Hijaukan

Sorotan terbaru dari Tag # Hijaukan

Green Policing, Brigadir Khairi Hijaukan Rangsang Edukasi Anak-anak Pulau Terluar Hukrim
Hukrim
Sabtu, 29 November 2025 | 13:39 WIB

Green Policing, Brigadir Khairi Hijaukan Rangsang Edukasi Anak-anak Pulau Terluar

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti melaksanakan program Green Policing di Polsek Rengsang. Kegiatan ini berupa sosialisasi edukasi peduli lingkungan, sekaligus kegiatan penanaman bibit pohon Jambu di Pemukiman rumah masyarakat suku akit (Suku asli) Pulau terluar Kececamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti Jumat (28/11) pagi. Bhabinkamtibmas Desa Sendaur dan Kayu Ara, Brigadir Khairi, yang melaksanakan kegiatan dihadiri masyarakat Rangsang Pesisir, dan anak-anak Suku Akit (Suku Asli) Pulau Terluar "Kami Polres Kepulauan Meranti Melaksanakan kegiatan edukatif perihal kegiatan peduli lingkungan di pemukiman rumah masyarakat suku akit pulau terluar. Selain itu, melakukan penanaman bibit pohon Jambu di lingkungan tempat tinggal masyarakat suku akit sekaligus untuk melakukan penghijauan di Kecamatan Rangsang Persisir," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH SIK MH. Orang Nomor Wahid dijajaran Polres Kepulauan Meranti ini, mengatakan konsep Green Policing sebagai pendekatan strategis dan humanis dalam menjaga ketertiban sosial dan keberlanjutan lingkungan hidup. "Adapun Konsep Green Policing untuk menghadirkan pemolisian yang adaptif terhadap tantangan zaman dan krisis lingkungan, Green Policing adalah jawaban atas tantangan zaman seperti krisis lingkungan, perubahan iklim, karhutla, hingga patologi sosial berbasis ekonomi dan ekologi," jelas AKBP Aldi. Kendati demikian, Polres Kepulauan Meranti menterjemahkan konsep Green Policing yang menjadi kebijakan Kapolda Riau bentuk edukasi perlindungan lingkungan dan penanaman pohon di rumah-rumah masyarakat wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Hijaukan Pantai Oesapa, Holding PTPN Lewat PT RPN Tanam 100 Pohon Bakau Lingkungan
Lingkungan
Senin, 22 September 2025 | 09:46 WIB

Hijaukan Pantai Oesapa, Holding PTPN Lewat PT RPN Tanam 100 Pohon Bakau

Kupang, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara atau RPN, anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dengan mendukung kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur, di pertengahan September 2025 lalu. Bersama Gamal Institute dan Carlo Institute, PT RPN memadukan kegiatan edukasi bisnis dengan aksi nyata konservasi melalui penanaman 100 anakan bakau. Kegiatan bertajuk “Kiat Sukses Berbisnis Perbenihan Perkebunan” ini tidak hanya memberikan wawasan praktis seputar strategi bisnis perbenihan, tetapi menghadirkan aksi peduli lingkungan. Kolaborasi edukasi dan konservasi tersebut menjadi nilai tambah sekaligus inspirasi bagi peserta untuk mengaitkan aspek bisnis dengan upaya pelestarian alam. “Pantai Oesapa memiliki nilai ekologis yang tinggi sehingga penting untuk dijaga keberlanjutannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan penanaman bakau agar kawasan pesisir tetap terlindungi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar perwakilan Carlo Institute, lewat siaran pers diterima katakabar.com, Minggu kemarin. Dipilihnya program penanaman bakau ini didasarkan pada peran strategis hutan mangrove sebagai benteng alami dari abrasi pantai, habitat berbagai spesies flora dan fauna, sekaligus penyerap karbon yang penting untuk mitigasi perubahan iklim. Kegiatan ini melibatkan Carlo Institute cabang NTT, anak-anak muda peduli lingkungan, serta para nelayan setempat. Para peserta dibekali pendampingan teknis mulai dari pemilihan bibit, metode penanaman, hingga strategi pemeliharaan jangka panjang. Dengan demikian, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori bisnis berkelanjutan, tetapi juga pengalaman praktik konservasi ekosistem. Gamal Institute dan Carlo Institute menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program edukasi aplikatif yang ramah lingkungan. Dengan dukungan PT RPN, inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas institusi dapat menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus ekologi.

Act of Love Foundation Gaet LindungiHutan Tanam Mangrove Hijaukan Pesisir Pulau Pari Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 24 Juli 2025 | 16:18 WIB

Act of Love Foundation Gaet LindungiHutan Tanam Mangrove Hijaukan Pesisir Pulau Pari

keharusan. Di Hari Mangrove Sedunia ini, aku dan tim Act of Love merasa penting untuk ikut berkontribusi dalam melestarikan ekosistem mangrove, penjaga alami pesisir yang sering kali terlupakan, padahal perannya sangat vital bagi keberlangsungan hidup kita. Mangrove bukan hanya deretan pohon di garis pantai. Mereka melindungi kita dari abrasi, menyerap karbon dengan sangat efektif, dan menjadi rumah bagi ribuan makhluk hidup. Sayangnya, keberadaan mereka semakin terancam oleh eksploitasi dan kurangnya kesadaran. Melalui kolaborasi bersama Lindungi Hutan, kami ingin membuka ruang bagi anak muda untuk terlibat langsung, merasakan koneksi emosional dengan alam, dan mengubah rasa peduli menjadi aksi nyata. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, langkah yang dilakukan bersama, dengan konsistensi dan cinta. Aku percaya masa depan bumi ditentukan oleh kesadaran kita hari ini. Jadi, aku mengajak kalian semua untuk tidak hanya mencintai alam dari kejauhan, tapi merawatnya, menyentuhnya, dan menjaganya bersama-sama,” beber Cinta Laura Kiehl

Hijaukan Pesisir Timur Jawa, KAI Logistik Tanam Dua Ribu Mangrove Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 13 Juli 2025 | 13:03 WIB

Hijaukan Pesisir Timur Jawa, KAI Logistik Tanam Dua Ribu Mangrove

Probolinggo, katakabar.com - Kereta Api Indonesia atau KAI Logistik di mana salah satu wilayah operasional yang berada di Kota Surabaya lagi, melaksanakan kegiatan penanaman pohon mangrove sebagai bagian dari agenda rutin tahunan yang telah dijalankan sejak tahun 2023. Pada 2025 ini, program penanaman mangrove dipusatkan di Pantai Tambak Sari, Probolinggo. Manajet Timur KAI Logistik, Wisesa Witaraga menyatakkan, kegiatan rutin ini bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Selain menekankan aspek ekologi, ujar wisesa, program ini menjadi bentuk implementasi prinsip keberlanjutan yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) serta prinsip Environmental, Social, and Governance ata ESG. Hingga pertengahan tahun 2025, rinci Wisesa, KAI Logistik Wilayah Timur telah melaksanakan program penanaman mangrove sebanyak tiga kali dengan total 3.600 bibit yang telah ditanam. Penanaman dilakukan secara bertahap, dimulai dengan 1.000 bibit pada tahun 2023, kemudian 600 bibit pada tahun 2024, dan meningkat signifikan menjadi 2.000 bibit pada tahun 2025. Peningkatan jumlah bibit mangrove yang ditanam mencerminkan penguatan komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan berkelanjutan. Menurut Wisesa, di dua tahun pertama, kegiatan penanaman difokuskan di lokasi yang sama, yakni Pantai Klasik, Probolinggo, guna memaksimalkan hasil pemulihan vegetasi. “Tingkat keberhasilan tumbuh mangrove pada tahun pertama belum optimal akibat gangguan hama dan abrasi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pada tahun kedua kami mengarahkan upaya pada pemeliharaan serta penanaman ulang. Sementara pada tahun 2025, lokasi penanaman dialihkan ke kawasan pesisir lain dengan mempertimbangkan aspek konservasi serta kontribusi terhadap pemulihan ekosistem di wilayah yang lebih luas,” jelas Wisesa. Pelaksanaannya, ucap Wisesa, KAI Logistik Wilayah Timur bekerja sama dengan LAZ Rumah Zakat serta melibatkan relawan dari masyarakat lokal. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah pemantauan pertumbuhan bibit mangrove yang dilakukan setiap tiga bulan. Selain penanaman, perusahaan juga mengedukasi masyarakat melalui kampanye “Adopsi Mangrove” untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap kelestarian lingkungan.

'Hijaukan' PLTU,  Indonesia Gencarkan Pemanfaatan Biomassa Tekno
Tekno
Minggu, 05 November 2023 | 14:42 WIB

'Hijaukan' PLTU, Indonesia Gencarkan Pemanfaatan Biomassa

Jakarta, katakabar.com - Bioenergi Indonesia punya potensi sangat besar sebagai sumber energi masa depan, pengganti energi fosil hampir di semua bidang, seperti transportasi, ketenagalistrikan, industri, dan rumah tangga. Khususnya pemanfaatan bionergi untuk produk biomassa bisa menjadi sumber energi yang lebih baik meningkatkan rasio elektrifikasi dan diproyeksikan membantu meningkatkan ketahanan energi nasional. "Indonesia memiliki potensi bioenergi sumber biomassa sangat besar setara dengan 56,97 GW listrik. Pada 2060, Indonesia bakal bangun lebih dari 700 GW pembangkit energi terbarukan. Di mana 60 GW dari pembangkit listrik bioenergi," ulas Ego Syahrial, Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Bidang Strategi Percepatan Penerapan Energi Transisi dan Pengembangan Infrastruktur Energi, Ego Syahrial, lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (5/11). Tidak cuma pemanfaatan biomassa untuk pembangkit listrik, sumber daya ini bakal dioptimalkan melalui program co-firing biomassa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU (Coal Fired Power Plant/CFPP) yang sudah ada. Penerapan co-firing telah dilakukan dari 2020 lalu, dengan blending rate 1 persen hingga 15 persen tergantung jenis boiler dan ketersediaan bahan baku. "Biomass co-firing diterapkan di 113 unit PLTU milik PLN di 52 lokasi, dengan total kapasitas 18.664 MW, menggunakan berbagai sumber biomassa, seperti serbuk gergaji, serpihan kayu, limbah sawit dengan tingkat pencampuran 5 persen hingga 15 persen," terangnya. Pembakaran bersama biomassa di PLTU yang ada bertujuan untuk memenuhi keekonomian penyediaan tenaga listrik, meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam bauran energi nasional, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan "menghijaukan" PLTU lebih cepat. "Di tahum 2023, co-firing bakal diaplikasikan di 42 lokasi. Proyek ini dapat menghasilkan 2.740 GWh energi ramah lingkungan dan mengonsumsi 2,2 juta ton biomassa," ujarnya. Diketahui, hingga semester pertama tahun ini, co-firing telah diterapkan di 36 lokasi dan menghasilkan energi hijau sebesar 325 GWh, mampu mengurangi emisi sebesar 321 ktCO2. Total biomassa yang digunakan pada pembangkit listrik sebesar 306 kilo ton. Untuk mendukung pengembangan co-firing, Kementerian ESDM tengah membereskan peraturan menteri tentang penerapan co-firing pada PLTU yang sudah ada.