MIND ID Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Setiap Daerah Operasional Nasional
Nasional
Selasa, 21 April 2026 | 09:05 WIB

MIND ID Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Setiap Daerah Operasional

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten terapkan prinsip keberlanjutan di setiap daerah operasional. Komitmen ini tidak semata untuk memenuhi ketentuan regulasi, tetapi sebagai cara perusahaan mengoptimalkan sumber daya alam secara bertanggung jawab sekaligus menjaga keberlangsungan, keseimbangan lingkungan serta sosial di sekitar wilayah operasional. Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, mengatakan praktik pertambangan yang baik merupakan fondasi utama dalam menjaga kinerja lingkungan sekaligus sosial di seluruh operasional Grup MIND ID. Menurutnya, keberlanjutan harus hadir sejak tahap perencanaan, operasional, hingga pemulihan. “Kalau berusaha harus memperhatikan kondisi alam sekitar. Ini adalah komitmen sesuai dengan aturan yang ada, dan bahkan kita mencoba lebih dari aturan yang ada. Apa pun yang kita jalankan adalah untuk lingkungan tempat hidup kita,” ujar Tedy. Kata Tedy, Anggota Grup MIND ID tidak hanya menjalankan program agar patuh terhadap aturan, tetapi juga berupaya menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar area penambangan maupun pengolahan. Upaya ini dilakukan melalui inovasi yang melibatkan masyarakat yang dampaknya terukur dan dapat dibuktikan kinerjanya. Salah satu inovasi dijalankan PT Timah (Persero) Tbk (TIMAH) Pengolahan dan Pemurnian Muntok, melalui penerapan program Menjaga Nusantara: Muntok Berjaya dan Bahagia Melalui Inklusifitas Berkelanjutan dan Sejahtera. Program ini memanfaatkan Lahan Bekas Eks Tambang Ilegal untuk dijadikan tempat pembinaan usaha masyarakat yang mendukung ketahanan pangan daerah. TIMAH juga menjalankan program Bank Sampah sekaligus pembinaan usaha Pemanfaatan Limbah Kulit Udang menjadi Simbiotik. Untuk memperkuat sisi ekonominya, program Menjaga Nusantara juga diintegrasikan dengan pemberdayaan Kelompok Usaha Batik Ciprat, Batik Ecoprint dan UMKM Snack, serta budidaya sayuran dengan metode hidroponik, serta pembinaan kelompok usaha pempek udang yang anggotanya berasal dari mantan penambang ilegal. Di sisi lain, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) memiliki program inovasi sosial di Desa Kuta Tanjung. Program menggunakan pendekatan holistik yang mengintegrasikan penguatan ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui pemanfaatan potensi lokal serta pemberdayaan masyarakat rentan, termasuk masyarakat miskin, kelompok perempuan, penyandang disabilitas, dan pemuda. Dampak dari program terintegrasi ini, INALUM mampu mendukung peningkatan pendapatan masyarakat, terciptanya lapangan kerja lokal, pengelolaan puluhan ton sampah secara berkelanjutan, serta kontribusi nyata terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Program INALUM ini telah menghasilkan pendapatan ekonomi sebesar Rp2,9 miliar, mengelola 28.625,8 kilogram sampah melalui sistem bank sampah. Selanjutnya, kontribusi pada penurunan Global Warming Potential (GWP) mencapai 11.494 ton CO₂ ekuivalen. Adapun kedua program inovasi sosial dari TIMAH dan INALUM tersebut memperoleh apresiasi PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Tedy menambahkan aktivitas pertambangan pada dasarnya akan mengubah bentang alam, namun dampaknya dapat dikendalikan dan dipulihkan apabila perusahaan menjalankan program keberlanjutan secara komprehensif dan terintegrasi. “Kami berupaya memastikan bagaimana kegiatan tambang diikuti dengan berbagai upaya pengendalian dan pemulihan yang sesuai kaidah, dan bahkan lebih jauh lagi untuk dapat menjaga kelestarian alam dengan inovasi sosial yang tepat,” jelasnya.

Total 3.000 Enervon Family Immunity Kit Disalurkan ke Tujuh Daerah di Indonesia Kesehatan
Kesehatan
Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:05 WIB

Total 3.000 Enervon Family Immunity Kit Disalurkan ke Tujuh Daerah di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Setelah pelaksanaan Enervon Nusantara Run pada 8 Februari 2026 lalu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (Darya-Varia) memulai penyaluran 3.000 Enervon Family Immunity Kit kepada keluarga prasejahtera di tujuh daerah Indonesia mulai 16 Februari 2026. Program distribusi ini adalah kelanjutan dari Enervon Nusantara Run yang diikuti oleh 3.000 peserta. Kegiatan ini wujud nyata komitmen Darya-Varia perluas dampak kesehatan keluarga secara berkelanjutan dengan memberikan perlindungan imunitas tambahan dalam menyambut bulan Ramadan, sekaligus menjadi bagian dari perayaan 50 tahun perjalanannya di Indonesia. Dihelat di TMII merepresentasikan keberagaman dan persatuan Indonesia, Enervon Nusantara Run menjadi ruang kebersamaan yang mengajak masyarakat untuk hidup aktif, sehat, dan berbagi. “Merayakan usia 50 tahun, kami memaknai kesehatan keluarga sebagai upaya jangka panjang yang perlu didukung secara konsisten, khususnya bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses kesehatan, terlebih dengan datangnya bulan Ramadan yang menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia. Penyaluran Enervon Family Immunity Kit ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperluas manfaat kesehatan preventif agar dapat dirasakan lebih merata oleh keluarga Indonesia, terutama saat mereka membutuhkan dukungan imunitas ketika berpuasa,” ujar Jenny Jamin, Consumer Health Group Division Head PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. Melalui Enervon, kata Jenny, Darya-Varia terus memperkuat perannya dalam mendukung gaya hidup aktif dan kesehatan keluarga melalui solusi yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari. "Komitmen ini diwujudkan melalui Enervon Family Immunity Kit yang berisi rangkaian multivitamin untuk berbagai kelompok usia, mulai dari Enervon Kids, Enervon Active, Enervon Effervescent, Enervon C Tablet, hingga Enervon Gold, sebagai dukungan energi dan daya tahan tubuh seluruh anggota keluarga dalam menjalani aktivitas harian," ucapnya. Momentum penyaluran ini juga bertepatan dengan periode menjelang Ramadan, tuturnya, ketika kebutuhan menjaga daya tahan tubuh menjadi perhatian penting bagi masyarakat. Di masa berpuasa, keseimbangan asupan nutrisi saat sahur dan berbuka berperan dalam membantu menjaga energi dan kondisi tubuh sepanjang hari (Kemenkes RI). Pada konteks tersebut, ulasnya, kehadiran Enervon Family Immunity Kit diharapkan dapat menjadi dukungan tambahan bagi keluarga penerima manfaat untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian, terutama bagi mereka yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap asupan gizi yang optimal. Menurutnya, penyaluran Enervon Family Immunity Kit, bekerja sama dengan komunitas Volunteernesia, difokuskan ke tujuh wilayah prioritas, yaitu Papua, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Aceh, dan DKI Jakarta. "Pemilihan wilayah ini didasarkan pada tantangan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat setempat, termasuk keterbatasan akses layanan kesehatan, kondisi gizi, serta risiko penyakit infeksi, dengan mengacu pada data Kementerian Kesehatan RI," imbuhnya. Distribusi dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas untuk menjangkau keluarga prasejahtera dan kelompok masyarakat dengan akses terbatas. Sebagai bagian dari implementasinya, penyaluran menjangkau sejumlah wilayah di dalam provinsi tersebut, antara lain kawasan sekitar Jayapura di Papua, Lombok Utara di Nusa Tenggara Barat, Ambon dan sekitarnya di Maluku, Majene di Sulawesi Barat, wilayah pinggir kota Pontianak dan Kubu Raya di Kalimantan Barat, sekitar Banda Aceh, serta beberapa kawasan pemukiman prasejahtera dan pada penduduk di Jakarta. Cakupan yang membentang dari timur hingga barat Indonesia ini mencerminkan semangat “Energi Emas Nusantara” yang menjadi filosofi Enervon Nusantara Run. “Kami berharap langkah ini dapat menjadi awal dari kegiatan yang berkelanjutan, di mana semangat hidup aktif, kepedulian sosial, dan kesehatan keluarga berjalan beriringan. Ke depannya, Darya-Varia akan terus menghadirkan inisiatif yang tidak hanya merayakan perjalanan Perusahaan, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia yang lebih sehat,” sebut Jenny.

H Asmar dan Danrem 031 WB Silaturahmi Bahas Pertahanan hingga FTZ Riau
Riau
Jumat, 27 Februari 2026 | 18:00 WIB

H Asmar dan Danrem 031 WB Silaturahmi Bahas Pertahanan hingga FTZ

Pekanbaru, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, melakukan silaturahmi sekaligus koordinasi dengan Komandan Korem (Danrem) 031/Wirabima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han, di Markas Korem 031/Wirabima, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Jumat (27/2). Pertemuan tersebut menjadi momentum perkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dan TNI menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di wilayah perbatasan. Kedatangan H Asmar beserta rombongan disambut oleh Danrem 031/WB bersama jajaran pejabat utama Korem. Di pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai program strategis daerah dan dukungan TNI terhadap agenda pembangunan di Meranti. Apresiasi Dukungan TNI Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI selama ini, mulai dari program cetak sawah, pembangunan tanggul, pengamanan kamtibmas, hingga percepatan pendirian Koperasi Merah Putih di 101 desa dan kelurahan di Meranti. Ia melaporkan pelaksanaan program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dinikmati pelajar dari wilayah kota hingga pelosok desa. “Semua ini dapat berjalan baik berkat hubungan harmonis antara Pemda dan TNI, termasuk dukungan Dandim 0303/Bengkalis, Pabung, dan Danramil Tebing Tinggi,” kata H Asmar. Keberhasilan pengamanan Festival Perang Air (Cian Cui) yang mampu menarik puluhan ribu wisatawan dan mendongkrak perputaran ekonomi hingga Rp70 miliar turut menjadi contoh nyata sinergi TNI-Polri dan pemerintah daerah. Potensi Strategis Kepulauan Meranti Dalam paparannya, H Asmar, menyatakan potensi unggulan Meranti, di antaranya sektor migas yang dikelola PT Imbang Tata Alam (ITA) dengan sembilan sumur aktif, tambang timah berkualitas di Pulau Rangsang, serta komoditas sagu yang telah diekspor ke mancanegara dengan produksi mencapai 250 ribu ton per tahun. Selain itu, Kopi Liberika Kepulauan Meranti juga telah mengantongi sertifikat indikasi geografis dan menjadi salah satu produk unggulan daerah. Tetapi, Ia juga menyoroti persoalan abrasi yang cukup mengkhawatirkan, dengan tingkat pengikisan daratan mencapai 8–12 meter per tahun. Usulan Batalyon dan Free Trade Zone Dalam mendukung penguatan pertahanan wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, Pemkab Kepulauan Meranti telah menyiapkan lahan untuk pembangunan batalyon di kawasan perbatasan serta lahan untuk pembangunan Kodim. Menurut H Asmar, kehadiran satuan TNI di wilayah tersebut akan menjadi langkah strategis memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus mendukung stabilitas keamanan daerah. Selain itu, Pemkab Kepulauan Meranti juga berencana melobi pemerintah pusat agar Meranti dapat ditetapkan sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ), seperti yang berlaku di wilayah Kepulauan Riau, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok. Komitmen Kolaborasi Menanggapi hal tersebut, Danrem 031/WB, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar yang proaktif menjalin komunikasi dan koordinasi. Menurutnya, posisi Kepulauan Meranti sebagai wilayah perbatasan memiliki nilai strategis yang perlu mendapatkan perhatian serius. Korem 031/WB bersama jajaran Kodim dan Koramil siap berkolaborasi menyukseskan program pembangunan daerah. “Kami siap bersinergi menjaga stabilitas dan keamanan, khususnya di kawasan pesisir dan kepulauan yang memiliki posisi strategis,” tegasnya. Sebagai langkah awal, Danrem berencana melakukan kunjungan langsung ke Kepulauan Meranti untuk meninjau kondisi wilayah perbatasan, serta melihat potensi dan tantangan yang dihadapi daerah tersebut. Pertemuan ditutup dengan pertukaran cenderamata dan foto bersama antara Bupati Kepulauan Meranti H Asmar dan Danrem 031/WB, disaksikan jajaran pejabat Korem, serta rombongan Pemkab Kepulauan Meranti.

Kunjungan Kapal Pesiar Meningkat, Pelindo Multi Terminal Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah Wisata
Wisata
Rabu, 25 Februari 2026 | 13:00 WIB

Kunjungan Kapal Pesiar Meningkat, Pelindo Multi Terminal Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Medan, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SMPT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mencatat tren pertumbuhan positif kunjungan kapal pesiar di tiga branch/cabang pelabuhan yang dikelolanya sepanjang tahun 2025. Sepanjang 2025, Pelindo Multi Terminal melayani 49 kunjungan kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang), Lembar (Lombok Barat), dan Parepare (Sulawesi Selatan). Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 47 kunjungan kapal pesiar. Dari total kunjungan tersebut, Branch Tanjung Emas mencatat 24 kapal pesiar, Branch Lembar sebanyak 24 kapal pesiar, dan Branch Parepare melayani 1 kapal pesiar selama tahun 2025. Kapal-kapal pesiar tersebut membawa total 119.377 wisatawan mancanagera, meningkat dari 114.304 wisawatan pada 2024, atau tumbuh sekitar 4,4 persen (yoy). “Pelindo Multi Terminal memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dalam melayani kapal pesiar, mulai dari dermaga dan terminal penumpang, pengaturan arus wisatawan, hingga aspek keselamatan dan kemanan. Peningkatan kunjungan kapal pesiar sepanjang tahun 2025 menunjukkan bahwa pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo Multi Terminal semakin diminati sebagai destinasi singgah,” ujar VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan. Menurutnya, perusahaan juga terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas pariwisata setempat, pelaku industri perjalanan wisata, serta UMKM lokal dalam penyambutan wisatawan mancanegara melalui atraksi budaya, promosi destinasi wisata, dan penyediaan ruang bagi produk-produk lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. "Dari Pelabuhan Tanjung Emas, wisatawan kapal pesiar kerap mengunjungi berbagai destinasi wisata antara lain Candi Borobudur, Candi Gedong Songo, wisata sejarah di Ambarawa, serta city tour mengelilingi Kota Semarang," jelasnya. Sedang, dari Pelabuhan Lembar, wisatawan umumnya mengunjungi berbagai destinasi unggulan di Lombok seperti Senggigi, Tiga Gili, Museum di Kota Mataram, Sekotong, hingga Mandalika. Dari Pelabuhan Parepare, wisatawan kapal pesiar menikmati wisata kota dan budaya Sulawesi Selatan. “Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan sehingga harapannya tren kunjungan kapal pesiar tahun 2026 bisa terus bertumbuh positif. Kami juga terus bersinergi dan berkolaborasi dengan sejumlah stakeholders sehingga kunjungan kapal pesiar ini dapat mendorong pertumbuhan pariwisata dan pergerakan roda ekonomi daerah,” tambah Farid.

Rakernas XVII Apkasi, BPDP Tegaskan Komitmen Dukung Penguatan Ekonomi Daerah Sawit
Sawit
Selasa, 03 Februari 2026 | 15:00 WIB

Rakernas XVII Apkasi, BPDP Tegaskan Komitmen Dukung Penguatan Ekonomi Daerah

Batam, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tegaskan komitmen dukung penguatan ekonomi daerah penghasil lewat optimalisasi dana perkebunan di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluruh Indonesia (Apkasi) digelar di Hotel Aston Batam, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Rakernas XVII Apkasi usung tema "Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera”, di pekan keempat Januari 2026 lalu. Di forum strategis tersebut, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin, hadir sebagai pembicara, dan paparkan peran serta kontribusi BPDP dalam pengelolaan dana perkebunan. Ia menyampaikan optimalisasi dana perkebunan diarahkan untuk mendorong hilirisasi, peningkatan produktivitas perkebunan rakyat, serta penguatan ekonomi kabupaten penghasil melalui pengelolaan dana yang akuntabel dan transparan. Normansyah menjelaskan fokus optimalisasi dana perkebunan mencakup komoditas strategis nasional, yaitu kelapa sawit, kelapa, dan kakao, yang memiliki peran penting dalam penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaan di berbagai daerah. Di sektor kelapa sawit, BPDP terus mendorong pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai upaya meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan. Hingga akhir tahun 2025, BPDP telah menyalurkan dana PSR sebesar Rp12,87 triliun kepada lebih dari 180 ribu pekebun dengan luasan mencapai 408 ribu hektare. Program ini dinilai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pekebun sawit swadaya. Selain PSR, BPDP juga melaksanakan Program Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, yang meliputi dukungan intensifikasi, penyediaan alat pascapanen, pembangunan dan peningkatan jalan kebun, alat transportasi, mesin pertanian, hingga fasilitasi sertifikasi (ISPO). Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi serta memperkuat daya saing perkebunan rakyat. Menurut Normansyah, BPDP juga berkomitmen mendukung pengembangan perkebunan kelapa dan kakao. Pada komoditas kelapa, BPDP mendorong peningkatan produktivitas dan penguatan kelembagaan pekebun melalui program peremajaan serta penyediaan sarana dan prasarana perkebunan. "Sementara pada komoditas kakao, BPDP mendorong pengembangan perkebunan kakao rakyat melalui peningkatan produktivitas, perbaikan mutu hasil, serta penguatan hilirisasi dan rantai nilai kakao nasional," ujarnya. Melalui Rakernas XVII Apkasi, BPDP mengajak pemerintah kabupaten untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi, khususnya dalam proses pengusulan, pendampingan, serta pengawasan pemanfaatan dana perkebunan. Peran aktif pemerintah daerah dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan program dalam mewujudkan perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat daerah. Rakernas XVII Apkasi menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah dalam rangka mewujudkan Asta Cita pembangunan nasional, dengan memperkuat peran sektor perkebunan, kelapa sawit, kelapa, dan kakao sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

Gubernur Lampung Apresiasi Kontribusi KAI Dukung Pembangunan Daerah Lewat Program TJSL Nasional
Nasional
Jumat, 30 Januari 2026 | 13:39 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Kontribusi KAI Dukung Pembangunan Daerah Lewat Program TJSL

Lampung, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memberikan apresiasi kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang atas partisipasi dan kontribusi nyata dukung pembangunan daerah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk Piagam Penghargaan yang diberikan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang. Penghargaan ini diberikan atas peran aktif KAI Divre IV Tanjungkarang dukung pembangunan Provinsi Lampung, khususnya melalui program TJSL di bidang pendidikan, yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pada piagam penghargaan tersebut disampaikan bahwa kontribusi KAI Divre IV Tanjungkarang melalui program CSR/TJSL tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan, tetapi sejalan dengan upaya mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Lampung. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus berkontribusi secara berkelanjutan melalui berbagai program TJSL yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan. KAI berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, dan pendidikan di wilayah Provinsi Lampung. Wujudkan Industri Hijau, KS Group Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Cilegon, katakabar.com – Krakatau Steel Group tegaskan komitmen percepat transisi menuju industri hijau melalui penguatan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Salah satu implementasi nyata dari komitmen tersebut, PT Krakatau Jasa Industri (PT KJI) menggandeng Environment Social Network Foundation (ESWKA) untuk mengelola limbah secara terukur pada perhelatan Steel Run 2025 dan puncak perayaan HUT Krakatau Steel Group ke 55 yang lalu. Dan direncanakan program aktifasi korporasi selanjutnya dapat melakukan hal yang sama dalam pengelolaan sampah. Langkah ini bagian dari strategi besar korporasi dalam mendukung target net zero emission dan edukasi lingkungan bagi masyarakat industri di Cilegon. Pengelolaan sampah pada acara besar tersebut bukan sekadar pembersihan area, melainkan upaya pendataan dan pemilahan dari hulu untuk memastikan sirkulasi ekonomi berjalan dengan baik. Data dan Hasil Pengelolaan Sampah Selama penyelenggaraan acara, tim kolaborasi berhasil mengumpulkan dan memilah total 441,8 kilogram sampah dari dua titik utama: garis finish Steel Run dan lokasi utama HUT Krakatau Steel. Sebanyak 15 personel kebersihan dari PT KJI diterjunkan secara khusus untuk memastikan setiap sampah yang dihasilkan pengunjung segera dipilah di waste station yang telah disediakan. Komitmen Manajemen dan Dampak Sosial Ario Maryanto, Plt. Direktur Utama PT Krakatau Jasa Industri, menyatakan pendataan ini penting agar dampak terhadap lingkungan dapat diukur secara akurat. "Upaya pendataan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pengelolaan sampah secara lebih terukur, sehingga dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar," ujar Ario. Hilirisasi sampah tersebut dialokasikan ke dua jalur utama: 1. 40 persen Sampah Terkelola: Didonasikan ke Bank Sampah Kecamatan Ciwandan untuk diproses kembali secara ekonomi. 2. 60 persen Residu: Dikirim ke TPA Bagendung untuk dikelola lebih lanjut, di mana sebagian besar masih dapat dimanfaatkan oleh para pemulung setempat sebagai sumber mata pencaharian. Krakatau Jasa Industri yang merupakan bagian dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang dipimpin oleh Dr. Akbar Djohan selaku Direktur Utamanya terus berupaya menjadi penyedia jasa Industri kebanggaan masyarakat Cilegon. Berbagai langkah strategis dalam committed to transform dilakukan Perseroan, untuk menghadirkan layanan jasa dan barang yang sesuai dengan kebutuhan seluruh klien dan mitra kerja. Harapannya PT KJI bisa meraih cita-cita untuk kian memberdayakan masyarakat lokal dan menjadi bagian dari lokomotif kebangkitan ekonomi di Kota Cilegon. Saat ini Dr. Akbar Djohan juga menjabat sebagai Chairman ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia) serta Chairman IISIA (Indonesia Iron & Steel Industry Association). Program ini diharapkan menjadi salah satu bagian bagi kemajuan/kesejahteraan masyarakat Indonesia. Di mana hal ini bagian dari Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Polsek Rangsang Panen Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pagan Daerah Default
Default
Senin, 22 Desember 2025 | 19:00 WIB

Polsek Rangsang Panen Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pagan Daerah

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan SH gelar Panen Jagung Pipil dukung Ketahanan Pangan Daerah, di Desa Teluk Samak Kecamatan Rangsang Senin (22/12). Selain itu, Polsek Rangsang laksanakan panen jagung pipil di lahan Bumdes Artha Niaga, guna mendukung Ketahanan Pangan Nasional. "Adapun Luas Lahan setengah hektar umur tanam 110 hari jenis bibit bisi 18 pee 6 kilogram, lalu hasil panen 2500 kilogeram, lokasi lahan BumDes Artha Niaga di Desa Teluksamak Kecamatan Rangsang Kepulauan Meranti," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan SH Kata Kapolsek Rangsang, kegiatan panen jagung menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung program Ketahanan pangan. "Panen Jagung menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. dengan keterlibatan aktif dalam program Ketahanan Pangan, kegiatan ini sebagai bukti dukungan guna membantu kesejahteraan masyarakat melalui stabilitas produksi pangan yang berkelanjutan," sebutnya.

Banaran Trail Run 2025,  PTPN I Dorong Efek Ekonomi Daerah Lewat Olahraga dan Wisata Default
Default
Rabu, 05 November 2025 | 11:00 WIB

Banaran Trail Run 2025, PTPN I Dorong Efek Ekonomi Daerah Lewat Olahraga dan Wisata

Semarang, katakabar.com - Gelaran Banaran Trail Run 2025 yang diselenggarakan oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar Kampoeng Kopi Banaran, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Ajang olahraga lintas alam ini menyedot peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara. Tiga hari menjelang pelaksanaan lomba, Minggu (2/11) lalu, hotel, penginapan, dan homestay di kawasan Ambarawa dilaporkan penuh. “Kami terpaksa menginap di Semarang karena semua penginapan di sekitar Ambarawa sudah penuh sejak jauh hari. Awalnya ingin menginap di dalam kawasan Kampoeng Banaran, tapi ternyata sudah full booked. Jadi kami harus berangkat lebih pagi ke lokasi,” kata Damar, peserta asal Lampung, Sabtu (1/11). Keramaian peserta dan pengunjung Banaran Trail Run turut menjadi berkah bagi masyarakat sekitar. Selain sektor perhotelan, para pelaku usaha kuliner, transportasi, hingga pedagang kaki lima ikut menikmati peningkatan pendapatan. “Alhamdulillah kegiatan yang kami gelar membawa berkah bagi masyarakat sekitar. Keramaian ini memberi efek ekonomi yang besar, dan keramahan masyarakat lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dari luar daerah. Bahkan warung-warung kecil pun ikut laris,” ceruta General Manager Kampoeng Kopi Banaran, M. Sunhaji, lewat keterangan resmi. Atmosfer ekonomi yang semarak ini juga menjadi perhatian khusus Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, yang hadir langsung di lokasi acara sehari sebelum lomba dimulai. “Kami sangat bersyukur atas antusiasme yang luar biasa. Berdasarkan laporan, tingkat okupansi hotel dan penginapan di radius 20 kilometer dari lokasi sudah penuh sejak H-3. Ini berkah besar bagi ekonomi masyarakat sekitar,” ucap Teddy Yunirman Danas. Dijelaskan Teddy, efek berantai dari penuhnya hunian hotel meluas ke berbagai sektor. “Dampaknya tidak hanya pada hotel, tetapi juga pada para pekerja pendukung, pemasok bahan pangan dari petani, serta pelaku UMKM lokal seperti kuliner dan transportasi yang mengalami peningkatan omzet signifikan,” tuturnya. Sementara, SEVP Operation PTPN I Regional 3, Budiono, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menjadikan Banaran Trail Run sebagai agenda tahunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada promosi gaya hidup sehat, tetapi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Komitmen kami tidak hanya menghasilkan produk perkebunan terbaik, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pariwisata. Event ini membuktikan bahwa aset perkebunan bisa menjadi motor penggerak kesejahteraan bersama,” terang Budiono, yang juga bergelar doktor. Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, aminkan Budiono. Menurutnya, dampak ekonomi ke masyarakat sekitar mencerminkan sinergi antara bisnis perkebunan dan potensi wisata daerah. “Banaran Trail Run adalah wujud nyata integrasi antara core business perkebunan dengan tanggung jawab sosial. Perkebunan bukan hanya ladang produksi, tetapi juga destinasi yang mampu menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” kata Aris Handoyo.

MIND ID Dorong 10.000 UMK Naik Kelas, Wujudkan Ekonomi Kerakyatan di Daerah Nasional
Nasional
Kamis, 16 Oktober 2025 | 11:00 WIB

MIND ID Dorong 10.000 UMK Naik Kelas, Wujudkan Ekonomi Kerakyatan di Daerah

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) terus memperkuat komitmennya dorong ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di berbagai wilayah operasional. Hingga pertengahan 2025, lebih dari 10.000 UMK binaan telah menjadi bagian dari rantai pasok industri pertambangan Grup MIND ID. Dari jumlah tersebut, ratusan di antaranya berhasil naik kelas menjadi motor bagi penguatan ekonomi di daerahnya. Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dan Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto yang menempatkan penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, serta pengembangan industri kreatif yang merata di seluruh daerah. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menegaskan keberpihakan terhadap UMK wujud nyata peran sektor pertambangan mendukung agenda pembangunan pemerintah. “Bagi kami, tambang bukan hanya soal produksi mineral. Lebih dari itu, tambang adalah penggerak ekonomi kerakyatan di daerah yang menjadi sumber energi untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi usaha masyarakat untuk tumbuh, berkembang, dan ikut berkontribusi bagi ekonomi nasional,” ujarnya, lewat siaran pers, Rabu (15/10) kemarin. Melalui berbagai program pemberdayaan, kata Pria, MIND ID menghadirkan pendampingan menyeluruh bagi pelaku UMK, mulai dari pelatihan manajemen, inovasi produk, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar. "Pendekatan ini efektif untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, terutama di sekitar wilayah operasional pertambangan," jelasnya. Cerita Pria, di antara contoh sukses datang dari Haiedi Ulandari, pendiri Pempek Hudi di Palembang, UMK binaan PT Bukit Asam Tbk. Usaha rumahan yang dulunya beromzet sekitar Rp30 juta per bulan kini mampu meraih hingga Rp300 juta per bulan dan menyerap 13 tenaga kerja lokal. "Keberhasilan ini menunjukkan bagaimana program Pendampingan yang konsisten dapat mendorong UMK naik kelas sekaligus menempatkan mereka sebagai motor penggerak ekonomi daerah," ulasnya. Dampak positif serupa dirasakan pelaku UMK Sambal Lumako, Nata de Coco, dan Ikan Asap di wilayah operasional PT Vale Indonesia, anggota MIND ID. Berkat pelatihan pengembangan produk, pendampingan bisnis, dan dukungan promosi, usaha lokal ini kini telah berhasil menjalankan usahanya secara mandiri memperluas penjualan ke berbagai daerah dan menjadi sumber lapangan kerja bagi ratusan masyarakat sekitar tambang. Keberhasilan tersebut menunjukkan bagaimana kolaborasi antara industri dan komunitas lokal dapat menumbuhkan ekonomi kreatif di daerah. Pria menuturkan inisiatif ini memperlihatkan bahwa industri pertambangan juga dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat, sejalan dengan cita-cita pemerintah dalam memperluas lapangan kerja, memperkuat wirausaha lokal, serta menumbuhkan ekonomi kreatif daerah. MIND ID memastikan program pendampingan UMK akan berkelanjutan hingga pada akhirnya mereka mampu secara mandiri membangun kapasitasnya untuk bersaing dan berkontribusi lebih optimal bagi daerahnya.