Inflasi AS

Sorotan terbaru dari Tag # Inflasi AS

Setelah Reli Panjang, Harga Emas Melemah ke $4.054 per Ons Jelang Rilis Data Inflasi AS Ekonomi
Ekonomi
Senin, 27 Oktober 2025 | 09:04 WIB

Setelah Reli Panjang, Harga Emas Melemah ke $4.054 per Ons Jelang Rilis Data Inflasi AS

Jakarta, katakabar.com - Harga emas kembali melemah mendekati level terendah dalam dua minggu terakhir setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam lima tahun pada sesi sebelumnya Kamis (23/1). Aksi ambil untung investor menjadi pemicu utama koreksi ini, seiring pasar bersiap menanti rilis data inflasi utama Amerika Serikat yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter Federal Reserve selanjutnya. Harga emas spot tercatat turun 1,7 persen menjadi $4.054 per ons pada pukul 13.42 waktu New York, setelah sempat menguat hingga $4.161 per ons di awal sesi. Pergerakan ini menunjukkan sikap hati-hati pelaku pasar setelah reli panjang yang membawa emas menembus rekor baru bulan lalu, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global. Menurut analis pasar, penurunan harga emas kali ini wajar terjadi setelah lonjakan harga signifikan dalam beberapa minggu terakhir. Investor yang telah menikmati keuntungan dari reli panjang cenderung menutup posisi menjelang publikasi data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Data inflasi tersebut diperkirakan menjadi indikator penting untuk menentukan seberapa cepat Federal Reserve (The Fed) dapat mulai memangkas suku bunga acuan. Jika inflasi masih menunjukkan tren yang kuat, maka peluang pemangkasan suku bunga akan semakin kecil, dan hal ini biasanya memberikan tekanan terhadap harga emas, karena imbal hasil obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan aset non-yield seperti emas. “Pasar sedang berada di fase 'wait and see'. Banyak investor yang mengunci keuntungan lebih dulu karena khawatir angka inflasi bisa membuat The Fed kembali bersikap hawkish,” kata analis komoditas senior di TD Securities, Bart Melek. Selain aksi ambil untung, pelemahan emas juga dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yields). Dolar yang lebih kuat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sementara imbal hasil obligasi yang meningkat menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Emas di Batas Psikologis saat Dolar Pulih, Pasar Menanti Isyarat Inflasi AS Internasional
Internasional
Jumat, 15 Agustus 2025 | 11:41 WIB

Emas di Batas Psikologis saat Dolar Pulih, Pasar Menanti Isyarat Inflasi AS

Jakarta, katakabar.com - Harga emas bergerak datar di pasar spot, sementara kontrak berjangka di Comex sempat mencetak rekor baru di sekitar $3.534 per 100 troy ons setelah muncul laporan rencana Amerika Serikat menerapkan tarif pada impor batangan emas. Di tengah kabar tersebut, fokus pelaku pasar beralih ke rangkaian data inflasi yang akan rilis pekan ini. Volatilitas pun meningkat di area psikologis $3.400, apalagi pada awal sesi Asia XAU/USD sempat menarik minat jual di sekitar $3.390 seiring pemulihan moderat Dolar AS yang menekan komoditas berdenominasi greenback. Menurut Andy Nugraha, analis dari Dupoin Futures Indonesia menilai sinyal teknikal mulai kehilangan tenaga. Kombinasi pola candlestick dan pergerakan Moving Average menunjukkan momentum bullish melemah dibanding pekan lalu. Ia menekankan $3.400 sebagai rintangan terdekat yang perlu ditembus agar reli berlanjut. Selama dorongan fundamental baru belum hadir, reli cenderung terbatas. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mencuat, area $3.350 dipandang sebagai penopang awal yang layak diawasi untuk mengukur kekuatan buyer jangka pendek. Dari sisi fundamental, sentimen emas masih ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September. Probabilitas pasar yang tinggi tercermin dari respons terhadap data tenaga kerja yang mengecewakan serta revisi turun untuk Mei hingga Juni mendorong persepsi nada kebijakan The Fed kian seimbang. Komentar Gubernur The Fed Michelle Bowman mengenai kerentanan pasar tenaga kerja dan peluang penurunan suku bunga lebih lanjut pada 2025 ikut memperkuat pandangan tersebut. Tapi, pemulihan Dolar AS dan potensi kenaikan imbal hasil bila inflasi kembali kaku berisiko membatasi kenaikan bullion. Dukungan struktural datang dari Tiongkok. Data resmi menunjukkan People's Bank of China menambah cadangan emas pada Juli, memperpanjang rangkaian pembelian hingga sembilan bulan berturut-turut. Arus pembelian bank sentral ini menjadi bantalan penting bagi harga emas di tengah ketidakpastian kebijakan dan gejolak tarif global.