Bungkil Sawit

Sorotan terbaru dari Tag # Bungkil Sawit

Bahan Mentah Pinggir Dulu, Kini Kaltim Ekspor Veneer dan Bungkil Sawit Sawit
Sawit
Kamis, 23 Oktober 2025 | 17:56 WIB

Bahan Mentah Pinggir Dulu, Kini Kaltim Ekspor Veneer dan Bungkil Sawit

Kaltim, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur buktikan komitmen dukung program hilirisasi industri nasional. Kini, tiga komoditas unggulan daerah diekspor bentuk produk olahan bernilai tinggi, bukan sekadar bahan mentah. Pelepasan ekspor senilai total Rp5,4 miliar ini dilakukan secara simbolis di Pelabuhan Samudera Palaran, Samarinda, Rabu (22/10) kemarin. Keguatan ini menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah dan sektor swasta. Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Kalimantan Timur, Arum Kusnila Dewi, menjelaskan kegiatan ini perwujudan nyata dari program hilirisasi, dan hasil kolaborasi berbagai pihak. "Kegiatan bertajuk 'Akselerasi Ekspor Komoditas Unggulan Daerah Kalimantan Timur' ini hasil sinergi kuat antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menjadi perwujudan nyata program hilirisasi industri nasional,” kata Arum, dilansir dari laman Antara Kamis siang. Ia menegaskan peran penting Karantina menjaga kualitas dan reputasi produk Indonesia di pasar internasional. “Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada para Petugas Karantina yang telah memastikan bahwa setiap komoditas yang diekspor hari ini memenuhi persyaratan fitosanitari dan standar mutu yang ditetapkan negara tujuan,” jelas Arum. Tiga komoditas olahan yang dilepas ekspornya kali ini, yakni Kayu Veneer: Senilai lebih dari Rp2,2 Miliar dari PT. Orimba Alam Kreasi ke India, Keruing Veneer: Senilai lebih dari Rp2 Miliar dari PT. Kayu Alam Perkasa Raya ke India, dan Palm Kernel Expeller (PKE) / Bungkil Sawit: Senilai Rp1,2 Miliar dari PT. Sinar Sawit Sentosa ke Tiongkok. Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M. Panggabean, menimpali, langkah hilirisasi ini sejalan dengan arahan Presiden untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri dan berkontribusi pada target nasional Asta Cita. “Produk yang diekspor telah melalui proses pengolahan, yang meningkatkan nilai jualnya dibandingkan ekspor bahan mentah,” ucap Sahat M. Panggabean. Data BBKHIT Kalimantan Timur menunjukkan tren positif ekspor. Hingga Oktober 2025, total nilai ekspor komoditas pertanian Kaltim telah menembus Rp11 triliun, didominasi oleh produk olahan kayu dan sawit. Sahat M. Panggabean memastikan Barantin akan terus mendukung para eksportir.

Danrem 041 Gamas Ajak Peternak Ikan Manfaatkan Bungkil Sawit Buat Pakan Serba Serbi
Serba Serbi
Minggu, 12 November 2023 | 20:28 WIB

Danrem 041 Gamas Ajak Peternak Ikan Manfaatkan Bungkil Sawit Buat Pakan

Bengkulu, katakabar.com - Komandan Korem 041 Garuda Emas (Gamas), Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen mengajak peternak ikan di Provinsi Bengkulu untuk membuat pakan ikan alternatif dengan memanfaatkan bungkil sawit. Dengan memanfaatkan bungkil sawit, kata Brigjen TNI Rachmad, peternak ikan dapat mengurangi beban biaya produksi untuk pembelian pakan. Apalagi, saat ini harga pakan ikan mencapai Rp17 ribu per kilogram. Sedang, pakan alternatif berbahan bungkil bisa menekan harga pakan hingga separuh harga. "Pemanfaatan bungkil sawit solusi atas keluhan soal harga pakan ikan yang terus melambung di pasaran," ujarnya kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Ahad (12/11). Menurutnya, masih banyak peternak belum memahami cara pembuatan pakan dari bungkil sawit. "Penting sekali disosialisasikan cara pembuatan pakan ikan mandiri dengan menggunakan bungkil sawit kepada masyarakat secara luas," jelasnya. Kami bantu sosialisasi, sebutnya, cara pembuatan pakan ikan alternatif berbahan limbah ramah lingkungan untuk meningkatkan keuntungan peternak. Pendampingan pembuatan pakan ikan alternatif diharapkan membantu petani atau peternak dalam meningkatkan produksi pangan khususnya di bidang perikanan. "Pemanfaatan bungkil sawit sebagai pakan ikan tidak hanya mengurangi beban anggaran petani atau peternak, tapi untuk mendukung ketahanan pangan di daerah ini," bebernya. Dengan mengurangi ketergantungan pada pakan ikan konvensional harganya tinggi, harapnya, peternak dapat menciptakan lingkungan usaha yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan.