Indutri

Sorotan terbaru dari Tag # Indutri

Drone Thermal Perkuat Pengawasan Kawasan Industri di Indonesia Tekno
Tekno
Kamis, 05 Februari 2026 | 10:09 WIB

Drone Thermal Perkuat Pengawasan Kawasan Industri di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Pengawasan keamanan di kawasan industri sering menghadapi tantangan, terutama pada kondisi visibilitas rendah seperti malam hari, kabut, atau hujan. Metode pengawasan konvensional terkadang sulit menjangkau area luas atau medan yang menantang, sehingga potensi risiko intrusi sulit dideteksi secara dini. Di Indonesia, Halo Robotics memperkenalkan DJI Dock 3, sistem pengawasan otomatis yang dikombinasikan dengan drone thermal Matrice 4TD. “Sistem ini memungkinkan tim keamanan memantau area perimeter secara otomatis dan real-time, sehingga potensi intrusi atau aktivitas mencurigakan dapat terdeteksi lebih cepat,” ujar Halo Robotics, distributor DJI Enterprise di Indonesia. Drone thermal M4TD mampu mendeteksi pergerakan kendaraan di lokasi minim cahaya atau sulit dijangkau. Data dikirim secara langsung ke tim keamanan, memungkinkan respons lebih cepat sekaligus mengurangi risiko operasional di lapangan. Pendekatan ini sangat relevan untuk sektor industri di Indonesia, termasuk pertambangan, migas, dan perkebunan skala besar, di mana pengawasan manual sulit dilakukan dan berisiko. Dengan pemantauan otomatis, perusahaan dapat meningkatkan akurasi pengawasan, menjaga keamanan aset, dan memaksimalkan keselamatan operasional. Pemanfaatan drone thermal menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung pengawasan industri yang lebih adaptif, responsif, dan berbasis data, sejalan dengan kebutuhan keamanan modern di lapangan.

FGD, Petani dan Usaha Kecil Diajak Kembangkan Hilirisasi Sawit Nasional
Nasional
Rabu, 19 Juli 2023 | 08:04 WIB

FGD, Petani dan Usaha Kecil Diajak Kembangkan Hilirisasi Sawit

FGD, Petani dan Usaha Kecil Diajak Kembangkan Hilirisasi Sawit Pangkalpinang, katakabar.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) gelar Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Hilirisasi Kelapa Sawit, di salah satu hotel di Pangkalpinang. Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Babel, Tarmin buka kegiatan, dengan mengundang beberapa narasumber, yakni Dr Mimin Aminah dari IPB dan Ir Gelar Satya Budhi selaku Direktur Pemberdayaan Masyarakat IREEM, diikuti sebanyak 25 orang, meliputi BUMDes, koperasi sawit, gapoktan sawit, dan perwakilan petani sawit se-Bangka Belitung. Kelapa sawit salah satu komoditas dari sektor pertanian yang terbukti memiliki daya tahan di masa pandemi. Tidak hanya itu, sawit ikut dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional," kata Tarmin. Industri kelapa sawit ujar Tarmin, berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja baik langsung maupun tidak langsung. Itu sebabnya, pemerintah memiliki visi agar industri sawit Indonesia dapat menjadi produsen sawit terbesar dan mendorong hilirisasi atau pengembangan produk turunannya untuk mendapatkan nilai tambah, tuturnya. Kelapa sawit sendiri menyandang status sebagai tanaman penghasil minyak nabati tertinggi. Per hektar kebunnya mampu memproduksi lebih banyak minyak dibandingkan minyak nabati lain. Jadi, industri kelapa sawit memenuhi kriteria sebagai industri unggulan yang pantas untuk dikembangkan lebih luas lagi, mulai dari hulu hingga ke hilir, ulasnya. Menurutnya, kelapa sawit punya kemampuan menghasilkan minyak nabati yang banyak dibutuhkan oleh sektor industri pengolahan saat ini. Keunggulan minyak sawit adalah sifatnya yang tahan oksidasi dengan tekanan tinggi dan kemampuannya melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya. Terus, daya melapis yang tinggi juga membuat minyak kelapa sawit dapat digunakan untuk beragam peruntukan diantaranya untuk minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar. “Program hilirisasi industri sawit bertujuan untuk mendapatkan nilai tambah produk, memperkuat struktur industri, menyediakan lapangan kerja, dan memberi peluang usaha di Indonesia," bebernya. "Harapannya melalui hilirisasi sawit, komoditas yang diekspor nantinya tidak lagi berupa bahan baku, tapi sudah dalam bentuk produk turunan atau barang jadi agar dapat meningkatkan harga yang berujung pada peningkatan penerimaan devisa melalui ekspor,” timpalnya.