Altcoin

Sorotan terbaru dari Tag # Altcoin

Dominasi Korekasi Harga Bitcoin Picu Depresiasi Altcoin Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 07 November 2025 | 12:00 WIB

Dominasi Korekasi Harga Bitcoin Picu Depresiasi Altcoin

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto saat ini tengah melalui salah satu fase terberat beberapa bulan terakhir. Setelah sempat catatkan ATH hingga $125.000, kini Bitcoin tertekan hingga $101.000 yang diikuti dengan tekanan harga pada alternatif coin atau altcoin. Meski terguncang jauh ke bawah, Bitcoin relatif mampu mempertahankan harganya. Berbeda dengan sebagian besar Altcoin yang mengalami penurunan tajam, dan memicu pertanyaan besar di kalangan trader mengenai alasan di balik koreksi drastis tersebut. Analis aset kripto ternama, Michaël van de Poppe, menjelaskan salah satu pemicu utama di balik curamnya penurunan ini adalah masalah pasokan yang terbatas untuk diperdagangkan atau limited tradable supply di pasar Altcoin. Fenomena ini berarti bahwa jika hanya sekitar 10 persen dari total pasokan suatu Altcoin yang tersedia di bursa untuk diperdagangkan, maka sell order dalam jumlah besar dapat mengguncang seluruh pasar. Faktor kunci lain di balik kelemahan Altcoin adalah Dominasi Bitcoin, yaitu persentase total nilai pasar aset kripto yang dipegang oleh Bitcoin. Dominasi BTC baru-baru ini berhasil menembus keluar dari ascending channel, sebuah indikasi jelas bahwa dana secara agresif mengalir keluar dari Altcoin dan kembali masuk ke Bitcoin. Kenaikan dominasi ini menunjukkan sentimen risk-off, di mana investor memilih aset yang dianggap lebih aman di dalam ekosistem aset kripto itu sendiri, yakni BTC. Bersamaan dengan itu, komentar kehati-hatian dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengenai pemangkasan suku bunga telah membuat investor menjadi lebih defensif. Tetapi, meski gambaran saat ini terlihat suram, masih ada ruang untuk optimisme yang kuat. Di mana secara historis, setiap kali Altcoin mengalami periode lagging, terdapat potensi hadirnya gerak pemulihan yang kuat setelahnya. Hal ini dapat terjadi begitu likuiditas membaik dan kepercayaan pasar kembali. Di sisi lain, di tengah tren tekanan harga pada pasar BTC dan altcoin lainnya, Palapa (PLPA), token platform Bittime justru menunjukkan adanya sentimen bullish. Jika dilihat dalam 24 jam terkahir, PLPA berhasil naik hingga 22.88 persen berdasarkan grafik pasar di Bittime saat artikel ini ditulis, Pencapaian ini menunjukkan ketahanan PLPA sebagai aset alternatif yang mampu bertahan di tengah gejolak kondisi ekonomi global, sekaligus menempatkan PLPA sebagai salah satu aset lokal yang dapat dipertimbangkan sebagai aset diversifikasi. kondisi pasar saat ini merupakan momentum untuk mulai mengenal dan mempelajari aset kripto sebagai salah satu pilihan diversifikasi aset di tengah ketidakpastian ekonomi global. Apalagi, PLPA merupakan token platform Bittime, bursa pertukaran aset kripto yang aman, berizin dan diawasi di Indonesia. Di mana, Bittime terus menunjukkan potensi pertumbuhannya yang besar, dan menghadirkan berbagai mekanisme jangka panjang guna mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekosistem PLPA.

Dampak Koreksi Bitcoin, Altcoin Season Mulai Bangkit Internasional
Internasional
Sabtu, 01 November 2025 | 16:30 WIB

Dampak Koreksi Bitcoin, Altcoin Season Mulai Bangkit

Jakarta, katakabar.com - Dinamika pasar aset kripto kembali menarik perhatian pasca koreksi tajam yang dialami Bitcoin. Penurunan signifikan BTC, bahkan sempat menyentuh level $106.000 pada 30 Oktober 2025 lalu, telah menciptakan keraguan di kalangan investor dan secara serentak membuka ruang bagi aset alternatif. Di tengah kondisi ini, perhatian kini beralih pada altcoin season index yang menunjukkan lonjakan ke angka 29. Meski secara nominal terkesan kecil, para analis meyakini hal ini sebagai indikasi awal perubahan sentimen dari dominasi bitcoin menuju penguatan altcoin. Indikator, yang dikembangkan oleh CoinMarketCap ini, berfungsi sebagai barometer untuk mengukur performa 100 aset kripto teratas di luar stablecoin dan wrapped token dibandingkan dengan kinerja Bitcoin selama 90 hari terakhir. Angka indeks tersebut merefleksikan perbandingan kinerja altcoin dengan bitcoin, di mana nilai yang mendekati 100 mengindikasikan altcoin season, sedangkan nilai mendekati 0 menunjukkan dominasi penuh oleh Bitcoin. Itu sebabnya, kenaikan menuju level 29 menjadi titik perhatian penting. Hal ini menandakan beberapa altcoin kini mulai menunjukkan momentum penguatan dan kinerja yang lebih superior dibandingkan dengan aset kripto terbesar tersebut. Perubahan ini memberikan sinyal bagi investor yang berpengalaman untuk mulai melakukan riset mendalam terhadap proyek-proyek altcoin potensial serta mempertimbangkan penyesuaian strategi portofolio mereka. Meski level 29 masih jauh dari ambang batas resmi altcoin Season yang umumnya ditetapkan pada angka 75 tren kenaikan ini menegaskan adanya pergeseran arus modal yang mulai mengalir ke aset alternatif. Saat ini, pasar secara teknis masih berada dalam fase yang didominasi oleh bitcoin, namun pergerakan indeks mengisyaratkan bahwa transisi menuju fase altcoin bisa saja telah dimulai secara perlahan. Para investor kini dihadapkan pada peluang untuk mulai mengakumulasi altcoin berkualitas sebelum euforia pasar terjadi. Jika momentum kenaikan ini terus berlanjut, rotasi modal yang lebih masif dari bitcoin ke altcoin diperkirakan akan terjadi, berpotensi memicu lonjakan harga yang signifikan pada aset kripto dengan kapitalisasi menengah hingga kecil. Sebagai respons terhadap pergerakan altcoin ini dan dalam rangka memperluas pilihan aset bagi masyarakat, Bittime, platform crypto exchange turut mengumumkan komitmennya dengan resmi melisting 8 token baru pada platformnya yaitu, $BLESS, $COAI, $LIGHT, $YB, $STBL, $HANA, $ORDER dan $WAL. Dalam hal ini, Bittime, menargetkan perluasan kesempatan dan ketersediaan aset diversifikasi yang dapat diakses melalui platform aman, berizin, dan diawasi oleh lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi masyarakat Indonesia. Membuktikan Bittime terus berkomitmen untuk mengikuti perkembangan industri aset kripto global, dan menghadirkan aset-aset berkualitas yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang dan peran yang jelas dalam ekosistem aset digital. Tetapi, perlu dipahami seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan sekadar euforia pasar.

Harga Bitcoin Terjun Altcoin dan Memecoin Menguat, Sinyal Apa Bagi Pasar Kripto? Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 28 Juni 2024 | 08:39 WIB

Harga Bitcoin Terjun Altcoin dan Memecoin Menguat, Sinyal Apa Bagi Pasar Kripto?

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin atau BTC sepekan terakhir terjun di bawah level US$62.000 atau sekitar Rp1,01 miliar. Penurunan ini dipicu berbagai faktor, termasuk meningkatnya kekhawatiran suku bunga The Fed yang tinggi, menguatnya dolar AS, arus keluar dari ETF Bitcoin spot, sentimen negatif terkait Mt. Gox dan penjualan BTC oleh Jerman, penurunan tingkat hash Bitcoin, dan minimnya penerbitan stablecoin. Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menjelaskan, tekanan jual Bitcoin terus meningkat disebabkan berbagai sentimen negatif, termasuk kekhawatiran terhadap suku bunga The Fed yang tinggi dan kekuatan dolar AS yang mengurangi daya tarik kripto. The Fed mengisyaratkan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diharapkan, dengan kemungkinan hanya satu kali penurunan suku bunga tahun ini jika ekonomi AS sesuai dengan perkiraan. "Meski siklus halving Bitcoin tahun 2024 berbeda dengan siklus sebelumnya, di mana harga mencapai rekor tertinggi baru sebelum, bukan setelah halving, banyak bukti menunjukkan bahwa kenaikan paling signifikan Bitcoin masih akan datang," kata Fyqieh. Peluang Cuan di Memecoin Meski Bitcoin alami tekanan, altcoin dan memecoin justru menunjukkan penguatan dalam seminggu terakhir. Ini kemungkinan disebabkan investor yang mencari alternatif sementara di tengah ketidakpastian pasar Bitcoin, potensi pertumbuhan tinggi altcoin dan memecoin, dan pola teknis yang menandakan peluang rebound. Diceritakan Fyqieh, pergerakan ini menunjukkan pasar kripto yang sedang fase konsolidasi. Penurunan Bitcoin wajar terjadi dalam tren jangka panjang. Tapi, kata Friqieh, altcoin dan memecoin yang menguat menunjukkan minat investor terhadap alternatif lain di luar Bitcoin. Ini menunjukkan pasar kripto tidak hanya bergantung pada satu aset, dan investor mulai mencari peluang di aset lain. Menurut Fyqieh, investor perlu memperhatikan beberapa sentimen penting dalam jangka pendek, seperti keputusan suku bunga The Fed, rilis data ekonomi AS, dan perkembangan regulasi kripto. "Sentimen-sentimen ini dapat mempengaruhi arah pergerakan harga Bitcoin dan altcoin dalam beberapa minggu ke depan," ulasnya. Secara keseluruhan, sebutnya, pasar kripto masih menunjukkan potensi pertumbuhan jangka panjang. Investor perlu melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi dan mempertimbangkan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko mereka. Analisis Harga Bitcoin Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di bawah US$65.000 dan berada dalam tren turun selama dua minggu terakhir, namun masih dalam tren bullish jangka panjang. Level dukungan utama adalah US$61.000 dan US$58.000. Grafik menunjukkan pola Bullish Head dan Shoulders, yang bisa memicu pemantulan harga. Jika sentimen pasar tetap negatif dan kondisi ekonomi global tidak berubah signifikan, penurunan ini mungkin berlanjut dalam jangka pendek. Namun, indikator teknikal menunjukkan adanya level support yang kuat, yang bisa membantu harga Bitcoin stabil atau bahkan pulih dalam beberapa pekan mendatang. "Ada peluang yang cukup besar bahwa Bitcoin akan mencapai titik terendah baru dan level penting berikutnya yang harus diperhatikan adalah US$52.000 atau sekitar Rp853 juta di mana lapisan likuidasi lainnya akan terjadi. Penurunan ke level ini akan mendorong BTC di bawah titik harga pemegang jangka pendek, sehingga biasanya masuk ke fase bearish," Analisa Fyqieh. Level ini, sambungnya, berfungsi sebagai batas penting antara zona bearish dan bullish. Jika Bitcoin sampai di bawah level ini akan sangat penting mengingat sentimen positif dari makroekonomi AS belum menunjukan tanda-tanda. Untuk memperbesar peluang meraih keuntungan, para investor dapat memanfaatkan fitur Price Alert di aplikasi Tokocrypto. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengatur notifikasi ketika harga Bitcoin mencapai level yang ditentukan, sehingga mereka dapat mengambil tindakan cepat sesuai dengan strategi trading mereka. Dengan kondisi pasar yang volatile seperti saat ini, Price Alert menjadi alat yang sangat berguna untuk mengoptimalkan keputusan investasi. Kontak: Bianda Ludwianto - Public Relations Tokocrypto +62856-9267-2993 bianda@tokocrypto.com

Pasar Kripto Menguat, Investor Beralih ke Altcoin Raih Keuntungan Lifestyle
Lifestyle
Selasa, 28 Mei 2024 | 19:01 WIB

Pasar Kripto Menguat, Investor Beralih ke Altcoin Raih Keuntungan

Jakarta, katakabar.com - Pasar kripto mencatat kenaikan signifikan beberapa waktu terakhir. Persetujuan ETF Ethereum spot AS oleh US Securities and Exchange Commission atau SEC membuat Bitcoin bersama dengan sebagian besar altcoin menguat minggu lalu di tengah meningkatnya optimisme. Di awal pekan terakhir Mei ini, harga Bitcoin sempat mendapatkan kembali level US$70.000 atau sekitar Rp1,12 miliar karena kabar Bursa Eropa menguat yang dipicu ekspektasi pemangkasan suku bunga European Central Bank (ECB). Tapi, kenaikan tersebut tidak berlangsung lama, dan BTC kembali ditekan oleh tren penurunan sehingga kembali diperdagangkan di bawah level US$70.000. Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menjelaskan, Bitcoin harus bertahan di atas level support utama di US$66.000 atau sekitar Rp1,06 miliar untuk menjaga momentum bullish, tapi hambatan seperti data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat dan banyaknya pidato publik pejabat The Fed dapat menghilangkan sentimen positif dari pasar. "Pekan ini, semua perhatian masih tertuju pada serangkaian pidato pejabat The Fed, yang diantisipasi untuk mendapatkan wawasan mengenai kebijakan suku bunga AS di masa depan. Sedang, para pelaku pasar sangat menantikan sinyal di tengah indikasi menurunnya inflasi AS," kata Fyqieh. Potensi Altcoin Menurut Fyqieh saat ini fokus investor, dan trader mulai berspekulasi tentang potensi permulaan altseason, yang dipicu oleh lonjakan total kapitalisasi pasar altcoin baru-baru ini. Ethereum (ETH) menjadi memimpin kenaikan altcoin bersama memecoin. ETH telah mengalami peningkatan signifikan, dengan harganya berada di sekitar US$3.991 (Rp64,2 juta) atau sebesar 27 persen selama seminggu terakhir. Data TradingView menunjukkan, total kapitalisasi pasar altcoin saat ini mencapai sekitar US$1,16 triliun, menandai peningkatan 15 persen selama dua minggu terakhir. Lonjakan ini mendekati level resistensi yang terlihat pada pertengahan Maret ketika kapitalisasi pasar mencapai US$1,2 triliun. "Persetujuan ETF Ethereum di Amerika Serikat baru-baru ini, dan potensi dampaknya terhadap altcoin di pasar bullish saat ini. Saat Bitcoin terkoreksi, Ethereum sering kali muncul sebagai yang terdepan, menunjukkan keuntungan yang mengesankan. Tren naik Ethereum mungkin bertepatan dengan fase konsolidasi Bitcoin. Pada fase ini, perhatian investor dan aliran modal menuju altcoin yang sudah mapan, menghasilkan apresiasi harga yang signifikan," ucap Fyqieh. Masih Fyqieh, altseason mungkin menjalani fase konsolidasi sebelum mendapatkan momentum penuh. Setelah ETF Ethereum, beberapa altcoin lain akan mencoba peruntungannya, termasuk XRP, Litecoin (LTC), Solana (SOL), Pepe, Floki dan masih banyak lagi. Pasar nampaknya bullish dalam menerima ETF dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di sisi lain, hal positif yang dapat mendorong kenaikan harga Bitcoin adalah pencapaian ETF BTC. ETF Bitcoin Spot di AS mencapai tonggak sejarah 1 juta BTC, memegang 5 persen dari total pasokan. Tiga pemegang ETF Bitcoin teratas adalah Grayscale, BlackRock, dan Fidelity. Momentum diperdagangkannya Bitcoin dan Ethereum ETP di Bursa Efek London pada 28 Mei 2024, menjadi langkah signifikan yang menunjukkan semakin matangnya adopsi aset kripto oleh institusi keuangan tradisional. Banyak yang berspekulasi Bitcoin mungkin akan mengalami reli setelah pencapaian tersebut. Tokocrypto Ajak Pengguna Menangkan Hadiah Rp60 Juta Di tengah meningkatnya potensi altcoin di pasar kripto, Tokocrypto menghadirkan program Top Up Dapet Profit (TDP) dan USDT Cashback 100 persen dengan total hadiah mencapai Rp60 juta. Program ini dirancang untuk memberikan insentif kepada pengguna yang aktif bertransaksi dan melakukan top up di platform Tokocrypto selama periode 22 Mei 2024 dan ditutup pada 15 Juni 2024. Melalui TDP, pengguna tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk menambah aset kripto mereka, tapi juga berkesempatan memenangkan hadiah menarik berupa cashback dalam bentuk USDT. Selain itu, program ini bertujuan untuk mendorong partisipasi yang lebih luas dari komunitas kripto di Indonesia dan meningkatkan literasi serta penggunaan aset digital di kalangan masyarakat. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat nilai transaksi perdagangan kripto di Indonesia terus tumbuh. Transaksi kripto di Indonesia pada April 2024 mencapai sebesar Rp52,26 triliun. Perkembangan nilai transaksi perdagangan fisik aset kripto di Indonesia pada Januari hingga April 2024 mencapai Rp211,1 triliun. Sedang jumlah investor kripto di Indonesia mengalami peningkatan. Hingga April 2024, tercatat terdapat 20,16 juta investor kripto, bertambah sekitar 422.258 orang atau naik 2,08 dibandingkan Maret 2024 yang sebanyak 19,75 juta orang. Kontak: Bianda Ludwianto - Public Relations Tokocrypto +62856-9267-2993 bianda@tokocrypto.com