Dari Cilegon ke Hanoi: Strategi Krakatau Steel Jadi Pemain Regional
internasional dan perubahan lanskap logistik. “Sudah saatnya ASEAN, sebagai salah satu produsen baja terbesar di dunia, untuk bekerja sama,” ujar Airlangga di booth Krakatau Steel. Airlangga juga menyoroti pertumbuhan sektor industri pengolahan yang masih menjadi tulang punggung PDB Indonesia dengan kontribusi sebesar 19,25 persen pada kuartal I 2025. Ia menambahkan, ekspor besi dan baja tumbuh rata-rata 22,18 persen lima tahun terakhir, sementara konsumsi domestik meningkat dari 18,3 juta ton pada 2024 menuju proyeksi 47 juta ton pada 2035. Menuju ASEAN Hub Baja Bernilai Tambah Penandatanganan dengan Vietnam Steel menjadi langkah strategis Krakatau Steel untuk memantapkan posisinya sebagai hub baja kawasan ASEAN. Setelah menjalin kemitraan dengan sejumlah mitra dari Timur Tengah dan Eropa, kini Krakatau Steel fokus memperkuat blok regional dimulai dari Vietnam.