Disperindag
Sorotan terbaru dari Tag # Disperindag
Komisi II DPRD Rohul Gelar RDP Soal Tunda Salur DBH dan Pajak Air Permukaan
Rokan Hulu, katakabar.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hulu gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BPKAD, BAPENDA dan Disperindag Rokan Huli tentang Tunda Salur DBH Provinsi Riau tahun 2024, 2025 dan optimalisasi Pajak Air Permukaan, Senin (19/1). RDP tersebut bertujuan selain menjalankan fungsi pengawasan, paling utama untuk memotivasi pemerintah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 'Negeri Seribu Suluk' nama lain dari Kabupaten Rokan Hulu
Polres Kepulauan Meranti Bersama Disperindag dan DKPP Sinergi Sidak Stok dan Harga Beras
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti melalui Kasatreskrim bersama Dinas Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan inspeksi mendadak (Sidak) stok, dan harga beras di sejumlah distributor, dan ritel modern di wilayah setempat, Sabtu (15/11). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan ketersediaan beras tetap aman serta harga jual di pasaran masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, Sidak bertujuan mencegah potensi kecurangan, seperti penimbunan dan pengoplosan beras yang dapat merugikan masyarakat. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH SIK MH, melalui Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, AKP Roemin Putra SH MH pimpin kegiatan. Ia menyampaikan pihaknya bersama OPD terkait berkomitmen menjaga stabilitas pangan dan mengawasi distribusi beras di seluruh wilayah Kepulauan Meranti. “Kami ingin memastikan tidak ada permainan harga maupun penimbunan. Semua proses distribusi harus berjalan sesuai aturan agar masyarakat tidak dirugikan,” ujar AKP Roemin Putra Kata AKP Roemin, pada Sidak ini tim melakukan pengecekan langsung ke produsen dan pelaku usaha beras untuk memastikan takaran, kualitas, serta kemasan sesuai standar yang berlaku. Sejauh ini, sebut AKP Roemin, hasil monitoring menunjukkan harga bahan pokok, khususnya beras, masih kondisi stabil. Sedang, stok beras dan kebutuhan pangan lainnya di wilayah Selatpanjang dilaporkan cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pasokan Gas LPG di Kepulauan Meranti Segera Normal, Disperindag Pastikan Tidak Ada Kelangkaan
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Santer kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Kepulauan Meranti, akhinya mendapat tanggapan resmi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag. Kepala Disperindag Kepulauan Meranti, Marwan, memastikan pasokan gas segera normal waktu dekat ini. “Pada Rabu (5/11) nanti sudah masuk 520 tabung gas LPG ke Kepulauan Meranti. Kami terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan distribusi berjalan lancar,” ujar Marwan, Senin (4/11). Menurutnya, sebagian agen memang sempat mengalami keterlambatan pengiriman gas. Tetapi, pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada agen-agen yang belum menyalurkan LPG sesuai jadwal agar segera menuntaskan kewajiban distribusi. “Kami harap masyarakat tidak panik. Jika tidak ada kendala cuaca, pasokan tambahan akan tiba paling lambat Kamis, dan distribusi ke masyarakat segera dilakukan,” kata Marwan. Sementara, perwakilan Agen LPG 3 Kg PT. Sinergi Sehati Sampurna, menjelaskan keterlambatan pengiriman bukan disebabkan kelangkaan, melainkan karena faktor teknis rutin yang kerap terjadi menjelang akhir tahun. “Setiap akhir tahun biasanya ada sedikit keterlambatan dalam pengiriman ke Kepulauan Meranti. "Pasokan kami tetap aman, biasanya kami mengambil sekitar 1.000 tabung per bulan, dan pada Rabu nanti distribusi akan kembali stabil,” terang Agen.
Tinjau Minimarket, Muzamil Cek Takaran MinyaKita di Selatpanjang
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin SM MM, bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti, tinjau salah satu minimarket di bilangan Jalan Banglas Selatpanjang, Jumat (14/3). Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut laporan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian takaran produk MinyaKita. Hasilnya tidak menemukan satu dari tiga sampel minyak yang tidak sesuai takaran. Dari pemeriksaan yang dilakukan pihak Disperindag terhadap dua sampel kemasan plastik dan satu botol MinyaKita, satu kemasan plastik hanya berisi 970 ml dari takaran seharusnya 1000 ml.
Takaran Migor Viral, Kapolres Inhu Terjunkan Tim ke Lapangan
Indragiri Hulu, katakabar.com - Takaran mengenai dugaan ketidaksesuaian volume minyak goreng subsidi merk MinyaKita yang dipasarkan hingga ke Indragiri Hulu, Provinsi Riau, saat ini viral. Terkait itu, pihak aparat penegak hukum (APH), Polres Inhu menyoroti hal tersebut dengan melakukan pemantauan ke lapangan untuk melihat ketersediaan produk, dan memastikan takaran MinyaKita sesuai dengan yang tertera pada kemasan. "Benar, anggota unit Tipidter lakukan inspeksi bersama Disperindag Indragiri Hulu ke beberapa lokasi di Kota Rengat, yakni Pasar Rakyat, Toko Alang, Toko Family Mart, dan Toko Bali," ujat AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kapolres Inhu melalui Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran. Dijelaskan, kegiatan ini tindak lanjut dari instruksi Kapolri pada 10 Maret 2025 di mana pastikan minyak goreng subsidi tersebut hingga ke masyarakat sesuai takaran. Di kegiatan itu, tim mengambil sampel MinyaKita ukuran 1 liter dari beberapa produsen, diantaranya PT Samawa, PT Wilmar Nabati Industri, PT Inti Buana Perkasa, PT Multimas Industri, dan PT Kurnia Tunggal Nugraha. Sampel tersebut kemudian diuji menggunakan alat ukur volume oleh tim Metrologi untuk memastikan kesesuaian isinya. "Hasil pengecekan seluruh sampel Minyakita yang diuji memiliki isi yang sesuai dengan kemasan, yaitu 1 liter. Artinya tidak ditemukan adanya penyimpangan atau pengurangan volume dalam kemasan yang diperiksa," bebernya. "Kami memastikan minyak goreng subsidi MinyaKita yang beredar di pasaran sesuai dengan standar yang ditentukan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena berdasarkan hasil pemeriksaan, volumenya tetap sesuai dengan yang tertera pada kemasan," terangnya.
FGD, Mari Pelaku Usaha Bersama Kita Kembangkan Hilirisasi Kelapa Sawit
Pangkalpinang, katakabar.com - Komoditas kelapa sawit terbukti topang pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Guna lebih perkokoh capaian itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel lewat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) gelar Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Hilirisasi Kelapa Sawit, kemarin. Kepala Disperindag Babel, Tarmin yang buka FGD, di salah satu hotel di Pangkalpinang, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Disperindag Provinsi Babel, Dinas Pertanian Provinsi Babel, dan Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Ditjen Agro Kemenperin via zoom. Diceritakan Tarmin, kelapa sawit salah satu komoditas dari sektor pertanian punya daya tahan ikut serta topang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bangka Belitung. Selain itu, ujar Tarmin, industri kelapa sawit berkontribusi buka dan ciptakan lapangan kerja baik langsung maupun tidak langsung, sebab pemerintah memiliki visi agar industri sawit Indonesia dapat menjadi produsen sawit terbesar dan mendorong hilirisasi atau pengembangan produk turunan. Kelapa sawit sendiri, kata Tarmin, menyandang status sebagai tanaman penghasil minyak nabati tertinggi. Per hektar lahan kebunnya mampu memproduksi lebih banyak minyak dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lain. Lantaran itu, sambungnya, industri kelapa sawit memenuhi kriteria sebagai industri unggulan yang pantas untuk dikembangkan lebih luas lagi, dari mulai hulu hingga ke hilir. "Kelapa sawit mempunyai kemampuan menghasilkan minyak nabati yang banyak dibutuhkan sektor industri pengolahan. Sifatnya yang tahan oksidasi dengan tekanan tinggi dan kemampuannya melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, serta daya melapis yang tinggi, membuat minyak kelapa sawit dapat digunakan untuk beragam peruntukan. Diantaranya yaitu untuk minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar,” jelasnya rilis Humas Disperindag Provinsi Bangka Belitung, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (7/12). Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Pembangunan Industri, Subekti Saputra selaku Ketua Pelaksana Kegiatan FGD menuturkan, maksud dan tujuan dari kegiatan ini untuk membahas pengembangan hilirisasi sawit dengan para pelaku usaha. "Peserta kegiatan ini berasal dari pabrik CPO atau PKS, Dinas Perindag Kabupaten dan Kota, Dinas Pertanian Provinsi, Dinas Kehutanan, dan LH Provinsi Babel," tandasnya.
Pantau Harga dan Ketersediaan Beras, Disperindag ESDM Sumut Sidak Pasar Sukaramai
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) harga bahan pangan ke Pasar Sukaramai, Medan. Salah satu yang menjadi fokus Disperindag adalah harga dan ketersediaan beras di pasar ini.