Batik
Sorotan terbaru dari Tag # Batik
Batik Sawit Ramah Lingkungan Go Internasional Ikuti InnovFest Suzhou 2024 di China
Jakarta, katakabar.com - Produsen Batik Sawit dari Yogyakarta, CV Smart Batik Indonesia ramah lingkungan go internasional. Lantaran Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini dapat kesempatan istimewa ikuti kegiatan Innovation Festival (InnovFest) Suzhou 2024 yang berlangsung pada 18 hingha 20 November 2024 di China. InnovFest Suzhou adalah festival inovasi dan kewirausahaan internasional yang digelar National University of Singapore Research Institute (NUSRI) Suzhou, yang didukung NUS Enterprise.
Dorong Tumbuh Kembang Batik, BPDPKS Diganjar Penghargaan dari Dekranasda Kota Yogyakarta
Yogyakarta, katakabar.com - Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dapat penghargaan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta di puncak kegiatan Lomba Batik Sawit Nasional 2024 yang digelar pada bulan September 2024 lalu, di Taman Pintar, Yogyakarta. Ketua Harian Dekranasda Kota Yogyakarta, Drs. Tri Karyadi Riyanto Raharjo, S.H.,M.Si, yang menyerahkan penghargaan.
Cerita Inspiratif Anak-anak Berkebutuhan Khusus di Kampar, Lahirkan Pesona Batik Menawan
Kampar, katakabar.com - Di tengah kondisi keterbatasan, sebuah kisah inspiratif bersemi dari rumah batik sederhana di Kabupaten Kampar. Di sini, puluhan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dari SLB Negeri Kampar memacu keterampilan dan berinovasi. Mereka menemukan jati diri dan merajut mimpi menuju kemandirian lewat inovasi membatik. Dengan sentuhan tangan terampil, mereka terbukti mampu menciptakan karya-karya batik yang tak hanya indah, tapi sarat makna dan nilai-nilai luhur.
Smart Batik dan FNGP Jalin Kerja Sama Hasilkan Batik GPN
Jakarta, katakabar.com - Peringatan Hari Batik Nasional jatuh pada Rabu, 2 Oktober 2024 kemarin jadi momen spesial bagi IKM Batik inovatif asal Yogyakarta, CV Smart Batik Indonesia, luncurkan karya besar bersama dengan Forum Nasional Guru Penggerak (FNGP). Karya itu diberi nama Batik Guru Penggerak Nasional (GPN).
Batik Sawit Jogja Warnai Industri Batik di Indonesia, Ini Kata Kadis DIY
Yogyakarta, katakabar.com - CEO Batik Sawit Sm-art Batik, Miftahudin Nur Ihsan disapa akrab Ihsan, melakukan audiensi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag Provinsi DIY sebagai upaya untuk kembangkan industri batik sawit. Kegiatan ini dilaksanakan di pekan keempat Juli 2024 lalu. Ihsan ditemui Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Industri, Dody Junianto, dan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Muda, Setiani Kartika Wati.
Pembuatan Produk Kerajinan dan Batik Bahan Sawit Ditampilkan ke UMKM dan Mahasiswa
Yogyakarta, katakabar.com - Workshop pengembangan produk kerajinan dan pembuatan batik sawit skala Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK) berbahan kelapa sawit digelar oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Auditorium LPP Yogyakarta. Gelaran itu angkat tema, "UMKM Sawit Naik Kelas” sebagai ajang promosikan pembuatan produk UKMK dan mahasiswa. Total 200 peserta ikuti workshop dihelat dari 6 hingga 8 Maret 2024. Di kegiatan tersebut turut hadir pelaku UMKM dari daerah Yogyakarta, pelaku UMKM Kabupaten Rokan Hilir, pelaku UMKM Belitung, dan Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta. Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah menyatakan, salah satu capaian yang ingin diraih melalui workshop tersebut untuk menjadikan UKMK kelapa sawit lebih baik dan naik kelas, sekaligus mempromosikan kebaikan-kebaikan sawit kepada masyarakat luas. "Ini perlu dilakukan karena sawit memberi banyak manfaat dalam kehidupan kita, termasuk lewat banyaknya hilirisasi produk sawit," jelas Helmi. Menurur Helmi, secara umum BPDPKS membuka peluang kolaborasi dengan seluruh pihak seperti asosiasi petani kelapa sawit, instansi pemerintah, perguruan tinggi dan pihak lain yang terkait dalam pengembangan produk-produk hilir sawit terutama bagi para pegiat UMKM. "Itu dilakukan salah satunya agar memberi nilai tambah dan kesejahteraan bagi para pelaku industri sawit termasuk pegiat UMKM," ucapnya. Kegiatan dilanjutkan dengan Talkshow “UKMK Sawit Naik Kelas” dengan narasumber Junianto dari Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan, Isnaini dari Balai Batik, Miftahudin Nur Ihsan dari CV Smart Batik dan Ratna Sri Harjanti dari PU-UMKM Politeknik LPP. Balai Batik, Isnaini menuturkan, produk-produk kerajinan yang dapat diproduksi dengan bahan baku kelapa sawit maupun limbahnya, yakni produk lidi sawit, kerajinan, dan batik berbahan baku malam sawit. PU-UMKM Politeknik LPP, Ratna Sri Harjanti menampilkan beragam hasil penelitian Politeknik LPP Yogyakarta untuk pengembangan produk berbahan kelapa sawit, berupa produk lilin aromatheraphy, sabun, produk makanan, dan parfum padat. “Produk-produk ini dapat diproduksi dengan menggunakan teknologi sederhana sehingga dapat dikembangkan dalam skala UMKM”, terang Ratna. PPEJP Kemendag, Junianto menimpali, produk UMKM berbahan sawit dapat pula menyasar pasar global. Kegiatan ekspor dapat dilakukan para pegiat UMKM sehingga memberikan peluang pasar yang lebih besar. Pembicara terakhir, Miftahudin Nur Ihsan berbagi pengalaman tentang proses pengembangan Batik berbahan malam sawit. Inovasi berkelanjutan terus dilakukan oleh Sm-art Batik, baik dari bahan baku malam sawit maupun dari sisi motif/corak sawit pada batik yang diproduksi. Di hari kedua dan ketiga kegiatan, para peserta dari pelaku UMKM akan mengikuti sessi workshop produksi produk-produk berbahan sawit yaitu sabun, lilin aromaterapi, parfum padat, dan batik berbahan malam sawit. Workshop bakal dilaksanakan di Unit Pengembangan Usaha (UPU) Politeknik LPP Yogyakarta dan lokasi Kerajinan Sm-art Batik Yogyakarta.
Semarak UKMK BPDPKS Medan, CEO Sm-art Batik: Ada Dua Potensi Proses Pembuatan Batik
Medan, katakabar.com - CEO Sm-art batik, Miftahudin Nur Ihsan, yang didaulat jadi narasumber talkshow Peluang Usaha berbasis UKMK Sawit di kegiatan Semarak UKMK Sawit menceritakan perjalanan pengembangan batik sawit, mulai bertemu dengan BPDPKS hingga berbagai upaya dan progres yang dilakukan untuk pengembangan industri batik sawit. Menurut pengusaha muda asal Kota Yogyakarta tersebut, ada setidaknya dua potensi dari industri sawit yang dapat dioptimalkan untuk proses pembuatan batik. “Hasil industri sawit hingga kini setidaknya dapat diolah menjadi lilin batik dan pewarna batik. Kami saat ini masih terus melakukan riset untuk pemanfaatan hasil industri sawit di industri batik,” ulas Alumni UNY dan UGM tersebut. Kepala Divisi UKMK, Helmi Muhansah, memberikan apresiasi terkait progres perjalanan Sm-art Batik selama 7 bulan ini menjadi mitra BPDPKS. “Kami sangat mengapresiasi mas Ihsan dan Sm-art Batik yang terus menunjukkan progres dalam pengembangan industri batik sawit. Harapannya dapat diikuti setiap UKMK yang menjadi mitra kami, agar hilirisasi produk sawit dapat lebih optimal," jelasnya. Di akhir sesi, Ihsan memberikan pesan untuk peserta agar dapat terus belajar dan menggali potensi dari tanaman dan industri sawit, sehingga nantinya serapan sawit dalam negeri meningkat dan banyak UKMK-UKMK Sawit baru bertumbuh yang dapat menambah serapan tenaga kerja. “Mari kita bersama terus menggali potensi sawit dalam negeri, mari mulai berwirausaha berbasis produk turunan sawit dan terus kampanyekan kebaikan sawit," imbau penerima beasiswa LPDP tersebut. Diketahui,Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) gelar rangkaian kegiatan Semarak UKMK Sawit di Gedung Keuangan Negara, Medan pada 28 Februari hingga dengan 1 Maret 2024 lalu. Kegiatan ini buah kolaborasi antara BPDPKS dengan Kemenkeu Satu Sumatera Utara yang diikuti UKMK Mitra BPDPKS UKMK sawit mewakili Asosiasi Petani Sawit, yakni dari ASPEKPIR, Apkasindo, Apkasindo Perjuangan, SPKS, Samade, dan Santriprenur UKMK Sawit, serta mitra UKMK dari berbagai Perguruan Tinggi. Salah satu rangakaian di kegiatan Semarak UKMK Sawit Talkshow Peluang Usaha berbasis UKMK Sawit, yang menghadirkan tiga narasumber, CEO Sm-art Batik, perwakilan dari LPEI, dan Pokja UMKM Kemenkeu Satu.