Industri Baja

Sorotan terbaru dari Tag # Industri Baja

Sinergi Industri Baja Nasional Demi Kedaulatan Maritim Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 11:30 WIB

Sinergi Industri Baja Nasional Demi Kedaulatan Maritim Indonesia

Cilegon, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Krakatau Steel Group terima kunjungan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan di penghujung pekan pertama Oktober 2025 lalu. Kunjungan ini dihadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (Pantura), Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komjen (Pol) Prof. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, S.H., M.H. beserta seluruh jajaran. Terus hadir pula Komisaris Utama Krakatau Steel, Hendro Martowardojo beserta Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Krakatau Steel Group. Di kegiatan rombongan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengunjungi PT Krakatau Baja Konstruksi, PT Krakatau Pipe Industries, dan PT Krakatau Posco . Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau potensi yang dimiliki Krakatau Steel Group, sekaligus menjadi simbol penguatan sinergi antara industri baja nasional dan sektor maritim Indonesia yang terbagi dalam tiga agenda strategis, yaitu modernisasi kapal perikanan nasional, percepatan realisasi Kampung Nelayan Merah Putih, hingga percepatan pembangunan Giant Sea Wall. Dari Kayu ke Baja, Hingga Tanggul Laut Sepanjang Pulau Jawa Dari informasi dan data dari laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan, lebih dari 95 persen kapal perikanan di Indonesia masih menggunakan bahan kayu. Secara konstruksi, kapal kayu memiliki kekurangan karena umumnya dibangun secara tradisional dan kurang memenuhi persyaratan standar kelaikan laut, laik tangkap dan laik simpan hasilnya. Krakatau Steel Group memiliki kemampuan dalam menyediakan bahan baku baja berkualitas tinggi bagi program ini, mulai dari pelat baja untuk lambung kapal, pipa baja untuk sistem distribusi dan pendinginan, struktur fabrikasi untuk galangan dan pelabuhan, hingga rumah modular apung untuk percepatan realisasi Kampung Nelayan Merah Putih sebagai kawasan pesisir modern yang terintegrasi dengan sarana dan prasarana produksi, sekaligus menjadi pusat ekonomi baru bagi nelayan. Adapun pembangunan Giant Sea Wall Pantura merupakan Proyek Strategis Nasional yang kini dipercepat pelaksanaannya oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui pembentukan Badan Otorita Pengelola Pantura. Tanggul laut raksasa yang membentang dari Banten hingga Gresik ini dirancang untuk menjadi benteng pertahanan utama pesisir utara Jawa dari risiko rob dan kenaikan muka air laut. Pada konteks ini, Krakatau Steel Group memiliki peran penting kapabilitasnya terhadap penyediaan material baja konstruksi dan struktur laut untuk percepatan pembangunan tanggul. Krakatau Steel Sebagai Katalisator Asta Cita Asa dari kunjungan kerja ini merupakan implementasi nyata dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. Modernisasi kapal nelayan berbasis baja mendukung ketahanan pangan laut nasional. Realisasi Kampung Nelayan Merah Putih mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta membuka peluang lapangan kerja, hingga percepatan pembangunan proyek Giant Sea Wall sebagai dukungan terhadap penguatan pertahanan dan keamanan nasional sekaligus simbol kedaulatan dan perlindungan ekosistem pesisir utara Jawa. Kemudian dalam mendukung hilirisasi dan industrialisasi untuk memberikan nilai tambah ekonomi, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menyampaikan apresiasi atas penjajakan potensi kerjasama strategis yang dilakukan dan menegaskan momentum ini menjadi bagian penting dari penguatan komitmen Krakatau Steel Group dalam mendukung program pemerintah dan ini merupakan salah satu bagian bagi kemajuan/kesejahteraan masyarakat Indonesia. “Krakatau Steel Group siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam setiap upaya membangun kedaulatan maritim Indonesia,” jelas Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia) serta Chairman IISIA (Indonesia Iron & Steel Industry Association).

Strategi Penguatan Industri Baja Bercermin dari Ekosistem International Nasional
Nasional
Jumat, 12 September 2025 | 08:00 WIB

Strategi Penguatan Industri Baja Bercermin dari Ekosistem International

Direktur Utama Krakatau Steel, Muhamad Akbar Djohan, menilai strategi Amerika Serikat layak dijadikan rujukan bagi Indonesia. Menurutnya, industri baja nasional masih menghadapi tekanan dari membanjirnya produk impor, baik baja maupun barang jadi berbasis baja, yang lebih murah dibandingkan produksi lokal. “Indonesia belum memiliki kebijakan tarif yang secara tegas menahan arus barang jadi berbasis baja. Akibatnya, industri hulu kehilangan pasar, sementara industri hilir kesulitan tumbuh,” ucap Akbar Djohan. Ia menekankan perlunya strategi proteksi menyeluruh yang mencakup seluruh rantai nilai industri baja, agar pasar domestik tidak terus tergerus oleh barang impor berbiaya rendah. Baja sebagai Fondasi Nasional Masih Akbar Djohan, baja harus dipandang sebagai komoditas strategis, bukan sekadar industri dasar. “Baja adalah tulang punggung pembangunan, menopang sektor otomotif, energi, infrastruktur, hingga pertahanan. Tanpa kemandirian baja, sulit bagi Indonesia mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ulasnya. Pembelajaran dari Amerika Serikat jelas proteksi tidak bisa berhenti pada produk hulu, kupasnya, tapi juga harus mencakup barang jadi untuk memastikan industri baja tumbuh sehat dari hulu hingga hilir.