Biogas

Sorotan terbaru dari Tag # Biogas

Berkat Riset Limbah Sawit Bisa Diubah Jadi Gas Metan Sawit
Sawit
Selasa, 17 September 2024 | 19:36 WIB

Berkat Riset Limbah Sawit Bisa Diubah Jadi Gas Metan

Bandung Barat, katakabar.com - Berkat riset mendalam serta dukungan tekhnologi hasil olahan sawit berupa Palm Oil Mill Effluent (POME) atau biasa disebut Sludge limbah yang tidak bisa dijual bisa menjadi sumber energi, yakni biogas yang bisa digunakan sebagai sumber listrik, baik bagi industri, maupun rumah tangga. Dilansir dari laman metrotvnews.com, Selasa (17/9), limbah sawit bila dimanfaatkan dengan tepat bisa bermanfaat. Mulai dari menjadi pupuk kompos, hingga sumber energi, yakni biogas.

Limbah Cair Sawit Dikembangkan Jadi Biogas Bakal Pengganti Minyak Bumi Tekno
Tekno
Kamis, 16 November 2023 | 18:34 WIB

Limbah Cair Sawit Dikembangkan Jadi Biogas Bakal Pengganti Minyak Bumi

Jakarta, katakabar.com - Minyak bumi sumber daya energi utama punya peran penting mendukung berbagai aspek kehidupan manusia. Termasuk untuk memenuhi bahan bakar, penerangan, pembangkit listrik, industri petrokimia, dan masih banyak lagi. Tapi, ketersediaan minyak bumi semakin tergerus dan terus berkurang disebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia dan sumber daya yang terbatas. Itu sebabnya, diperlukan alternatif sumber energi lain, salah satunya biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan melalui aktivitas anaerobik yang mendegradasi bahan-bahan organik, seperti limbah domestik, kotoran, atau limbah organik lainnya yang dapat diurai oleh makhluk hidup pada kondisi anaerobik. Biogas utamanya terdiri dari metana dan karbon dioksida. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki periset yang fokus pada pengembangan biogas, salah satunya Sri Djangkung Sumbogo Murti. Berlatar belakang pendidikan di Kyushu University, Jepang, Sumbogo adalah Koordinator Kegiatan Produksi Metanol sebagai Substitusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Biogas. Karyanya mencakup penelitian tentang penggunaan biogas sebagai solusi alternatif yang aman di Indonesia. Indonesia memiliki hampir 1000 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang menghasilkan limbah cair atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Jika tidak diolah dengan baik, POME bakal mengeluarkan gas metana yang berdampak buruk pada lingkungan. "Biogas dipilih sebagai alternatif, sebab biogas salah satu hal yang safety. Indonesia mempunyai potensi sangat besar untuk bisa membuat biogas, soalnya kita mempunyai hampir 1.000 PKS yang tersebar di berbagai provinsi. Limbah dari PKS sumber energi yang terbarukan. Tidak hanya sumber energi terbarukan dengan mengolah limbah, kita ikut program utama lingkungan bersih,” urainya lewat keterangan resmi Humas BRIN, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (16/11). Dia menambahkan, Indonesia, ujar Sumbogo, memiliki sumberdaya potensial khususnya terkait sawit. “Kita miliki pabrik Crude Palm Oil (CPO) terbanyak di dunia, dan setiap pabrik CPO ini mengeluarkan limbah POME. Jiika tidak diolah dengan baik mengeluarkan gas emisi/gas metana (CH4) yang daya rusaknya 21 kali lebih besar ketimbang gas CO2 atau karbon dioksida. Artinya, metana ini lebih buruk lagi efeknya,” jelasnya. Sumbogo bercerita bagaimana proses POME menjadi Biogas. Kegiatan Produksi Metanol ini sebagai Subsitusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Biogas (Metana) melalui Reaksi Oksidasi Partial dengan Katalis ZSM-5. “Limbah cair yang keluar dari PKS ditampung dalam kolam-kolam dan bak-bak. Limbah cair ini yang dimanfaatkan untuk bahan bakar yang menghasilkan Metanol. Saat ini telah ada 2 plant pengolah POME, satu didesain untuk pembangkit listrik tenaga Biogas berkapasitas 750 KWH per jam dengan memanfaatkan limbah cair PKS, dan membuat plant pembangkit Biogas Boiler Co-firing, kapasitas 200 m per kubik per jam. Kedua plant ini memanfaatkan separuh dari limbah POME yang ada,” bebernya. Kerja sama antara BRIN, PTPN 5, ITB, dan UNRI memungkinkan pengolahan POME menjadi Biogas. Biogas yang dihasilkan dapat dikonversi menjadi listrik dan bahan bakar untuk Boiler. Hal ini mendukung upaya Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, sesuai dengan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) COP 21 di Paris, yang menetapkan target menurunkan emisi GRK hingga tahun 2030. Indonesia telah berkomitmen mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. Meski menghadapi kendala dana, Sumbogo dan timnya telah melakukan studi literatur dan penggunaan bahan baku alternatif, seperti limbah sekam padi dan limbah pabrik batu bara untuk membuat katalis yang diperlukan dalam konversi metana menjadi metanol. Penelitian mereka telah berhasil mengubah limbah POME menjadi Biogas yang memiliki potensi besar. Dalam skenario ideal, kalau semua POME di Indonesia dimanfaatkan sebagai bahan baku Biogas, Biogas dapat menggantikan hampir 50 persen impor LPG di Indonesia. Inovasi BRIN mengembangkan Biogas sebagai sumber energi alternatif memberikan harapan untuk mengatasi krisis energi dan mendukung upaya menjaga lingkungan yang lebih bersih di Indonesia. Endingnya Biogas dapat dimanfaatkan di berbagai tempat, bukan hanya di PKS, tapi mendorong keberlanjutan energi di negara ini.

Kolaborasi Aiken Kakoki Jepang Pembangkit Tenaga Biogas Dibangun di Riau Tekno
Tekno
Rabu, 04 Oktober 2023 | 15:28 WIB

Kolaborasi Aiken Kakoki Jepang Pembangkit Tenaga Biogas Dibangun di Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Kolaborasi Anak Perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III Persero, PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) yang beroperasi di "Bumi Lancang Kuning' julukan lain dari Provinsi Riau kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Jepang Aiken Kakoki bangun Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) cofiring. "Pembangunan PTBg cofiring di kawasan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) Sei Garo, Kabupaten Kampar, Privinsi Riau," kata CEO PTPN V, Jatmiko Santosa, dilansir dari laman investor.id, pada Rabu (4/10). Program ini, ujar Jatmiko, pemanfaatan energi baru terbarukan lewat pengolahan limbah cair sawit atau palm oil mill effluent (POME). "Kami sudah tandatangani kesepakatan bersama untuk pembangunan PTBg bersama Aiken Kakoki Jepang. Insya Allah, pembangunan bakal dimulai tahun ini," ulas Jatmiko. Menurutnya, PTBg cofiring yang bakal dibangun berkapasitas minimum pengolahan POME sebesar 150 meter kubik per hari bersamaan dengan aktivitas riset AIKEN selama dua tahun. "Kerja sama ini dijembatani para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menjadikan PTPN V sebagai lokasi penerapan teknologi terbaru pengembangan PTBg," jelasnya. Ini kesempatan emas, sambung Jatmiko, bagi kami untuk terlibat aktif dalam pengembangan EBT menggunakan teknologi Expanded Granular Sludgebeg (EGSB). Kami dapat informasi penerapan teknologi ini kali pertama di dunia. "EGSB adalah teknologi pengolahan POME yang memanfaatkan bakteri anaerob granular dan teknologi yang digunakan untuk reaktor EGS," tuturnya. Teknologi itu, selain memanfaatkan gas metana yang dilepaskan limbah sebagai sumber energi yang menghasilkan dehydrated sludge berupa produk sampingan yang dihasilkan melalui pengolahan POME. "Produk sampingan itu diklaim memiliki nilai kalori hingga 5.110 kalori. Nilai itu bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan batu bara yang rata-rata berkisar 3.600 sampai 4.200 kalori," sebut Kepala Bagian Perencanaan Sustainability dan Teknologi Informasi PTPN V, Ifri Handi Lubis. Kerja sama dua negara ini, harap Handi Lubis, dapat berjalan dengan baik agar semangat pemanfaatan energi baru terbarukan di Holding Perkebunan Nusantara dapat kian dimaksimalkan di masa datang.