Tentang PHR, Puluhan Anak Yatim, Banjir dan Jalan Rusak di South Bekasap Duri Riau
Riau
Jumat, 24 April 2026 | 11:35 WIB

Tentang PHR, Puluhan Anak Yatim, Banjir dan Jalan Rusak di South Bekasap Duri

Bengkalis, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) salurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran reaktivasi kanal pencegah banjir sepanjang 1,3 kilometer, serta perawatan jalan operasi, Rabu (22/4) lalu. Santunan ini simbol rasa syukur perusahaan yang ingin memastikan bahwa setiap langkah operasional di wilayah kerja Rokan selalu membawa berkah bagi warga di sekitar operasi. Langkah ini komitmen PHR memastikan infrastruktur operasional tidak hanya mendukung target energi nasional, tetapi memberikan manfaat langsung bagi mobilitas dan keamanan warga sekitar. Reaktivasi kanal yang dilakukan solusi strategis untuk mengantisipasi ancaman banjir. Sejalan dengan itu, perawatan jalan sepanjang 16 kilometer yang dilakukan secara berkelanjutan di wilayah ini menjadi urat nadi penting yang memperlancar akses transportasi masyarakat sehari-hari. Kegiatan ini menjadi jembatan silaturahmi untuk mempererat hubungan antara perusahaan dengan warga setempat. Dengan kedepankan dialog dan kepedulian, PHR berharap sinergi yang terjalin dapat menciptakan harmoni, di mana kemajuan industri migas berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup serta kenyamanan infrastruktur masyarakat. “Kegiatan syukuran dan santunan ini adalah ungkapan rasa syukur kami. Kami ingin kehadiran PHR tidak hanya membawa kemajuan bagi industri migas, tetapi membawa keberkahan dan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujar Manager Maintenance SL North, Agus Santoso. Saat ini, cerita Agus, PHR tengah melakukan proyek reaktivasi kanal sepanjang 1,3 kilometer di area South Bekasap. Bukan sekadar saluran pembuangan air untuk operasional perusahaan, kanal ini direvitalisasi secara strategis sebagai langkah pencegahan banjir yang kerap mengintai pemukiman warga saat musim penghujan tiba. "Proyek ini diharapkan mampu mengalirkan debit air dengan lebih efektif sehingga risiko luapan ke area warga dapat diminimalisir," jelasnya. Komitmen PHR terhadap infrastruktur publik terlihat dari konsistensi perawatan jalan di wilayah operasional. Sepanjang periode 2025 hingga April 2026, PHR tercatat telah melakukan perawatan jalan sepanjang 16 Kilometer mulai dari area Jalan tegar, jalan Sakti, Sobek dan Pematang Bow. Jalan-jalan tersebut memiliki fungsi ganda; selain sebagai urat nadi kendaraan operasional perusahaan, jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat Pematang Pudu dan sekitarnya untuk beraktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari. Dengan kondisi jalan yang mantap, mobilitas warga menjadi lebih lancar dan aman. "Reaktivasi kanal dan perawatan jalan ini adalah bentuk kontribusi PHR dalam memberikan dampak positif yang nyata. Kami ingin fasilitas operasional ini berfungsi ganda, tidak hanya untuk keandalan produksi migas, tetapi juga menjadi solusi infrastruktur yang menjaga keamanan pemukiman warga dari banjir dan memperlancar akses mobilitas harian masyarakat," ucap Agus. Mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, Camat Mandau, Riki Rihardi S.STP M.Si mengapresiasi PHR. “Kami memberikan apresiasi kepada PT Pertamina Hulu Rokan atas kepedulian yang terus diberikan kepada masyarakat kami di Kelurahan Pematang Pudu. Langkah PHR melakukan reaktivasi kanal sepanjang 1,3 KM dan perawatan jalan di area South Bekasap adalah jawaban nyata atas aspirasi warga terkait mitigasi banjir dan kelancaran mobilitas,” tuturnya. Ia menambahkan sinergi seperti inilah yang kita butuhkan; di mana infrastruktur operasional perusahaan juga memberikan manfaat publik yang luas. Selain membantu mobilitas ekonomi melalui jalan yang mantap, bantuan santunan bagi warga dhuafa ini semakin mempererat silaturahmi. “Kami berharap PHR terus tumbuh dan sukses dalam menjaga ketahanan energi, karena keberhasilan PHR tentu akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan dan pembangunan masyarakat di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis,” imbuhnya. Rangkaian kegiatan ini menegaskan keberlanjutan operasi migas harus tumbuh bersama dengan keamanan dan kenyamanan lingkungan masyarakat. Sinergi antara operasional PHR yang andal dan kepedulian sosial yang tulus menjadi kunci utama dalam mendukung ketahanan energi nasional. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Kementerian PU Salurkan Donasi Rp600 Juta Bagi ASN Terdampak Banjir di Sumatera dan Aceh Nasional
Nasional
Rabu, 01 April 2026 | 18:10 WIB

Kementerian PU Salurkan Donasi Rp600 Juta Bagi ASN Terdampak Banjir di Sumatera dan Aceh

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui program PU Peduli salurkan donasi senilai lebih dari Rp600 juta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PU yang terdampak bencana banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan pembangunan tidak hanya diukur dari kekuatan infrastruktur fisik, tetapi juga dari kehadiran negara dalam melindungi dan menguatkan rakyatnya, termasuk aparatur sipil negara. "Penyaluran bantuan kepada ASN Kementerian PU merupakan wujud kehadiran negara sekaligus penguatan solidaritas internal kementerian dalam melindungi aparatur yang menjadi bagian dari sistem pelayanan publik," ujar Dody. Ia menjelaskan, penanganan pascabencana di wilayah Sumatera tersebut menjadi momentum bagi Kementerian PU untuk menerapkan filosofi Build Back Better, yakni membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik, tangguh, dan adaptif terhadap risiko bencana di masa depan. Filosofi tersebut tidak terbatas pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan, melainkan juga pada penguatan ketahanan kelembagaan. "Donasi ini adalah bagian dari upaya memperkuat ketahanan tersebut. Setiap ujian harus menjadi titik balik untuk menjadikan kita lebih kuat, lebih siap, dan lebih bersatu," ucapnya. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU, Apri Artoto, merinci dana bantuan tersebut disalurkan secara proporsional sesuai dengan tingkat kerusakan hunian para pegawai. Tercatat ada sebanyak 187 ASN terdampak banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari jumlah itu, sebanyak 135 rumah pegawai mengalami rusak sedang, 38 rumah rusak ringan, dan 14 rumah rusak berat. "Selain itu, terdapat 57 ASN lainnya yang sedang dalam proses verifikasi data," beber Apri Artoto. Saat penyerahan bantuan yang langsung dilakukan Menteri PU (27/2) lalu, sebanyak 10 perwakilan ASN Kementerian PU hadir secara langsung. Sementara 177 ASN lainnya mengikuti kegiatan secara daring. Apri Artoto menyampaikan program PU Peduli yang menghimpun dana hingga lebih dari Rp600 juta ini bukan sekadar pemberian dukungan material, melainkan wujud tanggung jawab institusi kepada keluarga besar Kementerian PU yang tengah menghadapi musibah. Kementerian PU berharap penyaluran donasi tersebut dapat meringankan beban para ASN Kementerian PU dan memacu kembali semangat mereka untuk melayani masyarakat. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

CSR Dupoin Sasar Akses Air Bersih Bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang Nasional
Nasional
Minggu, 01 Maret 2026 | 06:36 WIB

CSR Dupoin Sasar Akses Air Bersih Bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, katakabar.com - PT Dupoin Futures Indonesia membangun sumur bor di Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bagian dari program CSR “Sumatra Disaster Relief: Clean Water for Aceh Tamiang”. Program ini ditujukan untuk membantu warga terdampak bencana banjir dan longsor yang saat ini berada dalam fase rehabilitasi. Inisiatif ini menjangkau sekitar 300 kepala keluarga atau ±950 warga yang mengalami kesulitan akses air bersih selama sekitar satu bulan pascabencana. Proses pembangunan dilakukan selama tiga minggu sejak pertengahan Januari, diawali dengan uji geolistrik untuk menentukan titik air, kemudian pengeboran hingga kedalaman 40 hingga 60 meter. Sumur bor tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 2.000 liter air per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Program ini dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan, ketika kebutuhan air bersih meningkat untuk keperluan ibadah dan aktivitas rumah tangga. Kehadiran fasilitas air bersih diharapkan dapat membantu masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan lebih layak. Direktur Utama PT Dupoin Futures Indonesia, Gunawan Herman, menyatakan inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Good Corporate Governance (GCG). “Kami percaya keberlanjutan bisnis harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. Program ini menjadi wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana,” ujarnya. Kepala Dusun Desa Cinta Raja, Salam Udin, menimpali bantuan tersebut sangat membantu warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih. “Selama sekitar satu bulan pascabanjir, masyarakat terpaksa menggunakan air yang tersedia, termasuk sisa air banjir, untuk kebutuhan sehari-hari. Kami sangat bersyukur atas pembangunan sumur bor ini karena kini warga dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mencuci, dan beribadah dengan lebih layak,” ceritanya. Pembangunan fasilitas dilakukan di area Masjid Nurul Huda agar akses air dapat dimanfaatkan secara kolektif oleh warga sekitar. Pengelolaan sumur dilakukan bersama masyarakat setempat untuk memastikan keberlanjutan penggunaan dan perawatan fasilitas dalam jangka panjang. Dupoin Futures menyatakan program ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam memberikan dampak sosial yang terukur di berbagai daerah. Perusahaan menilai akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menjadi fondasi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah terdampak bencana.

PT RPN Lewat Pusat Penelitian Karet Salurkan Bantuan TJSL Bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Tamiang Nasional
Nasional
Senin, 26 Januari 2026 | 10:02 WIB

PT RPN Lewat Pusat Penelitian Karet Salurkan Bantuan TJSL Bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui entitasnya, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Cabang Pusat Penelitian Karet, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan ini wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial institusi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang telah menyebabkan terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi warga serta menimbulkan kebutuhan mendesak akan bantuan logistik dan dukungan sosial. Menyikapi kondisi tersebut, Pusat Penelitian Karet berinisiatif mengambil peran aktif dalam membantu meringankan beban masyarakat terdampak. Kegiatan penyaluran bantuan ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat korban banjir, meringankan beban sosial dan ekonomi, serta memperkuat hubungan dan solidaritas antara institusi dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen Pusat Penelitian Karet dalam menjalankan peran sosial yang berkelanjutan. “Kami berharap bantuan yang disalurkan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak banjir serta menjadi bentuk kehadiran dan kepedulian Pusat Penelitian Karet di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ujar Perwakilan Tim TJSL Pusat Penelitian Karet. Penyaluran bantuan dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain aparat pemerintah daerah setempat, perangkat desa, relawan, serta perwakilan masyarakat terdampak. Seluruh kegiatan sepenuhnya didukung melalui Program TJSL Pusat Penelitian Karet. “Kegiatan ini tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara institusi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penanganan bencana,” tambahnya. Meskipun dihadapkan pada sejumlah kendala seperti keterbatasan akses akibat genangan air hingga kondisi cuaca yang kurang mendukung, kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik melalui koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait di lapangan. Melalui pelaksanaan Program TJSL ini, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Pusat Penelitian Karet menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta kepercayaan antara institusi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ke depan, PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai bagian dari ekosistem Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) berharap sinergi dan kolaborasi lintas pihak dapat terus terjalin secara berkelanjutan dalam mendukung upaya penanggulangan bencana, pemulihan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.