Arus

Sorotan terbaru dari Tag # Arus

Kenapa Arus Kas Penting Menilai Kesehatan Bisnis Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 28 April 2026 | 11:11 WIB

Kenapa Arus Kas Penting Menilai Kesehatan Bisnis

Jakarta, katakabar.com - Banyak investor pemula terjebak angka pendapatan besar atau pertumbuhan aset yang fantastis saat mengevaluasi sebuah perusahaan. Tetapi, indikator yang paling jujur dalam mencerminkan daya tahan sebuah bisnis sebenarnya terletak pada laporan arus kas. Arus kas yang sehat menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membiayai operasional harian, membayar utang, hingga mendanai ekspansi tanpa harus terus-menerus bergantung pada suntikan modal luar. Tanpa aliran dana yang lancar, sebuah perusahaan yang terlihat menguntungkan di atas kertas sekalipun tetap memiliki risiko kebangkrutan jika mereka tidak mampu mengonversi penjualan menjadi uang tunai dalam waktu yang tepat. Pahami Perbedaan Antara Cash Flow vs Profit Salah satu konsep paling krusial yang harus dipahami investor adalah perbedaan antara Cash Flow vs Profit. Profit atau laba adalah angka akuntansi yang mencerminkan sisa pendapatan setelah dikurangi beban-beban, namun angka ini sering kali mencakup transaksi non-tunai dan piutang yang belum tentu tertagih. Sebaliknya, arus kas atau cash flow mencatat uang tunai yang benar-benar masuk dan keluar dari rekening perusahaan. Sebuah perusahaan bisa saja melaporkan laba yang besar namun menderita krisis likuiditas karena uangnya tertahan pada stok barang yang tidak laku atau piutang pelanggan yang macet. Itu sebabnya, menilai kesehatan bisnis memerlukan keseimbangan dalam melihat kedua metrik tersebut. Investor profesional biasanya mencari perusahaan yang memiliki kualitas laba tinggi, yaitu perusahaan yang laba bersihnya diikuti oleh arus kas operasional yang kuat. Ketidakmampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dari aktivitas utamanya merupakan sinyal bahaya yang harus diwaspadai sebelum Anda memutuskan untuk menanamkan modal. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih teknis mengenai cara membedah laporan keuangan dan strategi analisis pasar lainnya, Anda dapat meninjau pembahasan lengkapnya di Market Analysis KVB. Sama halnya dengan perusahaan yang membutuhkan aliran kas untuk bertahan hidup, pasar keuangan membutuhkan likuiditas yang melimpah agar ekosistem perdagangan tetap berfungsi dengan baik. Di sinilah peran Liquidity Provider atau LP menjadi sangat vital. LP adalah institusi keuangan besar yang bertindak sebagai penyedia likuiditas konstan, memastikan setiap volume transaksi yang masuk ke pasar dapat diserap secara instan tanpa mengganggu stabilitas harga secara ekstrem. Dukungan LP yang kredibel memastikan bahwa investor dapat masuk dan keluar dari posisi mereka kapan saja dengan biaya transaksi yang minimal. Likuiditas yang terjaga melalui peran LP ini memberikan rasa aman bagi para pelaku pasar bahwa modal mereka tidak akan terjebak dalam pasar yang tidak aktif. Dengan adanya jaringan LP global yang kuat, transparansi harga tetap terjaga dan efisiensi eksekusi menjadi standar yang melindungi kepentingan seluruh trader di industri keuangan. Memilih mitra investasi yang memahami pentingnya transparansi dan infrastruktur yang andal adalah langkah awal untuk meraih kesuksesan jangka panjang. KVB Futures hadir untuk menyediakan lingkungan perdagangan yang stabil dengan dukungan teknologi eksekusi yang cepat, memungkinkan Anda untuk mengaplikasikan analisis fundamental secara lebih objektif dan terukur. Kami berkomitmen untuk mendampingi para investor dengan menyediakan akses pasar yang luas dan transparan di setiap lini transaksi. Seluruh fitur layanan yang kami sediakan dirancang untuk mempermudah pengelolaan portofolio Anda secara profesional. Anda dapat mengeksplorasi berbagai pilihan produk dan keunggulan kontrak berjangka kami dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Untuk mulai mengambil langkah strategis dalam dunia perdagangan global dan mengoptimalkan potensi pertumbuhan modal Anda, silakan segera melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.

Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026 Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 12 Februari 2026 | 13:13 WIB

Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026

Surabaya, katakabar.com - Operator terminal layanan jasa kepelabuhanan PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menatap tahun 2026 dengan dengan penuh optimis. Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026. Target tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 5 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya, sekaligus melonjak hingga 10 persen jika dibandingkan realisasi 2024 yang berada di angka 12,48 juta TEUs. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan optimisme tersebut didorong oleh solidnya kinerja ekonomi nasional serta meningkatnya aktivitas industri di berbagai wilayah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang mencapai 5,11 persen menjadi salah satu indikator utama. “Kami optimistis melihat geliat industri di berbagai daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk mencapai target ini,” ujar Widyaswendra di Surabaya, Selasa (10/02) lalu. Sejumlah terminal diproyeksi bakal menjadi motor pertumbuhan arus peti kemas. Di Sulawesi, Terminal Peti Kemas Kendari terdorong oleh meningkatnya ekspor nikel. Di Kalimantan Utara, Terminal Peti Kemas Tarakan bersiap menangkap potensi logistik gas alam cair (LNG). Sementara di kawasan timur Indonesia, Terminal Peti Kemas Merauke mencatat kenaikan arus barang seiring masifnya dukungan logistik untuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Untuk Pulau Jawa, Terminal Peti Kemas Semarang diprediksi semakin sibuk sejalan dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK), yang mendorong aktivitas ekspor-impor sektor manufaktur. Di sisi lain, PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri tahun 2025 sebanyak 4,40 Juta TEUs atau meningkat 10,28 persen dibandingkan periode tahun 2024. Jumlah tersebut terdiri dari peti kemas impor sebanyak 2,12 Juta TEUs, peti kemas ekspor 2,25 Juta TEUs dan peti kemas transhipment 30 ribu TEUs. “Untuk mendukung pencapaian target tahun 2026, sejumlah terminal peti kemas yang kami kelola akan dilengkapi dengan alat bongkar muat baru dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan peti kemas bagi para pengguna jasa perusahaan,” seru Widyaswendra. Penggerak Rantai Logistik Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, memperkirakan ekspor Indonesia akan tumbuh sekitar 7 persen pada 2026. Salah satu pemicu utama adalah semakin banyaknya perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang dijalin dengan negara mitra. “FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan hambatan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif,” jelas Benny. Dengan kata lain, kebijakan ini tidak hanya mendorong volume ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan global. Sementara, sektor logistik diprediksi akan tumbuh melampaui laju pertumbuhan ekonomi. Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Trismawan Sanjaya, memperkirakan sektor transportasi dan pergudangan akan tumbuh antara 10–11,6 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 1.700 triliun. Lonjakan ini, menurut Trismawan, sebagian besar didorong oleh ledakan transaksi perdagangan digital dan e-commerce. Proyek ketahanan pangan dan inisiatif pemerintah lainnya juga diperkirakan mendorong permintaan layanan logistik. “Beberapa faktor domestik turut memperkuat pertumbuhan logistik, termasuk pesatnya transaksi e-commerce melalui media sosial, proyek hilirisasi industri, serta program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih,” terang Trismawan. Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Solo, Lukman Hakim, menilai ekspor Indonesia pada 2026 masih berpeluang tumbuh, terutama dari sektor manufaktur. “Selama ini ekspor kita ditopang manufaktur seperti sepatu dan tekstil, meski tekstil tidak sekuat dulu. Dengan melemahnya nilai tukar, produk kita justru menjadi lebih kompetitif di pasar global,” ucapnya. Menurut Lukman, tantangan tarif dan biaya masuk di sejumlah negara memang masih ada, namun tidak berlaku untuk semua produk. Ia menilai peluang ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Afrika masih sangat terbuka, asalkan pemerintah mampu melakukan pemetaan pasar dengan tepat. “Pemetaan pasar menjadi kunci untuk menentukan arah tujuan ekspor,” tuturnya. Selain itu, dukungan terhadap pelaku usaha juga dinilai penting, mulai dari kemudahan perizinan, kebijakan perpajakan, hingga akses pembiayaan. Dari sisi logistik, keberadaan pelabuhan yang mampu disandari kapal berukuran besar akan membuat arus peti kemas lebih efisien tanpa harus transit di negara lain. Dengan penguatan infrastruktur, modernisasi alat, serta dukungan terhadap arus ekspor nasional, PT Pelindo Terminal Petikemas tidak sekedar mengelola bongkar muat.

Pantau Arus Penumpang di Pelabuhan Kempang, Polsek Rangbar Pastikan Perayaan Imlek Aman Riau
Riau
Selasa, 28 Januari 2025 | 20:09 WIB

Pantau Arus Penumpang di Pelabuhan Kempang, Polsek Rangbar Pastikan Perayaan Imlek Aman

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Guna memastikan kelancaran arus mudik di hari raya Imlek 2576 Kongzili, Polsek Rangsang Barat, Polres Kepulauan Meranti erjunkan personel untuk memberikan pengamanan di pelabuhan penyeberangan. Seperti pada Selasa (28/1/2025), pengamanan dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Lemang, Aipda Joni Hendra bersama Bhabinkamtibmas Desa Sialang Pasung, Bripka Frengki L Gultom di pelabuhan Kempang Peranggas Desa Lemang dan Sialang Pasung. Aipda Joni dan Bripka Frengki memantau langsung aktivitas mobilitas masyarakat dan kendaraan yang menggunakan transportasi laut di wilayah tersebut. Kapolsek Rangsang Barat, Iptu Roly Irvan mengatakan, pemantauan yang dilakukan meliputi memastikan kelayakan kapal penyeberangan (Kempang) beserta peralatan keselamatan, serta sosialisasi terhadap pemilik usaha transportasi dan nakhoda kapal. "Kita pastikan kondisi Kempang yang beroperasi dalam keadaan layak dan telah dilengkapi oleh alat-alat keselamatan, seperti life jacket, pelampung dan racun api," kata Roly Irvan. Kepada pemilik Kempang, nakhoda, serta penumpang, petugas mengimbau untuk selalu melakukan pengecekan mandiri kondisi kelayakan Kempang secara berkala dan menjaga keselamatan penumpang dengan memperhatikan kapasitas penumpang serta kendaraan jangan sampai melebihi kapasitas muatan.

BPBD Aceh Tamiang Tanam Batang Kelapa Sawit Ubah Arus Sungai Serba Serbi
Serba Serbi
Senin, 22 Januari 2024 | 16:25 WIB

BPBD Aceh Tamiang Tanam Batang Kelapa Sawit Ubah Arus Sungai

Kualasimpang, katakabar.com - Ratusan batang kelapa sawit ditanam di satu titik sungai di Pekan Seruway, Aceh Tamiang dengan tujuan ubah arus sungai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, yang memanfaatkan batang kelapa sawit guna mengurangi ancaman banjir. “Kita membuat krib dari batang kelapa sawit, tujuannya agar arus sungai tidak langsung menghantam dinding tanggul,” ujar Kalak BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery lewat Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Fachruddiin, dilansir dari laman serambinews.com, pada Senin (22/1). Kata Fachruddin, proses pengerjaan ini sudah dimulai dar Minggu kemarin. Mitigasi bencana ini dilakukan di aliran sungai sepanjang 30 meter dengan menggunakan 300 batang kelapa sawit. “Kami memperhatikan kebutuhan di lapangan, bila kurang, nanti bakal ditambah sesuai kebutuhan,” jelasnya. Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra menyatakan, pembuatan krib salah satu solusi jangka pendek terbaik. Krib ini untuk mencegah kerusakan tanggul yang lebih parah. “Kondisinya sudah sangat parah, kritis. Kita khawatir kalau kena banjir sekali lagi, ini akan hancur,” beber Asra. Menurut Asra, tanggul dibangun 2016 silam, sudah berulang-ulang dihantam banjir dan terjadi kerusakan yang sangat parah. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berinisiatif melakukan pencegahan dini untuk menghindari kerugian yang lebih besar. “Ini sekali pukul lagi roboh, perkampungan di sini bakal terendam. Kami pemerintah daerah wajib melindungi warga kami dari ancaman bahaya itu,” tegas Asra. Krib ini hanya bersifat sementara, tambah Asra, tujuannya untuk memperkecil gelombang sungai ke tanggul. Pemerintah Provinsi (Pemprov) melakukan penanganan serius lantaran ancaman banjir di daerah ini telah menghancurkan pondasi perekonomian masyarakat.