Dilirik

Sorotan terbaru dari Tag # Dilirik

Indonesia Dilirik Jepang Lantaran Limbah Sawit Disulap Jadi Energi Sawit
Sawit
Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Indonesia Dilirik Jepang Lantaran Limbah Sawit Disulap Jadi Energi

Tokyo, katakabar.com - Indonesia dilirik Jepang lantaran limbah sawit disulap menjadi energi. Apalagi saat ini, transisi energi tengah jadi sorotan global. Makanya, Indonesia memilih panggung di Tokyo untuk menyampaikan satu pesan, yakni limbah sawit bukan sekadar sisa produksi, melainkan bagian dari masa depan energi bersih. Pesan itu mengemuka dalam forum bisnis usung tema “Know More about Amazing Palm Biomass of Indonesia” yang digelar di Paviliun Biomassa Indonesia pada ajang International Biomass Expo, pada 17 hingga 19 Maret 2026 lalu. Di sana, perwakilan pemerintah dan pelaku usaha Indonesia pamerkan potensi cangkang sawit, tandan kosong kelapa sawit, hingga limbah batang sawit sebagai sumber energi biomassa bernilai tambah. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menyebut promosi ini bukan sekadar pameran dagang. Ada upaya yang lebih besar, yakni membingkai ulang industri sawit Indonesia sebagai bagian dari solusi keberlanjutan global. Duta Besar RI untuk Jepang, Kartini Sjahrir, berdiri di antara para pelaku industri dan investor Jepang ketika menyampaikan arah kebijakan itu. “Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra yang andal dan jangka panjang bagi Jepang dalam mendukung transisi energinya, khususnya di sektor biomassa,” ujarnya, dilansir dari laman Antara, Minggu (22/3) sore. Paviliun Biomassa Indonesia, menurut Kartini, bukan hanya etalase produk, tetapi juga simbol posisi Indonesia dalam rantai pasok energi baru. Negara ini, ulasnya, ingin hadir sebagai pemain penting dalam transisi menuju energi rendah karbon. “Kami juga berupaya untuk mempromosikan Indonesia sebagai mitra yang dapat diandalkan dalam rantai pasokan biomassa global,” jelasnya. Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, aminkan Kartini. Menurut Maria, forum tersebut menjadi ruang temu antara produsen Indonesia dan pembeli Jepang, sekaligus sarana membangun reputasi. Acara ini, tutur Maria, dirancang untuk “memperkuat hubungan kerja sama antarpelaku usaha, meningkatkan branding dan reputasi produk biomassa cangkang sawit serta pemanfaatan produk turunan sawit Indonesia di Jepang.” Di balik diplomasi itu, ada angka yang bergerak. KBRI Tokyo mencatat ekspor biomassa Indonesia ke Jepang meningkat 17 persen secara nilai dan 23 persen dari sisi volume. Kenaikan ini, menurut mereka, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar Jepang terhadap konsistensi pasokan dan kualitas produk Indonesia. Produk-produk seperti pelet kayu, cangkang inti sawit, hingga tandan kosong kelapa sawit kini tidak lagi dipandang sebagai limbah. Mereka menjadi komoditas energi alternatif yang diburu, terutama oleh negara-negara yang membidik target netralitas karbon pada 2050 target yang juga menjadi benang merah penyelenggaraan pameran tersebut. Momentum itu juga ditandai dengan kesepakatan bisnis. Di sela forum, Kartini menyaksikan penandatanganan kontrak pembelian cangkang sawit antara PT Tricitra Agro Perdana dan Pulp & Paper Corp Japan. Nilainya mencapai 11 juta dolar AS, setara sekitar Rp186,3 miliar, untuk volume 50 ribu metrik ton. Bagi Indonesia, kesepakatan ini lebih dari sekadar transaksi. Ia menjadi penanda narasi baru tentang kelapa sawit sebagai sumber energi bersih berbasis biomassa mulai menemukan tempatnya di pasar dunia.

Pasar Spot Ethereum Mulai Dilirik Investor Institusional Seiring Stabilnya Aktivitas On Chain Nasional
Nasional
Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:34 WIB

Pasar Spot Ethereum Mulai Dilirik Investor Institusional Seiring Stabilnya Aktivitas On Chain

Jakarta, katakabar.com - Pasar spot Ethereum mulai menarik minat investor institusional seiring stabilnya aktivitas on-chain yang mencerminkan kekuatan fundamental jaringan. Konsistensi penggunaan Ethereum mendorong institusi melihat aset ini sebagai infrastruktur blockchain, bukan sekadar instrumen spekulatif. Perdagangan spot dinilai lebih selaras dengan manajemen risiko karena memungkinkan kepemilikan aset langsung tanpa leverage. Di Indonesia, kematangan pasar dan kejelasan regulasi memperkuat daya tarik Ethereum sebagai aset strategis. Dalam konteks ini, Bybit diposisikan sebagai exchange kripto tepercaya yang menyediakan akses perdagangan spot Ethereum dengan likuiditas dan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor institusional. Minat investor institusional terhadap aset kripto mulai menunjukkan pergeseran yang signifikan. Jika sebelumnya perhatian banyak tertuju pada pergerakan harga jangka pendek, kini fokus perlahan beralih ke indikator fundamental yang lebih stabil. Salah satu yang paling menonjol adalah Ethereum, khususnya melalui pasar spot, seiring konsistennya aktivitas on-chain dalam beberapa bulan terakhir. Bagi investor institusional, stabilitas ini menjadi sinyal penting di tengah pasar kripto yang masih dikenal volatil. Data on-chain global menunjukkan bahwa jaringan Ethereum mempertahankan tingkat aktivitas yang relatif konsisten, baik dari sisi jumlah transaksi, penggunaan smart contract, hingga nilai aset yang terkunci di berbagai protokol. Aktivitas ini mencerminkan bahwa Ethereum tetap digunakan secara aktif sebagai infrastruktur blockchain, bukan sekadar aset spekulatif. Dalam perspektif institusional, utilitas yang berkelanjutan sering kali dipandang sebagai fondasi yang lebih kuat dibanding lonjakan harga jangka pendek. Stabilnya aktivitas on-chain ini juga berdampak pada cara investor besar menilai risiko. Investor institusional umumnya menghindari eksposur berlebihan terhadap volatilitas ekstrem, terutama melalui instrumen derivatif yang melibatkan leverage. Perdagangan spot Ethereum menawarkan pendekatan yang lebih terkendali, sebab kepemilikan aset dilakukan secara langsung tanpa risiko likuidasi. Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, struktur seperti ini memberikan fleksibilitas dan kontrol yang lebih besar terhadap portofolio. Ethereum sendiri memiliki karakteristik yang membedakannya dari aset kripto lain. Selain berfungsi sebagai aset digital, Ethereum berperan sebagai fondasi bagi berbagai aplikasi terdesentralisasi, mulai dari DeFi, NFT, hingga tokenisasi aset. Aktivitas on-chain yang stabil menunjukkan ekosistem ini tetap berjalan dan berkembang, bahkan ketika sentimen pasar global mengalami tekanan. Bagi investor institusional, hal ini memperkuat narasi Ethereum sebagai aset berbasis infrastruktur dengan potensi jangka menengah hingga panjang. Di Indonesia, minat terhadap Ethereum juga mulai mengalami pendalaman. Pasar kripto lokal menunjukkan tingkat kematangan yang semakin baik, ditandai dengan meningkatnya pemahaman terhadap risiko dan pentingnya fundamental. Investor dengan modal besar cenderung lebih selektif, tidak hanya dalam memilih aset, tetapi juga instrumen perdagangan yang digunakan. Ethereum spot market mulai dipandang sebagai alternatif yang relevan untuk membangun eksposur kripto yang lebih terukur. Faktor lain yang turut mendorong ketertarikan institusional adalah lingkungan regulasi yang semakin jelas. Kepastian aturan membantu menciptakan rasa aman dalam bertransaksi aset digital, terutama melalui instrumen spot yang lebih transparan. Di tengah upaya regulator untuk menata industri kripto, perdagangan spot sering kali dianggap lebih sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan perlindungan investor. Pada konteks perdagangan, pemilihan exchange menjadi aspek yang tidak kalah penting. Investor institusional membutuhkan platform dengan likuiditas tinggi, sistem yang andal, serta standar keamanan yang memadai. Pasar spot Ethereum memerlukan infrastruktur yang mampu menangani volume besar tanpa mengorbankan efisiensi eksekusi. Keandalan teknis dan transparansi operasional menjadi faktor kunci dalam membangun kepercayaan. Bybit, sebagai exchange kripto global, melihat tren meningkatnya minat institusional terhadap Ethereum sebagai bagian dari evolusi pasar kripto yang lebih matang. Melalui layanan perdagangan spot Ethereum, Bybit menyediakan akses yang dirancang untuk mendukung kebutuhan investor dengan pendekatan yang menekankan likuiditas, stabilitas, dan transparansi. Bagi pasar Indonesia, kehadiran exchange dengan standar global membantu memperkuat kepercayaan investor terhadap ekosistem kripto secara keseluruhan. Pendekatan institusional terhadap Ethereum juga mencerminkan perubahan narasi pasar. Jika pada siklus sebelumnya harga sering kali menjadi fokus utama, kini data on-chain dan penggunaan nyata jaringan mulai mendapat perhatian lebih besar. Investor institusional cenderung melihat Ethereum sebagai representasi pertumbuhan teknologi blockchain, bukan hanya sebagai aset untuk diperdagangkan. Perspektif ini mendorong strategi investasi yang lebih terukur dan berorientasi jangka panjang. Masuknya investor institusional ke pasar spot Ethereum berpotensi membawa dampak positif bagi likuiditas dan stabilitas pasar. Partisipasi investor dengan horizon investasi yang lebih panjang dapat membantu meredam fluktuasi jangka pendek, sekaligus meningkatkan kredibilitas Ethereum sebagai aset kripto yang layak dipertimbangkan dalam portofolio institusional. Bagi ekosistem kripto Indonesia, tren ini menjadi sinyal integrasi yang semakin erat dengan dinamika pasar global. Ke depan, pasar spot Ethereum diperkirakan akan terus menarik perhatian seiring berkembangnya ekosistem dan stabilnya aktivitas on-chain. Selama jaringan Ethereum mampu mempertahankan utilitas dan relevansinya, minat institusional berpotensi terus meningkat. Dalam lanskap yang semakin kompetitif, peran exchange seperti Bybit menjadi krusial sebagai penghubung antara inovasi blockchain dan kebutuhan investor yang semakin kompleks. Tren ini menandai fase baru bagi pasar kripto Indonesia, di mana pendekatan berbasis fundamental dan manajemen risiko mulai membentuk arah investasi. Ethereum, melalui pasar spot, muncul sebagai salah satu aset yang mencerminkan kedewasaan pasar tersebut.

Hadapi Tantangan Iklim, Engineered Wood Kian Dilirik Desainer Indonesia Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 16 Juli 2025 | 10:54 WIB

Hadapi Tantangan Iklim, Engineered Wood Kian Dilirik Desainer Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Perubahan iklim yang semakin nyata di Indonesia, dengan suhu tinggi, kelembapan ekstrem, hingga hujan yang datang tak menentu, mulai memengaruhi cara kita memilih material untuk interior. Desain yang sebelumnya hanya mengutamakan estetika, kini bergeser ke arah yang lebih adaptif, dan tangguh terhadap kondisi lingkungan. Dalam arsitektur dan desain interior, kayu tetap menjadi material favorit berkat kehangatan dan keindahannya yang alami. Tapi di iklim tropis, penggunaannya membutuhkan pertimbangan tambahan. Kelembapan tinggi, serta fluktuasi suhu dapat memicu perubahan bentuk pada kayu seperti melengkung, melintir, atau bahkan retak, yang pada akhirnya memengaruhi tampilan maupun fungsi ruang secara keseluruhan. Menjawab tantangan ini, engineered wood mulai dilirik sebagai solusi material yang lebih stabil secara teknis. Berkat struktur berlapis, engineered wood memiliki ketahanan dimensi yang lebih baik dibandingkan kayu solid, terutama dalam menghadapi perubahan suhu dan tingkat kelembapan yang tinggi. Tak heran jika material ini semakin banyak digunakan dalam proyek interior tropis, baik untuk hunian maupun ruang komersial. Melihat kebutuhan tersebut, AIA Timber Group produsen kayu lokal dengan pengalaman panjang di proyek berskala besar, memperkenalkan lini engineered wood. Produk ini menggabungkan teknologi modern dan seleksi bahan berkualitas untuk menghasilkan material kayu yang tidak hanya tampil alami, tetapi juga mampu menjawab tantangan iklim tropis secara fungsional. Struktur engineered wood dari AIA Timber Group terdiri atas lapisan permukaan dari kayu solid pilihan untuk mempertahankan tampilan autentik, serta inti dan lapisan bawah dari plywood tahan air yang tetap stabil dalam kondisi lembap. Ketiga lapisan ini direkatkan menggunakan teknologi adhesive asal Jerman yang telah terbukti memiliki daya rekat dan daya tahan tinggi. “Sebagai produsen kayu, kami memahami setiap proyek memiliki tantangan unik, terutama dalam iklim tropis. Engineered wood ini kami kembangkan untuk memberikan performa teknis lebih baik di area tertentu tanpa mengorbankan estetika kayu alami,” kata Mr. Tee, Founder dan CEO AIA Timber Group.

Mall@Alam Sutera Semakin Dilirik Tenant-tenant Unik dan Menarik Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 10 November 2024 | 10:25 WIB

Mall@Alam Sutera Semakin Dilirik Tenant-tenant Unik dan Menarik

Tangerang, katakabar.com - Untuk menjawab kebutuhan pengunjung umumnya keluarga dan kaum millenials, Mall@Alam Sutera kembali ramai disorot publik dengan kehadiran lebih dari 10 tenant baru yang unik dan menarik sejak Juli 2024.