Divesifikasi

Sorotan terbaru dari Tag # Divesifikasi

Bittime Mega Listing, Peluang Diversifikasi di Tengah Penguatan Nilai Aset Bitcoin Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 07 Maret 2026 | 12:10 WIB

Bittime Mega Listing, Peluang Diversifikasi di Tengah Penguatan Nilai Aset Bitcoin

Jakarta, katakabar.com -Pasar aset kripto menunjukkan tren positif lagi setelah Bitcoin ($BTC) menguat ke level psikologis US$70.000, didorong oleh kondisi makroekonomi yang lebih stabil serta meredanya tensi geopolitik. Bertepatan dengan ini Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan Bittime Mega Listing dengan menambahkan 24 token baru terjadwal pada 5 hingga 6 Maret 2026. Penguatan sentimen pasar ini tidak hanya berdampak pada aset Bitcoin ($BTC), tetapi juga membuka potensi pergerakan yang lebih luas pada berbagai aset kripto lain. Di antaranya Ethereum ($ETH) yang naik 3,87 persen, dan aset-aset Tokenized Stocks seperti Ondo Tokenized Stocks ($CoinOn) yang mengalami kenaikan hingga 12,82 persen dalam 24 jam terakhir (5 Maret 2026). Kondisi pasar saat ini sering kali dimanfaatkan sebagai momentum perluasan diversifikasi aset sekaligus memaksimalkan peluang pertumbuhan nilai investasi. Bersamaan dengan ini, Bittime menghadirkan lebih banyak pilihan aset-aset alternatif bagi investor Indonesia guna memanfaatkan momentum pasar yang sedang menguat. Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya, menjelaskan fase pasar yang positif seperti saat ini dapat menjadi momentum bagi investor untuk meninjau kembali strategi portofolio mereka. Menurutnya, ketika kondisi pasar mendukung, peluang pertumbuhan terbuka lebih luas, namun tetap diperlukan pendekatan yang bijak dan berbasis fundamental. “Melalui Mega Listing ini, Bittime ingin membuka akses yang lebih besar terhadap berbagai kategori aset. Mulai dari aset-aset berbasis DeFi, GameFi, Meme, Ondo Tokenized Stocks hingga fan token yang berbasis komunitas global. Ini bertujuan memberikan fleksibilitas dalam membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi dan adaptif,” ucap Ronny. Peluncuran dilakukan dalam dua tahap, beber Ronny, di mana batch pertama pada 5 Maret akan menghadirkan deretan token seperti $STATUS, $AZTEC, $WILD, $SOSO, $RNWB, $TRIA, $PENGUIN, $AFC, $COINON, $KOON, dan $AMZNON yang mencerminkan inovasi dari aspek privasi data hingga tokenisasi real world assets (RWA). Terus, sebut Ronny, pada batch kedua di tanggal 6 Maret, Bittime menambahkan dengan aset-aset $ZAMA, $WAX, $ACX, $CETUS, $ASR, $PSG, $JUV, $ACM, $ATM, $BAR, dan $CITY guna memperluas eksposur investor pada sektor gaya hidup dan olahraga. "Penambahan ini bertujuan memperluas variasi perdagangan, sekaligus menjadi bentuk dukungan Bittime terhadap pertumbuhan ekosistem aset digital yang lebih inklusif dan berorientasi pada literasi," imbuhnya. Di tengah kondisi pasar yang sedang bertumbuh, Bittime menyampaikan pentingnya bagi investor Indonesia untuk tetap mengedepankan manajemen risiko dalam berinvestasi. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk volatilitas harga, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi. Lantaran itu, setiap keputusan investasi perlu didasarkan pada riset mandiri dan pemahaman profil risiko masing-masing. Dengan terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Diversifikasi Kelapa Sawit Jadi Kerajinan Tangan di Maluku Nasional
Nasional
Kamis, 12 Oktober 2023 | 16:50 WIB

Diversifikasi Kelapa Sawit Jadi Kerajinan Tangan di Maluku

Maluku, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku kerja sama dengan Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) diversifikasi kelapa sawit menjadi produk kerajinan tangan. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Maluku, Yahya Kotta lewat keterangan yang diterima di Ambon, dilansir dari laman ANTARA, pada Kamis (12/10) mengatakan, terkait bahan baku kelapa sawit sendiri Pemprov Maluku bakal jembatani persediaan stok yang diambil dari daerah penghasil untuk kebutuhan pengrajin. Menurutnya, pihaknya tidak hanya dengan BBSPJIKB bersinergi tapi dengan Balai Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Balai Standarisasi Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Ambon. "Provinsi Maluku mengapresiasi kegiatan ini lantaran berorientasi memanfaatkan bahan baku kelapa sawit. Terobosan ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Maluku," ujarnya saat lokakarya kerajinan batik dan kerajinan tangan di Ambon. Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Kementerian Keuangan, Helmi Muhansyah menjelaskan, program-program berbasis kelapa sawit ini dibuat untuk sejahterakan para petani kelapa sawit dari Sabang hingga Merauke. "Produk-produk sawit bakal dikembangkan untuk menjadi batik dan kerajinan lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi," jelasnya. Saat ini di Maluku hanya Kabupaten Maluku tengah dan sebagian Seram Bagian Barat yang memiliki kebun kelapa sawit. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022, Provinsi Maluku menghasilkan sebanyak 17.000 ton kelapa sawit. Angka itu 700 ton lebih banyak dibanding Maluku Utara yang hanya 16.300 ton. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia memproduksi kelapa sawit sebanyak 45,58 juta ton pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 1,02 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai 45,12 juta ton. Melihat trennya, produksi kelapa sawit Indonesia menunjukkan tren meningkat. Rekor produksi terbanyak dalam satu dekade terakhir mencapai 47,12 juta ton pada 2019. Secara rinci, kelapa sawit yang berasal dari perkebunan besar sebanyak 30,06 juta ton pada 2022. Sedang, 15,52 juta ton kelapa sawit berasal dari perkebunan rakyat.