Program Hotel Management BU Beri Pengalaman Table Manner dan Operasional Hotel di Le Meridien Hotel
Hotel
Minggu, 22 Februari 2026 | 09:38 WIB

Program Hotel Management BU Beri Pengalaman Table Manner dan Operasional Hotel di Le Meridien

Jakarta, katakabar.com - Program Hotel Management Binus University kembali egaskan komitmen mencetak lulusan siap industri sekaligus memperkuat jejaring dengan industri perhotelan bintang lima melalui kegiatan industry visit ke Le Méridien, Jumat (13/2) lalu. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran berbasis praktik yang mencakup sesi table manner, hotel tour, serta workshop operasional perhotelan bersama para praktisi profesional. Melalui sesi table manner, mahasiswa mempelajari standar etika jamuan formal internasional, mulai dari penataan meja (table setting), penggunaan peralatan makan sesuai standar global, hingga sikap dan komunikasi profesional dalam pelayanan. Pembekalan ini menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa untuk memahami standar layanan di hotel bintang lima yang menuntut presisi, etika, dan kualitas pelayanan kelas dunia. Selain itu, mahasiswa mengikuti hotel tour untuk memahami alur kerja dan koordinasi antar departemen, termasuk front office, housekeeping, food & beverage, serta kitchen operations. Observasi langsung ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana hotel bintang lima mengelola operasional secara terpadu demi menjaga kualitas layanan dan kepuasan tamu. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop interaktif bersama tim profesional Le Méridien yang membahas praktik terbaik di industri, standar kerja di hotel internasional, serta ekspektasi dunia kerja terhadap lulusan hospitality. Momentum ini sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara Binus University dengan industri perhotelan bintang lima sebagai mitra strategis dalam pengembangan kompetensi mahasiswa. Head of Program Hotel Management Binus University, Dianka Wahyuningtias, S.ST.Par., M.M., CHE, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan industri dalam proses pembelajaran. “Kami tidak hanya ingin mahasiswa belajar tentang industri, tetapi belajar langsung dari industri. Kolaborasi dengan hotel bintang lima seperti Le Méridien sangat penting untuk memastikan kurikulum kami tetap relevan dan mahasiswa memiliki pemahaman nyata tentang standar profesional global. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami membangun relasi jangka panjang dengan industri hospitality,” ujar Dianka. Melalui pendekatan Industry learning dan penguatan kemitraan dengan industri hotel bintang lima, Hotel Management Binus University terus mendorong mahasiswanya untuk menjadi lulusan yang adaptif, profesional, dan benar-benar industry-ready, serta siap bersaing di dunia kerja hospitality yang semakin kompetitif dan global.

BU Hadirkan Binus Asia Collaboration Perluas Akses Mahasiswa Menuju Pengalaman Global Internasional
Internasional
Rabu, 05 November 2025 | 11:38 WIB

BU Hadirkan Binus Asia Collaboration Perluas Akses Mahasiswa Menuju Pengalaman Global

Jakarta, katakabar.com - Di era globalisasi dan transformasi digital, kemampuan untuk beradaptasi dan berkolaborasi lintas negara menjadi kunci kesuksesan bagi generasi muda. Dunia kerja kini menuntut talenta yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki global mindset, pemahaman lintas budaya, dan pengalaman internasional yang relevan. Kebutuhan ini semakin mendesak seiring meningkatnya mobilitas pendidikan dan profesional di kawasan Asia. Menjawab tantangan tersebut, Binus University memperkuat komitmennya dalam membentuk lulusan berdaya saing global melalui inisiatif Binus Asia Collaboration. Program ini membuka kesempatan bagi seluruh Binusian untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan diri di berbagai negara Asia seperti Mainland China, Taiwan, Jepang, dan Korea. Melalui berbagai kegiatan seperti Study Abroad, China Business Trip, Overseas Internship, hingga International Access & Networking, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar langsung di lingkungan internasional. Program ini juga didukung oleh lebih dari 250+ universitas mitra di 40 negara serta 2.200+ perusahaan global yang menjadi bagian dari jaringan kolaborasi Binus. “Binus Asia Collaboration adalah langkah nyata kami dalam membangun ekosistem pembelajaran tanpa batas. Kami ingin setiap Binusian memiliki peluang untuk connect, discover, and learn lintas negara dan menjadi bagian dari komunitas global yang saling menginspirasi.,” ujar Dr. Nelly S.Kom., M.M selaku Rektor Binus University. Salah satu peserta program, Catherine Wijaya (B26), mahasiswa Japanese Popular Culture (JPC), membagikan pengalamannya saat mengikuti internship di Jepang. “JPC Binus melalui mata kuliah yang ditawarkan sangat membantu selama saya internship di Jepang. Latihan yang diberikan oleh dosen, materi yang disediakan selama proses pembelajaran menjadi pengalaman berharga yang bisa menunjang pekerjaan di industri, khususnya industri yang berkaitan dengan negara Jepang. Menurut saya, pengalaman internship ini sangat membantu untuk mendapatkan dan menjalani pekerjaan di masa depan,” terang Catherine yang menjalani internship di Suginoi Hotel, Jepang. Keberhasilan mahasiswa Binus menjalani internship internasional di Jepang menjadi bukti nyata bahwa Binusian mampu menggapai karier lebih awal, bahkan sebelum kelulusan. Melalui pengalaman langsung di industri global, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan profesional, tetapi membangun kepercayaan diri dan kesiapan untuk bersaing di dunia kerja internasional. Sementara, Kathleen Kaymora Amayatama, mahasiswa jurusan Global Business Chinese, tengah menjalani study abroad selama satu semester di Shandong University of Science and Technology (SDUST), China. “Sehari-hari saya ikut kelas bahasa dan budaya, latihan percakapan langsung dengan mahasiswa lokal, dan ikut kegiatan kampus yang membuat saya lebih mengenal kehidupan mahasiswa di China. Rasanya seperti belajar bukan hanya di ruang kelas, tapi juga di jalanan, kantin, bahkan saat ngobrol santai dengan teman-teman. Peran saya sebagai mahasiswa pertukaran bukan hanya mengikuti kelas dengan serius, tapi juga menjadi representasi mahasiswa Binus di luar negeri. Pengalaman ini mengajarkan pentingnya adaptasi, membangun koneksi lintas negara, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Semua hal ini menjadi investasi besar untuk masa depan karier saya,” ucap Kathleen.

Dampak Nyata! BU Bersama WU Dukung Pendidikan di Bantar Gebang Lewat WAP Nasional
Nasional
Jumat, 28 Februari 2025 | 16:16 WIB

Dampak Nyata! BU Bersama WU Dukung Pendidikan di Bantar Gebang Lewat WAP

Jakarta, katakabar.com - Binus University bersama dengan Wakayama University gelar Closing Ceremony untuk Wakayama ASEAN Project (WAP), menandai kesuksesan kolaborasi antara Program Japanese Popular Culture Binus University dan mahasiswa Wakayama University. Acara ini dihadiri para dosen Japanese Popular Culture disambut oleh Momoko Takai selaku dosen native Jepang dari Program Japanese Popular Culture Binus University menjadi puncak dari serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam mendukung pendidikan anak-anak di komunitas Bantar Gebang. Wakayama ASEAN Project Wakayama ASEAN Project (WAP) berfokus pada kerja sama internasional, khususnya di kawasan ASEAN. Organisasi ini terdiri dari tiga proyek utama, yaitu TIES (berbasis di Thailand), WAP-CUBE (berbasis di Indonesia), dan FUTSAL (berbasis di Jepang yang mendukung penyandang disabilitas). Sejak memulai kemitraan pada tahun 2021, Binus University dan WAP terus mempertahankan kolaborasi ini meskipun menghadapi tantangan akibat pandemi Covid 19. Salah satu inisiatif utama dalam proyek ini adalah CUBE (Can Be Useful for Bantar Gebang Education), yang bertujuan untuk mendukung anak-anak, guru, dan orang tua di komunitas Bantar Gebang.