Petani Kelapa Sawit di Merangin dan Bungo Dambakan Pendirian PKS
Jambi, katakabar.com - Para petani kelapa sawit yang tergabung dalam Koperasi Jaringan Usaha Bersama (KJUB ) di Kabupaten Merangin dan Kabupaten Bungo, dambakan punya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sendiri. Koperasi ini sebelumnya telah mengajukan niatnya ke Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) beberapa waktu lalu. Tetapu hingga kini, impian para petani kelapa sawit tersebut punya PKS sendiei belum terealisasi. Soalnya, belum mendapat persetujuan alokasi dana dari BPDP. PKS petani ini sejatinya telah digagas beberapa waktu silam. Tetapi, banyak faktor yang menjadi penghalang terbangunnya PKS tersebut. Menurut Suryanto, Ketua Apkasindo Muara Bungo, di antara penghambatnya regulasi yang mengharuskan petani memiliki modal awal sebanyak 30 persen dari total pembangunan PKS. Regulasi ini justru dinilai memberatkan petani. "Kalau regulasinya masih begitu, petani pesimis PKS akan berdiri sebab memang berat," jelasnya, dilansir dari laman EMG, Sabtu (4/10) sore. Ia mengaku mendukung usaha petani untuk pendirian PKS tersebut. Baik itu dengan cara menggandeng pihak swasta atau dana hibah dari BPDP. "Ini langkah yang bagus untuk meningkatkan taraf hidup, dan kesejahteraan petani sawit. Dengan memiliki PKS maka kebun kelapa sawit mendapat jaminan. Mulai dari produksi dibeli dengan harga yang sesuai sampai keberlanjutan kebun kelapa sawit itu sendiri," ucapnya. Sedang Sriyono, Ketua Koperasi Suko Makmur, menimpali KJUB koperasi sekunder yang beranggotakan 19 koperasi dari 19 desa di Kabupaten Merangin dan Bungo. Sedikitnya untuk menjamin operasional PKS tadi, ada 6.000 hektar kebun sawit milik petani yang siap dengan produksinya. "Sebetulnya, selain BPDP kita sebelumnya juga telah menjalin kerjasama dengan investor. Namun belum terlaksana lantaran beberapa hal," ulasnya. Padahal saat itu, sambungnya, seluruh persiapan mulai perizinan dan lokasi telah disiapkan. Rencana awal PKS yang akan dibangun berkapasitas 40 ton per jam dengan sistem bagi hasil 70 persen untuk investor dan 30 persen buat petani. Begitu pula dengan pengajuan di BPDP. Selain lampirkan luasan kebun kelapa sawit, pihaknya telah siapkan 6 lokasi yang dapat dipilih untuk pembangunan PKS tersebut. Hingga saat ini pihaknya masih menanti investor yang mau bekerja sama dengan petani untuk mendirikan PKS. Begitu pun harapannya untuk persetujuan dari BPDP.