Inklusif
Sorotan terbaru dari Tag # Inklusif
Memajukan Masa Depan AI Inklusif bagi Global South
Oleh: Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia Jakarta, katakabar.com - India akan menjadi tuan rumah Global AI Impact Summit 2026 di New Delhi pada 16 hingga 20 Februari 2026. KTT ini akan mempertemukan lebih dari 100 negara dan organisasi internasional, dengan tujuh kelompok kerja khusus, atau “Chakras,” yang diketuai bersama oleh India dan dua negara lainnya, untuk merumuskan hasil yang relevan bagi Global North maupun Global South. Melalui sidang pleno para pemimpin, forum diskusi CEO, tantangan inovasi pemuda, serta simposium riset berdampak tinggi, tujuan KTT ini adalah membangun visi bersama bahwa masa depan kecerdasan buatan harus bersifat inklusif, transparan, dan dikelola melalui tata kelola kolaboratif. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong dampak nyata dan dapat ditingkatkan skalanya dalam berbagai bidang, mulai dari prediksi pandemi hingga efisiensi pertanian, pemantauan iklim, serta peningkatan keterampilan digital bagi komunitas yang kurang terlayani. Indonesia memainkan peran aktif dalam membentuk hasil nyata dari KTT ini, yang dapat berkontribusi pada pengembangan solusi berbasis AI yang berpusat pada manusia dan berlandaskan etika. Dalam beberapa pekan terakhir, Indonesia, bersama Belanda, telah memberikan kontribusi signifikan dalam Kelompok Kerja “AI untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Kebaikan Sosial.” Mengingat banyaknya kesamaan pendekatan India dan Indonesia dalam membangun ekosistem AI yang human-centric, partisipasi aktif Indonesia, baik dalam proses pembentukan hasil KTT maupun dalam pelaksanaan KTT itu sendiri, akan memberikan manfaat besar bagi Global South secara keseluruhan. Strategi AI Nasional Indonesia (Stranas KA), sejalan dengan visi AI yang berpusat pada manusia dan beretika. Visi jangka panjang menuju tahun 2045 menekankan pengembangan talenta serta penerapan AI secara terarah di sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pertanian, dan layanan publik. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam menerjemahkan inovasi menjadi nilai sosial yang nyata. Pengalaman Indonesia dalam membangun “Sahabat,” sebuah ekosistem model bahasa besar (Large Language Model/LLM) yang dirancang untuk beroperasi dalam Bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah lainnya, merupakan upaya pionir yang patut dibagikan untuk direplikasi secara global. Indonesia juga melakukan investasi penting dalam kapasitas GPU (graphics processing unit) serta pusat data. Berdasarkan Stanford AI Index Report 2025 dan sumber lainnya, Indonesia termasuk dalam 10 negara teratas dalam pertumbuhan talenta AI, dengan peningkatan konsentrasi talenta AI hampir 200 persen antara tahun 2016 hingga 2024. Hal yang menggembirakan adalah Indonesia termasuk negara paling optimistis di dunia terhadap AI, dengan 80 persen penduduk memandang AI sebagai sesuatu yang bermanfaat. Indonesia juga diakui sebagai pemimpin regional di Asia Tenggara dalam hal adopsi AI. Pendekatan India terhadap AI tidak terbatas pada kemajuan teknis dan keuntungan ekonomi semata. India menargetkan dampak sosial-ekonomi yang nyata, dengan memanfaatkan AI untuk meningkatkan layanan kesehatan, mengoptimalkan pertanian, mentransformasi pendidikan, serta memperkuat ketahanan iklim. Ambisi India adalah memberdayakan setiap warga negara dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan serta inklusif, khususnya bagi Global South. Laporan Stanford menempatkan India pada posisi ketiga secara global dalam hal daya saing AI. Peringkat ini menyoroti pertumbuhan pesat India dalam lanskap AI global. Laporan tersebut mengukur pertumbuhan dan inovasi AI dari tahun 2017 hingga 2024, yang mencerminkan meningkatnya talenta AI India, kapabilitas riset yang kuat, ekosistem startup yang dinamis, investasi dan dampak ekonomi, infrastruktur, serta kebijakan dan tata kelola. Berlandaskan visi “Making AI in India and Making AI Work for India,” India meluncurkan IndiaAI Mission pada Maret 2024, dengan alokasi anggaran sekitar US$100 miliar selama lima tahun. Misi ini menjadi langkah penting dalam menjadikan India pemimpin global dalam kecerdasan buatan. Sejak diluncurkan, misi ini telah menunjukkan kemajuan besar dalam memperluas infrastruktur komputasi nasional. Dari target awal 10.000 GPU, India kini telah mencapai 38.000 GPU, sehingga menyediakan akses terjangkau terhadap sumber daya AI berkelas dunia. GPU tersebut tersedia bagi para pengembang aplikasi dengan tarif bersubsidi, yaitu kurang dari satu dolar per jam. Salah satu pilar IndiaAI Mission, yakni “AIKosh,” mengembangkan kumpulan data besar untuk melatih model AI. Platform ini mengintegrasikan data dari sumber pemerintah maupun nonpemerintah. AIKosh memiliki lebih dari 5.500 dataset serta 251 model AI dan teknologi bahasa yang mencakup 20 sektor. Melalui inisiatif seperti BHASHINI dan BharatGen, India mendemokratisasi akses terhadap alat AI multibahasa. India dan Indonesia memiliki pendekatan bersama terhadap AI yang inklusif, yang didasarkan pada keyakinan kuat bahwa teknologi harus meningkatkan kualitas hidup dan memperluas peluang. AI tidak dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai penggerak pembangunan yang sejalan dengan visi Viksit Bharat atau India Maju 2047 dan Indonesia Emas 2045. Dengan skala besar, demografi muda, serta ekosistem inovasi yang terus berkembang, kedua negara berada pada posisi yang kuat untuk menjadi pemimpin regional dalam AI yang bertanggung jawab. Kedua negara kita juga menyadari bahwa keberagaman dan keseimbangan gender dalam ekosistem AI bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Bias dalam data akan menghasilkan bias dalam hasil. Inklusi dalam desain menentukan inklusi dalam dampak. Hal ini juga memperkuat alasan untuk mengembangkan bersama model AI multibahasa serta sumber daya bahasa yang dikembangkan secara lokal guna mengurangi bias data dan memastikan relevansi kontekstual bagi masyarakat Global South. Patut dicatat bahwa Stranas KA dan kerangka etika AI Indonesia menekankan kepercayaan, transparansi, pengembangan talenta, serta akuntabilitas dalam mengintegrasikan AI ke sektor-sektor prioritas nasional. Berdasarkan Indeks Kesiapan AI IMF, muncul alasan kuat bagi terbentuknya aliansi AI antara India dan Indonesia, karena skor masing-masing negara menunjukkan “kekuatan” institusional yang saling melengkapi. Kekuatan India terletak pada skala, keterampilan STEM, Digital Public Infrastructure (DPI, India Stack), riset dan pengembangan (volume paten AI yang tinggi), perusahaan teknologi besar, serta investasi asing yang signifikan di sektor ini. Sementara, Indonesia memiliki skor yang kuat dalam kesiapan infrastruktur, regulasi dan etika, serta konektivitas telekomunikasi. Dengan menyelaraskan kerangka regulasi dan kebijakan, dua raksasa Asia ini dapat mencegah Global South menjadi “lahan uji coba” bagi model bisnis pihak lain yang bersifat oportunistik, sekaligus menetapkan standar yang adil dan berpusat pada manusia sesuai semangat “AI untuk Semua.” Bidang kerja sama lain yang layak dipertimbangkan adalah investasi kolaboratif serta pengembangan bersama pusat data dan kapasitas pemrosesan, yang juga dapat berguna secara strategis. Isu-isu tersebut menjadi inti pembahasan dalam acara pra-KTT Global AI Impact Summit yang diselenggarakan di Jakarta. Diskusi tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada langkah-langkah konkret untuk membangun ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan menjelang Global AI Impact Summit 2026. Bagi negara seperti India dan Indonesia, pertanyaan seputar AI bukanlah hal yang abstrak atau jauh. Isu ini bersifat segera, berdampak besar, dan sangat terkait dengan jalur pembangunan nasional. Dengan populasi yang besar dan beragam, sistem pemerintahan demokratis, keragaman bahasa, serta prioritas pembangunan yang masih terus berkembang, pilihan yang kita ambil terkait AI akan membentuk tidak hanya hasil nasional tetapi juga norma global tentang bagaimana AI dikelola, diterapkan, dan dialami. Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Menteri Nezar Patria dalam acara pra-KTT, kemitraan antara Indonesia dan India dapat menghadirkan peluang besar bagi pengembangan kecerdasan buatan yang berorientasi pada kepentingan Global South secara lebih luas, serta membentuk wacana masa depannya melalui pendekatan yang berpusat pada manusia. Secara keseluruhan, diskusi pra-KTT menegaskan perlunya pergeseran dari strategi menuju implementasi, dengan kerja sama Selatan–Selatan muncul sebagai jalur utama menuju AI yang inklusif dan akuntabel. Hanya melalui aksi kolektif kesenjangan AI dapat dijembatani. India tetap berkomitmen kuat untuk memajukan AI yang inklusif dan dapat ditingkatkan skalanya, serta siap bermitra dan menciptakan solusi bersama.
Kedubes India Dorong Kolaborasi AI Inklusif India–Indonesia Lewat AI Pre-Summit 2026
Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India di Jakarta, bekerja sama dengan MicroSave Consulting (MSC), India Indonesia Chamber of Commerce (IndCham), serta Women Entrepreneurship Platform (WEP) di bawah NITI Aayog, gelar acara resmi Pra-KTT AI Impact Summit 2026 bertajuk People, Planet, Progress: Dialog India–Indonesia tentang AI Inklusif di Le Meridien Jakarta, Rabu (21/1) lalu. Forum ini mempertemukan pejabat pemerintah senior, pemimpin industri, mitra pembangunan global, serta pakar teknologi dari India dan Indonesia untuk memperdalam kerja sama dalam pengembangan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab, berpusat pada manusia, dan berlandaskan tata kelola etis. Duta Besar India untuk Indonesia menegaskan peran strategis kecerdasan buatan dalam mendorong kemaslahatan sosial dan pembangunan berkelanjutan. “Kecerdasan buatan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas layanan publik, memperluas inklusi keuangan, serta memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis kebutuhan. Tantangan kita bersama adalah memastikan bahwa AI benar-benar melayani masyarakat,” ujar Duta Besar India. Indonesia dan India saat ini bekerja sama erat, termasuk melalui peran Indonesia sebagai negara ketua bersama dalam kelompok kerja AI untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Kemaslahatan Sosial. Dialog di Jakarta ini menjadi pondasi penting menuju AI Impact Summit 2026 yang akan diselenggarakan di New Delhi pada 19 hingga 20 Februari 2026 di bawah koordinasi Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi), Nezar Patria, menyoroti besarnya peluang yang muncul dari pertumbuhan ekonomi digital kedua negara. “Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 330 miliar dolar AS pada 2030, sementara ekonomi digital India berada pada jalur menuju 1 triliun dolar AS. Pertumbuhan paralel ini membuka peluang strategis untuk memanfaatkan AI dalam menjawab tantangan publik, mulai dari inklusi keuangan hingga ketahanan iklim,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya penguatan komitmen terhadap konsep Sovereign AI di tengah dinamika geopolitik global. “Kemampuan negara untuk membangun, mengatur, dan menerapkan AI dengan memanfaatkan data, talenta, dan infrastrukturnya sendiri merupakan kunci dalam menjaga kedaulatan digital,” tambahnya. Diskusi juga menyoroti pentingnya pendekatan menyeluruh terhadap pengembangan AI, termasuk aspek perangkat keras dan rantai pasok semikonduktor. “Indonesia dengan kekayaan sumber daya mineralnya, dan India dengan misi semikonduktornya yang ambisius, berada pada posisi yang unik untuk membangun rantai pasok teknologi yang terintegrasi dan tangguh,” kata Nezar. Ia menegaskan kolaborasi ini penting agar negara-negara Global South tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen dan inovator teknologi dasar abad ke 21. AI Impact Summit 2026 Fokus Dampak Nyata Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan AI Impact Summit 2026 di India akan menempatkan dampak nyata sebagai fokus utama. “Forum ini tidak hanya akan membahas bagaimana memanfaatkan AI, tetapi bagaimana AI dapat secara konkret meningkatkan kualitas hidup dan menjembatani kesenjangan sosial dan ekonomi. Tantangan terbesar pengembangan AI saat ini adalah memastikan inklusivitas,” ucapnya. Ia menambahkan posisi India sebagai representasi Global South memungkinkan terjadinya pembelajaran multidimensi antarnegara, termasuk dari pengalaman Indonesia. President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menekankan pentingnya kolaborasi lintas industri dalam menerjemahkan visi kebijakan AI menjadi dampak ekonomi yang nyata. “Interoperabilitas sistem AI, kemitraan bisnis India dan Indonesia, serta penguatan ekosistem startup dan UMKM merupakan fondasi agar AI tidak berhenti pada inovasi teknologi, tetapi benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing,” tuturnya. Sementara, Programme Director dan Mission Director Women Entrepreneurship Platform, Anna Roy, menyoroti komitmen India mendorong inovasi AI yang dipimpin oleh perempuan. “Ekosistem AI yang inklusif harus menjamin akses yang setara terhadap keterampilan, perangkat, dan peluang bagi perempuan serta inovator muda di kawasan,” jelasnya. Acara ini juga menghadirkan diskusi panel strategis yang melibatkan pembuat kebijakan, sektor swasta, lembaga filantropi, dan organisasi pembangunan multilateral. Panel membahas penguatan kerja sama Selatan–Selatan, interoperabilitas data, digital public goods, serta peran AI dalam pemberdayaan tenaga kerja dan UMKM. Direktur Infrastruktur, Ekosistem, dan Keamanan Digital Kementerian PPN Bappenas, Andianto Haryoko, menegaskan AI dan transformasi digital merupakan pilar penting pembangunan jangka menengah dan panjang Indonesia. “AI harus mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat layanan publik, dengan memastikan manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan, pekerja informal, dan UMKM,” tukasnya. Acara ditutup dengan sambutan penutup dari Grace Retnowati, Partner dan Country Head MSC Southeast Asia, yang menegaskan komitmen MSC dalam mendorong pengembangan AI yang berpusat pada manusia di kawasan Asia Tenggara. “Nilai sejati AI terletak pada kemampuannya menjunjung martabat manusia, memperluas kesempatan, dan memberdayakan komunitas. Kami akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dan industri untuk memastikan sistem AI dirancang secara bertanggung jawab dan dapat diakses secara luas,” terangnya. Melalui AI Pre-Summit 2026 ini, India dan Indonesia menegaskan kembali komitmen bersama untuk membangun ekosistem kecerdasan buatan yang inklusif, etis, dan berdampak nyata, sejalan dengan aspirasi negara-negara Global South dan prinsip people, planet, dan progress.
India Stack: Infrastruktur Publik Digital India Pertumbuhan Inklusif dan Transformasi Global
Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India menegaskan komitmen India mendorong transformasi digital yang inklusif melalui pengembangan dan penerapan India Stack, sebuah ekosistem Digital Public Infrastructure (DPI) yang telah menjadi pondasi utama bagi kemajuan layanan publik dan ekonomi digital India. India Stack merupakan kumpulan Application Programming Interface (API) terbuka dan Digital Public Goods yang memungkinkan pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat untuk berinteraksi dan bertransaksi secara digital. Infrastruktur ini dirancang dengan prinsip tanpa uang tunai, tanpa kertas, dan tanpa kehadiran fisik, guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik. Komponen utama India Stack meliputi Aadhaar sebagai identitas digital nasional, Unified Payments Interface (UPI) untuk sistem pembayaran instan, DigiLocker untuk penyimpanan dokumen digital, e-Sign, e-KYC, Direct Benefit Transfer (DBT), serta berbagai platform layanan publik lainnya, termasuk sektor kesehatan dan kesejahteraan sosial. Dikonseptualisasikan sejak awal tahun 2000-an dan mulai diimplementasikan pada 2009 melalui program Aadhaar, India Stack dikembangkan sebagai sistem yang aman, interoperable, dan dapat diskalakan. Meskipun berangkat dari pengalaman India, kerangka kerja ini tidak terbatas pada satu negara dan dapat diadaptasi oleh negara maju maupun negara berkembang. India Stack mencerminkan pendekatan India dalam membangun infrastruktur digital yang berorientasi pada kepentingan publik serta mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Lima Lapisan Utama India Stack India Stack beroperasi melalui lima lapisan utama. Lapisan cashless mendukung transaksi keuangan digital secara real-time melalui UPI dan sistem pembayaran interoperable lainnya. Lapisan paperless memungkinkan penyimpanan dan pertukaran dokumen resmi secara elektronik. Lapisan presence-less menyediakan verifikasi identitas digital tanpa kehadiran fisik melalui Aadhaar. Lapisan consent memastikan perlindungan data pribadi melalui mekanisme persetujuan yang transparan dan berbatas tujuan. Sementara, lapisan commerce yang didukung oleh Open Network for Digital Commerce (ONDC) mendorong terciptanya ekosistem perdagangan digital yang terbuka, kompetitif, dan inklusif, khususnya bagi UMKM. Penerapan India Stack telah memberikan manfaat langsung bagi ratusan juta warga India. Infrastruktur ini memainkan peran penting dalam memperluas inklusi keuangan, meningkatkan akses layanan publik, serta mendorong kewirausahaan dan inovasi digital. Melalui mekanisme DBT, penyaluran subsidi dan bantuan pemerintah kini dilakukan secara langsung ke rekening penerima, sehingga mengurangi kebocoran dan praktik korupsi. Keberhasilan India Stack telah menjadikannya model global bagi pembangunan infrastruktur publik digital. India secara aktif berbagi pengalaman dan praktik terbaik dengan negara-negara sahabat dalam membangun DPI sebagai landasan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Meskipun tantangan terkait perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan inklusivitas digital masih terus dihadapi, India Stack telah membuktikan kemampuannya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat tata kelola layanan publik. Komitmen Kerja Sama Internasional Kedutaan Besar India menegaskan kesiapan India untuk terus memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Indonesia, dalam pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur publik digital. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pendorong transformasi digital, inovasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat global. Artikel ini ditulis oleh Debnath Shaw, mantan Komisioner Tinggi untuk Tanzania dan Duta Besar untuk Azerbaijan. Pernah bertugas di Misi India di Hong Kong, Beijing (dua kali), Bonn, dan Dhaka, serta di Kantor Pusat dalam berbagai posisi. Pernah ditempatkan di Kementerian Pertahanan sebagai JS (PIC) 2005-07. Visiting Fellow di CSIS, Washington DC 2004-05.
Jalur Pertumbuhan Hijau dan Inklusif AAC di Kawasan ASEAN
Jakarta, katakabar.com - Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap investasi berkelanjutan, Aurora Archipelago Capital (AAC) memimpin transformasi ekonomi di kawasan ASEAN, terutama Indonesia melalui kerangka kerja keuangan hijau yang sistematis dan pendekatan pembangunan inklusif. Sebagai lembaga investasi yang berfokus pada pasar emerging, AAC tidak hanya mengejar keuntungan finansial; melainkan menekankan dampak sosial dan lingkungan yang dapat diukur dan dapat diskalakan, yang menjadi landasan perubahan struktural jangka panjang di kawasan ini. Kurun beberapa tahun terakhir, portofolio investasi hijau AAC mencatat kinerja kuat, menghasilkan imbal hasil 17,2%, salah satu yang tertinggi di antara aset pasar emerging. Dengan mematuhi ketat taksonomi hijau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, portofolio ini juga memperoleh insentif pajak lima tahun, memperkuat stabilitas imbal hasil. Dengan fokus pada energi geothermal, rantai pasok bahan baterai, dan minyak sawit berkelanjutan (RSPO), AAC sedang membangun ekosistem investasi ESG yang mencakup energi, bahan baku, dan pertanianmemperkuat standar tata kelola di sepanjang rantai pasok hijau di Asia Tenggara.Kontribusi lingkungan AAC sangat signifikan. Melalui proyek geotermal, pengembangan rantai pasok baterai, dan inisiatif pertanian hijau, perusahaan telah mengurangi emisi CO₂ sebesar 1,2 juta ton dan menciptakan lebih dari 480.000 pekerjaan hijau di sektor terkait. Dampak ini tidak hanya mempercepat transisi ekonomi hijau Indonesia tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pemuda dan keluarga berpenghasilan rendah membuat transformasi hijau lebih inklusif dan berkelanjutan.Pendidikan dan keuangan inklusif menjadi pilar tambahan dalam strategi AAC. Program pendidikan investasi berbasis nilai AAC kini menjangkau 720 pesantren di seluruh Indonesia, memberikan pelatihan literasi keuangan, prinsip investasi, dan pendidikan ekonomi kepada 32.000 siswa. Inisiatif ini membekali generasi muda dengan keterampilan esensial untuk era digital sambil menjembatani pendidikan Islam tradisional dengan konsep keuangan modern.Dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), AAC memanfaatkan pelatihan digital dan alat keuangan inklusif untuk memperkuat kapasitas bisnis. Lebih dari 180.000 UMKM telah menyelesaikan pelatihan online dan melaporkan peningkatan rata-rata 41% dalam kinerja bisnis. Di pasar ASEAN di mana akses ke pembiayaan sering terbatas, program ini secara signifikan membantu UMKM mengatasi hambatan modal dan terintegrasi ke dalam rantai pasok regional.AAC menyadari bahwa untuk Indonesia beralih dari ekonomi berbasis sumber daya menjadi ekonomi berbasis investasi, mekanisme modal-kepercayaan yang berkelanjutan sangat penting. Untuk tujuan ini, perusahaan telah mengembangkan model komprehensif yang menghubungkan sistem pendidikan, infrastruktur teknologi keuangan, tata kelola aset hijau, dan aliran modal jangka panjang. Dengan menggabungkan standar ESG global, regulasi lokal, dan praktik investasi internasional, AAC mendorong "budaya modal lintas siklus" yang menekankan pertumbuhan stabil, nilai sosial, dan keadilan antar generasi. Dari energi hijau hingga pendidikan inklusif, dari pemberdayaan UMKM hingga penguatan tata kelola modal, AAC membentuk transformasi berarti di seluruh ASEAN. Dengan menghubungkan keahlian profesional tingkat Wall Street dengan kebutuhan nyata komunitas lokal, AAC mengarahkan kawasan ini menuju masa depan yang lebih hijau, berkelanjutan, dan inklusif.
Multi Pihak Dorong Kesetaraan gender dan Praktik Kerja Inklusif Industri Sawit
Samarinda, katakabar.com - Kabupaten Paser dan Kutai Timur jadi pilot projeck kolaborasi multi pihak dorong kesetaraan gender, perlindungan perempuan, dan praktik kerja inklusif di industri sawit. Adalah Solidaridad bersama Jaringan Ketenagakerjaan Sawit Berkelanjutan (JAGASAWITAN), sebuah inisiatif bersama antara Jejaring Serikat Pekerja/Serikat Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), inisiasi sebuah sinergi multi-pihak. Sinergi ini bertujuan mendorong kesetaraan gender, perlindungan perempuan, dan praktik kerja inklusif di industri sawit. Sinergi ini diimplementasikan melalui program Powerrr, yakni Kesetaraan Perempuan dan Kelapa Sawit melalui Sumber Daya, Hak, dan Keterwakilan di Indonesia. Program ini menjadikan Kalimantan Timur, dengan fokus utama di Kabupaten Paser dan Kutai Timur, sebagai pilot project percontohan nasional. Keberhasilan model yang dikembangkan di sini diharapkan dapat menjadi cetak biru untuk transformasi praktik kerja yang lebih luas di industri sawit Indonesia. Peluncuran program ini sangat relevan dengan momentum transformasi ekonomi Kalimantan Timur, yang menjadikan sektor sawit berkelanjutan sebagai salah satu pilar strategisnya. Di tengah upaya daerah memenuhi standar keberlanjutan global (RSPO) dan nasional (ISPO), isu sosial dan ketenagakerjaan, khususnya terkait posisi pekerja perempuan, masih menjadi tantangan serius. Program POWERRR hadir untuk menjawab tantangan tersebut, sekaligus memperkuat narasi positif industri sawit. Program ini hadir untuk mengatasi tantangan mendesak di Kalimantan Timur, di mana sektor sawit masih menghadapi segregasi gender di pasar kerja. Perempuan seringkali menjadi mayoritas pekerja harian lepas (BHL), tidak diakui secara formal sebagai 'petani'. Akibatnya, mereka sulit mengakses kepemilikan lahan, serta menghadapi risiko kesehatan kerja (K3), upah tidak setara, dan kekerasan berbasis gender (GBV). Country Manager Solidaridad Indonesia, Yeni Fitriyanti, menyatakan kolaborasi ini momentum penting untuk beralih dari sekadar wacana menjadi aksi konkret. “Kami memulai dari Kalimantan Timur, khususnya Paser, sebagai pilot untuk menciptakan model yang teruji. Fokus kami pada '3R', yakni Resources, Rights, and Representation, bertujuan memastikan petani dan pekerja perempuan di rantai pasok kelapa sawit Kaltim memiliki akses setara terhadap sumber daya, hak-hak mereka di tempat kerja dilindungi, dan suara mereka terwakili dalam pengambilan keputusan,” ucap Yeni, dilansir dari laman agrofarm.co.id, Jumat (24/10) sore. Kata Yeni, ini bukan hanya tentang keadilan sosial, tetapi tentang meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri sawit, yang terhubung langsung dengan pemenuhan standar ISPO dan RSPO. Model percontohan di Kalimantan Timur ini akan menjadi landasan untuk penguatan sawit berkelanjutan di seluruh Indonesia. Dukungan penuh datang dari mitra strategis, yakni Sumarjono Saragih, Presidensi JAGASAWITAN, sekaligus Ketua GAPKI Bidang Pengembangan SDM, menegaskan meski industri sawit adalah pilar ekonomi penting, sektor ini tidak bisa menutup mata terhadap tantangan sosial. “Kegiatan ini adalah langkah konkret untuk menyatukan pemahaman dan membangun sinergi. GAPKI terbuka dan aktif berkolaborasi dengan multipihak; termasuk dengan mitra terbaru kami, Solidaridad. Kami memulai inisiatif baru ini untuk memastikan adanya kesetaraan dan keadilan gender. Hak pekerja perempuan harus dipenuhi, dihormati, dan mereka terhindar dari kekerasan. Dengan cara itu, akan terwujud sawit Indonesia ramah perempuan yang merupakan indikator penting dalam sawit berkelanjutan,” tegasnya. Di sisi lain, Sumarjono mengutarakan serikat pekerja bukan hanya mitra dialog sosial, tetapi aktor penggerak perubahan di tingkat kebun. “Kami berkomitmen untuk memastikan suara perempuan pekerja sawit dan perempuan petani sawit didengar dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut kesejahteraan mereka,” jelasnya. “Melalui program Powerrr, kami akan memperkuat kapasitas serikat di tingkat perusahaan agar dapat mengintegrasikan perspektif gender ke dalam perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan mekanisme perlindungan dari kekerasan dan pelecehan di tempat kerja,” imbuhnya. Peluncuran program ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan strategis, termasuk perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA), Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Perkebunan dari tingkat Provinsi Kaltim, Kabupaten Paser, dan Kutai Timur. Turut hadir pula perwakilan dari GAPKI, serikat pekerja F HUKATAN, 15 perusahaan kelapa sawit, serta organisasi masyarakat sipil. Program Powerrr dirancang untuk menjangkau, memberi manfaat, dan memberdayakan secara langsung 3.500 perempuan di rantai pasok kelapa sawit Kalimantan Timur, dengan fokus khusus pada mereka yang berasal dari kelompok terpinggirkan. Target ini terbagi menjadi 1.500 petani perempuan dan 2.000 pekerja perempuan. Seluruh 3.500 perempuan ini akan menerima pelatihan literasi keuangan dari Syngenta, Solidaridad, dan anggota konsorsium Powerrr lainnya, seperti Perempuan Mahardika dan Pusat Studi Gender/PSG Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur.
Ciptakan Lingkungan Kerja Inklusif: Langkah Nyata Indodana Finance Mendukung ESG
Jakarta, katakabar.com - Direktur Utama Indodana Finance, Mira Wibowo terima apresiasi sebagai The Most Outstanding Women 2025 in Multifinance dari acara Womenomics, sebuah momen pemberian apresiasi kepada perempuan-perempuan hebat pada industri keuangan. Guna perkuat upaya untuk mendukung kesetaraan gender, Indodana Finance menerima apresiasi Womenomics, sebuah momen pemberian apresiasi kepada perempuan-perempuan hebat dalam industri keuangan. Direktur Utama Indodana Finance, Mira Wibowo terima apresiasi sebagai The Most Outstanding Women 2025 in Multifinance. Hal ini menjadi bentuk komitmen Indodana Finance mendorong kesetaraan gender di lingkungan kerja, sejalan dengan pilar sosial ESG (environmental, social, and governance). Penerapan prinsip ESG kini menjadi bagian penting dalam strategi bisnis berkelanjutan. Prinsip ini menekankan pentingnya perusahaan untuk tidak hanya fokus pada performa finansial, tetapi juga menaruh kepedulian terhadap dampak lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel. Selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals atau SDGs, ESG menjadi fondasi dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Indodana Finance berkomitmen untuk mendukung prinsip-prinsip ESG termasuk dalam pilar sosial, hal ini tercermin melalui penerapan kesetaraan gender dalam lingkungan kerja.
Penggerak Hilirisasi, MIND ID Pastikan Manfaat Inklusif
Jakarta, katakabar.com – Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus menunjukkan komitmen sebagai penggerak hilirisasi berkelanjutan guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai inisiatif strategis dijalankan dengan tata kelola yang baik agar memastikan dampaknya dirasakan secara inklusif. Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamjoeddin menyampaikan, perseroan mengintegrasikan program hilirisasi dari hulu hingga hilir. Setiap komoditas kelolaan diolah hingga menjadi produk hilir yang menjadi bahan baku untuk mendukung penciptaan industri masa depan baru di dalam negeri. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh proyek hilirisasi berjalan terintegrasi, menghasilkan produk bernilai tinggi, serta memberikan dampak langsung bagi ekonomi dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional,” ujarnya saat RDP Komisi XII DPR, Kamis (17/7). Adapun, Maroef menyampaikan salah satu proyek hilirisasi terintegrasi yang dijalankan adalah penguatan rantai pasok produksi hulu hingga hilir aluminium. Grup MIND ID menjalankan dua proyek penting dalam pengolahan bauksit di Mempawah dengan target produksi sebesar 1,47 juta ton bauksit (WBx) per tahun, dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), yang memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun. Sebagai lanjutan dari pengolahan bauksit tersebut, MIND ID tengah mengembangkan smelter aluminium dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun (ktpa) dan SGAR Fase II dengan kapasitas tambahan 1 juta ton alumina per tahun. Selain mendatangkan investasi, Maroef menegaskan integrasi proyek ini, berdampak pada penciptaan nilai ekonomi yang signifikan di Indonesia karena 1 ton bauksit yang dihargai sekitar US$ 40, akan naik menjadi sekitar US$ 575 saat berbentuk alumina, dan kembali naik menjadi US$ 2.700 per ton saat berbentuk aluminium.
KAI Logistik Cetak Rekor Angkutan Retail: Layanan Inklusif Kalog Express Tumbuh 9 Persen
, katakabar.com - PT Kereta Api Logistik atau KAI Logistik catatkan pencapaian operasional tertinggi sepanjang tahun 2025 melalui layanan Kalog Express. Di mana pada Juni 2025, volume pengiriman yang dilayani melalui Kalog Express mencapai 5.216 ton. Kinerja tersebut mencatatkan capaian sebagai rekor bulanan tertinggi tahun 2025 dan melampaui rerata bulanan sebesar 4.871 ton, atau tumbuh 7 persen lebih tinggi. Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Riyanta mengutarakan, capaian ini mencerminkan semakin meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan Kalog Express sebagai solusi pengiriman logistik yang aman, tepat waktu, dan terjangkau. "Peningkatan ini turut memperkuat posisi KAI Logistik sebagai penyedia solusi logistik nasional yang terintegrasi, efisien, dan inklusif. Tak hanya fokus pada kinerja, KAI Logistik juga aktif berperan sebagai penyambung rantai pasok UMKM dan industri rumahan, terutama dalam menjangkau pasar antarwilayah," ujar Riyanta. Secara kumulatif, kata Riyanti, kinerja Semester I 2025 mencatatkan volume angkutan sebesar 29.573 ton, meningkat 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yaitu sebesar 27.055 ton. Capaian Semester I 2025 ini didominasi oleh pengiriman paket dengan volume lebih dari 19.000 ton, diikuti pengiriman sepeda motor sebesar 8.600 ton serta layanan pengiriman hewan peliharaan dengan volume sebesar 843 ton. Layanan pengiriman sepeda motor menjadi salah satu layanan strategis pada segmen Kalog Express. Tren peningkatan signifikan terlihat pada capaian semester 1 tahun 2025, di mana hampir 60.000 unit sepeda motor telah didistribusikan antarwilayah untuk mendukung mobilitas masyarakat, baik untuk kebutuhan mudik, kegiatan pariwisata, hingga mahasiswa untuk mendukung kegiatan belajar di luar kota. “Tidak hanya layanan pengiriman sepeda motor yang menjadi andalan layanan, KALOG Express juga fokus dalam menghadirkan layanan yang inklusif termasuk menyediakan layanan pengiriman hewan peliharaan dengan standar yang memperhatikan kesejahteraan hewan. Layanan ini mendapatkan tanggapan yang sangat baik, dan menjadi salah satu opsi dalam menjawab kebutuhan mobilisasi hewan peliharaan masyarakat,” jelas Riyanta.
Wujudkan Pertumbuhan Inklusif, KAI Logistik Dorong Ekonomi Kerakyatan Ekosistem Logistik
Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Logistik atau KAI Logistik, sebagai anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), terus pertegas perannya dukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Kemitraan Logistik yang bertujuan menciptakan peluang usaha serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Hingga Juni 2025, tercatat lebih dari 400 masyarakat dari berbagai wilayah telah mendaftar sebagai calon mitra, menunjukkan tingginya minat dan antusiasme masyarakat terhadap peluang usaha di sektor logistik yang dinilai stabil, berkelanjutan, dan strategis dalam menopang aktivitas perekonomian nasional. Program kemitraan ini dirancang untuk memberikan akses wirausaha yang lebih mudah, cepat, dan terukur. Prosedur pengajuan kemitraan dilaksanakan secara transparan, melalui tahapan berupa pengajuan administrasi, survei lokasi, dan asesmen kelayakan. Lalu, mitra yang memenuhi kriteria akan mendapatkan hak operasional, dukungan branding, pendampingan teknis dan bisnis, serta skema bagi hasil yang kompetitif. Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Riyanta menjelaskan, kami percaya logistik tidak hanya berperan sebagai penghubung rantai pasok, tapi sebagai penggerak roda ekonomi rakyat. Program kemitraan ini bentuk komitmen KAI Logistik dalam menghadirkan peluang usaha nyata yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. "Khususnya pada program kemitraan dengan skema Gerai, yang memungkinkan Ibu rumah tangga hingga mahasiswa dapat memulai usaha bermodalkan smartphone dan lahan di rumah," ujarnya. Hingga pertengahan 2025, kata Riyanta, KAI Logistik telah mencatatkan 250 titik layanan. Secara keseluruhan, hingga Juni 2025, jumlah titik layanan berbasis kemitraan mencapai 229 titik, meningkat signifikan, dan menunjukkan pertumbuhan konsisten dibandingkan tahun 2020 dengan jumlah 81 titik. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan lebih dari 280 persen dalam lima tahun terakhir. “Di tengah dinamika ekonomi global, sektor logistik tetap menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang positif. Kami melihat peluang besar dalam sektor ini untuk terus membuka akses pemberdayaan ekonomi, sekaligus memperkuat ekosistem logistik nasional hingga ke tingkat daerah. Sepanjang semester 1 tahun 2025, KAI Logistik telah membuka 59 titik layanan baru yang dikelola oleh masyarakat melalui kemitraan,” jelas Riyanta. Masih Riyanta, sebagai upaya mempertegas perannya memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi, KAI Logistik berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat dan terus mendorong terciptanya ekonomi inklusif berbasis kemitraan. Program ini sekaligus menjadi salah satu alternatif dalam menjawab peningkatan minat masyarakat dalam membangun usaha sendiri dan memperkuat kemandirian finansial.
Terpilih Aklamasi, Fauzan Janji Bawa PGRI Inhil Lebih Progresif dan Inklusif
Ia menyampaikan tiga arah kebijakan utama yang akan menjadi pijakan organisasi ke depan: 1. Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui pelatihan, program kolaborasi antar sekolah, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. 2. Perlindungan Hak dan Kesejahteraan Guru PGRI memperkuat advokasi terhadap guru dalam menghadapi kriminalisasi, serta memperjuangkan peningkatan kesejahteraan, termasuk untuk guru honorer. 3. Peran Strategis PGRI dalam Pembangunan Daerah Fokus pada peningkatan literasi, numerasi, dan karakter peserta didik sebagai kontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Indragiri Hilir. Fauzan menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi guru dan organisasi PGRI saat ini. Ia menyebut sejumlah aspirasi dari anggota yang akan menjadi prioritas program kerja pengurus baru, antara lain: Perlindungan terhadap kriminalisasi guru saat menjalankan tugas, Perjuangan untuk status, dan kesejahteraan guru honorer,Penyediaan kantor sekretariat dan rumah singgah PGRI Inhil, Fasilitas bantuan sosial bagi anggota yang tertimpa musibah, Program peningkatan kompetensi pendidik secara berkala. “Banyak harapan yang dititipkan kepada saya, mulai dari pelatihan hingga perhatian sosial. Ini menjadi prioritas kerja kita. Saya percaya, jika kita berjalan bersama, maka tidak ada tantangan yang tidak bisa kita atasi,” tegas Fauzan. Pada konferensi tersebut diumumkan jajaran pengurus inti PGRI Kabupaten Indragiri Hilir periode 2025–2030 sebagai berikut: Ketua: H. Fauzan Amrullah, SE., M.Si Wakil Ketua I: Khaidir Rahman, M.Pd Wakil Ketua II: H. Indra Sabarianto, S.Pd.I., MA Wakil Ketua III: Agus Purwanto, S.Pd Sekretaris: Dedi Surahman, M.Pd Bendahara: Hj. Marisa Mona, M.Pd Acara pelantikan yang diselenggarakan di Hotel Inhil Pratama, Jalan Guru Hasan Lrg. Garam, Tembilahan Kota, berlangsung khidmat dan penuh semangat. Suasana keakraban antar peserta menunjukkan komitmen kuat untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik.