Diversifikasi

Sorotan terbaru dari Tag # Diversifikasi

Diversifikasi Trading: Mengapa Banyak Trader Memilih Multi Instrumen? Ekonomi
Ekonomi
Senin, 23 Maret 2026 | 20:10 WIB

Diversifikasi Trading: Mengapa Banyak Trader Memilih Multi Instrumen?

Jakarta, katakabar.com - Di dunia trading modern, strategi diversifikasi menjadi salah satu pendekatan yang banyak digunakan oleh trader untuk mengelola risiko dan meningkatkan peluang keuntungan. Salah satu bentuk diversifikasi yang paling umum adalah trading multi-instrumen. Multi-instrumen berarti trader tidak hanya fokus pada satu jenis aset, tetapi juga memperdagangkan berbagai instrumen seperti forex, emas, indeks saham, hingga komoditas. Pendekatan ini semakin populer karena pasar global yang dinamis memberikan peluang di berbagai sektor, bukan hanya pada satu instrumen saja. Untuk mengetahui berbagai pilihan instrumen trading yang tersedia, Anda dapat membaca artikel KVB bisa trading 70+ instrumen, apa saja pilihannya? Apa Itu Diversifikasi Trading? Diversifikasi dalam trading adalah strategi menyebarkan modal ke berbagai instrumen untuk mengurangi risiko kerugian. Dengan tidak menempatkan seluruh dana pada satu aset, trader dapat mengurangi dampak negatif jika salah satu instrumen mengalami penurunan. Konsep ini mirip dengan prinsip “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang”, yang bertujuan menjaga keseimbangan portofolio. Mengapa Trader Pilih Multi-Instrumen? Ada beberapa alasan utama mengapa banyak trader memilih strategi multi-instrumen: 1. Mengurangi Risiko Salah satu keuntungan utama diversifikasi adalah mengurangi risiko. Ketika satu instrumen mengalami penurunan, instrumen lain mungkin tetap stabil atau bahkan naik. Hal ini membantu menjaga keseimbangan portofolio dan menghindari kerugian besar. 2. Memanfaatkan Berbagai Peluang Pasar Pasar keuangan global selalu bergerak dan tidak semua instrumen bergerak dalam arah yang sama. Misalnya, ketika pasar saham melemah, harga emas sering kali justru menguat karena berfungsi sebagai aset safe haven. Dengan trading multi-instrumen, trader dapat tetap menemukan peluang di berbagai kondisi pasar. 3. Mengikuti Kondisi Ekonomi Global Setiap instrumen memiliki faktor penggerak yang berbeda. Forex dipengaruhi oleh kebijakan moneter, komoditas dipengaruhi oleh supply-demand, sedangkan indeks saham dipengaruhi oleh kinerja perusahaan. Dengan memahami berbagai instrumen, trader dapat menyesuaikan strategi sesuai kondisi ekonomi global. 4. Fleksibilitas Strategi Trading Trading multi-instrumen memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam menyusun strategi. Trader dapat memilih instrumen yang sesuai dengan gaya trading mereka, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, trader juga dapat berpindah fokus ke instrumen yang sedang memiliki volatilitas tinggi. Jenis Instrumen Trading Multi-Instrumen Beberapa instrumen yang umum digunakan dalam strategi multi-instrumen antara lain: Forex – Pasar mata uang dengan likuiditas tinggi dan volatilitas yang menarik Emas – Aset safe haven yang sering digunakan saat ketidakpastian ekonomi Indeks Saham – Representasi kinerja pasar saham secara keseluruhan Komoditas – Seperti minyak dan logam yang dipengaruhi oleh faktor global Dengan mengombinasikan berbagai instrumen ini, trader dapat menciptakan portofolio yang lebih seimbang. Peran Platform dukung Multi-Instrumen Untuk menerapkan strategi multi-instrumen, trader membutuhkan platform trading yang menyediakan akses ke berbagai aset dalam satu akun. Melalui broker trading kvb futures, trader dapat mengakses lebih dari 70 instrumen trading termasuk forex, emas, indeks saham, dan komoditas dalam satu platform. Hal ini memudahkan trader dalam melakukan diversifikasi tanpa perlu menggunakan banyak akun atau platform berbeda. Mulai Trading dengan Strategi Diversifikasi Bagi trader yang ingin memulai strategi diversifikasi, langkah pertama adalah memahami karakteristik masing-masing instrumen. Selain itu, penting juga untuk menentukan alokasi modal yang tepat agar risiko tetap terkontrol. Jika Anda ingin mulai trading multi-instrumen, Anda dapat membuka akun melalui halaman daftar akun trading di KVB Futures. Diversifikasi trading melalui strategi multi-instrumen menjadi pilihan banyak trader karena mampu mengurangi risiko dan meningkatkan peluang profit. Dengan menyebarkan modal ke berbagai instrumen, trader dapat menghadapi berbagai kondisi pasar dengan lebih fleksibel.

Bittime Hadir Staking APY Hingga 15 Persen Diversifikasi Strategi di Tengah Gejolak Pasar Global Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 11 Februari 2026 | 21:39 WIB

Bittime Hadir Staking APY Hingga 15 Persen Diversifikasi Strategi di Tengah Gejolak Pasar Global

Jakarta, katakabar.com - Kondisi ekonomi global saat ini sedang berada dalam fase yang penuh dengan tantangan akibat munculnya tiga risiko utama yang saling berkaitan atau yang dikenal sebagai triple threat. Menghadapi ini, Bittime, platform crypto exchange yang telah memperoleh izin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan alternatif fitur investasi jangka panjang, Staking dengan APY hingga 15 persen. Sebelumnya, gejolak pasar ekonomi global bermula dari The Federal Reserve Amerika Serikat yang diketahui menunda perubahan kebijakan suku bunganya. Ketidakpastian mengenai kebijakan moneter ini kemudian menciptakan keraguan di kalangan pelaku pasar, yang pada akhirnya memicu penurunan minat terhadap instrumen keuangan yang memiliki fluktuasi tinggi. Data terbaru juga menunjukkan adanya kelesuan dalam penyerapan tenaga kerja yang sering kali dianggap sebagai sinyal awal melambatnya pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh. Bagi para investor, fenomena ini adalah peringatan akan berkurangnya daya beli dan potensi keuntungan perusahaan di masa depan. Akibatnya, banyak pelaku pasar yang memilih untuk memindahkan dana mereka dari aset digital fluktuatif seperti Bitcoin menuju aset digital berbasis aset kripto seperti Tether Gold ($XAUT) dan iShares Silver Trust ($SLVON), yang pergerakannya kini semakin masif di pasar aset kripto. Hal ini dipicu oleh pergeseran pandangan investor terhadap aset-aset “safe haven” atau aset pelindung nilai di tengah volatilitas ekonomi saat ini. Lebih lanjut, sebagai aset yang bernilai 1:1 atau setara dengan satu troy ounce emas murni yang disimpan di brankas Swiss, $XAUT menjadi pilihan yang dapat dilirik di tengah gejolak pasar ekonomi global dan kenaikan harga emas. Kehadiran aset kripto $XAUT menawarkan opsi investasi emas yang likuid, dan efisien dengan dukungan teknologi blockchain. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor aset tradisional seperti emas, sebab $XAUT menggabungkan nilai emas murni yang bergerak lebih stabil dengan keunggulan teknologi blockchain. Di Indonesia sendiri, $XAUT termasuk dalam whitelist aset kripto yang dapat diperdagangkan berdasarkan daftar whitelist CFX. Lantaran itu kehadirannya dapat diakses melalui berbagai platform pertukaran aset kripto resmi dan berizin di Indonesia, seperti Bittime. Bertepatan dengan ini Bittime menghadirkan kampanye khusus bagi pengguna baru yang melakukan transaksi pertama pada $XAUT dan $SLVON. Di mana, pengguna baru yang melakukan transaksi pertama pada aset digital $XAUT atau $SLVON berkesempatan memperoleh hadiah hingga Rp150.000 berdasarkan syarat dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, investor dapat secara langsung memanfaatkan fitur fleksibel staking dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 15 persen bagi pengguna baru tanpa batas locked periode tertentu. Ini berarti investor juga bisa mendapatkan manfaat tambahan dari pertumbuhan nilai aset, sekaligus memberi kemudahan dalam mengakses atau memperdagangkan aset nya kapan saja. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

Aset Emas Digital Opsi Baru Investor Diversifikasi Aset Internasional
Internasional
Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:30 WIB

Aset Emas Digital Opsi Baru Investor Diversifikasi Aset

Jakarta, katakabar.com - Emas digital semakin dilirik investor Indonesia sebagai alternatif diversifikasi aset di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar. Didukung teknologi blockchain, emas digital menawarkan akses ke nilai emas fisik dengan fleksibilitas dan transparansi yang lebih tinggi dibanding instrumen konvensional. Perdagangan spot memungkinkan kepemilikan aset secara langsung dengan risiko yang lebih terukur, menjadikannya relevan bagi strategi jangka menengah hingga panjang. Dalam konteks ini, Bybit Indonesia diposisikan sebagai exchange kripto tepercaya yang menyediakan perdagangan spot XAUT dengan infrastruktur yang aman, stabil, dan mendukung kebutuhan investor modern. Ketidakpastian global kembali mendorong investor mencari perlindungan nilai. Inflasi yang masih fluktuatif, tensi geopolitik, serta pergerakan pasar keuangan yang sulit diprediksi membuat strategi diversifikasi aset semakin relevan. Di konteks ini, emas kembali mendapat perhatian, tidak hanya dalam bentuk konvensional, tetapi juga sebagai aset digital berbasis blockchain yang menawarkan fleksibilitas lebih tinggi bagi investor modern. Secara historis, emas dikenal sebagai aset lindung nilai yang relatif stabil saat pasar bergejolak. Namun, keterbatasan likuiditas, biaya penyimpanan, dan aksesibilitas membuat emas fisik tidak selalu praktis bagi semua investor. Perkembangan teknologi blockchain menghadirkan alternatif baru melalui tokenisasi emas, yang memungkinkan kepemilikan nilai emas fisik dalam bentuk aset digital yang dapat diperdagangkan secara efisien di pasar kripto. Emas digital menjadi jembatan antara aset tradisional dan ekosistem kripto. Nilainya tetap mengacu pada harga emas fisik, tetapi ditransaksikan dengan mekanisme yang lebih transparan dan cepat. Bagi investor yang ingin menyeimbangkan eksposur antara aset berisiko dan defensif, emas digital menawarkan pendekatan yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar saat ini. Minat terhadap emas digital tidak terlepas dari perubahan perilaku investor. Semakin banyak pelaku pasar yang tidak lagi mengejar volatilitas semata, melainkan mencari stabilitas dan perlindungan nilai jangka menengah hingga panjang. Dalam strategi diversifikasi, emas digital berperan sebagai penyeimbang portofolio, terutama ketika aset berisiko seperti saham atau kripto mengalami tekanan. Perdagangan spot menjadi pendekatan yang paling relevan dalam konteks ini. Dengan spot trading, investor memiliki aset secara langsung tanpa leverage, sehingga risiko dapat dikelola dengan lebih terukur. Transparansi harga dan kepemilikan aset yang jelas membuat perdagangan spot emas digital semakin menarik, terutama bagi investor yang mengutamakan kontrol dan kejelasan dalam pengelolaan portofolio. Salah satu aset emas digital yang mulai mendapat perhatian adalah XAUT, token emas berbasis blockchain yang merepresentasikan kepemilikan emas fisik. XAUT menawarkan kemudahan akses ke nilai emas global tanpa harus berhadapan dengan kompleksitas logistik emas konvensional. Bagi investor kripto, aset ini memberikan eksposur terhadap emas tanpa harus keluar dari ekosistem digital yang sudah mereka pahami. Di Indonesia, tren ini berkembang seiring meningkatnya literasi investasi dan kematangan pasar kripto. Investor semakin kritis dalam memilih instrumen dan platform, tidak hanya melihat potensi imbal hasil, tetapi juga faktor keamanan dan stabilitas sistem. Hal ini membuat kualitas infrastruktur perdagangan menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan, khususnya untuk aset defensif seperti emas digital. Dalam lanskap tersebut, Bybit Indonesia memposisikan diri sebagai exchange kripto yang mendukung trading spot XAUT dengan pendekatan yang berfokus pada keamanan dan keandalan sistem. Infrastruktur perdagangan dirancang untuk memberikan pengalaman transaksi yang stabil, sementara sistem keamanan berlapis diterapkan untuk melindungi aset pengguna. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan investor yang memanfaatkan emas digital sebagai bagian dari strategi diversifikasi, bukan instrumen spekulatif jangka pendek. Likuiditas jadi faktor penting dalam perdagangan emas digital. Pasar yang likuid membantu menjaga efisiensi harga dan meminimalkan selisih transaksi, terutama bagi investor yang mengelola portofolio dalam skala tertentu. Dengan infrastruktur yang mendukung perdagangan spot secara optimal, investor dapat mengakses emas digital dengan lebih percaya diri di tengah dinamika pasar. Meningkatnya adopsi emas digital mencerminkan pergeseran cara pandang terhadap investasi di era digital. Investor tidak lagi memisahkan aset tradisional dan kripto secara kaku, tetapi mulai mengkombinasikan keduanya untuk membangun portofolio yang lebih seimbang. Emas digital hadir sebagai solusi yang relevan dalam pendekatan tersebut, menggabungkan stabilitas nilai dengan fleksibilitas teknologi. Ke depan, peran emas digital dalam strategi diversifikasi diperkirakan akan semakin menguat. Di tengah ketidakpastian global yang belum sepenuhnya mereda, investor cenderung mencari instrumen yang mampu menjaga nilai tanpa mengorbankan efisiensi.

Bittime Ajak Perluas Diversifikasi Aset Investasi dan Tingkatkan Strategi Investasi Terukur Internasional
Internasional
Rabu, 19 November 2025 | 22:32 WIB

Bittime Ajak Perluas Diversifikasi Aset Investasi dan Tingkatkan Strategi Investasi Terukur

Jakarta, katakabar.com - Nilai aset Bitcoin kembali melemah sepekan terakhir, dipengaruhi sejumlah faktor yang saling bersinggungan, dan sempat turun ke kisaran bawah sekitar US$ 93.000. Bittime, platform crypto exchange terdepan di Indonesia memandang momen koreksi ini, dapat jadi peluang untuk memperluas diversifikasi aset investasi. Setelah sebelumnya memuncak di kisaran US$ 125.000 pada Oktober lalu, Bitcoin jatuh hingga 10,57 perseb dalam seminggu terakhir. Dikutip dari The Economic Times, koreksi ini tidak hanya terjadi secara teknikal, tetapi juga karena perubahan ekspektasi makroekonomi dan kondisi sentimen pasar yang semakin berhati-hati. Terpantau, index Fear dan Greed terhadap kondisi psikologi pasar pada kapitalisasi market Coinmarketcap, sentimen pasar kini menyentuh level Extreme fear. Hal ini menunjukkan terdapat tekanan jual yang besar pada pasar aset Bitcoin, dampak sentimen pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Pasar memperkirakan kemungkinan pemangkasan sangat besar, tetapi kini peluangnya jauh lebih kecil. Itu sebabnya, mendorong terjadinya tekanan jual. Sedang secara teknikal, Bitcoin telah menembus level support penting. Menandakan zona “pantulan” yang sebelumnya dipercaya sebagai daerah pembeli mulai rapuh. Sebagai salah satu Top 3 platform exchange aset kripto di Indonesia, Bittime melihat meski volatilitas meningkat, momen ini bisa menjadi titik awal yang tepat. Di mana, situasi ini memberi kesempatan guna memperluas diversifikasi aset dan memperkuat strategi investasi dengan landasan yang lebih kuat. Ryan Lymn, CEO Bittime, membagikan bahwa koreksi harga pada pasar aset kripto justru dapat menjadi momentum “Begin Investing Today”. Turunnya harga aset justru dapat jadi peluang untuk memulai langkah kecil investasi aset kripto dan membangun strategi investasi berkelanjutan. “Di tengah situasi makro yang menuntut kewaspadaan, Bittime memastikan bahwa generasi muda dan investor aset kripto Indonesia memiliki akses ke platform yang terpercaya, cepat, efisien, dan murah. Sehingga, para investor dan trader Indonesia dapat memanfaatkan momentum pasar dengan maksimal sesuai dengan tingkat risiko masing-masing,” jelas Ryan. Ia mengatakan, menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi global, termasuk kebijakan moneter, likuiditas global, dan regulasi yang semakin ketat. Bittime berkomitmen untuk menjadi wadah terpercaya dan efisien bagi masyarakat Indonesia untuk dapat mengamankan, sekaligus mengembangkan nilai asetnya. Dengan filosofi BIT: Begin Investing Today dan TIME: Trustworthy, Immediate, Minimized, dan Effortless, Bittime mengajak untuk mulai berinvestasi dan memperluas diversifikasi aset. Sebab, pihaknya percaya fondasi investasi yang kuat tidak dibangun saat pasar sedang melonjak, melainkan ketika kondisi menuntut kehati-hatian dan strategi yang matang. Selaras dengan ini, literasi dan edukasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Investasi bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi tentang melindungi nilai aset yang sudah dimiliki.

Hadirkan Kesempatan Diversifikasi Aset Investor Indonesia, Bittime Resmi Listing Token Aster dan Avatis Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 05 Oktober 2025 | 16:30 WIB

Hadirkan Kesempatan Diversifikasi Aset Investor Indonesia, Bittime Resmi Listing Token Aster dan Avatis

Jakarta, katakabar.com - Bittime, platform jual beli aset kripto berlisensi di Indonesia resmi melisting aset Aster (ASTER) dan Avantis (AVNT). Kedua token ini tidak hanya berfungsi sebagai alat utilitas dan tata kelola dalam ekosistemnya, namun juga sebagai representatif visi inovatif perdagangan aset digitalnya yang canggih. Token ASTER, token asli dari Aster sebuah bursa aset kripto generasi baru. Keunggulan Aster terletak pada penyatuan perdagangan spot dan perpetual dalam satu antarmuka yang ramah pengguna. Aster memperkenalkan fitur inovatifnya yang meningkatkan efisiensi modal, di antaranya kemampuan untuk memanfaatkan token staking likuid atau stablecoin berimbal hasil sebagai jaminan. Selaras dengan semangat inovasi yang serupa, token AVNT adalah aset native dari Avantis, Decentralized Exchange (DEX) yang beroperasi di jaringan Base. Avantis memperluas cakupan perdagangannya melampaui aset kripto biasa, turut menghadirkan Real World Assets (RWA), seperti valuta asing, dan komoditas. Platform ini dikenal dengan terobosannya dalam menawarkan kontrak perpetual dengan zero fee, sebuah fitur yang sangat menarik bagi para trader. Secara mendasar, baik Aster maupun Avantis memiliki persamaan signifikan sebagai bursa yang fokus pada perdagangan derivatif, Keduanya unggul dalam menghadirkan fitur-fitur inovatif yang bertujuan meningkatkan pengalaman dan efisiensi modal pengguna. Tetapi, Avantis lebih berpengaruh dengan integrasi perdagangannya yang lebih luas, mencakup aset kripto dan RWA di jaringan Base, menegaskan posisinya sebagai DEX terdepan dalam volume perdagangan di ekosistem tersebut. Sementara itu, Aster mengedepankan efisiensi melalui fitur jaminan yang fleksibel, memanfaatkan token staking atau stablecoin berimbal hasil. Kesamaan esensial mereka, yakni peran token ASTER dan AVNT sebagai fondasi tata kelola dan utilitas, menegaskan kedua proyek ini secara kolektif mendorong batas-batas kapabilitas bursa terdesentralisasi, menawarkan masa depan yang lebih cepat, fleksibel, dan inklusif dalam dunia perdagangan aset digital dan dunia nyata. Melihat ini, Bittime yang resmi dan berlisensi PAKD di Indonesia, menunjukkan komitmennya dengan menghadirkan kedua token tersebut dengan trading pairs ASTER/IDR, dan ANVT/IDR, pada 26 September 2025 lalu. Sejalan dengan komitmen meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas aset-aset diversifikasi bagi investor Indonesia, kehadiran ASTER dan ANVT dapat menjadi gebrakan terhadap ekosistem aset digital Indonesia. Selain itu dengan kondisi pasar saat ini, Bittime gelar kampanye Bittime PayDay GainDay. Kampanye yang berlangsung sampai 5 oktober 2025 ini, memberikan peluang bagi para trader untuk memaksimal potensi performa portofolio asetnya. Membagikan total cashback hingga dengan 25 persen, kampanye ini terbuka untuk publik, khususnya pengguna Bittime. Ini kesempatan bagi para trader, untuk mengeksplorasi potensi profit dengan menggunakan platform resmi dan berlisensi di Indonesia. Tetapi, perlu dipahami bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai bukan euforia pasar.

Diversifikasi Usaha, Holding PTPN Optimalkan Kebun Karet Tak Produktif Jadi Agrowisata Edukatif Nasional
Nasional
Jumat, 03 Oktober 2025 | 09:34 WIB

Diversifikasi Usaha, Holding PTPN Optimalkan Kebun Karet Tak Produktif Jadi Agrowisata Edukatif

Jawa Tengah, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 3 terus dorong diversifikasi usaha dengan mengoptimalkan aset-aset nonproduktif menjadi unit bisnis baru. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui transformasi kebun karet di Karanganyar, Jawa Tengah, yang kini berkembang menjadi destinasi wisata edukatif bernama Agrowisata Kampoeng Karet. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Damas, menyatakan Kampoeng Karet merupakan contoh nyata implementasi mandat pemegang saham untuk mengelola rupa-rupa komoditas dan rupa-rupa usaha. “PTPN I menjadi penerima mandat sebagai Supporting Co, yakni diserahi untuk mengelola dan mengoptimalkan rupa-rupa komoditas dan usaha di luar gula dan sawit. Di situ ada karet, kakao, kopi, tembakau, dan lainnya. Aset lainnya banyak di bidang hospitality, termasuk rumah sakit dan tempat wisata. Nah, Agrowisata Kampoeng Karet ini adalah salah satunya. Kami terus mendorong dan mendukung unit kerja untuk membuka peluang optimalisasi aset seperti di Kampoeng Karet ini,” ujar Teddy di Jakarta, Rabu (1/10). Agrowisata Kampoeng Karet berlokasi di Desa Puntuk Rejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kawasan yang berada di lereng Gunung Lawu dengan udara sejuk dan panorama pegunungan ini dulunya merupakan kebun karet yang sudah tidak produktif. Dengan jarak hanya sekitar 20 kilometer dari Kota Karanganyar, lokasi ini dinilai strategis untuk dikembangkan menjadi objek wisata edukasi. Manajer Agrowisata Kampoeng Karet, M. Ibrohim Fajjri, didampingi Penyelia Sistem Manajemen, Herry Sulistyo, menjelaskan sebelum bertransformasi menjadi kawasan wisata, pihaknya telah melakukan kajian menyeluruh terkait keberlanjutan usaha dan potensi kunjungan. “Dulu ini kebun karet, tetapi sudah tidak produktif. Setelah kajian komprehensif, diputuskan untuk dibuat agrowisata. Syukur, sekarang sudah berjalan dan terus kami lakukan inovasi dari semua lini, baik fasilitas, wahana, layanan, maupun akomodasi,” jelas Ibrohim. Beragam wahana telah tersedia, mulai dari outbound, camping ground, hingga kegiatan mass gathering. Fasilitas lainnya meliputi flying fox, river tubing, jeep adventure, trampolin, scooter, berkuda, istana kelinci, terapi ikan, kolam renang anak, hingga kafe dan restoran. Pengunjung juga dapat menikmati akses jaringan seluler dan WiFi yang memadai.

Perkuat Pangsa Pasar Eksternal dan Diversifikasi Produk, WSBP Catatkan NKB Rp295,35 Miliar Kuartal I 2025 Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 04 Mei 2025 | 08:00 WIB

Perkuat Pangsa Pasar Eksternal dan Diversifikasi Produk, WSBP Catatkan NKB Rp295,35 Miliar Kuartal I 2025

Jakarta, katakabar.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) mencatatkan nilai perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp295,35 miliar hingga kuartal I tahun 2025. Dari total perolehan tersebut, sebesar 60,31 persen atau Rp178,13 miliar berasal dari proyek eksternal, sementara 39,69 persen atau Rp117,22 miliar berasal dari proyek internal. Secara keseluruhan, perolehan ini menunjukkan arah yang positif terhadap upaya WSBP dalam memperluas pangsa pasar di luar lingkup internal Waskita Group. Berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari segmen Beton Precast senilai Rp160,97 miliar, disusul Beton Readymix sebesar Rp75,08 miliar, Jasa Konstruksi sebesar Rp59,12 miliar, dan sisanya disumbangkan oleh segmen Sewa Alat. Beberapa proyek strategis yang berhasil diperoleh antara lain Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura, Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 (ADD I dan ADD II), Proyek Perluasan Tzu Chi School di PIK 2, serta Proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Betung (Simpang Sekayu)–Tempino. Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto menyampaikan, pencapaian ini hasil dari strategi pemasaran yang terstruktur dan agresif. “WSBP mengimplementasikan strategi pemasaran eksternal secara menyeluruh dengan memperkuat portofolio produk unggulan serta mendorong inovasi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis,” ujarnya. WSBP melakukan inovasi produk seperti penggunaan Fly Ash dan Mortar Foam menjadi bagian dari upaya WSBP dalam menghadirkan solusi material Beton Readymix yang tidak hanya efisien dari sisi teknis dan biaya, tapi lebih ramah lingkungan dan mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan. Fandy menegaskan, perusahaan terus mengupayakan peningkatan rasio kemenangan tender melalui pendekatan yang lebih selektif dan responsif terhadap kebutuhan pasar. “Kami meningkatkan efektivitas proses tender dengan menganalisis peluang secara cermat, mempercepat respons terhadap kebutuhan teknis proyek, dan memperkuat relasi strategis dengan mitra kerja, guna memastikan proposal kami tetap kompetitif dan unggul,” jelasnya.

Lewat Inovasi Produk Turunan, BPDPKS Dorong Diversifikasi Tingkatkan Nilai Tambah Sawit Sawit
Sawit
Rabu, 04 Desember 2024 | 14:26 WIB

Lewat Inovasi Produk Turunan, BPDPKS Dorong Diversifikasi Tingkatkan Nilai Tambah Sawit

Malang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS terus gencarkan program diversifikasi produk sawit untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi BPDPKS, Helmi Muhansah menegaskan, sawit memiliki prospek menjanjikan dengan potensi pengembangan produk turunan yang dapat memenuhi kebutuhan pangan, pakan, hingga manufaktur. “Selain minyak mentah atau Crude Palm Oil dan inti sawit atau PKO, sawit dapat diolah menjadi produk, seperti helm berbahan bio-komposit, parafin, pengawet buah, hingga baterai berbasis limbah sawit,” ujar Helmi saat Workshop “Diversifikasi Produk Kelapa Sawit Khusus Pakan Ternak, Biomassa, Cokelat, Krimer, dan Dupa Sawit” di Jakarta, Selasa (25/11) lalu.