Bukan Content Creator, Ini Profesi Sampingan Diam-diam Digemari Gen Z Ekonomi
Ekonomi
Senin, 10 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Bukan Content Creator, Ini Profesi Sampingan Diam-diam Digemari Gen Z

Jakarta, katakabar.com - Narasi "cuan dari konten" terlanjur jadi mimpi kolektif Gen Z, followers dikejar, algoritma dipelajari mati-matian, tapi hasilnya kerap jauh dari janji manis yang beredar di media sosial. Sementara, kebutuhan akan penghasilan tambahan tidak menunggu siapa pun jadi viral lebih dulu. Laporan 2026 Gen Z and Millennial Survey yang dirilis Deloitte mencatat hampir 30 persen Gen Z dan sekitar 25 persen milenial di dunia kini memiliki pekerjaan sampingan, baik paruh waktu maupun penuh waktu, di luar pekerjaan utama mereka. Di celah itulah sebagian Gen Z bergerak diam-diam, menjadi reseller layanan digital seperti SMM Panel, jauh dari sorotan tapi terbukti menghasilkan. Bisnis Bekerja Tanpa Pernah Tampil Reseller layanan digital menjual kembali layanan peningkatan media sosial, followers, likes, views, dari penyedia besar ke pelanggan akhir, mulai dari UMKM, brand kecil, sampai individu yang ingin akunnya terlihat lebih meyakinkan. Tidak ada wajah yang perlu dikenali, tidak ada konten yang perlu dibuat, cukup selisih harga antara beli grosir dan jual eceran yang jadi mesin uangnya. "Banyak yang tidak sadar, sebagian bisnis yang mereka lihat aktif dan kredibel di media sosial itu dibantu tangan reseller di belakang layar. Profesinya senyap, tapi perputaran transaksinya nyata dan terus berjalan setiap hari," ujar Mas Eko, pengamat industri digital dari ProviderSMM.id. Yang membuat profesi ini menarik, menurutnya, justru karena tidak menuntut personal branding maupun konsistensi produksi konten yang melelahkan. "Modalnya kecil, prosesnya bisa dipelajari cepat, dan hasilnya terasa jauh lebih cepat dibanding menunggu jadi content creator yang viral," jelasnya. Dua Sisi Mata Uang Sama Industri ini berjalan lewat dua peran yang saling mengunci. Provider memegang sumber daya dan sistem pengiriman layanan secara langsung, biasanya dengan harga grosir dan akses API untuk mitra bisnis. Reseller membeli dari provider lalu menjualnya kembali ke pelanggan akhir, tanpa perlu memikirkan infrastruktur teknis di baliknya sama sekali. "Bagi yang baru mulai, jadi reseller jauh lebih realistis dibanding langsung jadi provider, modal dan risikonya kecil, tapi peluang belajar cara kerja industri ini tetap terbuka lebar," ucap Mas Eko. Ia menegaskan, faktor yang paling menentukan keberhasilan reseller bukan seberapa besar modal awal, melainkan ketepatan memilih smm panel terpercaya untuk diajak bekerja sama, transparansi soal drop rate, kejelasan sumber followers, hingga kebijakan garansi refill yang tertulis jelas jadi pembeda antara reseller yang bertahan lama dengan yang cepat kehilangan kepercayaan klien. Yang Senyap, Belum Tentu Sepi Tidak semua jalan menghasilkan uang di dunia digital butuh tepuk tangan atau notifikasi like yang ramai. Selama bisnis kecil masih berlomba membangun kredibilitas instan di media sosial, dan selama Gen Z masih mencari celah penghasilan yang tidak menuntut wajah dikenal publik, profesi reseller kemungkinan akan terus tumbuh, diam-diam, tapi jauh dari kata berhenti.

Tips Percaya Diri Jadi Content Creator Bersama Priska Sahanaya dan Beauty Class Fanbo di SMA dan SMK Yapenda Nasional
Nasional
Senin, 24 November 2025 | 16:00 WIB

Tips Percaya Diri Jadi Content Creator Bersama Priska Sahanaya dan Beauty Class Fanbo di SMA dan SMK Yapenda

Jakarta, katakabar.com - SMA dan SMK Yapenda gelar “Storytelling Techniques to Make Your Content More Engaging” bersama Coach Priska Sahanaya, S. Ars, CPS, CH, CHt, CP.NLP, C.CPC, C.CFS, CHCS, CSES, CECS. Priska adalah pengajar komunikasi bersertifikat internasional dengan reputasi solid. Pengalaman luasnya mencakup pelatihan di perusahaan, sekolah, dan komunitas. Ia dikenal mampu membangun rasa percaya diri peserta secara cepat. Reputasinya terjaga melalui dedikasi dan profesionalisme tinggi. Di seminar “Storytelling Techniques to Make Your Content More Engaging”, Coach Priska Sahanaya akan membagikan teknik-teknik storytelling yang telah ia gunakan untuk membantu brand dan individu menyampaikan pesan yang kuat dan emosional. Dengan latar belakang komunikasi dan NLP, Coach Priska dikenal mampu mengajarkan storytelling yang efektif dan relevan untuk berbagai platform. Seminar ini berfokus pada teknik membangun cerita yang menarik dalam konten, mulai dari struktur pembuka yang memikat, alur narasi, konflik, hingga penutup yang impactful. Peserta akan belajar menciptakan konten yang tidak hanya informatif, tetapi sentuh emosi, sehingga meningkatkan retensi penonton. Melalui latihan langsung, peserta akan mempraktikkan cara menulis cerita singkat, membangun hook dalam 3 detik pertama, dan mengemas informasi menjadi narasi yang mudah dipahami. Di akhir sesi, peserta diharapkan mampu membuat konten yang lebih hidup, relatable, dan berkesan. Beauty class kali ini mengajak para siswa mencoba dua produk Fanbo yang sudah terbukti aman: Fanbo Love Letter Eyeshadow Palette dan Fanbo Eyebrow Pencil. Kedua produk ini terdaftar BPOM, sehingga aman digunakan untuk aktivitas harian. Fanbo Love Letter Eyeshadow Palette memiliki warna-warna lembut yang sangat cocok untuk menciptakan tampilan natural. Teksturnya ringan, tidak mudah creasing, dan banyak dipuji karena blendability-nya yang sangat ramah bagi pemula. Dalam beauty class, siswa mempelajari cara membuat gradasi sederhana, menempatkan warna shimmer agar tidak berlebihan, dan memilih warna transisi yang sesuai. Fanbo Eyebrow Pencil pun tidak kalah menarik. Dengan formula yang smooth dan warna natural, pensil alis ini sangat cocok untuk remaja yang baru belajar mempercantik bentuk alis. Produk ini mendapatkan banyak testimoni positif mengenai ketahanannya dan kemampuannya memberikan hasil akhir rapi tanpa terlihat kaku. Beauty class menjadi lebih efektif karena siswa dapat mencoba langsung produk yang berkualitas dan aman. Priska Sahanaya dikenal luas sebagai pendiri PT Priska Sahanaya Grup, perusahaan nasional yang berfokus pada pelatihan, penyelenggaraan event, dan dunia periklanan. Pendidikan S1 dan S2 ia tempuh dengan beasiswa penuh dari Scranton Korea, ditambah pengalaman pertukaran budaya dan pembelajaran bisnis di Tiongkok. Ia memiliki lisensi keprofesionalan seperti C.PS, CP.NLP, CHt, CHCS, dan CECS yang mengukuhkan dirinya sebagai pembicara dan pelatih berskala nasional. Ribuan event sudah ia rancang dan jalankan, serta telah diliput lebih dari 7.500 artikel di berbagai media.

Wow, Content Creator Dari Indonesia Raih Diamond Creator Award Lainnya
Lainnya
Kamis, 20 Juni 2024 | 19:06 WIB

Wow, Content Creator Dari Indonesia Raih Diamond Creator Award

Jakarta, katakabar.com - AnyMind Group atau TSE:5027, perusahaan BPaaS marketing, e-commerce, dan transformasi digital umumkan Kaleb Andri, content creator dari Indonesia, sekaligus creator di jaringan creator AnyMind Group, meraih Diamond Creator Award dari YouTube. Diamond Creator Award tersebut adalah button pertama yang didapatkan oleh content creator di jaringan creator AnyMind Group di Indonesia. Kaleb Andri sudah bergabung dengan jaringan creator AnyMind Group dari tahun 2020, dan saat ini ia sudah memiliki 14,5 juta subscribers di channel YouTube miliknya. Pada channel YouTube-nya, Kaleb Andri membuat konten yang berkaitan dengan horor dan misteri. “Do Your Best and Let God Do The Rest," ujar Kaleb Andri. Menurutnya, sebelum join dengan AnyMind Group, saya sudah sempat mencari informasi tentang jaringan creator di AnyMind, dan ternyata ada beberapa creator terkenal yang sudah join dengan AnyMind, sehingga akhirnya saya putuskan buat ikut bergabung. Setelah bergabung dengan AnyMind, cerita Andri, saya bisa lebih banyak diskusi jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan terkait YouTube ataupun platform sosial media lainnya seperti TikTok dan ketika muncul issue pada channel saya, akan langsung dibantu AnyMind untuk diberikan solusinya. "Salah satu poin plus bergabung dengan jaringan creator AnyMind karena aku jadi punya "jembatan" untuk terhubung langsung dengan pihak YouTube. Hal lainnya, saya menerima ide konten dari tim creator growth AnyMind dan melakukan review performa channel aku. Benefit lainnya saya dapat bekerja sama dengan brand-brand dari AnyMind," jelasnya. Lidyawati Aurelia, Country Manager, Indonesia, AnyMind Group menimpali, kami sangat bangga atas pencapaian yang didapatkan Kaleb Andri, terutama ini Diamond Creator Award pertama yang didapatkan oleh salah satu content creator kami di Indonesia. "Tim kami terus mendukung content creator lainnya yang berada dalam jaringan creator kami, dan ingin memberikan inspirasi bagi mereka,” tuturnnya. Saat ini, lanjut Aurelia, AnyMind Group memberdayakan lebih dari 2.100 creator di seluruh Asia Pasifik melalui jaringan creatornya. Hal ini dilakukan melalui AnyCreator, sebuah platform web dan seluler bagi para creator dan influencer untuk menemukan kolaborasi merek, dan mendapatkan wawasan tentang analisis media sosial, serta sumber daya dan dukungan untuk mengembangkan influence mereka. Kontak: Yunnie Senior Communications Executive [email protected] / [email protected] +62 82273752621