Imlek 2026

Sorotan terbaru dari Tag # Imlek 2026

KAI Daop 2 Bandung Meriahkan Imlek 2026 Lewat Dekorasi dan Atraksi Barongsai Nasional
Nasional
Rabu, 18 Februari 2026 | 20:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Meriahkan Imlek 2026 Lewat Dekorasi dan Atraksi Barongsai

Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung turut memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dengan menghadirkan ornamen dan hiasan khas Imlek di sejumlah stasiun wilayah operasionalnya. Suasana semarak tampak menghiasi area pelayanan penumpang dengan dekorasi lampion merah, pernak-pernik bernuansa emas, serta ornamen shio yang menambah semangat perayaan bagi para pelanggan yang bepergian menggunakan kereta api. Adapun stasiun-stasiun yang mendapatkan sentuhan dekorasi khusus Imlek di wilayah Daop 2 Bandung antara lain Stasiun Banjar, Stasiun Tasikmalaya, Stasiun Garut, Stasiun Kiaracondong, Stasiun Bandung, Stasiun Cimahi, dan Stasiun Padalarang. Kehadiran dekorasi tematik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan serta menghadirkan atmosfer hangat dan penuh kebahagiaan bagi masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek. Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, KAI Daop 2 Bandung juga menghadirkan atraksi pertunjukan barongsai yang digelar di Stasiun Bandung. Pertunjukan ini sukses menarik perhatian para pelanggan dan pengunjung stasiun, menciptakan suasana meriah sekaligus menjadi hiburan menarik di tengah momen libur panjang Imlek. Momentum long weekend Imlek 2026 juga mencatat tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api di wilayah Daop 2 Bandung. Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh stasiun dengan volume keberangkatan dan kedatangan penumpang tertinggi selama periode tersebut. Untuk penumpang berangkat, Stasiun Bandung mencatat sebanyak 29.085 pelanggan, disusul Stasiun Kiaracondong sebanyak 15.186 pelanggan, Stasiun Cianjur sebanyak 10.038 pelanggan, Stasiun Tasikmalaya sebanyak 7.006 pelanggan, Stasiun Cipatat sebanyak 5.984 pelanggan, Stasiun Garut sebanyak 3.927 pelanggan, serta Stasiun Banjar sebanyak 3.739 pelanggan. Sedang, untuk penumpang datang, Stasiun Bandung menerima 28.781 pelanggan, Stasiun Kiaracondong sebanyak 14.992 pelanggan, Stasiun Cianjur sebanyak 10.840 pelanggan, Stasiun Tasikmalaya sebanyak 7.603 pelanggan, Stasiun Cipatat sebanyak 6.019 pelanggan, Stasiun Garut sebanyak 3.923 pelanggan, dan Stasiun Banjar sebanyak 3.706 pelanggan. Secara kumulatif jumlah pelanggan selama 5 hari long weekend yang menggunakan KA Jarak Jauh dengan keberangkatan dari Daop 2 Bandung ada 87.629 penumpang. Okupansi mencapai 129,1% dari total tempat duduk yang disediakan yakni 67.510 tempat duduk. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan peningkatan volume penumpang pada periode long weekend Imlek menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi pilihan. “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan melalui berbagai kegiatan tematik seperti perayaan Imlek ini,” ucapnya. KAI Daop 2 Bandung mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk tetap memperhatikan jadwal keberangkatan, datang lebih awal ke stasiun, serta mematuhi aturan yang berlaku demi kelancaran perjalanan bersama. Dengan semangat Tahun Baru Imlek, KAI Daop 2 Bandung berharap dapat terus menjadi bagian dari kebahagiaan masyarakat dalam setiap perjalanan, mengantarkan pelanggan menuju tujuan dengan selamat, aman, dan penuh kesan.

Di Daop 2 Bandung 7 Stasiun Layani Puluhan Ribu Penumpang Saat Long Weekend Imlek 2026 Nasional
Nasional
Rabu, 18 Februari 2026 | 19:04 WIB

Di Daop 2 Bandung 7 Stasiun Layani Puluhan Ribu Penumpang Saat Long Weekend Imlek 2026

Bandung, katakabar.com - Pada momen libur panjang Tahun Baru Imlek 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api. Selama periode long weekend tersebut dari Jumat (13/2) hinggabSelasa (17/2), terdapat tujuh stasiun utama di wilayah Daop 2 Bandung yang melayani keberangkatan dan kedatangan penumpang dalam jumlah signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun pada Selasa (17/2) siang kemarin, jumlah penumpang berangkat dari tujuh stasiun tersebut mencapai puluhan ribu pelanggan. Stasiun dengan jumlah keberangkatan tertinggi adalah Stasiun Bandung sebanyak 29.085 pelanggan, disusul Stasiun Kiaracondong sebanyak 15.186 pelanggan, serta Stasiun Cianjur sebanyak 10.038 pelanggan. Selanjutnya, Stasiun Tasikmalaya mencatat 7.006 pelanggan berangkat, Stasiun Cipatat sebanyak 5.984 pelanggan, Stasiun Garut sebanyak 3.927 pelanggan, serta Stasiun Banjar sebanyak 3.739 pelanggan. Sementara, untuk penumpang datang, Stasiun Bandung kembali menjadi stasiun dengan jumlah kedatangan tertinggi yakni 28.781 pelanggan. Disusul Stasiun Kiaracondong sebanyak 14.992 pelanggan dan Stasiun Cianjur sebanyak 10.840 pelanggan yang tiba selama periode long weekend Imlek 2026. Adapun Stasiun Tasikmalaya melayani 7.603 pelanggan datang, Stasiun Cipatat sebanyak 6.019 pelanggan, Stasiun Garut sebanyak 3.923 pelanggan, dan Stasiun Banjar sebanyak 3.706 pelanggan. Data ini menunjukkan tingginya arus mobilitas masyarakat baik untuk perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, maupun kepentingan lainnya selama momen libur panjang. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan lonjakan volume pelanggan pada periode long weekend Imlek ini telah diantisipasi dengan optimalisasi pelayanan di seluruh stasiun. “Kami memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan dengan baik, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, petugas pelayanan, hingga pengamanan di area stasiun dan di dalam kereta agar pelanggan dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya. KAI Daop 2 Bandung juga terus mengimbau kepada para pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran perjalanan bersama. Selain itu, pelanggan diharapkan memanfaatkan berbagai kanal informasi resmi KAI untuk memperoleh update perjalanan secara berkala. Dengan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api selama long weekend Imlek 2026 ini, KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta menjaga keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan sebagai prioritas utama. Momentum libur panjang ini menjadi bukti bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan masyarakat di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Trading di HSB Investasi di Momen Imlek 2026, Dapat Reward Mingguan Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 08 Februari 2026 | 12:30 WIB

Trading di HSB Investasi di Momen Imlek 2026, Dapat Reward Mingguan

Jakarta, katakabar.com - Rayakan Imlek 2026 bagian dari komitmen HSB dalam menghadirkan pengalaman trading yang modern dan inklusif. Untuk mendukung pengalaman trading, HSB menyediakan berbagai fitur seperti akun Micro Lot (0.01 lot) dengan modal mulai Rp300 ribu, leverage hingga 1:200, serta AI Trading Assistant (Hello AI) yang membantu analisis pasar secara real-time. Dengan dukungan fitur tersebut, baik pemula maupun trader berpengalaman dapat lebih leluasa mengatur strategi. HSB Investasi merupakan pialang berjangka yang terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, OJK, dan Bank Indonesia. Regulasi ini menjadi pondasi penting dalam menjaga transparansi serta keamanan transaksi bagi para nasabah. Di tengah semangat Imlek yang penuh harapan, Lucky Trader menjadi cara berbeda untuk merayakan awal tahun, bukan hanya dengan tradisi, tetapi juga dengan strategi dan peluang. Untuk informasi lengkap mengenai syarat dan ketentuan kompetisi, silakan cek langsung melalui aplikasi trading HSB Investasi atau kunjungi situs resmi www.hsb.co.id.

Tukang Becak Apresiasi Kebijakan Bupati Kepulauan Meranti Izinkan Perang Air Imlek 2026 Riau
Riau
Jumat, 16 Januari 2026 | 16:14 WIB

Tukang Becak Apresiasi Kebijakan Bupati Kepulauan Meranti Izinkan Perang Air Imlek 2026

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sejumlah tukang becak di Kota Selatpanjang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, khususnya kepada Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, atas kebijakan mengizinkan pelaksanaan tradisi Perang Air atau Cian Cui pada perayaan Imlek 2026, meski bertepatan dengan bulan suci ramadhan. Ucapan terima kasih tersebut disampaikan para tukang becak usai mendapat kepastian hasil rapat koordinasi pemerintah daerah terkait pelaksanaan Imlek dan Ramadhan 2026, Jumat (16/1). Salah seorang tukang becak di pangkalan Sandang Pangan Selatpanjang mengatakan, terselenggaranya tradisi Perang Air membawa dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat kecil, khususnya tukang becak. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan Pak Bupati H. Asmar yang telah membolehkan kegiatan Perang Air tahun ini. Dengan adanya kegiatan ini, kami bisa mencari rezeki lebih,” ujarnya. Ia menambahkan, tambahan penghasilan tersebut sangat membantu, terutama karena bertepatan dengan bulan puasa. “Alhamdulillah, rezeki itu bisa kami gunakan untuk membayar zakat dan membeli pakaian anak-anak menjelang hari raya,” tuturnya. Tukang becak lainnya juga berharap pelaksanaan Perang Air Imlek 2026 dapat meningkatkan perekonomian daerah. “Harapan besar kami, ekonomi Meranti semakin meningkat dan pendapatan masyarakat bertambah, terutama bagi kami tukang becak,” jelasnya. Selain tukang becak, sejumlah warga Tionghoa di Kota Selatpanjang juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Mereka menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Kepulauan Meranti. “Meski Imlek tahun ini bertepatan dengan bulan puasa, kegiatan ikon daerah seperti Perang Air atau Cian Cui tetap dapat dilaksanakan. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami,” ucap salah seorang warga Tionghoa. Ia menjelaskan, Imlek 2026 menandai pergantian shio ke Tahun Kuda Api. Dalam budaya Tionghoa, shio Kuda melambangkan kecerdikan, semangat, serta daya juang yang tinggi. Sedang, terkait kesiapan akomodasi, sejumlah hotel dan penginapan di Selatpanjang dilaporkan telah menerima banyak pemesanan. Bahkan, salah satu hotel telah menyiapkan paket khusus bagi tamu yang datang saat perayaan Imlek. Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, saat ditemui di ruang kerjanya menegaskan kegiatan keagamaan Ramadhan dan rangkaian perayaan Imlek merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki dampak positif bagi pembangunan daerah. “Imlek melalui tradisi Perang Air terbukti mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara yang berdampak pada peningkatan perekonomian daerah. Sementara ibadah puasa dan tarawih di bulan Ramadhan merupakan kewajiban umat Islam dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” terang Asmar. Ia menegaskan, kedua kegiatan tersebut harus didukung bersama. Namun, pelaksanaannya perlu diformulasikan dengan baik agar tetap berjalan aman, tertib, dan harmonis. “Untuk itu saya menegaskan, kedua kegiatan ini harus kita dukung agar dapat terlaksana dengan lancar dan aman, sehingga Meranti tetap damai dan harmonis sesuai dengan visi mewujudkan Meranti yang Unggul, Agamis, dan Sejahtera,” tandasnya.

Pemkab Meranti Gelar Rakor Persiapan Imlek 2026: Ekonomi Jaga Kondusifitas Daerah Riau
Riau
Kamis, 15 Januari 2026 | 15:01 WIB

Pemkab Meranti Gelar Rakor Persiapan Imlek 2026: Ekonomi Jaga Kondusifitas Daerah

Selatpanjang, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti gelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Forkopimda, Perwakilan ormas dan tokoh masyarakat, serta OPD terkait. Kegiatan ini menjaga kerukunan, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat selama pelaksanaan Imlek 2026 dan ibadah Ramadhan dikepulauan Meranti, dipusatkan di Aula Kantor Bupati, Rabu (15/1) kemarin. Rakor tersebut dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, didampingi Ketua DPRD Meranti, H Khalid Ali, Sekda Meranti, Sudandri SH, Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga, dan Pabung Kodim 0303 Bengkalis, Mayor Rusli Dalimunthe. Selain itu, hadir Ketua LAMR Kepulauan Meranti, Dt. Afrizal Cik, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ka. Kemenag Meranti, H Zulman, Danposal Selatpanjang, Ka. Pengadilan Agama, PSMTI dan lainnya. Diketahui pada tahun 2026 ini antara perayaan Imlek dengan pelaksanaan ibadah puasa terjadi pada waktu yang sama atau beririsan selama 6 hari dengan prosesi Imlek. Meski terjadi pada waktu bersamaan Pemkab. Meranti berharap tidak mempergaruhi keamanan, ketertiban dan keharmonisan kehidupan beragama dinegeri Sagu yang memang dihuni oleh berbagai suku, agama dan etnis. Menurut Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menyampaikan kagiatan ibadah Ramadhan dan rangkaian kegiatan Imlek merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh umat islam dan etnis Tiong Hoa khususnya yang beragama Budha. Dimana kesemuanya memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. Imlek selain pelaksanaan ibadah oleh etnis Tiong Hoa khususnya yang beragama Budha, melalui perang air (Cian Cui) nya, terbukti mampu menarik wisatawan baik dalam dan luar negeri datang ke Kepulauan Meranti yang berdampak pada meningkatkan perekonomian daerah, sementara ibadah puasa dan tarawih di bulan ramadhan, merupakan kewajiban umat muslim dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. "Untuk itu saya menegaskan kedua kegiatan ini harus kita dukung, tetapi dalam pelaksanaannya harus diformulasikan sedemikian rupa agar Meranti tetap aman, damai, kehidupan beragama tetap harmonis sesuai dengan Visi Meranti menciptakan Meranti yang Unggul, Agamis dan Sejahtera dalam upaya membangun Meranti yang lebih baik lagi kedepan," kata HnAsmar. Dari data yang dipaparkan oleh Sekdakab Meranti, Sudandri, selama pelaksanaan Imlek khususnya Ivent Perang Air mampu menarik wisatawan dalam dan luar negeri melebihi 50 ribu orang, melibatkan 2500 UMKM, ratusan pengemudi becak, 5000 kamar hotel terisi penuh dan jumlah uang beredar dipasaran mencapai 60 Miliar rupiah. Sedang melalui Bazar Ramadhan tak kalah mendongkrak perekonomian Meranti dengan terjadi peningkatan pendapatan masyarakat disektor perdagangan UMKM hingga 15 persen. Untuk itu, agar keduanya dapat berjalan dengan baik, Bupati Kepulauan Meranti meminta masukan dari semua pihak agar pelaksanaan Imlek dan Ibadah puasa Ramadhan dapat sama-sama berjalan dalam kondisi yang kondusif. Masukan pertama datang dari Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H Khalid Ali. Menurutnya kedua kegiatan itu harus didukung karena sama-sama memberikan dampak positif terhadap ekonomi daerah dan yang terpenting bagaimana sesama umat beragama harus saling menghargai dengan saling menjaga toleransi. "Terpenting sesama umat beragama harus saling menghargai dan menjaga toleransi," jelas Khalid Ali. Kepala Kemenag menimpali, saat ini Indeks kerukunan beragama di Meranti cukup tinggi yakni diatas 72 persen, menurutnya pelaksanaan kegiatan Imlek yang beririsan dengan kegiatan ibadah Ramadhan tidak akan sampai mengganggu keharmonisan kehidupan beragama. Cuma ia memberikan masukan ada beberapa hal teknis yang harus diatur sedemikian rupa salah satunya lokasi pelaksanaan kegiatan Cian Cui dengan Bazar Ramadhan dan waktu pelaksanaan Cian Cui jangan sampai menganggu pelaksanaan ibadah sholat maghrib. "Tinggal lagi bagaimana kita dapat merajud perbedaan ini menjadi kekuatan yang mampu menunjang pembangunan daerah," tuturnya. "Kita tinggal mengatur teknisnya saja, seperti merelokasi Bazar Ramadhan dari tempat biasa ketempat yang aman, serta mengatur durasi waktu Cian Cui," sarannya. Ketua MUI Kepulauan Meranti, Ustadz Asep Darul Tah Kik, mengutarakan MUI Kepulauan Meranti sangat memaklumi prosesi Imlek karena pelaksanaan ibadah merupakan hak semua warga negara dalam menjalani kewajiban beragama tinggal lagi dalan pelaksanaanya harus diatur sebaik-baiknya agar tidak saling mengganggu kekhususkan ibadah. Tetapi, Ustadz Asep sedikit memberikan masukan pada saat kegiatan Cian Cui, MUI Kepulauan Meranti menghimbau agar perserta Cian Cui dapat mengenakan pakaian yang sopan karena umat muslim sedang melaksanakan ibadah puasa. Selain itu ia juga menyarankan Cian Cui dapat selesai sebelum maghrib dan terakhir selama umat muslim melaksanakan ibadah sholat tarawih jangan menghidupkan petasan karena dapat mengganggu kekhusukan ibadah. "Kita berharap selama kegiatan Cian Cui peserta tidak mengenakan pakaian yang terbuka, mulai Maghrib hingga Tarawih usai tidak menghidupkan petasan, semoga kedua kegiatan agama ini dapat sama-sama berjalan dengan tertip dan aman," bebernya. Ketua LAMR Kepulauan Meranti, Dt. Afrizal Cik, menegaskan hubungan harmonis antara etnis Tiong Hoa dan melayu di Meranti yang sudah terjalin harmonis jangan sampai terganggu gara-gara hal yang harusnya dapat diterima. Untuk itu, semua keputusan yang telah disepakati dalam Rakor harus benar-benar diamankan dalam hal ini oleh pihak TNI, dan Polri. "Perlunya pengamanan yang ekstra ketat khususnya pada titik rute perang air, kemudian dalam hal pemindahan lokasi Bazar Ramadhan," imbuhnya. Selain itu, ia menyarankan kepada peserta perang air harus selektif juga dalam menyiram warga jangan sampai masyarakat yang tidak ingin terlibat perang air jadi basah. Menyikapi masalah pengamanan tersebut langsung ditanggapi oleh Wakapolres Meranti yang menegaskan pihaknya siap melakukan pengamanan dengan melakukan koordinasi dan komunikasi intensi dengan semua pihak yang terlibat. "Kami dari Kepolisian siap menjaga keamanan dengan melakukan komunikasi intens bersama semua pihak terkait," ujar tukas Wakapolres Kompol Dentis Mayer. Perwakilan PSMTI Kepulauan Meranti ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. PSMTI sangat setuju dengan keputusan Rakor yang semuanya komit menjaga keharmonisa dan kerukunan antar umat beragama. Menurutnya perayaan Imlek merupakan salah satu yang paling dinanti oleh etnis Tiong Hoa khususnya yang beragama Budha. Prosesi perayaan Imlek khususnya perang air telah dilaksanakan sejak tahun 2010 lalu dan selama itu selalu berjalan kondusif, tertip dan aman. Hal ini membuktikan toleransi kehidupan berbagai suku dan agama yang ada di Meranti sudah sangat baik PSMTI berharap semua dapat terus saling mendukung dalam keberagaman. "Kita berharap bisa saling mendukung dalam rangka menciptakan ketertiban, keamanan dan keharmonisan kehidupan beragama di Meranti," terangnya, seraya menjelaskan perayaan ini salah satu yang paling ditunggu etnis Tiong Hoa Budha, sudah dimulai sejah 2010, disini uuga terlihat kerukunan antar umat beragama antar suku yang ada di Kepulaun Meranti. Kesimpulan sementara dari Rakor tersebut khusus untuk Bazar Ramadhan adalah sebagai berikut, kegiatan perang air tetap dilaksanakan, agar tidak menganggu kegiatan Bazar Ramadhan Pemkab Kepulauan Meranti berencana merelokasi lokasi bazar yang sebelumnya berada diseputaran jalan A. Yani dipindahkan keseputaran taman Cik Puan Jalan Merdeka.