Bioenergi
Sorotan terbaru dari Tag # Bioenergi
Peningkatan Perekonomian dan Dekarbonisasi Sasaran Pengembangan Bioenergi
Jakarta, katakabar.com - Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC) Institut Pertanian Bogor (IPB) University, dan perguruan tinggi dari sejumlah negara bahas peningkatan riset bioenergi dan biomassa global di konferensi The 8th International Conference on Biomass and Bioenergy (ICBB). Indonesia, Filipina, Malaysia, Jepang, Polandia, Belanda, Amerika Serikat, Australia dan Republik Ceko peserta konferensi. Seminar internasional digelar secara hybrid dua hari lamanya, dari 7 hingga 8 Agustus 2023 lalu, di IPB International Convention Center (IICC), Bogor. Konferensi The 8th ICBB kerja sama dengan Hiroshima University Jepang, Villanova University Amerika Serikat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia (IKABI), dan Asosiasi Biogas Indonesia. Prof Ernan Rustiadi, Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim menjelaskan, IPB University sudah banyak mengembangkan riset biomassa dan bioenergi, salah satunya melalui SBRC. "Penelitian IPB University di bidang bioenergi termasuk tiga besar terbanyak selain pangan dan kesehatan. Tidak hanya darat, riset bioenergi dari laut sudah banyak dilakukan IPB University," kata Rustiadi lewat keterangan resmi IPB dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (13/8). Pengembangan bioenergi dilakukan dari hulu hingga hilir. Dari hulu kata Rustiadi, bagaimana pertanian dominan sebagai penyedia pangan, baru mulai mengembangkan komoditas untuk bioenergi. Untuk itu, perlu penguatan peluang usaha di pedesaan bagi mereka yang mau masuk di sektor energi. “Harus ada proporsi khusus untuk petani rakyat di bidang energi, seperti yang telah dilakukan perkebunan sawit di Indonesia, 45 persennya adalah sawit rakyat. Begitu pula dengan pertanian bioenergi,” ulasnya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM RI, Dadan Kusdiana mengaminkan Rustiadi. Memang, IPB University telah banyak membantu pengembangan bioenergi nasional. “Bicara bioenergi, ujungnya pertanian dan urusannya dengan rakyat. Kalau bioenergi ini terus didorong, semua pihak dapat manfaat dan meningkatkan ekonomi rakyat,” tegasnya. Seminar ini mudah-mudahan dapat mendukung peningkatan program biomassa dan bioenergi dalam negeri. Itu sebabnya tutur Dadan, pentingnya bioenergi sebagai strategi untuk mendorong Indonesia menuju proses dekarbonisasi dan penurunan emisi (net zero emission/NZE) serta membantu peningkatan penyediaan lapangan kerja. Soal penguatan biomassa dan bioenergi upaya mendukung zero emission, Kepala SBRC IPB University, Dr Meika Syahbana Rusli menimpali, pihaknya telah bekerja sama dengan PT PLN dalam pengembangan biomassa di tingkat masyarakat melalui model usaha rakyat bidang energi. “SBRC IPB University mengembangkan bio additive upaya membantu mengoptimalkan penggunaan biodiesel. Kami mengembangkan teknologi untuk meningkatkan kembali produksi sisa minyak bumi yang tidak terangkat,” terangnya. Research and Development Division Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Arfie Thahar menyebutkan, perkebunan kelapa sawit banyak memberikan dukungan positif untuk tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), perekonomian, penanggulangan kemiskinan, energi terbarukan, serta mendorong penghapusan jejak karbon.