Diburu

Sorotan terbaru dari Tag # Diburu

Safe Haven Kembali Diburu, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas Menguat Internasional
Internasional
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:09 WIB

Safe Haven Kembali Diburu, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas Menguat

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan di pekan kedua Agustus 2026. Menurut analisis terbaru dari Dupoin Futures, momentum kenaikan dinilai masih cukup solid setelah muncul konfirmasi teknikal yang menunjukkan bahwa tekanan beli kembali mendominasi pasar. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai sejumlah faktor eksternal, terutama penguatan dolar Amerika Serikat, perkembangan geopolitik global, serta arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang dapat memengaruhi volatilitas harga dalam jangka pendek. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan secara teknikal emas (XAUUSD) pada time frame Daily memberikan sinyal positif setelah berhasil keluar dari fase konsolidasi yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Kata Geraldo, terbentuknya pola Bullish Pennant menjadi salah satu indikasi bahwa tren naik sebelumnya masih memiliki peluang untuk berlanjut. Pola tersebut semakin terkonfirmasi setelah harga mampu melakukan breakout dari area konsolidasi, sebuah sinyal yang umumnya dipandang sebagai awal dari fase penguatan berikutnya. Dalam pandangan Dupoin Futures, keberhasilan breakout tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek kenaikan harga emas (XAUUSD). Setelah sempat bergerak dalam rentang yang terbatas, buyer kini kembali menunjukkan dominasinya sehingga membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan reli menuju level yang lebih tinggi. Selama tidak muncul tekanan jual yang signifikan, skenario bullish masih dinilai sebagai arah pergerakan yang lebih dominan. Optimisme tersebut juga didukung oleh indikator Stochastic yang masih bergerak naik menuju area overbought. Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut menunjukkan bahwa momentum beli masih terus berkembang dan belum memperlihatkan tanda-tanda pelemahan yang berarti. Walaupun posisi overbought sering dikaitkan dengan potensi koreksi jangka pendek, indikator tersebut juga dapat mencerminkan kuatnya tren naik apabila didukung oleh volume transaksi dan sentimen pasar yang positif. Selain indikator momentum, Moving Average (MA) 21 juga menjadi perhatian utama dalam analisis Dupoin Futures. Saat ini, garis MA 21 telah berubah fungsi menjadi dynamic support, yang memperkuat struktur bullish pada emas (XAUUSD). Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk melanjutkan kenaikan dinilai masih tetap terbuka. Area support dinamis ini sekaligus menjadi acuan penting bagi trader untuk mengukur validitas tren yang sedang berlangsung. Berdasarkan kombinasi berbagai indikator teknikal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas (XAUUSD) berpotensi menguji area resistance 4.135 dalam waktu dekat. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan konfirmasi yang kuat, maka peluang penguatan diperkirakan berlanjut menuju 4.202, yang menjadi target resistance berikutnya. Meskipun demikian, investor tetap disarankan untuk tidak mengabaikan potensi koreksi teknikal yang sewaktu-waktu dapat terjadi setelah kenaikan yang cukup tajam. Dari sisi fundamental, Dupoin Futures menilai bahwa prospek harga emas (XAUUSD) masih dipengaruhi oleh kombinasi sentimen positif dan negatif yang membuat pergerakan harga berpotensi berlangsung fluktuatif. Pada sesi perdagangan Tokyo, harga emas diperkirakan bergerak mixed, seiring pasar yang masih menimbang perkembangan geopolitik di satu sisi dan kekuatan dolar AS di sisi lainnya. Sentimen positif bagi emas (XAUUSD) masih berasal dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Kekhawatiran pasar kembali meningkat setelah muncul laporan mengenai menipisnya stok rudal presisi jarak jauh milik Amerika Serikat akibat konflik dengan Iran. Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut memicu meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko geopolitik, sehingga permintaan terhadap instrumen lindung nilai seperti emas berpotensi tetap terjaga. Tetapi, Dupoin Futures juga mengingatkan bahwa ruang kenaikan harga emas (XAUUSD) dapat menjadi lebih terbatas apabila dolar Amerika Serikat kembali menguat. Penguatan mata uang AS didorong oleh sejumlah data ekonomi yang menunjukkan ketahanan ekonomi Amerika Serikat, sehingga meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve belum akan terburu-buru melakukan pelonggaran kebijakan moneter. Dalam situasi tersebut, aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Selain perkembangan dolar AS, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada sejumlah data ekonomi lanjutan dari Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat. Menurut Dupoin Futures, data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai prospek kebijakan suku bunga The Fed pada beberapa bulan mendatang. Apabila data ekonomi menunjukkan pelemahan atau muncul sinyal yang lebih dovish dari bank sentral AS, peluang pelemahan dolar dapat meningkat sehingga memberikan dorongan tambahan bagi harga emas (XAUUSD). Sebaliknya, jika data ekonomi kembali melampaui ekspektasi, tekanan terhadap emas berpotensi meningkat karena investor akan kembali memburu aset berbasis dolar. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas (XAUUSD) masih cenderung positif selama struktur teknikal tetap terjaga. Konfirmasi pola Bullish Pennant, keberhasilan breakout dari area konsolidasi, dukungan Moving Average 21 sebagai dynamic support, serta indikator Stochastic yang masih mengarah naik menjadi kombinasi sinyal yang memperkuat peluang kenaikan menuju area 4.135 hingga 4.202. Meskipun demikian, investor dan trader tetap disarankan untuk mencermati perkembangan geopolitik global, pergerakan dolar AS, serta hasil rilis data ekonomi Amerika Serikat karena faktor-faktor tersebut berpotensi memengaruhi arah harga emas (XAUUSD) dan menentukan apakah momentum bullish mampu berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan mendatang

Safe Haven Kembali Diburu, Harga Emas Berpotensi Sentuh 4.369 Internasional
Internasional
Kamis, 18 Juni 2026 | 11:05 WIB

Safe Haven Kembali Diburu, Harga Emas Berpotensi Sentuh 4.369

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan di perdagangan hari Rabu (17/6). Meskipun sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa sesi terakhir, pergerakan logam mulia masih didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang cukup positif. Kondisi tersebut membuat prospek emas dalam jangka pendek tetap mengarah ke atas, selama tekanan beli masih mampu menjaga harga bertahan di area support penting. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada grafik empat jam (H4) masih menunjukkan struktur bullish cukup kuat. Harga emas dinilai masih mampu mempertahankan tren kenaikan setelah berhasil bertahan di atas area support kedua yang sebelumnya menjadi titik perhatian pelaku pasar. "Hingga saat ini belum ada sinyal yang menunjukkan perubahan arah menjadi bearish. Hal tersebut terlihat dari belum terbentuknya penutupan candlestick di bawah level support yang telah diuji sebelumnya. Selama area tersebut tetap bertahan, peluang emas untuk melanjutkan penguatan masih cukup besar," ujarnya. Dari sisi teknikal, kata Kofit, harga juga berhasil membentuk swing low baru di kisaran 4.328. Terbentuknya pola tersebut menunjukkan minat beli kembali muncul ketika harga berada di area support. Situasi ini menjadi salah satu indikasi bahwa pelaku pasar masih melihat peluang kenaikan sehingga tekanan beli tetap mendominasi perdagangan. "Apabila momentum positif tersebut terus berlanjut, harga emas diperkirakan berpotensi menguji level resistance pertama di area 4.354. Jika level tersebut berhasil ditembus, ruang kenaikan diperkirakan masih terbuka hingga mencapai resistance berikutnya di kisaran 4.369. Kedua level ini menjadi area yang akan diperhatikan investor sebagai target penguatan dalam jangka pendek," jelasnya. Selain pola pergerakan harga yang masih mendukung tren naik, terang Kofit, indikator teknikal juga memperlihatkan kondisi yang cukup positif. Indikator Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought atau jenuh beli. Meski indikator tersebut telah mendekati zona overbought, hingga kini belum muncul tanda-tanda pelemahan momentum maupun sinyal pembalikan arah yang kuat. Dengan demikian, tekanan beli masih dinilai cukup dominan untuk menjaga kenaikan harga emas. Dari sisi fundamental, emas juga masih mendapatkan dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda membuat sebagian investor memilih mengalihkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman. Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, dinamika geopolitik, hingga tingginya volatilitas di pasar keuangan menjadi faktor yang terus menopang permintaan terhadap emas. Selain itu, lanjutnya, pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga emas. Ketika nilai tukar dolar melemah, harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS. Kondisi tersebut biasanya meningkatkan permintaan terhadap logam mulia sehingga turut mendorong kenaikan harga. "Faktor lain yang ikut memperkuat prospek emas adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Ketika yield obligasi bergerak turun, biaya peluang untuk menyimpan emas menjadi lebih rendah. Situasi tersebut membuat emas kembali menarik sebagai pilihan investasi, terutama bagi investor yang ingin menjaga nilai aset di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian," jelasnya. Masih Analis Dupoin Futures, pelaku pasar juga terus mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sejumlah investor mulai memperkirakan bank sentral Amerika Serikat berpotensi mengambil sikap yang lebih longgar apabila data ekonomi, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, maupun aktivitas manufaktur, menunjukkan perlambatan. Ekspektasi tersebut berpotensi menekan pergerakan dolar AS sekaligus memberikan tambahan sentimen positif bagi harga emas. Secara keseluruhan, bebernya, Dupoin Futures menilai peluang penguatan emas masih cukup terbuka pada perdagangan hari ini. Struktur teknikal yang tetap bullish, terbentuknya swing low baru, serta indikator yang masih mendukung kenaikan menjadi sinyal bahwa momentum beli belum berakhir. Di sisi lain, dukungan dari faktor fundamental, seperti tingginya permintaan terhadap aset safe haven, pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi, dan harapan terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve, turut memperkuat prospek positif logam mulia. Selama harga tetap bertahan di atas area support 4.328, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance 4.354 hingga 4.369 masih dinilai cukup besar dalam jangka pendek.

Diburu Investor Bitcoin Berpotensi Koreksi, Apa Saja Sinyal yang Muncul? Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 17 November 2024 | 07:18 WIB

Diburu Investor Bitcoin Berpotensi Koreksi, Apa Saja Sinyal yang Muncul?

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin selalu menjadi topik yang menarik perhatian para investor kripto, terutama ketika berada dalam momentum bullish. Tapi, di balik kenaikan harga yang signifikan, sinyal koreksi Bitcoin juga perlu diperhatikan. Analisis terbaru dari BaroVirtual, seorang analis CryptoQuant, mengungkapkan bahwa beberapa sinyal pasar menunjukkan potensi koreksi pada harga Bitcoin dalam waktu dekat.