang berada di luar domain perdagangan. Pergeseran ini mengaburkan batas antara kebijakan ekonomi, keamanan nasional, dan politik luar negeri. Pergeseran perdagangan baja global ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, khususnya memperkuat ketahanan ekonomi nasional, hilirisasi industri, dan kemandirian sektor strategis. Industri baja tidak lagi dapat diposisikan semata sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai instrumen kedaulatan ekonomi. Pada konteks ini, Krakatau Steel terus mendorong transformasi bisnis, efisiensi operasional, serta penguatan pasar domestik sebagai basis pertumbuhan jangka panjang. Strategi tersebut tidak hanya menjawab tantangan global, tetapi juga memastikan industri baja nasional menjadi bagian integral dari arsitektur ketahanan ekonomi Indonesia. Dengan dinamika global yang semakin menempatkan baja sebagai komoditas strategis, Krakatau Steel Group memandang penguatan industri baja nasional bukan sekadar respons defensif, melainkan peluang bisnis untuk membangun industri yang tangguh, bernilai tambah tinggi, dan relevan dalam peta kepentingan strategis global.

Gandeng PT Pindad dan ITB, BPDP Perkuat Hilirisasi dan Kemandirian ISN Nusantara
Nusantara
Minggu, 26 Oktober 2025 | 16:39 WIB

Gandeng PT Pindad dan ITB, BPDP Perkuat Hilirisasi dan Kemandirian ISN

Malang, katakabar.com - Divisi Munisi PT Pindad, Turen, Malang jadi saksi bisu Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tegaskan komitmen dukung pengembangan industri strategis nasional (ISN) lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan PT Pindad dan Institut Teknologi Bandung (ITB), di pertengahan Oktober 2025 lalu. Kerja sama ini berfokus pada pendanaan pembangunan fasilitas bahan baku industri pertahanan serta penguatan riset dan pengembangan teknologi manufaktur dalam negeri. Di kegiatan itu hadir Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, serta jajaran BPDP lainnya, termasuk Joko Supriyono, Anggota Dewan Pengawas BPDP. Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menyampaikan pembangunan fasilitas ini bagian dari upaya memperkuat hilirisasi berbasis sumber daya perkebunan, sekaligus memastikan nilai tambah industri strategis terjadi di dalam negeri. “Pembangunan Pabrik Bahan Baku Industri Alutsista Merah Putih ini bukan semata pembangunan infrastruktur industri. Pembangunan ini mencerminkan visi bersama untuk memperkuat kemandirian bangsa bidang teknologi strategis nasional, memperkuat daya saing industri dalam negeri, serta membuka ruang bagi pengembangan sumber daya manusia dan hilirisasi produk-produk bernilai tambah,” ujar Eddy. BPDP menegaskan dukungan pendanaan dilakukan berdasarkan prinsip akuntabilitas, tata kelola yang baik, serta berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi negara. “Sebagai Badan Pengelola Dana, penting bagi kami memastikan pendanaan dikembangkan secara transparan dan berorientasi pada manfaat pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Eddy. Kerja sama ini sekaligus menjadi implementasi konsep triple-helix collaboration antara pemerintah sebagai fasilitator kebijakan dan pendanaan, akademisi sebagai pusat inovasi teknologi, dan industri sebagai pelaksana produksi. Melalui kolaborasi ini, transfer teknologi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, keterlibatan industri lokal, dan penguatan rantai pasok nasional diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan terarah. BPDP akan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar keamanan, kepatuhan industri, serta mengedepankan prinsip transparansi dan peningkatan kapasitas nasional. Dukungan pendanaan ini juga diharapkan menjadi model kemitraan berkelanjutan dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan berbasis teknologi dalam negeri.

PalmCo dan Kementan Sinergi Bentuk Program PATEN Cetak Kader Unggul Jawab Dinamika ISN Sawit
Sawit
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 13:53 WIB

PalmCo dan Kementan Sinergi Bentuk Program PATEN Cetak Kader Unggul Jawab Dinamika ISN

Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo) bangun sinergi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) bentuk program beasiswa PalmCo Talent Pipeline Program (PATEN). Lewat program itu sebanyak 15 mahasiswa terpilih dari Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan dan Politeknik LPP Yogyakarta menerima dukungan untuk melanjutkan pendidikan, dan persiapan karier di industri kelapa sawit. Penyerahan beasiswa berlangsung di Gedung Serbaguna ITSI Medan, Jumat (10/10) kemarin, dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, Direktur SDM & TI, Suhendri dan jajaran manajemen PalmCo, serta perwakilan Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY). Menurut Abdul Roni Angkat, pembangunan SDM perkebunan tidak hanya titikberatkan pada aspek teknis, melainkan pembentukan karakter dan integritas. "Banyak yang bisa belajar teori, tetapi tidak semua mampu membangun karakter yang kuat. Pendidikan perkebunan harus membentuk pribadi jujur, disiplin, dan berintegritas,” ujarnya, dilansir dari laman jpnn.com, Sabtu siang. Ia mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan beasiswa PATEN dengan serius. Keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan akademik, melainkan juga oleh ketekunan, semangat belajar, dan sikap positif menghadapi tantangan. “Jangan takut gagal dan jangan berhenti bermimpi. Keberhasilan datang dari upaya perbaikan diri yang terus-menerus,” ucapnya. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, menjelaskan program PATEN bagian dari strategi perusahaan cetak kader unggul siap menjawab dinamika industri sawit nasional. Dia menyebut dari 153 pendaftar, hanya 15 mahasiswa yang lolos seleksi ketat, menunjukkan ketatnya kompetisi sekaligus potensi besar generasi muda di bidang perkebunan. “Melalui PATEN, kami ingin membangun talenta yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga karakter kuat dan kesadaran sosial,” terangnya. Ia menekankan nilai-nilai integritas, disiplin, dan religiusitas menjadi fondasi utama membentuk tenaga kerja perkebunan masa depan yang berdaya saing. Kata Jatmiko, transformasi industri sawit yang berkelanjutan hanya dapat tercapai dengan SDM yang tangguh dan adaptif, yang mampu mendorong produktivitas, efisiensi, serta inovasi. Suhendri, Direktur SDM & TI PTPN IV PalmCo, menimpali PATEN bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bagian dari program pembinaan berkelanjutan. Para penerima beasiswa mendapatkan pelatihan, bimbingan, serta kesempatan bekerja dalam ikatan dinas di lingkungan kerja perusahaan sawit terluas di dunia.