Amerika Latin

Sorotan terbaru dari Tag # Amerika Latin

Produk Andalan RI Termasuk Sawit Siap Tembus Amerika Latin Lewat CEPA Sawit
Sawit
Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:00 WIB

Produk Andalan RI Termasuk Sawit Siap Tembus Amerika Latin Lewat CEPA

Jakarta, katakabar.com - Republik Indonesia sangat serius tembus pasar Amerika Latin. Di mana, pemerintah fokus pasarkan tiga sektor unggulan yaitu otomotif, alas kaki, dan produk turunan kelapa sawit. Langkah ini dijalankan lewat implementasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Cile dan Peru, yang dinilai membuka peluang ekspor lebih luas. Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono, menyatakan CEPA menjadi pintu masuk strategis bagi produk Indonesia. “Peru dan Cile adalah mitra penting Indonesia. Dengan CEPA, produk kita lebih mudah bersaing di pasar global yang ketat,” kata Djatmiko, Senin (20/10) kemarin, dilansir dari laman EMG. Sejak CEPA berlaku, sekitar 90 persen produk ekspor Indonesia ke Cile bebas tarif impor. Hasilnya, ekspor Indonesia ke Cile tumbuh 15,54 persen pada periode 2021 hingga 2024, dengan nilai ekspor mencapai USD 339,88 juta pada 2024 dan surplus perdagangan USD 203,3 juta. Sektor otomotif jadi andalan utama. Mobil buatan Indonesia dari merek Toyota, Mitsubishi, dan Suzuki kini banyak beredar di Cile dan Peru. Kariyanto Hardjosoemarto, Head of Market Development GAIKINDO, menambahkan, pasar kendaraan utuh (CBU) di kedua negara sangat potensial. “Ekspor kendaraan listrik juga akan jadi fokus ke depan. Kapasitas produksi nasional cukup besar, jadi masih banyak ruang untuk ekspor,” jelasnya. Sedang, produk alas kaki dan pakaian olahraga juga mulai menembus pasar Amerika Latin. Ketua APRISINDO Jawa Barat, Henny Setiadi, menyebut tarif masuk alas kaki di Cile turun hingga 0–6 persen. “Ini peluang emas bagi industri kecil dan menengah untuk ekspor,” ucap Henny. Produk turunan kelapa sawit, seperti minyak goreng, margarin, dan shortening, juga mendapat perhatian serius. Irma Nuranggraini, Export Manager PT AK Goldenesia, menekankan negara seperti Peru dan Cile belum punya lahan sawit luas. “Produk berbasis kelapa sawit Indonesia diminati karena lebih sehat dan efisien dibanding minyak bunga matahari atau kacang kedelai,” terang Irma. Tidak hanya itu, infrastruktur logistik diperkuat. Pembangunan Pelabuhan Cancay di Peru diperkirakan akan mempercepat distribusi produk Indonesia, menekan biaya pengiriman, dan membuat waktu ekspor lebih efisien. Dengan kombinasi CEPA, produk unggulan, dan infrastruktur logistik yang mendukung, peluang ekspor Indonesia ke Amerika Latin semakin terbuka lebar. Sektor otomotif, alas kaki, dan produk turunan sawit diproyeksikan menjadi motor utama dalam memperkuat posisi ekonomi nasional di kancah global.