Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 22 April 2026 | 09:10 WIB

Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Platform perdagangan aset kripto, Tokocrypto terus perkuat posisinya bidang pengembangan ekosistem aset digital di Indonesia melalui langkah strategis dengan menjajaki kolaborasi bersama Circle, perusahaan global di balik stablecoin USDC. Pertemuan antara CEO Tokocrypto Calvin Kizana dan Co-Founder, CEO, sekaligus Chairman Circle Jeremy Allaire di Jakarta10 April 2026 lalu, menjadi bagian dari upaya perluas integrasi Indonesia dalam infrastruktur keuangan digital global. Di pertemuan tersebut, Jeremy menyoroti besarnya potensi Indonesia dalam perkembangan sistem keuangan digital. “Setelah mengunjungi Jakarta dan bertemu langsung dengan banyak pelaku industri, saya semakin yakin bahwa Indonesia akan memainkan peran yang semakin besar dalam sistem keuangan global. Saat ini pun, Indonesia sudah menunjukkan tingkat adopsi kripto dan stablecoin yang sangat tinggi,” jelasnya. Jeremy menambahkan meski saat ini stablecoin masih didominasi oleh dolar AS, teknologi ini memiliki potensi yang jauh lebih luas, termasuk kemungkinan pengembangan berbasis mata uang lokal di masa depan. Stablecoin Sebagai Infrastruktur Penting Diskusi antara Tokocrypto dan Circle juga membahas peran stablecoin sebagai infrastruktur penting dalam aset digital, serta peluang integrasi dengan sistem lokal. Selain itu, kedua pihak menyoroti pentingnya kesiapan regulasi dan kolaborasi lintas industri untuk mendukung pertumbuhan ekosistem yang berkelanjutan. Secara global, tren penggunaan stablecoin terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama di negara berkembang. Stablecoin Utility Report 2026 dari BVNK menunjukkan, tingkat kepemilikan stablecoin di negara berpendapatan rendah dan menengah mencapai 60 persen, lebih tinggi dibandingkan negara maju yang berada di angka 45 persen. Tidak hanya itu, sebanyak 56 persen pengguna berencana menambah kepemilikan stablecoin dalam 12 bulan ke depan. Penggunaan stablecoin juga semakin meluas dalam aktivitas ekonomi nyata. Sekitar 35 persen pendapatan freelancer dan pelaku ekonomi digital kini diterima dalam bentuk stablecoin, sementara 73 persen pekerja lintas negara mengaku teknologi ini meningkatkan kemampuan mereka untuk bekerja secara global. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai kolaborasi dengan pemain global seperti Circle menjadi langkah penting dalam membangun fondasi ekosistem kripto yang lebih kuat di Indonesia. “Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong inovasi sekaligus memperkuat infrastruktur keuangan digital di Indonesia. Stablecoin tidak hanya berperan dalam aktivitas trading, tetapi juga membuka peluang baru dalam ekosistem aset digital dan ekonomi digital,” ucap Calvin. Dengan meningkatnya adopsi global dan dukungan infrastruktur digital yang terus berkembang, Indonesia dinilai berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan peluang ini. Kolaborasi antara Tokocrypto dan Circle diharapkan dapat menjadi katalis dalam membangun ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif, efisien, dan terintegrasi dengan sistem global.

MIND ID Perkokoh Keunggulan Kompetitif Industri, Lewat Ekosistem Industri EV Battery di Karawang Nasional
Nasional
Minggu, 19 April 2026 | 15:10 WIB

MIND ID Perkokoh Keunggulan Kompetitif Industri, Lewat Ekosistem Industri EV Battery di Karawang

Karawang, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan MIND ID konsisten meningkatkan nilai tambah mineral Indonesia untuk memperkuat peran industri dalam penguatan ekonomi nasional. Melalui pengembangan Ekosistem Industri EV Battery di Karawang, MIND ID mengoptimalkan keunggulan komparatif sektor tambang menjadi keunggulan kompetitif industri. Indonesia memiliki pasokan mineral strategis yang besar, mulai dari nikel, kobalt, mangan, bauksit, tembaga, dan batu bara, yang dapat diolah menjadi bahan baku utama baterai. Lewat fasilitas produksi manufaktur baterai kendaraan listrik di Karawang, Grup MIND ID memperkuat penguasaan teknologi, integrasi rantai pasok pengolahan sumber daya alam mineral, dan kualitas SDM yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Adapun, fasilitas produksi manufaktur baterai kendaraan listrik dikelola PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), perusahaan patungan (joint venture/JV) antara Indonesia Battery Corporation (IBC/Anggota Grup MIND ID) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co Limited, Brunp, Lygend (CBL) bernama CBL International Development Pte Ltd (Singapore-CBL). Fasilitas ini berfokus pada produksi sel baterai dan battery pack untuk kendaraan listrik dan Battery Energy Storage System (BESS) dengan kapasitas produksi sebesar 6,9 GWh per tahun yang akan ditingkatkan hingga sekitar 15 GWh pada fase berikutnya. Ekosistem ini upaya MIND ID memperkuat rantai pasok baterai, mempercepat transisi energi, dan membuka peluang nilai tambah industri demi membangun peradaban masa depan Indonesia. Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan terhadap proyek ini untuk memastikan kesiapan industri baterai nasional sebagai upaya untuk meningkatkan keunggulan kompetitif industri yang khususnya akan mendukung transisi energi nasional. Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR, Putri Zulkifli Hasan, menyampaikan transformasi industri yang mendukung energi bersih dan ekonomi rendah karbon merupakan agenda strategis nasional yang terus didorong melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai. “Melalui kebijakan hilirisasi, pemerintah mendorong terbentuknya rantai pasok yang terintegrasi dari sektor hulu pertambangan hingga hilir industri manufaktur baterai. Hal ini menjadikan keterkaitan antara sektor energi, minerba, dan industri semakin erat dan strategis,” jelas Putri. Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif, menimpali fasilitas produksi baterai di Karawang ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada awal kuartal tiga tahun ini. "IBC sebagai Anggota Grup MIND ID berkomitmen untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, yang sesuai dengan mandat dari Asta Cita Presiden," ulasnya. Kata Aditya fasilitas produksi baterai ini memproduksi baterai ion lithium dengan komposisi kimia NMC (nickel manganese cobalt) dan LFP (lithium ferro phosphate), yang mana kedua tipe ini dibutuhkan untuk mendukung agenda transisi energi nasional. "Saat ini, pasar baterai LFP di dunia dan Indonesia sudah terbentuk namun untuk pasar baterai NMC masih dalam tahap pertumbuhan. Oleh karena itu, IBC konsisten mendukung pemerintah untuk terus menstimulasi pengembangan pasar baterai nikel," ucapnya. Berdasarkan data yang dihimpun oleh IBC, mobil listrik yang menggunakan baterai jenis NMC di dunia telah mencapai 40 persen, tetapi di Indonesia pasar baterai NMC baru berkisar 4.persen. Hal itu juga terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang baru-baru ini dirilis. Tahun lalu penjualan mobil listrik di Tanah Air telah mencapai lebih dari 10.930 unit, dengan rincian yang menggunakan baterai jenis LFP sebanyak 99.613 unit sementara baterai jenis NMC hanya 4.317 unit. “Kami mendukung pemerintah dan legislatif untuk membuat kebijakan bagi penguatan pasar domestik bagi kendaraan baterai berbasis nikel, guna memperkuat daya tawar Indonesia di pasar global, sehingga pada akhirnya akan semakin memperkuat keunggulan kompetitif nasional," tandasnya.

Akselerasi Ketahanan Pangan, PTPN I Bangun Ekosistem Terintegrasi di Bone Nusantara
Nusantara
Minggu, 12 April 2026 | 15:13 WIB

Akselerasi Ketahanan Pangan, PTPN I Bangun Ekosistem Terintegrasi di Bone

Bone, katakabar.com – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus perkuat perannya dukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan hilirisasi terintegrasi di wilayah Indonesia Timur. Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan site visit lahan sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Kebun Camming, Kabupaten Bone, di awal April 2026 lalu. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem industri peternakan ayam terintegrasi yang modern dan berkelanjutan. Kerja sama strategis ini melibatkan tiga entitas utama, yakni PTPN I, PT Berdikari, dan PT UGI Agri Harapan Indonesia. Kolaborasi tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kekuatan aset lahan perkebunan, teknologi peternakan, serta akses pasar dalam satu rantai pasok yang terstruktur dan efisien. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis, tetapi juga merupakan bagian dari kontribusi BUMN dukung kedaulatan pangan nasional. "Kerja sama ini adalah bentuk sinergi murni untuk kemaslahatan bersama. Kami memberikan dukungan penuh agar target pembangunan infrastruktur krusial seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), fasilitas cold storage, hingga unit feedstock, dapat berdiri kokoh dan mulai beroperasi dalam satu tahun ke depan," ujar Teddy. Dukungan terhadap percepatan program ini juga datang dari Pemerintah Pusat. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Makmun, MSc, menjelaskan proyek di Bone menjadi perhatian langsung Menteri Pertanian, sehingga proses perizinan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. "Kami sepakat untuk bergerak cepat. Peresmian kerja sama langsung di lokasi ini adalah instrumen hukum penting bagi kami untuk mengakselerasi segala perizinan yang dibutuhkan, sehingga manfaat program ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas," kata Makmun. Dari sisi mitra, PT Berdikari, menyatakan kesiapan dukung implementasi proyek, khususnya pada aspek teknologi dan distribusi. Direktur Keuangan & SDM PT Berdikari, M. Kaspiyah, menilai sinergi antara pemanfaatan lahan PTPN dan keunggulan teknis Berdikari menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program hilirisasi ini. Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan lahan sebagai fondasi utama pelaksanaan program. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PT Tiran Nusantara Grup dan PT UGI Agri Harapan Indonesia, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan industri peternakan terintegrasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan hilirisasi dan integrasi bisnis menjadi salah satu strategi utama dalam menciptakan nilai tambah serta memperluas kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional.

Evolusi Cuatrodia Creative Circle: Transformasi Ekosistem Kreatif Jakarta Standar Kriya Kelas Dunia Lifestyle
Lifestyle
Sabtu, 04 April 2026 | 08:00 WIB

Evolusi Cuatrodia Creative Circle: Transformasi Ekosistem Kreatif Jakarta Standar Kriya Kelas Dunia

Jakarta, katakabar.com - Transisi ini bukan tanpa landasan yang kuat. Lantaran kurun 13 tahun belakangan ini, Cuatrodia telah membangun reputasi melalui dedikasi pada craftsmanship yang diakui secara luas. Reputasi ini diperkuat dengan konsistensi mereka di panggung penghargaan nasional, di mana Cuatrodia kerap dinobatkan sebagai salah satu Craft House of the Year terbaik. Keahlian teknis tim menghidupkan narasi visual telah membuahkan berbagai pengakuan bergengsi, mulai dari pencapaian Silver di kategori Best Animation hingga Bronze untuk Best Film Craft Directing. Keunggulan dalam aspek audio-visual pun tidak luput dari sorotan, dengan raihan penghargaan pada kategori Use of Audio di ajang tahunan seperti Citra Pariwara. Tidak hanya di bidang gerak, kekuatan desain fisik Cuatrodia juga telah teruji lewat raihan Gold untuk Design Packaging di ajang MarCom Awards. Empat Pilar "The Houses": Sinkronisasi Strategi dan Eksekusi Menyikapi tantangan industri yang kian kompleks, Cuatrodia menyadari bahwa kriya lokal yang kuat memerlukan dukungan sistem yang lebih dinamis. Melalui model "Creative Circle", Cuatrodia mengintegrasikan strategi kreatif dan eksekusi teknis melalui empat unit bisnis spesialis: • Notion Nation (Creative House): Pusat strategis pengembangan konsep. • Design Dorm (Design House): Penjaga standar visual dan estetika merek. • Motion Machine (Motion House): Spesialis animasi yang telah teruji lewat berbagai nominasi Best Film Craft. • Story on Craft (Artisan House): Pengembang aset fisik dan merchandise berkualitas tinggi. Visi Strategis: Menghubungkan Kreativitas dan Dampak Bisnis CEO & Founder Cuatrodia, Nuansa Agi, menekankan transformasi ini adalah buah dari pengalaman panjang menavigasi dinamika industri kreatif sejak 2016. "Kami tidak lagi hanya memberikan solusi terpisah. Kami menghadirkan ekosistem yang menghubungkan craftsmanship karya anak bangsa yang telah diakui di festival film maupun ajang periklanan dengan pemikiran strategis yang terukur," ujar Nuansa Agi. Rahadian Ardi Nugroho, Business Director & Co-founder, menimpali kemampuan untuk tetap agile adalah kunci. Dengan portofolio yang mencakup prestasi di Citra Pariwara hingga Festival Film Indonesia, Cuatrodia siap memperkuat layanan bagi mitra bisnis di level yang lebih tinggi. Testimoni Mitra Strategis Kualitas kriya Cuatrodia turut mendapat pengakuan dari para mitra. TB Putera dari Netflix memuji tim sebagai talenta tajam yang siap membawa karya lokal ke panggung dunia. Senada dengan itu, Reynatta Ludy dari TAF menegaskan kolaborasi selama delapan tahun telah membuktikan posisi Cuatrodia sebagai partner strategis yang terintegrasi.

Lewat Kolaborasi Lintas Sektor Sucofindo Perkuat Ekosistem Nilai Karbon Ekonomi
Ekonomi
Senin, 02 Maret 2026 | 13:10 WIB

Lewat Kolaborasi Lintas Sektor Sucofindo Perkuat Ekosistem Nilai Karbon

Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) wujudkan komitmen dukung upaya menurunkan emisi karbon di Indonesia. Salah satunya peran aktif PT Sucofindo (Persero) saat Seminar Nasional bertajuk Monetisasi Emisi Karbon, “Strategi Baru Meningkatkan Perusahaan” guna memperkuat kapasitas, membangun keselarasan pemahaman, serta mendorong kolaborasi nyata dari berbagai lintas sektor untuk pengembangan ekosistem bisnis karbon yang dihelat di Aula Perbanas Institute. Di kegiatan ini hadir Direktur Sumber Daya Manusia PT Sucofindo, Budi Utomo, Direktur Operasi PT Sucofindo, Dani Pramantyo, Ketua Umum Asosiasi Penggiat Karbon dan Bisnis Berkelanjutan (Atkarbonist), Musdhalifah Machmud dan Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar. Direktur Sumber Daya Manusia PT Sucofindo, Budi Utomo, mengatakan sebagai BUMN yang bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT Sucofindo terus berperan aktif mendukung agenda dekarbonisasi di Indonesia. “Sucofindo menjalankan peran strategis sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Peran ini memastikan setiap klaim penurunan emisi dilakukan secara terukur, transparan, dan sesuai standar,” kata Budi Utomo. Budi Utomo melanjutkan, kontribusi Sucofindo tidak hanya terbatas pada layanan validasi dan verifikasi, tetapi juga mencakup konsultansi serta solusi bisnis hijau yang komprehensif. Selaras dengan pernyataan tersebut, Direktur Operasi PT Sucofindo, Dani Pramantyo, menegaskan realisasi pengurangan emisi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. "Sucofindo siap mendukung berbagai sektor untuk mengambil langkah nyata dalam menurunkan jejak karbon dan berkontribusi terhadap tujuan keberlanjutan global,” tegas Dani. Di kegiatan sama, Ketua Umum Atkarbonist, Musdhalifah Machmud, menegaskan pada keynote speech-nya bahwa perubahan iklim saat ini bukan lagi hanya menjadi isu lingkungan tetapi telah menjadi faktor utama yang memengaruhi arah investasi global, perdagangan internasional dan strategi bisnis perusahaan. “Perusahaan yang mampu mengelola emisi secara transparan dan terukur akan memiliki keunggulan kompetitif, akses pembiayaan hijau, serta reputasi yang lebih kuat di pasar global,” jelas Musdhalifah. Selanjutnya Musdhalifah Machmud menyampaikan bersama mitra strategis lainnya, Atkarbonis berkomitmen membangun ekosistem kolaboratif yang mampu mempercepat implementasi bisnis berkelanjutan di Indonesia, sehingga sinergi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, menciptakan peluang investasi baru serta memperkuat daya saing industri nasional di tingkat global. “Kami berharap seminar ini menjadi ruang diskusi strategis yang mampu memperkuat pemahaman modernisasi emisi karbon serta mendorong lahirnya kolaborasi nyata antar pemangku kepentingan. Bumi terjaga, lestari selamanya. Keberlanjutan merupakan strategi keberlanjutan masa depan,” ucapnya. Sebagai narasumber pada kegiatan Seminar Nasional tersebut, Head Unit Climate Solutions and Sustainable Energy PT Sucofindo, Dikman Purnama, menjelaskan Sucofindo mengambil peran aktif mendukung terwujudnya pasar karbon Indonesia yang berintegitas tinggi. Dikman Purnama memaparkan Indonesia telah menetapkan komitmen kuat dalam pengendalian perubahan iklim melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai instrumen untuk mendorong penurunan emisi Gas Rumah Kaca secara terukur dan berkelanjutan. “PT Sucofindo menjalankan peran strategis sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk menghadirkan klaim emisi yang berintegritas dan dilanjutkan dengan peran tim SRN-KLH melalui tim MRV yakni memastikan implementasi Measurement, Reporting and Verification (MRV) telah berjalan sesuai dengan regulasi dan standar nasional maupun internasional,” tegas Dikman Purnama. Peran strategis PT Sucofindo juga hadir sebagai Validation and Verification Body (VVB), “Kami hadir sebagai Validation and Verification Body (VVB) yaitu sebuah proses independen yang dilakukan secara sistematis dan terdokumentasi untuk memastikan bahwa informasi emisi Gas Rumah Kaca telah sesuai dengan kriteria yang disepakati, dan dilaksanakan oleh validator serta verifikator yang kompeten,” jelas Dikman "Kami percaya dengan kolaborasi erat dari berbagai lintas sektor, Indonesia dapat membangun pasar karbon berintegritas tinggi yang tidak hanya mendukung pencapaian Net Zero Emission, tetapi juga meningkatkan daya saing nasional di pasar global," timpalnya. Untuk mendukung mitigasi perubahan iklim, PT Sucofindo juga memiliki layanan otomasi pemantauan dan pengelolaan lingkungan, Pemetaan lahan dan tematik lainnya, Audit Lingkungan serta ESG (Environment, Social, and Governance) improvement and consultation. Selain itu, terdapat layanan untuk mendukung sustainable and green mining, green smelter, sustainable procurement, Ecolable, green office, green building, green port, konsultansi Energi Baru Terbarukan (EBT), Green Project Management, Industri Hijau, Sertifikasi GGL (Green Gold Label) dan CCS (carbon Capture Storage)/CCUS (Carbon Capture, Utilization, and Storage).

Perkuat Ketahanan Ekosistem Muara Beting, Sucofindo Tanam 5.000 Bibit Mangrove Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 20 Februari 2026 | 21:34 WIB

Perkuat Ketahanan Ekosistem Muara Beting, Sucofindo Tanam 5.000 Bibit Mangrove

Bekasi, katakabar.com - Sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Sucofindo (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkolaborasi dengan Komunitas Indonesia Hijau gelar kegiatan penanaman 5.000 bibit mangrove di Kawasan Muara Benting, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas tantangan abrasi, degradasi ekosistem pesisir, serta dampak perubahan iklim yang berpotensi mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir. Kepala Unit TJSL PT Sucofindo (Persero), Nuri Hidayat, menyampaikan program ini bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan. “Melalui Program TJSL, SUCOFINDO tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat peran masyarakat, khususnya generasi muda sebagai agen perubahan. Penanaman mangrove ini merupakan kontribusi nyata perusahaan dalam memperkuat ketahanan ekosistem pesisir sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan,” terangnya. Rangkaian kegiatan diawali pada 12 Januari 2026 dengan Workshop Ekowisata Konservasi Lutung Jawa serta Workshop Pembuatan Makanan Berbahan Dasar Mangrove. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi keanekaragaman hayati sekaligus mendorong pemanfaatan mangrove secara produktif dan berkelanjutan untuk mendukung ekonomi lokal. Selanjutnya, pada 24 Januari 2026, PT Sucofinsi (Persero) juga membangun dan memasang papan nama dermaga yang terletak di depan Balai Desa Pantai Bahagia. Dukungan ini menjadi bagian dari penguatan identitas kawasan sekaligus mendukung pengembangan potensi desa pesisir. Sebagai puncak kegiatan, dilakukan penanaman 5.000 bibit mangrove jenis bakau di kawasan Muara Beting dengan melibatkan generasi muda dan masyarakat setempat. Penanaman dilakukan menggunakan metode ajir, yaitu teknik penanaman dengan penopang bambu untuk memastikan bibit tumbuh lebih kokoh dan adaptif terhadap dinamika wilayah pesisir. Di kesempatan yang sama, Humas Komunitas Indonesia Hijau, Agustina Dwi Handayani, mengatakan inisiatif penanaman mangrove ini lahir dari kepedulian terhadap berbagai bencana lingkungan akibat aktivitas penebangan liar dan degradasi hutan. “Belajar dari bencana yang terjadi akibat penebangan pohon secara liar (illegal logging), Indonesia Hijau membentuk Pemuda Perubahan untuk peduli terhadap lingkungan. Penanaman mangrove ini menjadi langkah nyata kami dalam memulihkan ekosistem pesisir sekaligus membangun kesadaran kolektif. Dengan slogan 'Satu pohon, Satu kehidupan, Mari kita jaga', kami berharap masyarakat semakin berkesadaran akan pentingnya pohon dalam menjaga keseimbangan alam dan keberlangsungan hidup,” tuturnya. Nuri Hidayat menegaskan rangkaian Program TJSL ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada tujuan Penanganan Perubahan Iklim, Ekosistem Laut, Ekosistem Daratan, dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui kolaborasi multipihak, PT Sucofindo (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan inisiatif keberlanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Proyek Dragon Group MIND ID, DPR RI Optimis Indonesia Masuk Ekosistem Baterai Global Politik
Politik
Kamis, 05 Februari 2026 | 09:50 WIB

Proyek Dragon Group MIND ID, DPR RI Optimis Indonesia Masuk Ekosistem Baterai Global

Jakarta, katakabar.com - Komisi XII DPR RI dukung penuh proyek hilirisasi ekosistem baterai melalui Proyek Dragon yang dijalankan Grup MIND ID melalui Indonesian Battery Corporation (IBC). Kerja sama strategis dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Limited (CATL) dinilai menjadi bukti nyata komitmen Negara percepat pembangunan ekosistem baterai nasional yang mampu memberi manfaat bagi ekonomi nasional, dan meningkatkan kontribusi Indonesia dalam ekosistem baterai global. Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya menegaskan, proyek baterai terintegrasi ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi berdampak positif bagi ekonomi Indonesia mulai dari memperkuat daya saing ekonomi, menarik investasi, memperluas lapangan kerja, serta mendukung transisi energi berbasis teknologi ramah lingkungan. “Kegiatan hilirisasi kebijakan utama pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Proyek baterai ini menjadi bagian penting dari strategi tersebut,” ujar Bambang saat Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR, Senin (2/2) lalu. Bambang menekankan DPR juga berharap pentingnya komitmen pengelolaan lingkungan, khususnya terkait limbah B3, baterai gagal fungsi, serta sistem daur ulang baterai pasca pakai agar industri baterai nasional berkembang secara berkelanjutan. “Kami ingin memperoleh penjelasan komprehensif terkait progres proyek, kesiapan produksi, serta bagaimana komitmen pengelolaan lingkungan dan daur ulang baterai akan dijalankan,” jelasnya. Kesimpulan rapat, yakni Komisi XII DPR RI menegaskan empat poin utama dukungan terhadap pengembangan industri baterai nasional. Pertama, Komisi XII mendukung percepatan pembangunan proyek manufaktur baterai kendaraan listrik di Karawang agar dapat segera berproduksi, dengan tetap mengutamakan pengelolaan lingkungan dan sosial sesuai ketentuan perundang-undangan. Kedua, Komisi XII mendorong IBC untuk segera merealisasikan investasi-investasi baru dalam pengembangan baterai kendaraan listrik dan battery energy storage system (BESS) berbasis nikel dengan memanfaatkan potensi sumber daya mineral Indonesia. Ketiga, Komisi XII mendukung pemberian insentif fiskal berupa tax holiday serta perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang lebih optimal bagi IBC, mengingat proyek ini membangun rantai industri baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir. Anggota Komisi XII DPR Cek Endra mengapresiasi percepatan pembangunan proyek tersebut yang dinilai melampaui ekspektasi awal. Dari lahan kosong, fasilitas produksi kini hampir rampung dan ditargetkan mulai berproduksi pada Juni 2026 dengan nilai investasi sekitar Rp7 triliun. “Progresnya luar biasa. Ini menunjukkan keseriusan investasi dan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk masuk lebih dalam ke ekosistem baterai global,” timpal Cek Endra. Tidak hanya itu, Komisi XII menyoroti pentingnya kepastian pasar domestik guna menjaga keberlanjutan industri. Selain sektor kendaraan listrik, pemanfaatan baterai untuk sistem penyimpanan energi di sektor kelistrikan dan rumah tangga dinilai perlu diperluas agar kapasitas produksi besar tidak berisiko memicu kelebihan pasokan. “Kepastian pasar domestik dan sosialisasi pemanfaatan baterai storage menjadi kunci agar industri ini tumbuh sehat dan berkelanjutan,” tambahnya. Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif menyatakan, kehadiran Grup MIND ID melalui IBC sangat relevan dengan agenda Asta Cita pemerintah, khususnya terkait kemandirian energi, ekonomi hijau, dan hilirisasi industri. IBC menargetkan pembangunan rantai nilai baterai terintegrasi, mulai dari pengolahan material berbasis nikel, manufaktur baterai, hingga pengembangan industri daur ulang. “Indonesia memiliki keunggulan sumber daya nikel. Tantangannya adalah memastikan pasar domestik kuat, regulasi konsisten, dan dukungan insentif agar ekosistem baterai ini berkelanjutan dan kompetitif secara global,” kata Aditya. Ia menambahkan, pembangunan pabrik baterai lithium-ion di Karawang yang dikembangkan melalui perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi atau battery energy storage system (BESS). Di tahap awal, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 6,9 gigawatt hour (GWh) dan mulai beroperasi secara komersial pada pertengahan 2026. Produk baterai akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor. Ia menambahkan, dukungan kebijakan diperlukan terutama terkait harmonisasi regulasi hulu-hilir, kepastian klasifikasi usaha (KBLI), serta regulasi battery recycling dan second life battery agar baterai bekas dapat diposisikan sebagai sumber daya baru dalam kerangka ekonomi sirkular.

Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Lewat Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai Nasional
Nasional
Selasa, 03 Februari 2026 | 10:00 WIB

Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Lewat Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah percepat pengembangan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terintegrasi dari hulu ke hilir sebagai strategi utama mendorong hilirisasi mineral dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Proyek kolaborasi Grup MIND ID, PT Industri Baterai Indonesia (IBI), dan konsorsium Huayou (HYD) ini diharapkan menjadi motor bagi peningkatan daya saing industri nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan, pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem rantai industri baterai secara terintegrasi, mulai dari pertambangan nikel, smelter, high pressure acid leaching (HPAL), produksi precursor dan katoda, hingga manufaktur sel baterai. Dengan total nilai investasi proyek diperkirakan mencapai US$ 7 miliar hingga US$ 8 miliar, pemerintah terus melanjutkan pengembangan fasilitas baterai dari tahap awal berkapasitas 10 gigawatt (GW) yang telah beroperasi sejak 2023. Ke depan, kapasitas produksi akan ditingkatkan dengan tambahan 20 GW guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri baterai dan kendaraan listrik. “Kita ingin proyek ini memberikan nilai tambah maksimal bagi bangsa. Hilirisasi harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat industri strategis di dalam negeri,” ujar Bahlil usai penandatanganan kerangka kerja sama (Framework Agreement) oleh konsorsium ANTAM-IBI-HYD, di penghujung Januari 2026 lalu. Bahlil menjelaskan rantai industri ekosistem baterai kendaraan listrik memiliki dampak yang sangat besar terhadap kemajuan ekonomi. Bukan hanya meningkatkan nilai tambah mineral, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat ketahanan energi nasional. Bahlil menerangkan, Indonesia memiliki sumber bahan baku nikel, yang nantinya akan dipasok oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) yang berkolaborasi dengan konsorsium. Pemerintah pun menargetkan kepemilikan mayoritas tetap berada di tangan negara, dengan porsi di atas 50%, bahkan di kisaran 60%–70%. “Ini implementasi Pasal 33. Kekayaan alam harus dikelola negara dan diprioritaskan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” jelasnya. Sementara, Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC), Aditya Farhan Arif, menyatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi sekaligus membangun kemandirian teknologi baterai di dalam negeri. “Sejak awal, misi utama IBC adalah menyukseskan proyek Dragon dan Titan. Kerja sama dengan Huayou ini merupakan kelanjutan dari proyek Titan, setelah sebelumnya bersama LG. Kami ingin memastikan hilirisasi ini benar-benar memberikan nilai tambah optimal bagi Indonesia,” kata Aditya. Menurut Aditya, kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan kapasitas produksi, tetapi juga penguatan penguasaan teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia nasional. “Harapannya, partnership ini menjadi learning curve bagi Indonesia, sehingga ke depan kita tidak hanya menjual sumber daya, tetapi juga mampu memproduksi baterai dengan teknologi kita sendiri,” sebutnya.

AIIP Dorong Kolaborasi Ekosistem Percepatan Adopsi AI Nasional Tekno
Tekno
Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:01 WIB

AIIP Dorong Kolaborasi Ekosistem Percepatan Adopsi AI Nasional

Jakarta, katakabar.com - Artificial Intelligence Institute for Progress (AIIP) luncurkan whitepaper “Accelerating AI Adoption in Indonesia” sebagai dokumen strategis yang memetakan peluang, tantangan, dan langkah kolaboratif untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan di Indonesia. Whitepaper ini menegaskan percepatan adopsi AI merupakan isu strategis nasional yang menuntut kolaborasi lintas sektor demi memperkuat daya saing Indonesia di era digital. Peluncuran whitepaper ini menjadi momentum penting di tengah semakin ketatnya persaingan pengembangan AI di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara seperti Singapura dan Malaysia telah berinvestasi besar pada strategi nasional dan infrastruktur AI, sementara Indonesia memiliki keunggulan utama pada modal manusia yang besar dan tingkat adopsi digital yang terus meningkat. Whitepaper ini menekankan percepatan adopsi AI tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dengan kepentingan nasional, daya saing global, serta ketahanan jangka panjang Indonesia di era digital. “Perlombaan AI saat ini bukan lagi bersifat konseptual. Ini adalah kompetisi nyata yang menuntut kesiapan ekosistem, kolaborasi lintas sektor, dan arah kebijakan yang jelas,” ujar Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, dalam peluncuran whitepaper AIIP tersebut. Kolaborasi sebagai Kunci AIIP menegaskan keberhasilan adopsi AI di Indonesia tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Whitepaper ini dirancang sebagai panduan bersama bagi: 1. Industri, untuk mengembangkan dan menerapkan solusi AI yang relevan dan siap pasar 2. Investor, dalam mendukung skalabilitas inovasi AI 3. Akademia, dalam menyiapkan talenta digital masa depan 4. Pemerintah, sebagai fasilitator yang menyeimbangkan inovasi, etika, akuntabilitas, dan kepercayaan publik “AIIP hadir sebagai platform kolaboratif. Whitepaper ini bukan hanya dokumen pemikiran, tetapi ajakan konkret untuk bergerak bersama,” ujar Ray Djajadinata, Program Director AIIP. Sebagai bagian dari kontribusi kebijakan, whitepaper AIIP merekomendasikan sejumlah langkah strategis, antara lain penyusunan kerangka adopsi AI nasional yang terintegrasi, penguatan ekosistem kolaboratif lintas sektor, peningkatan kapasitas talenta digital, serta fokus pada use case AI berdampak tinggi yang dapat direplikasi secara luas di sektor publik dan swasta. Dengan pendekatan yang terarah dan kolaboratif, AIIP meyakini AI dapat menjadi katalis transformasi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam lanskap AI regional dan global. Whitepaper “Accelerating AI Adoption in Indonesia” diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi pengambil kebijakan, pelaku industri, investor, dan akademisi dalam merancang langkah nyata percepatan adopsi AI nasional.

Kreyavox Perkenalkan Ekosistem "Infrastruktur Berdaulat" Atasi Krisis Hak Cipta dan Asal-Usul AI Generatif Tekno
Tekno
Kamis, 29 Januari 2026 | 11:03 WIB

Kreyavox Perkenalkan Ekosistem "Infrastruktur Berdaulat" Atasi Krisis Hak Cipta dan Asal-Usul AI Generatif

Jakarta, katakabar.com - Membangun di atas tesis dasar whitepaper-nya, protokol Kreyavox memanfaatkan token KYVX operasionalkan jaringan "Sidik Jari Digital" terdesentralisasi. Kreyavox, protokol terdesentralisasi yang merancang infrastruktur untuk "Ekonomi Kreator 3.0," secara resmi memperkenalkan solusi "Infrastruktur Berdaulat" yang komprehensif. Berlandaskan pada tesis teknis dari whitepaper yang telah mapan, protokol ini menjawab "Terra Nullius" (tanah tak bertuan) dalam kepemilikan digital sebuah krisis di mana adopsi AI yang cepat telah melampaui kerangka kerja hak cipta, membuat para kreator kehilangan haknya. Tidak seperti platform Web2 yang bertindak sebagai perantara pencari rente (rent-seeking intermediaries), platform Kreyavox berfungsi sebagai infrastruktur netral yang mengutamakan utilitas. Platform ini mengoperasionalkan visi "Kedaulatan Kreator" dengan memanfaatkan provenance (asal-usul) berbasis blockchain dan alat AI Generatif tingkat institusional untuk memastikan bahwa seiring dengan skala model AI yang membesar, kepemilikan manusia tetap dapat diverifikasi, dilindungi, dan dimonetisasi. Bagaimana Protokol Kreyavox Merancang Solusinya Ekosistem Kreyavox direkayasa di sekitar "Infrastruktur Trinitas" yang dirancang untuk memecahkan mode kegagalan spesifik dari ekonomi digital saat ini: Melindungi (Standar KDF): Untuk mengatasi hilangnya asal-usul karya, Kreyavox menerapkan Kreyavox Digital Fingerprint (KDF). Mekanisme eksklusif ini bukan sekadar tanda air (watermark) permukaan, melainkan protokol steganografi kriptografis. Teknologi ini menyematkan Identitas Terdesentralisasi (DID) kreator dan stempel waktu pembuatan jauh di dalam domain frekuensi file pada saat penciptaan, mengubah setiap aset menjadi "jangkar kebenaran" yang tidak dapat diubah di blockchain. Memberdayakan (Akses AI yang Demokratis): Kreyavox Studio menggunakan mesin Modular Model Aggregation (MMA). Arsitektur ini mengabstraksi kompleksitas dalam mengakses model AI berketepatan tinggi, seperti Large Language Models (LLM) dan Diffusion Models. Yang terpenting, ini memperkenalkan "Culture-as-a-Service" melalui pelatihan Low-Rank Adaptation (LoRA) yang terdesentralisasi, memungkinkan komunitas untuk menyempurnakan model pada dataset budaya tertentu (misalnya, pola Batik) tanpa biaya mahal pelatihan model dasar. Memonetisasi (Pertukaran IP Likuid): Protokol ini menghadirkan Kreyavox Bazaar, sebuah bursa kekayaan intelektual yang canggih. Kontrak pintar (smart contracts) dalam jaringan Kreyavox memungkinkan manajemen hak yang mendetail, mengizinkan kreator untuk melisensikan gaya dan mendapatkan royalti abadi melalui logika yang dapat diprogram. Peran KYVX Primitif Nilai Ekonomi Sementara Kreyavox menyediakan jalur teknologinya, token KYVX berfungsi sebagai mekanisme koordinasi fundamental dan "primitif nilai" untuk ekosistem tersebut. KYVX direkayasa untuk menyelaraskan kepentingan kreator, pengembang, dan operator node melalui model utilitas yang berkelanjutan: Alat Tukar: KYVX adalah mata uang default untuk semua transaksi ekosistem, termasuk pembelian kredit komputasi AI di Studio dan penyelesaian biaya lisensi di Bazaar. Keamanan Jaringan: Operator node yang menyediakan daya komputasi GPU terdistribusi harus mempertaruhkan (stake) KYVX sebagai jaminan untuk memastikan perilaku jujur dan uptime, mengamankan lapisan inferensi yang terdesentralisasi. Hak Tata Kelola: Memiliki dan mempertaruhkan KYVX memberikan hak suara dalam Kreyavox DAO. Ini memberdayakan komunitas untuk mengatur parameter penting seperti alokasi perbendaharaan dan standar keamanan AI yang etis. Komitmen Pertumbuhan Berkelanjutan Tim Kreyavox telah menyusun tokenomics KYVX untuk memprioritaskan penyelarasan jangka panjang di atas spekulasi jangka pendek. Protokol ini menerapkan model distribusi yang menampilkan jadwal penguncian (vesting) yang diperpanjang untuk tim inti dan mitra ekosistem, memastikan komitmen terhadap peta jalan pengembangan multi-tahun. Selain itu, sistem ini mencakup mekanisme deflasi yang dirancang untuk mengurangi pasokan KYVX dari waktu ke waktu berdasarkan pemanfaatan platform. Tentang Kreyavox (KYVX) Kreyavox adalah Infrastruktur Kreator Berdaulat untuk era AI Generatif. Dengan menggabungkan provenance kriptografis dengan komputasi AI terdesentralisasi, Kreyavox memberdayakan kreator untuk memiliki, melindungi, dan mengambil keuntungan dari kerja digital mereka. Proyek ini dipimpin oleh tim veteran dari riset AI, arsitektur blockchain, dan ekonomi kreator Asia Tenggara.