Ini Tiga Pelabuhan Penumpang Terpadat Masa Angkutan Lebaran 2026 di Pelindo Multi Terminal Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 19 April 2026 | 10:30 WIB

Ini Tiga Pelabuhan Penumpang Terpadat Masa Angkutan Lebaran 2026 di Pelindo Multi Terminal

Jakarta, katakabar.com - Mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi laut melalui terminal penumpang yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, tercatat meningkat selama masa Angkutan Lebaran 2026. Selama periode H-15 hingga H+15 atau 6 Maret hingga 5 April 2026, Pelindo Multi Terminal mencatat total pergerakan penumpang sebanyak 1.129.281 orang. Angka ini naik 14,83 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 983.454 orang. Puncak arus mudik terjadi pada H-2 (19 Maret 2026) dengan jumlah penumpang sebanyak 53.595 orang, sementara puncak arus balik tertinggi tercatat pada H+8 (29 Maret 2026) dengan 61.774 orang. Dari total trafik tersebut, terdapat tiga terminal penumpang dengan aktivitas terpadat selama periode Angkutan Lebaran 2026. Tanjung Balai Karimun mencatat pergerakan jumlah penumpang sebanyak 268.777 orang, disusul Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) yang berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak dengan 267.678 orang, serta Tanjungpinang sebanyak 263.675 orang. VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan, menuturkan selama periode Angkutan Lebaran 2026, perusahaan mengelola 15 terminal penumpang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Sulawesi. “Momentum libur lebaran identik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Karena itu kami memastikan kesiapan operasional di seluruh terminal penumpang berjalan optimal, didukung koordinasi lintas stakeholders, serta penguatan layanan di lapangan. Upaya ini kami lakukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi setiap penumpang,” ucap Farid. Di tengah tingginya mobilitas tersebut, Pelindo Multi Terminal berharap setiap perjalanan yang dilalui masyarakat tidak sekadar menjadi perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi menjadi bagian dari momen berharga untuk kembali bertemu dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga. Dengan layanan yang terus ditingkatkan, perusahaan berkomitmen untuk hadir sebagai bagian dari perjalanan itu dengan menghubungkan jarak, menjaga kenyamanan, dan memastikan setiap langkah pulang berlangsung dengan aman dan penuh makna.

KAI Bandara Catat Peningkatan Penumpang Saat Angkutan Lebaran 2026 Nasional
Nasional
Minggu, 05 April 2026 | 18:03 WIB

KAI Bandara Catat Peningkatan Penumpang Saat Angkutan Lebaran 2026

Jakarta, katakabar.com - Kereta Apai Indonesoa (KAI) Bandara catat pertumbuhan jumlah penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 Maret 2026 hingga 1 April 2026. Peningkatan ini terlihat baik di wilayah Yogyakarta maupun Sumatera Utara dibandingkan periode Angkutan Lebaran tahun sebelumnya. Di wilayah Yogyakarta, total penumpang KA Bandara mencapai 207.869 penumpang, meningkat sebesar 0,64% dibandingkan periode 21 Maret 2025 hingga 11 April 2025 yang mencatat 206.553 penumpang. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kinerja positif layanan KA Bandara YIA yang mencatat 131.951 penumpang atau meningkat 3,66% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 127.296 penumpang. Sementara itu, KA Bandara Xpress melayani 75.918 penumpang. Di Sumatera Utara, KAI Bandara melayani total 288.897 penumpang, meningkat 5,34% dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar 274.253 penumpang. Volume tersebut terdiri dari layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu dan Medan–Binjai–Kuala Bingai yang terus menjadi pilihan masyarakat dalam mendukung mobilitas selama masa Lebaran. Secara keseluruhan, total penumpang KAI Bandara di kedua wilayah mencapai 496.766 penumpang, meningkat 3,32% dibandingkan periode Angkutan Lebaran 2025 yang mencapai 480.806 penumpang. KAI Bandara menyampaikan peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis rel yang terintegrasi dengan bandara. “Tren positif ini menunjukkan bahwa KA Bandara semakin menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya pada periode peak season seperti Lebaran. Ke depan, kami akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, kapasitas operasional, serta kenyamanan perjalanan bagi seluruh pengguna jasa,” ujar perwakilan manajemen KAI Bandara. KAI Bandara juga terus memastikan seluruh layanan berjalan dengan optimal melalui peningkatan aspek keselamatan, ketepatan waktu, serta pelayanan pelanggan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode angkutan Lebaran. KAI Bandara juga mengimbau kepada seluruh penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan masing-masing, datang lebih awal ke stasiun, serta memanfaatkan layanan digital pembelian tiket KA Bandara dapat dipesan mulai H 7 keberangkatan melalui aplikasi KA Bandara agar perjalanan selama masa Angkutan Lebaran dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman.

KAI Daop 2 Bandung Catat Tingginya Kepercayaan Pelanggan Tujuan Jakarta dan Jateng Dominasi Nasional
Nasional
Minggu, 05 April 2026 | 12:13 WIB

KAI Daop 2 Bandung Catat Tingginya Kepercayaan Pelanggan Tujuan Jakarta dan Jateng Dominasi

Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung catat kinerja positif di masa Angkutan Lebaran 2026, khususnya dari sisi penjualan tiket, tingkat okupansi, serta tingginya minat masyarakat terhadap sejumlah relasi favorit. Tingginya kepercayaan pelanggan terhadap moda transportasi kereta api kembali tercermin dalam capaian tahun ini. Selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung selama 22 hari, KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan sebanyak 29 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari seluruh wilayah Daop 2 Bandung. Jumlah tersebut mencakup 24 perjalanan KA reguler, 1 perjalanan KA Fakultatif, dan 4 perjalanan KA Tambahan yang dihadirkan guna mengakomodasi lonjakan kebutuhan masyarakat. Dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 345.840 kursi, dengan program angkutan sebesar 439.061 pelanggan. Sedang, dari program yang dicanangkan KAI Daop 2 Bandung berhasil mencatat penjualan tiket keberangkatan mencapai 441.610 tiket. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan capaian ini hasil dari berbagai upaya peningkatan layanan serta penyesuaian kapasitas angkutan. “Tingginya tingkat okupansi hingga program angkutan menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik dan balik pada momen Lebaran,” ucapnya. Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang dilayani di wilayah Daop 2 Bandung pada Angkutan Lebaran 2026 tercatat sebanyak 441.610 pelanggan melebihi 1% dari target sebesar 439.061 pelanggan yang diprogramkan. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatat sebanyak 420.468 pelanggan pada periode yang sama. Puncak penjualan tiket keberangkatan tertinggi selama masa Angkutan Lebaran 2026 terjadi pada tanggal 23 Maret dengan jumlah pelanggan mencapai 26.517 orang. Terus masa arus mudik, puncak keberangkatan tercatat pada tanggal 18 Maret dengan total 20.619 pelanggan yang diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Menurut Kuswardojo, tingginya volume penumpang pada tanggal-tanggal tertentu telah diantisipasi melalui pengoperasian KA tambahan serta pengaturan pola perjalanan yang adaptif. “Kami terus memantau dinamika penjualan tiket dan melakukan langkah-langkah antisipatif agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” bebernya. Adapun sejumlah relasi favorit pada Angkutan Lebaran 2026 didominasi oleh rute-rute menuju Jakarta dan wilayah Jawa Tengah serta Jawa Timur. Relasi Bandung – Gambir menjadi yang paling diminati, diikuti oleh Bandung – Yogyakarta, Kiaracondong – Kutoarjo, Kiaracondong – Gombong, Bandung – Solo Balapan, serta Bandung – Surabaya Gubeng. Tingginya minat pada relasi tersebut menunjukkan kuatnya mobilitas masyarakat antara Kota Bandung dengan kota-kota besar di Pulau Jawa, baik untuk keperluan mudik, silaturahmi, liburan, maupun aktivitas lainnya selama periode Lebaran. Kuswardojo apresiasi seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mereka kepada kereta api. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama Angkutan Lebaran 2026. Kepercayaan ini akan terus kami jaga dengan menghadirkan layanan yang semakin baik ke depannya,” tandasnya.

Posko Angkutan Lebaran 2026 Berakhir, Tapi Pelayanan ke Pelanggan Tak Pernah Berhenti Nasional
Nasional
Rabu, 01 April 2026 | 20:12 WIB

Posko Angkutan Lebaran 2026 Berakhir, Tapi Pelayanan ke Pelanggan Tak Pernah Berhenti

Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengakhiri kegiatan Posko Angkutan Lebaran 2026, Senin (30/3). Penutupan posko ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah operasional KAI setelah berlangsung selama 18 hari, sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Di wilayah Daerah Operasi 2 Bandung, prosesi penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026 berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Operasi PT KAI, Awan Hermawan Purwadinata, yang secara langsung memimpin jalannya penutupan posko di Daop 2 Bandung dengan dihadiri oleh jajaran Managemen Daop 2 Bandung, jajaran Kantor Pusat PT KAI, jajaran Anak Perusahaan PT KAI, dan para petugas Posko Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daop 2 Bandung. Penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026 di Daop 2 Bandung ditandai dengan pelepasan pin posko oleh jajaran manajemen sebagai simbol berakhirnya masa siaga pelayanan terpadu selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran dan keselamatan operasional selama masa angkutan Lebaran. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan keberhasilan pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 merupakan hasil kerja keras seluruh insan KAI serta kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi selama masa posko, serta kepada para pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mudiknya menggunakan kereta api,” ujarnya. Kuswardojo menambahkan selama periode posko, KAI Daop 2 Bandung berhasil menjaga operasional perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan terkendali, meskipun terjadi peningkatan volume penumpang yang signifikan. Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari peningkatan pengawasan, penambahan petugas, hingga optimalisasi pelayanan di stasiun dan di dalam kereta. Berdasarkan update data KA Jarak Jauh hingga Senin (30/3) sekitar pukul 15.00 WIB, jumlah penumpang yang berangkat hari ini dari wilayah Daop 2 Bandung tercatat sebanyak 15.965 pelanggan. Rinciannya, keberangkatan dari Stasiun Bandung sebanyak 4.170 pelanggan dan Stasiun Kiaracondong sebanyak 2.215 pelanggan. Angka ini menunjukkan mobilitas masyarakat masih cukup tinggi hingga hari terakhir masa posko lebaran 2026. Sementara, untuk kedatangan penumpang KA Jarak Jauh hari ini di seluruh wilayah Daop 2 Bandung, tercatat sebanyak 17.867 pelanggan tiba di berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Dari jumlah tersebut, 5.621 pelanggan tiba di Stasiun Bandung dan 4.744 pelanggan di Stasiun Kiaracondong. Data ini mencerminkan arus balik yang masih berlangsung dan terlayani dengan baik oleh KAI. Dari sisi penjualan tiket, secara kumulatif selama periode Angkutan Lebaran 2026 mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, tercatat sebanyak 416.214 tiket telah terjual. Jumlah tersebut setara dengan tingkat okupansi mencapai 120,3 persen dari total 345.840 tempat duduk yang disediakan, yang menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. Kuswardojo juga menegaskan bahwa berakhirnya Posko Angkutan Lebaran bukan berarti pelayanan kepada pelanggan berhenti. “Meskipun posko telah resmi ditutup hari ini, KAI tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, terlebih karena masa Angkutan Lebaran 2026 masih berlangsung hingga 1 April 2026,” jelasnya. Selama sisa periode Angkutan Lebaran, KAI Daop 2 Bandung tetap mengoperasikan perjalanan kereta api sesuai jadwal yang telah ditetapkan, serta memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama. Selain itu, KAI juga terus mengimbau kepada para pelanggan untuk tetap memperhatikan jadwal keberangkatan, datang lebih awal ke stasiun, serta mengikuti aturan yang berlaku demi kelancaran perjalanan bersama. Penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026 ini menjadi penanda berakhirnya masa siaga intensif KAI dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat. Tetapi, semangat pelayanan dan komitmen KAI untuk menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan akan terus dijaga dalam setiap perjalanan kereta api. Dengan berakhirnya posko ini, KAI Daop 2 Bandung berharap seluruh rangkaian Angkutan Lebaran 2026 dapat ditutup dengan hasil yang positif, serta memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi seluruh pelanggan.

Di Balik Ramainya Angkutan Lebaran 2026, Ratusan Porter Hadirkan Kenyamanan di Daop 2 Bandung Lingkungan
Lingkungan
Senin, 30 Maret 2026 | 22:14 WIB

Di Balik Ramainya Angkutan Lebaran 2026, Ratusan Porter Hadirkan Kenyamanan di Daop 2 Bandung

Bandung, katakabar.com - Di tengah tingginya mobilitas masyarakat di masa angkutan libur Lebaran 2026, terdapat sosok-sosok yang turut menghadirkan kenyamanan bagi pelanggan kereta api. Mereka adalah para petugas porter di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung yang setia melayani di stasiun, bahkan di saat banyak orang lainnya berkumpul bersama keluarga. KAI Daop 2 Bandung mencatat total 236 petugas porter yang tersebar di Stasiun Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, dan Banjar. Para porter ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelayanan, khususnya dalam membantu pelanggan mengangkut barang bawaan dari ruang tunggu menuju kereta ataupun sebaliknya. Peran porter tidak hanya sebatas membantu membawa barang, tetapi memberikan rasa nyaman dan kemudahan bagi pelanggan, terutama bagi lansia, keluarga dengan anak, maupun pelanggan dengan barang bawaan cukup banyak. Kehadiran mereka menjadi salah satu wujud pelayanan humanis di lingkungan stasiun bukan hanya sekedar membawa barang bawaan saja, tetapi membantu menginformasikan letak jalur kereta dan tempat duduk para pelanggan sesuai dengan tiketnya termasuk menginformasikan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta di stasiun tersebut. Di balik peran penting tersebut, tersimpan kisah pengorbanan para porter di stasiun. Tidak sedikit dari para porter yang memilih tetap bekerja dan tidak mudik ke kampung halaman demi menghadirkan layanan yang optimal bagi para pelanggan. Mereka tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, meskipun harus menunda momen kebersamaan dengan keluarga. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, sampaikan apresiasi atas dedikasi para porter yang turut berkontribusi memberikan pelayanan kepada pelanggan terutama pada momen Angkutan Lebaran 2026. “Para petugas porter ini memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Bahkan, di momen Lebaran sekalipun, ada di antara mereka yang rela tidak mudik demi tetap membantu pelanggan di stasiun,” kata Kuswardojo. Kuswardojo menambahkan profesi porter memiliki tantangan tersendiri, termasuk dari sisi penghasilan yang tidak menentu setiap harinya. “Kami memahami bahwa penghasilan para porter tidak selalu tetap, tergantung pada jumlah pelanggan yang menggunakan jasa mereka. Namun demikian, mereka tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya. KAI Daop 2 Bandung juga terus mengimbau kepada pelanggan untuk dapat memanfaatkan layanan porter yang tersedia di stasiun. Selain membantu meringankan barang bawaan, penggunaan jasa porter juga menjadi bentuk dukungan terhadap para pekerja yang telah berkontribusi dalam pelayanan transportasi kereta api. Di sisi lain, pelanggan juga diingatkan untuk tetap membawa barang bawaan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga kenyamanan bersama serta kelancaran mobilitas di area stasiun maupun di dalam kereta api. “Dengan memanfaatkan layanan porter dan membawa barang secukupnya, pelanggan tidak hanya mendapatkan kenyamanan, tetapi juga turut mendukung ekosistem pelayanan di stasiun. Kami berharap semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga,” imbuh Kuswardojo. Melalui dedikasi para porter dan sinergi seluruh petugas, KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkesan, bahkan di tengah momen-momen penting seperti Lebaran.

KAI Logistik Catat 5.740 Ton Angkutan Selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H Default
Default
Rabu, 25 Maret 2026 | 21:10 WIB

KAI Logistik Catat 5.740 Ton Angkutan Selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) catat kinerja positif selama periode angkutan Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi dengan total volume mencapai 5.740 ton. Capaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik yang andal, khususnya dalam mendukung mobilitas barang di momen Lebaran. Manager Marketing dan Sales Courier KAI Logistik, Ayi Suriyandi, mengungkapkan selama periode tersebut, layanan KAI Logistik didominasi oleh pengiriman paket yang tercatat lebih dari 275.412 paket, diikuti dengan 13.435 hewan peliharaan serta 9.110 unit sepeda motor. "Tingginya angka ini menunjukkan beragam kebutuhan masyarakat yang tidak hanya terbatas pada pengiriman barang, tetapi juga mencakup mobilitas personal dan layanan khusus seperti pengiriman hewan peliharaan," kata Ayi. Diceritakan Ayi, puncak pengiriman terjadi pada minggu ketiga Ramadan dengan total volume mencapai sekitar 1.600 ton atau setara dengan lebih dari 86.000 pengiriman. Lonjakan ini menjadi indikasi meningkatnya aktivitas distribusi dan persiapan masyarakat dalam mengelola kebutuhan logistik pada periode jelang hari raya. "Adapun kota-kota dengan tujuan pengiriman tertinggi meliputi Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, dan Malang, yang menjadi pusat pergerakan logistik selama periode Lebaran, khususnya di wilayah Pulau Jawa," jelasnya. Selain itu, ulas Ayi, KAI Logistik juga mencatat tren pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada pekan terakhir Ramadan–Idul Fitri tahun ini, volume pengiriman mencapai 95.721 koli barang, meningkat sekitar 68 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 57.143 koli. Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan logistik KAI Logistik, khususnya dalam mendukung kebutuhan selama momen Lebaran. ”Seiring dengan berakhirnya arus mudik dan dimulainya arus balik, KAI Logistik memastikan kesiapan penuh untuk kembali mengoptimalkan layanan mulai hari ini, 25 Maret 2026. Momentum arus balik tetap menjadi periode penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang, baik untuk kebutuhan individu maupun pelaku usaha,” lanjut Ayi. Dalam menghadapi momentum strategis tersebut, terangnya, KAI Logistik telah memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun sistem layanan. Kesiapan tersebut diwujudkan melalui optimalisasi petugas operasional di titik-titik layanan utama, penguatan koordinasi antar wilayah, serta peningkatan pengawasan untuk memastikan keamanan dan ketepatan waktu pengiriman. Selain itu, ucapnya, KAI Logistik juga memastikan kesiapan armada dan kapasitas angkut guna mengantisipasi potensi lonjakan volume pada periode arus balik. ”Tren positif selama Ramadan dan Idul Fitri menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan logistik berbasis kereta api. KAI Logistik pun siap mengambil peran lebih besar pada arus balik dengan memastikan layanan yang aman, tepat waktu, dan andal,” sebut Ayi.

Pastikan Kesiapan Layanan Angkutan Lebaran 2026, Dirut KAI Lihat LRT Jabodetabek Nasional
Nasional
Senin, 23 Maret 2026 | 14:11 WIB

Pastikan Kesiapan Layanan Angkutan Lebaran 2026, Dirut KAI Lihat LRT Jabodetabek

Jakarta, katakabar.com - Direktur Utama (Dirut) Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin tinjau stasiun LRT Jabodebek, pastikan fasilitas, pelayanan, dan operasional siap untuk Angkutan Lebaran 2026, Minggu (22/3) kemarin. Dirut KAI tidak sendirian lihat stasiun LRT Jabodetabek guna pastikan kelancaran operasional Angkutan Lebaran 1447 Hijriah Tahun 2026. Tapi Ia didampingi Executive Vice President LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia, Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudyo, serta jajaran manajemen LRT Jabodebek. Peninjauan dilakukan di Stasiun Jati Mulya, Halim, Cawang, Harjamukti, dan Dukuh Atas sebagai titik strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode Lebaran serta penerapan dari tarif Rp1 pada H1 dan H2 lebaran 2026. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa Dirut KAI bersama EVP LRT Jabodebek dan jajaran melakukan beberapa peninjauan, meliputi aspek fasilitas stasiun, kelancaran perjalanan kereta, hingga kualitas pelayanan kepada pengguna. Pada kesempatan ini pula, Dirut KAI menyapa pengguna LRT Jabodebek di dalam kereta menuju Stasiun Dukuh Atas. “LRT Jabodebek berperan penting dalam mendukung Mulai dari konektivitas antarmoda seperti Kereta Cepat Whoosh, Commuter Line, KA Bandara, MRT Jakarta, Transjakarta, hingga terhubung dengan destinasi wisata seperti TMII dan pusat perbenlanjaan. Dengan keunggulan tersebut, layanan ini diharapkan mampu menunjang mobilitas masyarakat secara optimal,” ucapnya. Langkah ini, ujarnya, menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal selama masa angkutan Lebaran 2026. Kesiapan operasional tidak hanya difokuskan pada aspek teknis, tetapi juga pada pengalaman pengguna secara menyeluruh. “LRT Jabodebek memastikan semua lini pelayanan, baik di stasiun maupun di dalam kereta, berada dalam kondisi optimal. Kesiapan petugas frontliner juga menjadi perhatian utama agar pengguna mendapatkan layanan yang responsif dan informatif selama periode Lebaran 2026,” jelasnya. Sebagai moda transportasi berbasis rel di kawasan perkotaan, LRT Jabodebek siap mendukung mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026. Dimana lokasi stasiun LRT Jabodebek juga terhubung dengan pusat aktivitas, kawasan permukiman, serta simpul transportasi lainnya.

KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 415 Ribu Pelanggan Masa Angkutan Lebaran 2026 Nasional
Nasional
Minggu, 22 Maret 2026 | 20:15 WIB

KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 415 Ribu Pelanggan Masa Angkutan Lebaran 2026

Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026. Dalam kurun waktu 12 hari pelaksanaan, KAI Daop 2 Bandung telah melayani hampir 415 ribu pelanggan kereta api di seluruh stasiun pelayanan penumpang KA Jarak Jauh di wilayah Daop 2 Bandung. Secara rinci, jumlah pelanggan yang diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung mencapai 213.359 pelanggan. Sementara, pelanggan yang datang tercatat sebanyak 201.560 pelanggan. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama selama periode mudik Lebaran. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan tingginya jumlah pelanggan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat yang dilayani secara optimal oleh KAI. “Selama 12 hari Angkutan Lebaran ini, kami melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam menggunakan transportasi kereta api. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ucap Kuswardojo. Kuswardojo menambahkan KAI Daop 2 Bandung terus berkomitmen untuk menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional selama masa Angkutan Lebaran berlangsung. Upaya tersebut di antaranya meliputi pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari kondisi rangkaian kereta, jalur rel yang dilalui, hingga personil yang bertugas. Terus, KAI juga memastikan seluruh fasilitas operasional perjalanan kereta api dan fasilitas pelayanan pelanggan di stasiun dalam kondisi optimal untuk melayani seluruh pengguna jasa kereta api. Selain itu, KAI Daop 2 Bandung juga menghadirkan petugas tambahan di berbagai titik layanan, baik di stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api. Kehadiran petugas ini bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal sekaligus membantu pelanggan selama masa arus mudik dan balik Lebaran. Dari sisi keselamatan dan keamanan, KAI terus meningkatkan pengawasan serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Seluruh petugas selalu siap 24 jam penuh untuk memastikan perjalanan kereta api berjalan dengan aman dan lancar, serta memberikan rasa tenang bagi para pelanggan. KAI Daop 2 Bandung juga senantiasa mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api untuk datang lebih awal ke stasiun, mematuhi aturan yang berlaku, serta menjaga barang bawaan masing-masing selama perjalanan. “KAI Daop 2 Bandung mengingatkan bahwa barang bawaan yang diperbolehkan ke dalam kabin kereta yaitu berukuran maksimal 70 cm x 48 cm x 30 cm (100 dm³), dengan berat maksimal 20 kilogram, serta jumlah maksimal 4 koli per penumpang,” ulas Kuswardojo. Dengan capaian kinerja selama 12 hari Angkutan Lebaran ini, KAI Daop 2 Bandung optimistis dapat terus memberikan pelayanan terbaik hingga akhir masa angkutan Lebaran. KAI juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mereka kepada kereta api sebagai moda transportasi pilihan.

Tingkatkan Daya Saing Angkutan KA Kontainer, KAI Logistik Siapkan Skema Block Space Nasional
Nasional
Rabu, 18 Maret 2026 | 09:00 WIB

Tingkatkan Daya Saing Angkutan KA Kontainer, KAI Logistik Siapkan Skema Block Space

Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Logistik terus perkuat peran angkutan kereta api ekosistem logistik nasional melalui optimalisasi layanan angkutan kontainer berbasis kereta api. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan daya saing moda kereta api sekaligus mendorong efisiensi biaya logistik bagi pelaku industri. Seiring meningkatnya kebutuhan distribusi barang yang efisien dan berkelanjutan, KAI Logistik menghadirkan berbagai skema layanan yang lebih fleksibel bagi pelanggan. Salah satunya melalui skema blocking space pada layanan angkutan kontainer yang memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan kapasitas ruang angkut dengan volume dan periode tertentu dengan tarif yang lebih kompetitif. Skema ini memberikan kepastian kapasitas sekaligus membantu pelanggan dalam merencanakan distribusi barang secara lebih optimal dan efisien. Direktur Komersial KAI Logistik, Fahdel Akbar, menyampaikan optimalisasi layanan angkutan kontainer menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis perusahaan dalam menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis. "Melalui skema blocking space ini, pelanggan dapat memperoleh kepastian kapasitas, efisiensi operasional, stabilitas biaya logistik, serta keandalan rantai pasok sekaligus tarif yang lebih kompetitif. Hal ini menjadi solusi bagi pelaku industri dalam merencanakan distribusi barang secara lebih efisien dan terukur," ujar Fahdel. Saat ini, KAI Logistik mengelola 11 rangkaian KA Kontainer dengan berbagai perjalanan pulang pergi (PP) seperti Jakarta – Surabaya, JICT - Cikarang Dry Port, Jakarta – Karawang, Karawang – Surabaya. Jakarta – Semarang, Semarang – Surabaya, dengan kapasitas harian per KA 3.600 TEUs PP atau setara 64.800 ton. Selain melayani general cargo, layanan KA Kontainer KAI Logistik juga melayani komoditi lain seperti 12 jenis dangerous goods, hingga perishable commodity melalui reefer container(Kontainer berpendingin). KAI Logistik juga terus meningkatkan daya saing dari sisi layanan seperti implementasi RFID pada kontainer serta sertifikasi halal di 4 titik terminal seperti Sungai Lagoa, Klari, Kalimas dan Ronggowarsito. Dengan serangkaian langkah insiatif tersebut, turut mendorong Kinerja angkutan kontainer KAI Logistik yang menunjukkan tren pertumbuhan positif. Sepanjang 2025, volume angkutan kontainer tercatat mencapai 2,5 juta ton, meningkat 8 persen secara year on year dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2,3 juta ton. Sementara memasuki awal tahun 2026, kinerja tersebut juga terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.Perseroan membukukan volume angkutan kontainer sebesar 222.000 ton, meningkat 44.persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 154.000 ton. Peningkatan ini turut didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi dan distribusi menjelang sejumlah momen keagamaan strategis yang mendorong mobilitas barang di berbagai sektor industri. Selain memberikan kepastian kapasitas dan efisiensi biaya, pemanfaatan moda kereta api juga dinilai mampu membantu menekan biaya logistik nasional melalui distribusi barang yang lebih efisien, tepat waktu, serta memiliki kapasitas angkut yang besar. Di sisi lain, tren industri saat ini juga menunjukkan adanya pergeseran perhatian pelaku usaha terhadap praktik logistik yang lebih ramah lingkungan atau green logistics. Moda transportasi berbasis kereta api memiliki keunggulan dari sisi efisiensi energi serta emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan moda transportasi berbasis jalan. KAI Logistik melihat peluang ini sebagai momentum untuk mendorong lebih banyak pelaku industri beralih menggunakan moda kereta api sebagai bagian dari strategi distribusi yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan. "Optimalisasi angkutan kontainer melalui kereta api tidak hanya memberikan manfaat dari sisi efisiensi biaya, tetapi juga berkontribusi mendukung praktik logistik yang lebih berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran pelaku industri terhadap pentingnya green logistics dan sangat relevan dengan layanan kami yang telah dilengkapi dengan informasi emisi karbon pada invoice pelanggan," sebut Fahdel. Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat layanan angkutan kontainer melalui peningkatan kapasitas, pengembangan layanan berbasis kebutuhan pelanggan, serta optimalisasi jaringan logistik berbasis kereta api. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran moda kereta api sebagai solusi logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan di Indonesia.

KAI Divre III Palembang Bekali Frontliner Pemahaman P3K Jelang Angkutan Lebaran 2026 Nasional
Nasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:01 WIB

KAI Divre III Palembang Bekali Frontliner Pemahaman P3K Jelang Angkutan Lebaran 2026

Palembang, katakabar.com - Menjelang penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1447 Hijriah Tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus memperkuat kesiapan pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya melalui kegiatan pembekalan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) tentang materi Bantuan Dasar Hidup (BDH) bagi para petugas frontliner yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan perjalanan kereta api. Kegiatan ini buah kolaborasi antara KAI Divre III Palembang dengan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang yang menghadirkan pemateri dr. Aswir Vembrinaldi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dasar petugas dalam menangani kondisi medis darurat yang mungkin terjadi di lingkungan stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api. Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan frontliner memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan kepada pelanggan berjalan dengan aman, nyaman, dan responsif. “Frontliner merupakan garda terdepan perusahaan yang bertanggung jawab menyapa pelanggan, melayani kebutuhan, serta menangani keluhan secara langsung. Oleh karena itu, mereka juga perlu memiliki pemahaman dasar mengenai pertolongan pertama agar dapat bertindak cepat apabila terjadi kondisi darurat terhadap pelanggan,” kata Aida. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai unsur petugas operasional dan pelayanan, antara lain Kondektur, Masinis, Polsuska, Prama/Prami, petugas Security, Teknisi Kereta Api, petugas stasiun, hingga petugas kebersihan yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan pelanggan. Dalam sesi materi, dr. Aswir Vembrinaldi, menyampaikan berbagai pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat. Ia menjelaskan pertolongan pertama merupakan tindakan awal yang dilakukan sebelum bantuan medis profesional tiba, dengan tujuan menyelamatkan nyawa atau mencegah kondisi korban menjadi lebih buruk. “Dalam kondisi darurat, hal terpenting adalah tetap tenang dan sigap. Penanganan awal dilakukan melalui penilaian cepat mulai dari pengamanan lokasi kejadian, pengecekan respons korban menggunakan metode AVPU (Alert, Voice, Pain, Unresponsive), hingga pemeriksaan airway, breathing, dan circulation,” jelas dr. Aswir. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai penanganan luka, pendarahan, patah tulang, tersedak, serta teknik evakuasi korban secara aman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta sesi diskusi dan tanya jawab yang bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan diri para petugas dalam menghadapi situasi darurat di lapangan. Aida menambahkan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan standar keselamatan dan kenyamanan perjalanan pelanggan, khususnya menjelang periode Angkutan Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat. “Pelatihan P3K ini penting agar petugas kami memiliki kesiapan dalam memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kejadian darurat di perjalanan, di area stasiun, maupun di dalam kereta api. Dengan pembekalan ini diharapkan para petugas mampu menangani cedera ringan hingga kondisi medis yang lebih serius seperti pingsan, serangan jantung, atau luka akibat kecelakaan,” jelasnya. Sebagai bentuk dukungan layanan kesehatan bagi pelanggan, KAI Divre III Palembang juga menyediakan pos kesehatan di sejumlah stasiun yang dilengkapi tenaga medis dan fasilitas dasar untuk memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang membutuhkan. Pos kesehatan tersebut berada di Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, dan Lubuk Linggau. “Kehadiran pos kesehatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman dan selamat bagi pelanggan selama menggunakan layanan kereta api, terutama pada masa Angkutan Lebaran dimana volume perjalanan masyarakat akan meningkat,” tandas Aida.