Daop 6

Sorotan terbaru dari Tag # Daop 6

KAI Daop 6 Yogyakarta: Lebih dari 25 Ribu Penumpang Jarak Jauh Berangkat di Penghujung Libur Panjang Nasional
Nasional
Selasa, 10 Juni 2025 | 17:00 WIB

KAI Daop 6 Yogyakarta: Lebih dari 25 Ribu Penumpang Jarak Jauh Berangkat di Penghujung Libur Panjang

Yogyakarta, katakabar.com - KAI Daop 6 Yogyakarta catat sebanyak 25.541 penumpang kereta api atau KA jarak jauh diperkirakan akan diberangkatkan dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 6, di penghujung periode libur panjag Idul Adha 1446 hijriah. Stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi tercatat di Stasiun Yogyakarta sebanyak 12.445 penumpang, disusul Stasiun Lempuyangan 6.448 penumpang, Stasiun Solo Balapan 6.114 penumpang, dan Stasiun Klaten sebanyak 2.604 penumpang. Jumlah tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi meningkat hingga seluruh jadwal keberangkatan terakhir selesai dijalankan malam ini. Sementara, volume kedatangan penumpang KA jarak jauh di Daop 6 juga terpantau cukup tinggi, yakni mencapai 22.863 penumpang. Meski tidak setinggi volume keberangkatan, angka ini tetap menunjukkan pergerakan masyarakat yang signifikan ke wilayah Yogyakarta, Surakarta, Klaten, dan sekitarnya pada hari terakhir libur panjang ini. Sstasiun dengan volume kedatangan tertinggi adalah Stasiun Yogyakarta sebanyak 11.396 penumpang, Stasiun Lempuyangan 6.874 penumpang, Stasiun Solo Balapan 5.681 penumpang, serta Stasiun Purwosari sebanyak 2.035 penumpang. Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menyampaikan, mobilitas masyarakat pada momen akhir libur panjang hari ini baik yang hendak kembali ke tempat asal maupun yang masih melanjutkan agenda perjalanan masih cukup tinggi. “Volume keberangkatan dan kedatangan di sejumlah stasiun Daop 6 hari ini relatif masih tinggi, meskipun tidak setinggi arus balik yang terjadi pada Minggu (8/6) kemarin. Tapi, kami tetap mengantisipasi potensi kepadatan, terutama di stasiun besar seperti Yogyakarta, Lempuyangan, dan Solo Balapan,” ujar Feni. Ia mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan fasilitas boarding face recognition di beberapa stasiun yang telah tersedia guna menghindari antrean panjang serta mempercepat proses pemeriksaan tiket. Jika para pelanggan membutuhkan bantuan dan informasi, petugas KAI Daop 6 siap melayani dengan baik.

Arus Balik Libur Idul Adha di Daop 6 Mulai Melonjak, Ayo Rencanakan Perjalanan dengan Baik! Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 08 Juni 2025 | 10:00 WIB

Arus Balik Libur Idul Adha di Daop 6 Mulai Melonjak, Ayo Rencanakan Perjalanan dengan Baik!

Yogyakarta, katakabar.com - KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat volume kedatangan penumpang kereta api jarak jauh Sabtu (7/6) mulai melandai. Di mana perkiraan sebanyak 13.454 penumpang turun di sejumlah stasiun Daop 6. Volume kedatangan di Daop 6 sendiri mencapai puncaknya Kamis (5/6), dengan total volume sebanyak 25.784 penumpang, sedang Jumat (6/6) sudah mulai menurun di 20.480 penumpang. Lalu, untuk volume keberangkatan penumpang KA jarak jauh berangsur landai di mana pada Kamis (5/6) tercatat sebanyak 28.592 penumpang berangkat, Jumat (6/6) sebanyak 12.852 penumpang, dan Sabtu (7/6) sebanyak 12.984 penumpang. Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menceritakan, volume keberangkatan diperkirakan mengalami lonjakan signifikan mulai Minggu (8/6) hingga sejauh ini tercatat volume keberangkatan sebanyak 19.135 penumpang, dan kembali meningkat Senin (9/6) dengan volume penumpang sebanyak 19.958 penumpang. Angka ini masih dinamis mengingat pemesanan tiket masih terus berlangsung. "Untuk volume kedatangan penumpang KA jarak jauh cenderung stabil, dan keberangkatan diperkirakan akan mulai meningkat Minggu (8/6) dan Senin (9/6) karena memang arus balik. Untuk itu, bagi pelanggan yang belum memiliki tiket pada arus balik tersebut diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik dan segera memesan tiket agar tidak kehabisan," imbau Feni. Kata Feni per Sabtu (7/6) pukul 09.00 WIB, tingkat okupansi keberangkatan awal stasiun Daop 6 mencapai 125 perseb dengan mencatat penjualan sebanyak 125.249 tempat duduk dari yang disediakan sebanyak 99.982 tempat duduk. "Angka ini tercapai karena beberapa KA mencatatkan okupansi yang cukup fantastis karena permintaan pelanggan yang sangat tinggi dibandingkan dengan tempat duduk yang disediakan sehingga dalam 1 tempat duduk terjual beberapa kali," ulas Feni. Beberapa KA dengan capaian okupansi yang sangat tinggi di atas 100 persen, yakni: 1. Sri Tanjung (278) dengan okupansi 534 persen 2. Bengawan (281) dengan okupansi 479 persen 3. Joglosemarkerto (187) dengan okupansi 202 persen 4. Joglosemarkerto (193) dengan okupansi 190 persen 5. Taksaka (47) dengan okupansi 148 persen 6. Taksaka (45) dengan okupansi 109 persen 7. Jaka Tingkir (255) dengan okupansi 109 persen 8. Argo Lawu (13) dengan okupansi 109 persen 9. Progo (257) dengan okupansi 106 persen 10. Taksaka (43) dengan okupansi 104 persen "Sekali lagi kami berharap masyarakat dapat merencanakan dengan baik perjalanannya serta masih bisa memesan tiket sesuai KA dan tanggal yang diinginkan," seru Feni lagi.

Sepanjang Januari hingga April 2025, Total 1,5 Juta Masyarakat di Daop 6 Gunakan Kereta Kelas Ekonomi Nasional
Nasional
Senin, 19 Mei 2025 | 21:32 WIB

Sepanjang Januari hingga April 2025, Total 1,5 Juta Masyarakat di Daop 6 Gunakan Kereta Kelas Ekonomi

Sesuai komitmen KAI, layanan KA ekonomi tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu. Layanan ini hadir sebagai solusi mobilitas yang ramah di kantong masyarakat. Selain efisien tentu kereta api menjadi moda transportasi yang selalu diandalkan berkat capaian ketepatan waktu yang sangat baik serta faktor keselamatan yang dapat diandalkan. Meski berbiaya terjangkau, KAI Daop 6 berkomitmen menjaga standar pelayanan KA ekonomi melalui peningkatan keselamatan, kenyamanan, perawatan sarana, serta penyediaan fasilitas yang menunjang perjalanan. “Pencapaian ini menunjukkan bahwa layanan KAI Daop 6 diterima luas oleh masyarakat dengan berbagai latar belakang. KAI Daop 6 berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan demi mendukung mobilitas nasional yang aman, andal, dan inklusif,” terang Feni.