Solusi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech Tekno
Tekno
Jumat, 20 Maret 2026 | 21:02 WIB

Solusi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech

Jakarta, katakabar.com - Pertumbuhan pesat penggunaan drone komersial membawa risiko baru bagi fasilitas strategis, termasuk kilang migas, bandara, area militer, dan infrastruktur kritis lainnya. Drone yang terbang tanpa izin di zona terlarang dapat membawa muatan pengintai atau bahan berbahaya, sehingga deteksi dan netralisasi tepat waktu menjadi prioritas operasional keamanan. LZ Tech menyediakan ekosistem solusi anti drone yang mencakup deteksi, identifikasi, penjejakan, dan jamming dalam berbagai format penerapan. Untuk respons taktis cepat, LZ Tech menyediakan jammer gun portabel yang dapat memantau status jamming secara langsung melalui tampilan LCD terintegrasi tanpa memerlukan perangkat tambahan. Untuk perlindungan area yang lebih luas dan bersifat permanen, LZ Tech menawarkan sistem stasioner yang mampu mendeteksi serial number drone, kecepatan, orientasi, dan koordinat GPS target secara bersamaan dalam satu antarmuka terpadu. Fitur white list dan black list memisahkan drone yang diotorisasi dari yang tidak tanpa harus menjamming seluruh penerbangan di area tersebut. Untuk kebutuhan mobile seperti pengamanan konvoi atau event skala besar, LZ Tech menyediakan sistem vehicle-mounted yang mengintegrasikan deteksi, jamming, dan command-and-control dalam satu platform kendaraan. "Ancaman drone di lingkungan industri dan fasilitas keamanan tidak cukup ditangani dengan deteksi saja. Netralisasi yang tepat sasaran membutuhkan sistem terintegrasi dengan kemampuan identifikasi yang akurat," ucap Halo Robotics. Solusi anti drone berbasis LZ Tech yang didistribusikan dapat dikombinasikan dengan sistem patroli drone otomatis seperti DJI Dock 3 untuk membentuk lapisan pertahanan udara yang komprehensif, mulai dari deteksi awal hingga respons aktif terhadap ancaman drone tidak sah.

Inspeksi Pipa Migas Berbasis Drone Gunakan Sniffer4D Tekno
Tekno
Kamis, 19 Februari 2026 | 22:00 WIB

Inspeksi Pipa Migas Berbasis Drone Gunakan Sniffer4D

Jakarta, katakabar.com - Inspeksi pipa di sektor minyak dan gas memerlukan sistem pemantauan yang mampu mendeteksi potensi kebocoran gas secara presisi tanpa meningkatkan risiko terhadap personel lapangan. Metode manual sering menghadapi tantangan menjangkau jalur pipa yang panjang, area terpencil, serta lingkungan dengan paparan gas berbahaya seperti CH4, H2S, dan senyawa volatil lainnya. Sniffer4D Nano 2+ Multi-Gas dari Soarability hadir sebagai sistem sensor berbasis drone yang dirancang untuk mendukung inspeksi gas dan partikulat dari udara secara akurat dan terukur. Perangkat ini memiliki lima internal slot yang dapat dikonfigurasi dengan modul sensor sesuai kebutuhan operasional. Integrasi dengan drone DJI Enterprise seperti Matrice 4 Series, Matrice 400, serta DJI Dock 3 mendukung pelaksanaan inspeksi secara efisien, termasuk untuk operasi otomatis dan pemantauan berkala. Sensor Multi-Gas dan Partikulat Sniffer4D Nano 2+ mendukung berbagai modul sensor berbasis electrochemistry, PID, dan light scattering. Pilihan modul mencakup PM 1.0, PM 2.5, PM 10, serta TSP atau PM 100 untuk pemantauan partikulat. Untuk gas, tersedia modul O3, NO2, O3 + NO2, CO, H2S, NH3, SO2, HCHO, TVOC, serta Odor dengan satuan OU. Setiap modul memiliki rentang pengukuran dan sensitivitas yang berbeda sesuai kebutuhan aplikasi industri. Data hasil pengukuran ditampilkan secara real-time melalui DJI Pilot dan DJI FlightHub 2, kemudian divisualisasikan menggunakan AIRINS.ai dalam bentuk peta dua dimensi, tiga dimensi, serta interpolasi distribusi konsentrasi gas. Setelah misi selesai, sistem secara otomatis menghasilkan laporan dalam format PDF atau CSV untuk kebutuhan dokumentasi dan analisis lebih lanjut. “Inspeksi gas berbasis drone mendukung peningkatan standar keselamatan dan efisiensi operasional di fasilitas migas. Informasi yang diperoleh memberikan dasar yang kuat untuk tindakan mitigasi yang lebih cepat dan terukur,” ujar Halo Robotics, distributor Sniffer4D di Indonesia. Dengan fleksibilitas konfigurasi hingga lima modul sensor dalam satu perangkat, Sniffer4D Nano 2+ menjadi solusi inspeksi pipa migas yang aman, efisien, dan akurat untuk mendukung kebutuhan pemantauan gas di lingkungan industri berisiko tinggi.

Teknologi Drone untuk Perhitungan Volume Stockpile dan Analisis Topografi Tambang Tekno
Tekno
Kamis, 19 Februari 2026 | 15:04 WIB

Teknologi Drone untuk Perhitungan Volume Stockpile dan Analisis Topografi Tambang

Jakarta, katakabar.com - Dalam industri pertambangan, perhitungan volume stockpile dan pemantauan perubahan topografi elemen penting dalam pengendalian operasional. Ketidaktepatan data dapat berdampak pada laporan produksi, perencanaan hauling, hingga evaluasi progres pit. Metode survei konvensional masih membutuhkan waktu berhari-hari, melibatkan banyak personel, serta memiliki keterbatasan dalam menjangkau area curam, aktif, atau berisiko tinggi. Di sisi lain, kebutuhan terhadap data yang cepat dan presisi terus meningkat untuk mendukung efisiensi dan akurasi operasional. Pemetaan dan pemodelan 3D dilakukan dengan integrasi DJI Matrice 4 Enterprise (M4E), didukung Emlid RTK GNSS presisi tinggi, serta pemrosesan data menggunakan Terrasolid dan analisis tambang berbasis AI dari Strayos. Sistem ini menghasilkan model 3D presisi sentimeter dalam waktu yang lebih singkat dibanding metode manual. Model 3D digunakan untuk perhitungan volume stockpile secara akurat, analisis kontur dan elevasi, pemantauan progres pit, serta validasi kondisi as-built di lapangan. Dukungan RTK memastikan data ortofoto dan point cloud memiliki konsistensi tinggi untuk kebutuhan teknis maupun manajerial. Point cloud yang dihasilkan dapat diproses lebih lanjut untuk menghitung volume material, mengevaluasi perubahan permukaan tambang secara berkala, serta mendukung analisis performa operasional. Pembaruan data rutin memungkinkan manajemen memiliki satu sumber data akurat untuk berbagai keputusan teknis dan strategis. “Dengan model 3D yang diperbarui secara berkala, operasional tambang dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Halo Robotics. Dengan dukungan teknologi ini, proses pengukuran yang sebelumnya memakan waktu panjang dapat diselesaikan dalam hitungan jam, sekaligus meningkatkan keselamatan kerja dan konsistensi data di lapangan.

Drone Angkut DJI FlyCart 100 Dukung Pengiriman Barang Tanpa Mendarat Lingkungan
Lingkungan
Senin, 09 Februari 2026 | 19:10 WIB

Drone Angkut DJI FlyCart 100 Dukung Pengiriman Barang Tanpa Mendarat

Jakarta, katakabar.com - DJI FlyCart 100 dirancang mendukung pengiriman logistik udara tanpa pendaratan di lingkungan dengan keterbatasan area pendaratan serta tingkat risiko operasional yang tinggi. Melalui sistem pengantaran tanpa pendaratan (non-landing delivery), FlyCart 100 memungkinkan distribusi muatan dilakukan secara presisi langsung ke titik tujuan. Drone angkut FlyCart 100 dilengkapi dengan sistem winch generasi terbaru yang mendukung penurunan muatan tanpa perlu mendaratkan drone. Sistem ini memungkinkan pengiriman logistik ke area sempit, terjal, atau berbahaya, seperti kawasan industri, lokasi bencana, hingga area terpencil dengan akses darat terbatas. Sistem winch memiliki panjang kabel hingga 30 meter, memungkinkan proses penurunan muatan berlangsung secara stabil dan terkendali. Fleksibilitas operasional ditingkatkan melalui opsi pengoperasian otomatis maupun manual, sehingga operator dapat menyesuaikan metode pengiriman dengan kondisi lapangan serta prosedur keselamatan yang berlaku. Dengan kecepatan retract hingga 1.2 meter per detik, durasi hover dapat ditekan secara signifikan. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi misi, tetapi juga membantu mengurangi paparan risiko operasional selama proses pengantaran. Hook elektrik yang terintegrasi turut mempercepat proses pelepasan muatan, mendukung distribusi logistik yang aman dan efisien. Melalui kombinasi teknologi winch canggih dan sistem pengantaran tanpa mendarat, DJI FlyCart 100 menghadirkan pendekatan baru dalam logistik udara, khususnya untuk kebutuhan pengiriman di lingkungan dengan tantangan operasional tinggi. Dukungan Ekosistem Logistik Udara di Indonesia Sebagai distributor DJI Delivery di Indonesia, Halo Robotics mendukung penggunaan DJI FlyCart 100 sebagai bagian dari pengembangan solusi logistik udara yang lebih adaptif. Teknologi pengantaran tanpa mendarat dinilai relevan untuk mendukung kebutuhan operasional di berbagai sektor, termasuk logistik industri, infrastruktur, dan respons darurat.

Drone Tingkatkan Efisiensi Inspeksi ROW di Tengah Tantangan Medan Tekno
Tekno
Senin, 09 Februari 2026 | 18:10 WIB

Drone Tingkatkan Efisiensi Inspeksi ROW di Tengah Tantangan Medan

Jakarta, katakabar.com - Pemantauan Right of Way (ROW) di jaringan transmisi listrik menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan utilitas kelistrikan. Luasnya bentang jalur, kondisi medan yang beragam, serta kebutuhan akan data yang presisi sering kali membuat inspeksi konvensional memakan waktu lama dan berisiko bagi personel di lapangan. Pemanfaatan teknologi drone berbasis LiDAR kini menjadi bagian dari pendekatan modern untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan inspeksi ROW. Dengan dukungan pemetaan udara yang terarah dan berbasis data spasial, proses inspeksi dapat dilakukan secara lebih cepat, aman, dan menyeluruh tanpa harus mengandalkan pemeriksaan manual di sepanjang jalur transmisi. Melalui metode penerbangan otomatis yang mengikuti jalur kabel secara konsisten, pemetaan power line dapat dilakukan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Pendekatan ini memungkinkan pengumpulan data detail terkait kondisi aset kelistrikan serta lingkungan di sekitarnya, termasuk vegetasi dan struktur pendukung, dalam satu rangkaian misi pemantauan. Data LiDAR yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk memberikan gambaran komprehensif kondisi ROW. Informasi yang dihasilkan mencakup pemisahan objek di sekitar jalur transmisi, identifikasi potensi pelanggaran jarak aman antara kabel dan vegetasi atau bangunan, analisis risiko pohon tumbang, hingga pemantauan kemiringan struktur tower. Analisis ini membantu tim teknis memahami potensi risiko secara lebih dini dan terukur. “Dalam pengelolaan jaringan transmisi, data spasial yang akurat sangat penting untuk mendukung pemeliharaan yang lebih terencana dan berbasis risiko,” ujar Halo Robotics, distributor DJI Enterprise di Indonesia. Pendekatan inspeksi berbasis drone LiDAR memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki metode konvensional. Selain mempercepat proses pengumpulan data, teknologi ini juga membantu mengurangi paparan risiko bagi personel serta meningkatkan kualitas informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Pemanfaatan drone LiDAR dalam inspeksi ROW mencerminkan upaya perusahaan utilitas kelistrikan untuk memperkuat keandalan jaringan melalui pemantauan yang lebih adaptif dan berbasis data. Dengan dukungan teknologi ini, inspeksi jalur listrik dapat dilakukan secara lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.

Drone Jadi Bagian Smart Pole Pemkab Sumedang Default
Default
Senin, 12 Januari 2026 | 15:04 WIB

Drone Jadi Bagian Smart Pole Pemkab Sumedang

Sumedang, katakabar.com - Kabupaten Sumedang terus memperkuat transformasi menuju kota cerdas melalui pemanfaatan infrastruktur digital terpadu. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui peresmian Smart Pole sebagai bagian dari pengembangan ekosistem smart city yang terintegrasi. Peresmian Smart Pole yang berlokasi di Halaman Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Sumedang dilaksanakan pada Rabu (7/1) lalu, dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir. Sebagai bagian dari sistem Smart Pole, teknologi drone patroli digunakan untuk mendukung pemantauan wilayah secara dinamis dan berbasis data. “DJI Dock 3 digunakan sebagai bagian dari sistem pemantauan udara otomatis yang terintegrasi dengan Smart Pole,” ujar Halo Robotics, distributor DJI Enterprise di Indonesia. Drone patroli beroperasi dengan radius hingga satu kilometer dan dijadwalkan melakukan patroli rutin beberapa kali dalam sehari guna mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, kebakaran, maupun risiko bencana lainnya. Pendekatan ini melengkapi sistem pemantauan berbasis perangkat statis dengan kemampuan pengawasan udara yang lebih fleksibel. Seluruh data visual dan informasi hasil patroli drone terhubung langsung dengan Command Center Kabupaten Sumedang, sehingga memungkinkan pemantauan secara real-time serta mendukung respons yang lebih cepat dan terkoordinasi bersama layanan darurat, termasuk layanan kebencanaan, kebakaran, dan kesehatan. Smart Pole mengintegrasikan berbagai perangkat teknologi dalam satu infrastruktur terpadu, mencakup CCTV, papan informasi digital, sensor kualitas udara, penerangan jalan, serta fasilitas pendukung pengisian daya kendaraan listrik. Integrasi teknologi drone melengkapi sistem tersebut sebagai bagian dari pendekatan pemantauan berbasis data yang adaptif terhadap kondisi lapangan. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra teknologi, implementasi Smart Pole di Kabupaten Sumedang menjadi contoh penerapan smart city yang menekankan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan keamanan, ketertiban, dan kualitas layanan publik secara berkelanjutan.

TDI Berpartisipasi di Annual Energy Symposium 2025 Tampilkan Teknologi Drone Teranyar Tekno
Tekno
Sabtu, 26 Juli 2025 | 16:16 WIB

TDI Berpartisipasi di Annual Energy Symposium 2025 Tampilkan Teknologi Drone Teranyar

Jakarta, katakabar.com - Terra Drone Indonesia atau turut berpartisipasi pada Annual Energy Symposium atau AES 2025 yang ditaja Society of Petroleum Engineers atau SPE Java Section. Kegiatan berlangsung pada 23 hingga 26 Juni 2025 lalu di Sheraton Grand Jakarta, dan menjadi ajang penting bagi para pelaku industri energi untuk berkumpul, bertukar gagasan, dan memperkenalkan teknologi terkini dalam mendukung transisi energi nasional. Di momen tersebut, Terra Drone Indonesia menampilkan sejumlah teknologi drone terbaru yang dirancang khusus untuk mendukung operasional sektor energi, terutama di bidang minyak dan gas. Tiga drone yang menjadi sorotan utama adalah Elios 3, DJI Dock 3, dan DJI Matrice 400. Ketiganya membawa keunggulan masing-masing yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, mulai dari inspeksi internal di ruang terbatas, pemantauan otomatis jarak jauh, hingga pengoperasian di medan sulit. Elios 3 hadir sebagai solusi inspeksi ruang tertutup, menawarkan kemampuan visualisasi dan pemetaan 3D secara simultan berkat integrasi teknologi LiDAR dan sistem navigasi SLAM. Dengan drone ini, proses inspeksi dalam tangki, pipa, dan ruang terbatas lainnya dapat dilakukan tanpa menghentikan operasi, mengurangi risiko personel, dan meningkatkan akurasi data. Sedang, DJI Dock 3 dirancang sebagai sistem drone berbasis docking station yang memungkinkan pengoperasian dan pengisian daya secara otomatis. Teknologi ini telah membuka peluang baru dalam pengawasan fasilitas energi tanpa memerlukan kehadiran operator di lokasi terpencil. Adapun DJI Matrice 400, sebagai drone industri terbaru dari DJI, menawarkan ketangguhan dan fleksibilitas tinggi untuk berbagai misi survei, pemetaan, hingga inspeksi, dengan dukungan sistem transmisi canggih dan kompatibilitas payload yang luas. Salah satu aspek yang banyak mendapatkan perhatian bagaimana drone kini mulai digunakan untuk mendukung aktivitas pengiriman barang di wilayah offshore. Pemanfaatan DJI Dock 3 untuk mengirimkan peralatan dan suku cadang ringan antar platform offshore menjadi solusi nyata atas tantangan logistik di lingkungan yang sulit dijangkau.

TDI Dukung PTSL di Kabupaten Nagan Raya Lewat Pemetaan Udara Berbasis Drone Tekno
Tekno
Sabtu, 12 Juli 2025 | 21:00 WIB

TDI Dukung PTSL di Kabupaten Nagan Raya Lewat Pemetaan Udara Berbasis Drone

Jakarta, katakabar.com - Sebagai upaya mendukung kelancaran Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL yang dicanangkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Terra Drone Indonesia telah melakukan pekerjaan survey pemetaan udara di wilayah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Pemetaan ini mencakup area seluas kurang lebih 1.644 hektar, mencakup berbagai bentuk lahan yang menjadi bagian dari program sertifikasi tanah nasional. Terra Drone Indonesia atau TDI memanfaatkan drone fixed wing untuk melaksanakan pemetaan udara secara efisien dan akurat. Drone fixed wing memiliki keunggulan dalam jangkauan terbang yang luas, waktu terbang yang lama, serta hasil citra resolusi tinggi yang ideal untuk keperluan pemetaan skala besar seperti program PTSL. Selain itu, proses pengambilan data lapangan, tim Terra Drone juga menggunakan perangkat Global Navigation Satellite System atau GNSS tipe geodetik untuk memastikan presisi data koordinat. Penggunaan teknologi ini penting dalam proses georeferensi citra udara agar data spasial yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar pemetaan pertanahan secara resmi. PTSL atau Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap adalah program strategis nasional yang bertujuan untuk mempercepat proses sertifikasi tanah bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Program ini tidak hanya memberikan kepastian hukum atas hak kepemilikan tanah, tapi mendorong stabilitas sosial dan ekonomi, mengingat banyak masyarakat yang selama ini belum memiliki bukti legal atas lahan yang mereka tempati. Dengan penggunaan teknologi drone dan GNSS geodetik, kegiatan pemetaan dalam program PTSL kini dapat dilakukan lebih cepat, hemat biaya, dan minim risiko dibandingkan dengan metode survei manual konvensional. Selain itu, data hasil pemetaan udara dapat dimanfaatkan untuk analisis topografi, validasi batas lahan, serta digitalisasi peta bidang tanah, yang semuanya menjadi komponen penting dalam proses sertifikasi tanah. Terra Drone Indonesia atau TDI berkomitmen untuk terus mendukung agenda pemerintah dalam transformasi digital di sektor pertanahan. Keterlibatan dalam proyek pemetaan PTSL di Kabupaten Nagan Raya menjadi wujud nyata kolaborasi antara teknologi modern dan kebutuhan masyarakat akan legalitas tanah yang transparan dan berkeadilan.

Disbunak Sanggau Taja Pelatihan Penggunaan Drone Percepat Penerbitan STDB Sawit
Sawit
Minggu, 10 November 2024 | 21:53 WIB

Disbunak Sanggau Taja Pelatihan Penggunaan Drone Percepat Penerbitan STDB

Sanggau, katakabar.com - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat taja pelatihan penggunaan drone dan GPS untuk pemetaan lahan, di ruang rapat dinas setempat. Peserta pelatihan tersebut, yakni petugas lapangan, dan staf dari Disbunak Kabupaten Sanggau, guna meningkatkan efisiensi pendataan lahan perkebunan.

Drone Elios 3 Tingkatkan Keselamatan dan Efisiensi Inspeksi Confined Space di Industri Semen Tekno
Tekno
Senin, 05 Agustus 2024 | 20:16 WIB

Drone Elios 3 Tingkatkan Keselamatan dan Efisiensi Inspeksi Confined Space di Industri Semen

Jakarta, katakabar.com - Industri semen rentan terhadap gas beracun seperti H2S, yang membahayakan keselamatan pekerja saat melakukan inspeksi di ruang terbatas (confined space). Untuk mengatasi tantangan ini, Halo Robotics, distributor teknologi drone profesional terbesar di Indonesia, menghadirkan drone Elios 3 sebagai solusi inovatif. Elios 3 dirancang khusus untuk melakukan inspeksi visual menyeluruh dan akuisisi data LiDAR 3D tanpa membahayakan personel di area berisiko tinggi.