Analis

Sorotan terbaru dari Tag # Analis

Harga Emas Masih Kuat, Analis Dupoin Ingatkan Risiko Koreksi Jangka Pendek Internasional
Internasional
Kamis, 18 Desember 2025 | 18:10 WIB

Harga Emas Masih Kuat, Analis Dupoin Ingatkan Risiko Koreksi Jangka Pendek

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia (XAU/USD) saat ini dinilai masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren kenaikan, seiring respons pelaku pasar terhadap rilis data ekonomi Amerika Serikat serta perkembangan situasi geopolitik global. Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai bahwa pergerakan emas saat ini masih berada dalam fase bullish yang cukup kuat, meskipun tetap perlu diwaspadai potensi koreksi dalam jangka pendek. Pada perdagangan Selasa (16/12) lalu, harga emas sempat mengalami pembalikan arah setelah pasar mencerna laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan adanya pelemahan di sektor tenaga kerja. Kondisi tersebut mendorong harga emas naik hingga mencapai level tertinggi harian di sekitar $4.335. Tetapi, tekanan aksi ambil untung membuat harga kembali terkoreksi dan ditutup melemah sekitar 0,23 persen, dengan posisi bertahan di kisaran $4.296. Andy Nugraha menjelaskan dari sisi teknikal, kombinasi pola candlestick serta indikator Moving Average saat ini masih memperlihatkan sinyal penguatan tren bullish pada XAU/USD. "Struktur pergerakan harga dinilai masih mencerminkan dominasi pembeli, sehingga peluang kenaikan tetap terbuka selama harga mampu bertahan di atas area support krusial," ujarnya. Untuk pergerakan saat ini, Andy memproyeksikan jika dorongan beli berlanjut, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju area resistance di sekitar $4.348. Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa kegagalan menembus level tersebut dapat memicu koreksi teknikal, dengan potensi penurunan awal mengarah ke area support di sekitar $4.294. Pada perdagangan Rabu (17/12), emas tercatat bergerak menguat secara terbatas. XAU/USD diperdagangkan di kisaran $4.315 setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah harian di sekitar $4.271. Penguatan ini terjadi seiring pasar kembali merespons laporan ketenagakerjaan AS yang tertunda. Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan hasil yang beragam, di mana jumlah angkatan kerja meningkat di atas ekspektasi, sementara tingkat pengangguran justru naik ke level tertinggi sejak 2021. Laporan tersebut dinilai membuka peluang bagi pelonggaran kebijakan moneter lanjutan. Namun demikian, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga pada Januari 2026 masih tergolong rendah, yakni di kisaran 25 persen. Di sisi lain, data Penjualan Ritel AS dari Biro Sensus menunjukkan bahwa belanja konsumen stagnan secara bulanan pada Oktober, mencerminkan tekanan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, serta barang impor yang terdampak kebijakan tarif. Sementara, meredanya ketegangan geopolitik turut menahan laju penguatan emas. Adanya laporan kemajuan dalam perundingan damai antara Rusia dan Ukraina yang dimediasi Amerika Serikat sedikit mengurangi minat terhadap aset safe haven. Optimisme dari pejabat Ukraina serta pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai peluang tercapainya kesepakatan damai membuat arus dana ke emas cenderung terbatas. Ke depan, pelaku pasar akan menantikan rilis data inflasi AS serta Klaim Pengangguran Awal, menjelang publikasi Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE). Andy Nugraha menilai, selama ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter dan kondisi ekonomi global masih berlanjut, pergerakan harga emas berpotensi tetap fluktuatif dengan kecenderungan menguat dalam jangka pendek.

Bullish Beruntun Tujuh Pekan! Bitcoin Bikin Optimis Tapi Analis Kasih Warning Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 22 Agustus 2025 | 18:00 WIB

Bullish Beruntun Tujuh Pekan! Bitcoin Bikin Optimis Tapi Analis Kasih Warning

konsolidasi. Dengan demikian, harga dapat membentuk dasar yang lebih kuat sebelum kembali melanjutkan tren bullish. Banyak analis percaya, jika pola historis ini kembali terulang, maka penurunan yang terjadi saat ini justru bisa membuka peluang besar bagi reli signifikan menjelang penutupan tahun. Akhirnya, meski volatilitas jangka pendek masih membayangi, sentimen pasar jangka menengah hingga panjang tetap condong ke arah optimis. Para trader yang jeli biasanya menjadikan momen ini sebagai kesempatan untuk menyusun strategi, dengan harapan bahwa Bitcoin kembali menunjukkan performa terbaiknya di kuartal keempat, sebagaimana yang sering terjadi dalam siklus-siklus sebelumnya. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia.

Analis Ungkap Peluang Harga Bitcoin Lampaui Rekor di Mei 2025 Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 09 Mei 2025 | 19:40 WIB

Analis Ungkap Peluang Harga Bitcoin Lampaui Rekor di Mei 2025

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin kembali mencatatkan reli signifikan di awal Mei dengan menembus level $97.000, naik hampir 30 persen dibandingkan titik terendahnya di April. Kenaikan ini memperkuat spekulasi bahwa aset kripto terbesar ini berpotensi mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dalam waktu dekat. Reli Bitcoin ini terjadi seiring meningkatnya selera risiko investor, tercermin dari Crypto Fear and Greed Index yang kini berada di angka 55. Selain itu, pasar saham AS turut mencatat penguatan dengan indeks Dow Jones dan Nasdaq 100 masing-masing naik lebih dari 350 poin. Beberapa faktor teknikal dan fundamental menjadi katalis utama dalam pergerakan Bitcoin saat ini. Secara teknikal, Bitcoin berhasil menghindari pola death cross pada bulan April, kondisi yang biasanya menjadi sinyal bearish. Sebaliknya, pergerakan harga justru membentuk pola double bottom dan melewati neckline di $88.830 serta sisi atas pola bullish flag, yang secara historis merupakan sinyal penguatan lanjutan. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menjelaskan, struktur teknikal Bitcoin saat ini sangat kuat. “Breakout di atas $96.000 memperkuat dominasi bullish. Selama BTC bertahan di atas zona support $95.280, potensi untuk menuju level psikologis $100.000 masih terbuka lebar,” ujarnya. “Bitcoin menunjukkan momentum yang sangat kuat sejak awal kuartal kedua 2025. Secara teknikal, harga saat ini berada di atas rata-rata pergerakan 200 hari dan telah membentuk struktur dukungan yang solid di area $95.797 dan $96.441. Ini memberikan fondasi untuk pergerakan ke atas yang lebih besar,” jelasnya. Fyqieh menambahkan selama Bitcoin mampu bertahan di atas support utama di $95.280, tekanan beli akan terus mendominasi, dengan target jangka pendek ke $98.745 hingga menembus tonggak psikologis $100.000.

Dogecoin Diramal Meroket: Analis Klaim Peluang Reli 100 Persen, Ini Alasannya! Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 29 Maret 2025 | 19:05 WIB

Dogecoin Diramal Meroket: Analis Klaim Peluang Reli 100 Persen, Ini Alasannya!

Dogecoin berhasil melewati level ini, maka akan membuka peluang menuju reli parabolik penuh, mirip dengan apa yang terjadi di tahun 2021 ketika DOGE melonjak tajam karena dorongan komunitas dan sentimen pasar. Analis percaya momentum saat ini bisa memicu efek bola salju. Dengan pemulihan harga, dukungan teknikal, dan optimisme komunitas, Dogecoin memiliki potensi besar untuk memulai reli besar berikutnya. Apakah Saat Ini Waktu yang Tepat untuk Melirik DOGE? Dengan semua indikator yang mengarah ke arah positif, banyak investor mulai melirik kembali Dogecoin sebagai aset yang menjanjikan. Meski kripto tetap penuh risiko, pola-pola teknikal seperti ini sering kali jadi acuan kuat bagi para trader. Jika sejarah kembali terulang, Dogecoin bisa jadi salah satu bintang utama di siklus bullish berikutnya. Tentu saja, selalu penting untuk mengelola risiko dan tidak hanya mengandalkan euforia pasar.