Era Globalisasi

Sorotan terbaru dari Tag # Era Globalisasi

Senapelan 2025: Dorong Inovasi dan Kolaborasi Tingkatkan Daya Saing Kelapa Indonesia di Era Globalisasi Nasional
Nasional
Sabtu, 06 Desember 2025 | 13:39 WIB

Senapelan 2025: Dorong Inovasi dan Kolaborasi Tingkatkan Daya Saing Kelapa Indonesia di Era Globalisasi

Pekanbaru, katakabar.com - Fakultas Pertanian Universitas Riau sukses gelar Seminar Nasional Pertanian Berkelanjutan (SENAPELAN) 2025 angkat tema “Inovasi dan Kolaborasi untuk Meningkatkan Daya Saing Kelapa Indonesia: Tantangan dan Peluang di Era Globalisasi dan Perubahan Iklim”. Acara berlangsung di salah satu hotel di Pekanbaru ini menghadirkan para pakar nasional, akademisi, praktisi industri, serta peneliti dari berbagai daerah di Indonesia. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Riau, Dr. Ahmad Rifai, S.P., M.P., yang buka acara. Ia menegaskan kelapa komoditas strategis yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui inovasi, penelitian, dan sinergi berbagai pihak. Untuk itu, Dr. Ahmad mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar di dunia. Pemateri Nasional Kupas Tantangan dan Peluang Industri Kelapa Di sesi pertama, acara menghadirkan pembicara dari lembaga strategis nasional secara daring yang dipandu moderator Dosen Fakultas Pertanian, Ibu Dr. Ir. Fifi Puspita, M.P., meliputi Normansyah Syahruddin, M.Eng.Sc., Ph.D. (Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu – BPDP) membawakan materi “Optimalisasi Pendanaan dan Inovasi untuk Mendorong Pertanian Kelapa yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing di Indonesia”. Terus Bayu Dwi Apri Nugroho, S.T.P., M.Agr., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. (Sekretaris Satgas Perencanaan dan Percepatan Hilirisasi Tanaman Kelapa, Kementerian PPN/Bappenas), menyampaikan “Akselerasi Hilirisasi Kelapa Nasional”, menyoroti strategi peningkatan nilai tambah produk kelapa nasional untuk menembus pasar global. Sementara, di sesi kedua dilanjutkan dengan paparan para ahli bidang agroforestri, agronomi, hingga tata niaga kelapa yang dipandu oleh moderator Ibu Dr. Isna Rahma Dini, S.Pi., M.Si., (dosen Fakultas Pertanian), yakni Mulyadi, S.P. (Direktur Yayasan Gambut) Tentang “Model Agroforestri Berbasis Kelapa–Kopi pada Ekosistem Gambut untuk Mendukung Pertanian Rendah Emisi dan Ketahanan Lanskap”. Dilanjutkan Dr. Deviona, S.P., M.P. (Dosen Agroteknologi UNRI) Membahas “Inovasi Agronomi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Kelapa”. Lalu Ir. Syaiful Hadi, M.Si., Ph.D. (Dosen Agribisnis UNRI) Menyampaikan “Mewujudkan Tataniaga Kelapa Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan: Menyeimbangkan Aspek Ekonomi dan Ekologi”. Berikutnya, Kasrul A. Dahlan, S.P., M.Si. (Alumni Fakultas Pertanian UNRI) Memaparkan “Penguatan Rantai Pasok Kelapa Berkelanjutan: Kolaborasi Industri, Petani, dan Alumni UNRI dalam Mewujudkan Produk Bernilai Tambah” Diskusi interaktif berlangsung dinamis dengan fokus pada isu keberlanjutan, peningkatan nilai tambah, serta pembangunan ekosistem industri kelapa yang kompetitif. Ajang Diseminasi Riset Kelapa dan Pertanian Berkelanjutan Selain sesi seminar utama, SENAPELAN 2025 juga menghadirkan penyampaian hasil penelitian dari Penelitian Afirmasi Kelapa serta penelitian mandiri dari dosen, guru, mahasiswa, dan peneliti umum dipandu oleh Moderator Dosen Fakultas Pertanian, Puan Habibah, S.P., M.P. Sesi ini menjadi ruang inovasi bagi akademisi dan peneliti di bidang pertanian, khususnya kelapa. Para pemakalah mendapatkan kesempatan untuk memaparkan hasil penelitiannya serta berdiskusi langsung dengan moderator dan peserta, sehingga mendorong terbentuknya jaringan kolaborasi penelitian baru. Komitmen UNRI Pengembangan Kelapa Berkelanjutan SENAPELAN 2025 menjadi bukti komitmen Fakultas Pertanian Universitas Riau dalam: · mendukung hilirisasi komoditas kelapa nasional, · menguatkan peran akademisi dalam penelitian aplikatif, · membangun jejaring dengan lembaga pemerintah, industri, dan masyarakat, · mendorong inovasi yang relevan dengan isu global seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan. Acara ditutup dengan harapan seminar ini menjadi agenda rutin yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan, kebijakan, dan praktik lapangan demi terwujudnya pertanian kelapa Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan global.

Kasmarni Titahkan Literasi Digital Berlandaskan Pancasila di Era Globalisasi Riau
Riau
Minggu, 01 Juni 2025 | 20:24 WIB

Kasmarni Titahkan Literasi Digital Berlandaskan Pancasila di Era Globalisasi

Bengkalis, katakabar.com - Bupati Bengkalis, Kasmarni bacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP Republik Indonesia di upacara peringatan Hari Lahir atau Harlah Pancasila 1 Juni 2025, digelar di halaman Kantor Bupati Bengkalis, Ahad (1/6). Momentum peringatan Hari Lahir atau Harlah Pancasila 1 Juni 2025, penuh khidmat menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat lagi nilai-nilai Pancasila, terutama di tengah tantangan dunia digital, dan globalisasi yang semakin kompleks. Orang Nomor Satu di 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis, diamanatnya menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam berinteraksi di ruang digital. Dunia maya bukanlah ruang bebas nilai, terang Kasmarni, melainkan harus dibingkai oleh etika, toleransi, dan semangat saling menghargai sebagaimana semangat yang terkandung dalam setiap sila Pancasila. “Pancasila harus menjadi panduan dalam beraktivitas di media sosial maupun platform digital lainnya. Mari kita lawan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi dengan literasi digital dan semangat gotong-royong,” imbau Bupati di hadapan peserta upacara, dilansir dari laman website resmi Pemkab Bengkalis, Minggu sore. Ditegaskan Bupati Bengkalis, perkembangan teknologi tidak boleh menggerus nilai-nilai kebangsaan. Justru, di era globalisasi ini, pemahaman dan penghayatan terhadap Pancasila harus semakin diperkuat, agar bangsa Indonesia tetap memiliki jati diri dan arah moral yang kokoh dalam menghadapi perubahan zaman. Pemerintah Pusat, ucap Kasmarni, melalui Asta Cita delapan agenda strategis menuju Indonesia Emas 2045 menempatkan penguatan ideologi Pancasila sebagai prioritas utama. Jadi Pembangunan bangsa, tidak boleh lepas dari akar nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. “Tanpa arah ideologis yang kuat, kemajuan bisa rapuh. Ekonomi yang tumbuh tanpa keadilan akan menciptakan kesenjangan. Teknologi yang berkembang tanpa bimbingan moral akan menjerumuskan pada dehumanisasi,” bebernya. Pidato itu menyoroti perlunya revitalisasi nilai Pancasila dalam sektor pendidikan, birokrasi, dan ekonomi. Khususnya dalam dunia pendidikan, generasi muda harus dibekali tidak hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter kuat dan integritas moral. Di ruang pemerintahan, nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam pelayanan publik yang adil dan berpihak pada rakyat. Untuk itu, seru Kasrmarni, kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sekadar seremonial belaka. Ia menegaskan, komitmen terhadap Pancasila harus tercermin dalam kebijakan, tindakan, dan tutur kata sehari-hari. “Dirgahayu Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Mari jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara,” harapnya