Desentralisasi

Sorotan terbaru dari Tag # Desentralisasi

Membangun Pemahaman Komprehensif tentang Etika Politik dan Desentralisasi Pasca 25 Tahun Reformasi Nasional
Nasional
Selasa, 25 November 2025 | 09:24 WIB

Membangun Pemahaman Komprehensif tentang Etika Politik dan Desentralisasi Pasca 25 Tahun Reformasi

Jakarta, katakabar.com - Di tengah derasnya arus perubahan politik, sosial, dan budaya pasca 25 tahun Reformasi, sekelompok akademisi, praktisi, dan pegiat kebangsaan dari berbagai penjuru tanah air berkumpul sebuah ikhtiar intelektual, merumuskan kembali relevansi, dan aktualisasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa di tengah arus perubahan zaman. Buku “Telaah 25 Tahun Implementasi Pancasila di Era Reformasi: Buku Tiga” hadir membahas kumpulan tulisan para akademisi independen yang merefleksikan 25 tahun penerapan Pancasila di era Reformasi. Buku ini menganalisis tantangan dan peran Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa di tengah perubahan zaman. Buku ini ditulis 15 penulis dari 14 institusi berbeda, ini menjadi penanda Pancasila bukan sekadar dokumen historis, melainkan living values yang terus diuji dalam dinamika ketatanegaraan, desentralisasi, etika politik, hingga tantangan pluralisme dan multikulturalisme Indonesia. Di pertengahan November 2025 lalu, Binus Book Review gelar Book Review “Telaah 25 Tahun Implementasi Pancasila di Era Reformasi: Buku Tiga” di Faculty Lounge lantai 8, di Binus @Kemanggisan Kampus Anggrek, yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa, dosen, dan praktisi untuk menambah wawasan publik tentang dinamika kebangsaan Indonesia serta menjawab isu-isu kontemporer menyangkut masa depan negara. Buku ini ditulis bukan hanya sebagai referensi ilmiah tetapi sebagai tempat untuk berpikir bagi banyak orang, termasuk mahasiswa, akademisi, kaum muda, pendidik, praktisi profesional, politisi, dan masyarakat umum yang memperhatikan Pancasila dan masalah sosial Bangsa Indonesia. Acara ini berlangsung hybrid yang diadakan secara online dan offline, yang diadakan dari hasil kolaborasi antara Binus Publishing, Knowledge Management Innovation, dan Library Knowledge Center. Binus Book Review dimulai dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari moderator yaitu Dr. Rina Patriana Chairiyani selaku Dosen CBDC, lalu dilanjutkan dengan sesi Sharing Buku bersama Letnan Jenderal TNI AD (Purn.) Bambang Darmono, Sekjen Forum Komunikasi Purnawirawan TNI dan Polri selaku inisiator buku. Ia menyampaikan “Buku ini kita dorong untuk keluar dibuat bersama teman–teman dari kampus untuk mensosialisasikan pemikiran kita terhadap pentingnya kaji ulang Undang–Undang Dasar NKRI 1945. Apalagi kita lakukan bersama kampus, bahwa ketika kita bisa bersama–sama berpikir reflektif yang sama tentang kaji ulang UUD NKRI 1945, kami sangat berpikir bahwa langkah yang bisa lakukan bersama Masyarakat, karena saya tahu hari ini kalau kita bicara kepercayaan publik terhadap lembaga negara, dibawah itu ada kampus dan oleh karena itu kampus adalah lembaga–lembaga yang ada di dalam masyarakat yang sampai hari ini dipercaya, dan bisa ditribusikan pemikiran ini kepada mahasiswa sehingga memberikan pemahaman yang komperensif kepada mahasiswa dan masyarakat tentunya," jelasnya. Para penulis berharap, pembaca dapat melihat ulang Pancasila dalam konteks hari ini bukan sebagai jargon, melainkan sebagai nilai-nilai yang bisa diaktualisasikan di ruang kerja, ruang pendidikan, kehidupan sosial, maupun ranah kebijakan publik. Sebuah ajakan menuju “Indonesia Emas” yang berlandaskan etika, persatuan, perdamaian dan keadilan. Para penulis mengajak pembaca, baik yang hadir dalam peluncuran buku hari ini maupun yang membacanya kelak untuk berdialog, mengkritisi, dan mengembangkan gagasan yang sudah ada. Bahkan, bukan mustahil jika buku ini menjadi inspirasi bagi lahirnya karya-karya Pancasila berikutnya yang lebih segar, lebih relevan, dan lebih kontekstual. Kegiatan ini wujud komitmen Binus untuk terus membina dan memberdayakan Bangsa di tengah tantangan kebangsaan yang semakin kompleks, Binus hadir sebagai pengingat nilai-nilai fundamental Indonesia selalu dapat digali Kembali asal ada kemauan untuk membaca, berdiskusi, dan bergerak bersama.

Bittime Listing $2Z dan $0G Hadirkan Kecepatan Data dan Kekuatan AI Terdesentralisasi Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 24 Oktober 2025 | 08:28 WIB

Bittime Listing $2Z dan $0G Hadirkan Kecepatan Data dan Kekuatan AI Terdesentralisasi

Jakarta, katakabar.com - Teknologi blockchain terus berevolusi, menawarkan efisiensi dan kapabilitas jaringan. Bersama dengan ini, DoubleZero dengan token $2Z dan 0G Network dengan token $0G yang kini dapat diperjual-belikan di Bittime, menjanjikan peningkatan signifikan pada kecepatan jaringannya. Masing-masing proyek ini dirancang secara spesifik untuk mengatasi hambatan teknologi yang ada dan memperluas potensi ekosistem digital terdesentralisasi. Lebih lanjut, $2Z berfokus pada peningkatan kecepatan dan keandalan komunikasi di seluruh ekosistem blockchain. Proyek ini dirancang untuk menciptakan koneksi data yang jauh lebih cepat dan stabil, mengatasi masalah latensi yang sering menghambat kinerja aplikasi on-chain. Selain itu, $2Z memiliki peran sebagai alat tukar untuk mengakses layanan jaringan, memberikan reward kepada para kontributor yang menyediakan bandwidth, serta memelihara keamanan jaringan melalui mekanisme staking. Keunggulan ini menjadikan $2Z sebagai fondasi yang kokoh untuk berbagai aplikasi penting, mulai dari trading berkecepatan tinggi, validasi transaksi, hingga layanan yang membutuhkan respons real-time. Sementara itu, $0G merupakan token native dari blockchain Layer 1 dan sistem operasi AI terdesentralisasi yang revolusioner. Proyek ini secara khusus dikembangkan untuk menunjang berbagai aplikasi kecerdasan buatan atau AI yang berjalan di jaringan on-chain. Hadir sebagai respons atas tantangan skalabilitas dan biaya operasional tinggi yang lazim terjadi ketika menjalankan AI pada blockchain konvensional. Berkat desain teknologinya, $0G Network mampu memproses volume data yang besar dengan lebih cepat dan efisien. Meski memiliki fokus teknologi yang berbeda, kedua proyek ini memiliki kesamaan filosofis yang krusial, yaitu keinginan untuk menciptakan fondasi blockchain yang lebih superior. Sebab, keduanya menawarkan solusi infrastruktur dasar yang bertujuan untuk menghilangkan hambatan teknis demi mewujudkan ekosistem Web3. Bittime, platform crypto exchange yang resmi dan berlisensi di Indonesia, resmi melisting kedua token tersebut pada platformnya. Dengan menghadirkan kedua token ini, Bittime tidak hanya menyediakan beragam pilihan bagi para investor, tetapi juga memperlihatkan evolusi aset kripto yang terus berinovasi, menggabungkan teknologi canggih dengan ekspresi budaya yang unik. Langkah ini menjadi bukti Bittime terus mengikuti perkembangan industri kripto global, menghadirkan aset-aset dengan potensi pertumbuhan jangka panjang dan peran yang jelas dalam ekosistem digital. Tentu perlu dipahami seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan sekadar euforia pasar.