Alat Berat
Sorotan terbaru dari Tag # Alat Berat
BRI Finance Jaga Stabilitas Pembiayaan Alat Berat di Tengah Dinamika RKAB Batubara
Jakarta, katakabar.com - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) tegaskan komitmen untuk menjaga kinerja pembiayaan alat berat tetap stabil di tengah berkembangnya wacana penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara tahun 2026. Perseroan melihat dinamika tersebut merupakan bagian dari siklus perencanaan di industri pertambangan yang masih berada dalam koridor wajar. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menjelaskan hingga saat ini belum terdapat indikasi signifikan yang mengarah pada penundaan maupun ekspansi pembiayaan alat berat. Permintaan dari sektor ini dinilai tetap menunjukkan tren yang positif, khususnya dari pelaku usaha dengan fundamental bisnis yang kuat dan berorientasi jangka panjang. “Permintaan pembiayaan alat berat masih berjalan dengan baik, terutama dari sektor-sektor produktif yang memiliki daya tahan bisnis yang solid. Hal ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pembiayaan di segmen ini,” cerita Wahyudi. Untuk menjaga kualitas pertumbuhan, sambungnya, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential principle) dalam setiap penyaluran pembiayaan. Perseroan secara konsisten menerapkan manajemen risiko yang disiplin serta selektif dalam menentukan portofolio, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan usaha debitur. Sejalan dengan itu, ucapnya, BRI Finance juga terus mencermati perkembangan kebijakan serta dinamika industri guna memastikan strategi bisnis tetap adaptif dan relevan. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset. Dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan arah kebijakan yang ada, BRI Finance memproyeksikan pembiayaan alat berat hingga akhir tahun 2026 akan tetap berada pada level yang stabil. Perseroan akan memfokuskan pembiayaan pada sektor-sektor dengan prospek positif guna mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Sebagai gambaran kinerja, hingga awal tahun 2026, penyaluran pembiayaan alat berat BRI Finance tercatat tumbuh signifikan sebesar 144,68% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan kontribusi terhadap total portofolio mencapai 20,17%. Capaian ini mencerminkan kuatnya permintaan serta posisi strategis segmen alat berat dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.
Kementerian PU Telah Kerahkan 1.709 Unit Alat Berat ke Aceh, Sumut dan Sumbar
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan upaya penanganan darurat pascabencana di Pulau Sumatera. Langkah ini direalisasikan melalui penambahan dukungan alat berat dan sarana prasarana infrastruktur guna mempercepat pembersihan material longsor, pemulihan akses jalan, serta mendukung kelancaran distribusi logistik. Hingga Minggu (4/1) sekitar pukul 20.00 WIB, Kementerian PU mencatat total alat berat yang telah dimobilisasi ke lokasi terdampak mencapai 1.709 unit, meningkat dari sebelumnya 1.670 unit. Penambahan 39 unit alat berat baru ini merupakan bentuk dukungan BUMN Karya membantu pemulihan dampak bencana. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan kementeriannya telah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk bergerak cepat menangani dampak bencana, dengan fokus utama pada sektor konektivitas (jalan dan jembatan), sumber daya air, serta penyediaan air bersih dan sanitasi. "Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi," ujar Dody. Penambahan alat berat difokuskan secara spesifik pada tiga provinsi prioritas. Di Provinsi Aceh, Kementerian PU menambah 13 unit ekskavator, 1 unit backhoe loader, 4 unit wheel loader, dan 5 unit dump truck. Seluruh unit tersebut ditempatkan di wilayah yang terdampak cukup parah, antara lain Kabupaten Gayo Lues, Pidie Jaya, serta Aceh Tamiang. Sementara, dukungan untuk Provinsi Sumatera Utara diperkuat dengan penambahan 15 unit ekskavator, 1 unit backhoe loader, 1 unit wheel loader, 2 unit dump truck, 1 unit buldoser, dan 1 unit pickup. Fokus utama penanganan di wilayah ini dilakukan pada ruas-ruas jalan utama guna membuka kembali akses, salah satunya pada ruas Tarutung–Sibolga. Berbeda dengan dua provinsi lainnya, penanganan di Provinsi Sumatera Barat telah dilakukan penyesuaian kebutuhan di lapangan. Tambahan 1 unit mini excavator ditempatkan di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Tetapi seiring perkembangan positif di lapangan dan demi efisiensi operasional, Kementerian PU melakukan pengurangan 6 unit ekskavator. Selain melakukan penambahan alat berat, Kementerian PU juga memperkuat dukungan infrastruktur darurat melalui penambahan Jembatan Bailey. Saat ini Jembatan Bailey yang disiagakan menjadi 16 unit yang tersebar di Aceh dari 11 unit menjadi 14 unit. Adapun di Sumatera Utara, tersedia 2 unit Jembatan Bailey yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Sedangkan di Sumatera Barat, seluruh jembatan darurat telah ditarik karena akses jalan utama telah pulih dan dapat dilalui kembali. Kementerian PU memastikan seluruh sumber daya yang dimobilisasi akan terus dioptimalkan demi mempercepat pemulihan infrastruktur, membuka kembali konektivitas wilayah, serta menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat terdampak bencana di Pulau Sumatera. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.
Kementerian PU Rescep Kirim Personel dan Siagakan Alat Berat Atasi Dampak Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan sigap mengambil langkah-langkah strategis sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penanganan keadaan darurat pascabencana banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara. Kejadian yang berlangsung Senin (5/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA tersebut berdampak pada permukiman warga di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, serta Kampung Peling Sawang, dan Kampung Paseng di Kecamatan Siau Barat. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen tinggi Kementerian PU untuk hadir memberikan dukungan optimal di setiap lokasi terdampak bencana. “Kementerian PU mengerahkan seluruh kapasitas dan sumber daya yang dimiliki untuk menangani dampak banjir bandang ini. Keselamatan jiwa dan upaya pemulihan segera bagi masyarakat merupakan prioritas utama kami,” tegas Dody. Sebagai bagian dari aksi tanggap darurat, Kementerian PU melalui balai-balai teknis terkait telah segera mendistribusikan personel khusus, dan menyiagakan dua unit alat berat di lokasi kejadian untuk mendukung proses evakuasi, pencarian, serta pembersihan material sisa banjir. Untuk memperkuat operasi, telah dipersiapkan pula tiga unit excavator dari Kota Manado yang siap dimobilisasi menuju lokasi bencana. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Manado, Sugeng Harianto, menyampaikan koordinasi intensif terus dilakukan dengan jajaran di lapangan. “Tim kami senantiasa berkoordinasi secara erat dengan petugas di wilayah kepulauan. Setelah memperoleh akses kapal menuju Pulau Siau, rencana pengiriman tambahan alat berat akan segera dieksekusi untuk memperkuat operasi penanganan di lokasi, yang saat ini telah didukung oleh alat berat yang tersedia,” jelas Sugeng. Dengan mempertimbangkan karakteristik geografis wilayah kepulauan yang unik, Kementerian PU mengoptimalkan koordinasi lintas sektor bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan unsur Forkopimda setempat. Sinergi ini diharapkan dapat memperlancar mobilisasi peralatan, pembukaan akses menuju titik-titik terdampak, serta mendukung proses evakuasi dan pencarian secara lebih efektif. Tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, Kementerian PU juga telah melakukan asesmen awal terhadap kerusakan infrastruktur publik, meliputi jaringan sungai, jalan, dan prasarana pendukung lainnya. Hasil identifikasi ini akan menjadi landasan perencanaan tindak lanjut yang komprehensif, guna mempercepat proses rehabilitasi dan pemulihan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat di wilayah terdampak. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.
Tangani Banjir Susulan di Agam, Kementerian PU Tambah Alat Berat di Kelok 28
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat merespons dampak banjir bandang dan longsor susulan yang menerjang Jorong Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, di penghujung tahun 2025 lalu. Fokus utama penanganan saat ini adalah pembersihan material longsor di kawasan Kelok 28 yang memutus akses jalan penghubung Pasar Maninjau-Lubuk Alung. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan seluruh sumber daya kementerian telah dikerahkan untuk mendukung penanganan darurat, khususnya di sektor jalan dan jembatan, sumber daya air, serta penyediaan air bersih dan sanitasi. “Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi,” ujar Dody. Sejak Kamis (1/1), ulas Dody, tim tanggap darurat Kementerian PU bersama Pemerintah Kabupaten Agam dan TNI-Polri telah menyiagakan alat berat di lokasi bencana susulan. "Upaya pembersihan material longsor terus dilakukan secara intensif agar jalur jalan yang tertutup longsor dapat segera dilalui kembali oleh masyarakat," jelasnya. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Naryo Widodo, mengungkapkan di lapangan potensi longsor susulan masih tinggi, terutama di Kelok 28 yang masih menyimpan endapan material longsoran. Guna mempercepat proses pembukaan jalan, Naryo merinci penambahan alat berat yang dilakukan secara bertahap. “Saat ini, dukungan alat berat yang dikerahkan di lokasi meliputi 2 unit dari Polri, 1 unit dari BWS, serta 1 unit wheel loader dari PU Kabupaten. Rencananya BWS akan menambah 2 alat berat lagi, di mana 1 unit dijadwalkan tiba pada 3 Januari 2026 dan satu unit lainnya pada 6 Januari 2026,” ucap Naryo. Selain fokus pada infrastruktur fisik, Kementerian PU juga memprioritaskan kebutuhan dasar pengungsi. Masyarakat terdampak di Kecamatan Tanjung Raya kini telah direlokasi ke hunian sementara (huntara) di Palembayan. Di lokasi ini, Kementerian PU telah memobilisasi 1 unit Mobile Treatment Unit (MTU) dan 5 unit hidran umum untuk menjamin ketersediaan air bersih. Penanganan di Tanjung Raya ini merupakan kelanjutan dari operasi tanggap darurat Kementerian PU di Sumatra Barat yang telah berlangsung sejak akhir November 2025. Hingga 30 Desember 2025, Kementerian PU mencatat telah memobilisasi total 341 unit alat berat (114 unit milik PU dan 227 unit mitra BUMN) ke seluruh wilayah terdampak di Sumatra Barat. Selain itu, 7 unit Jembatan Bailey telah dimobilisasi, dengan rincian 6 unit sudah terpasang dan 1 unit dalam proses pemasangan. Untuk dukungan sanitasi dan air bersih lintas wilayah Sumbar, Kementerian PU menyiagakan 1 unit IPA Mobile, 18 mobil tangki air, 8 unit biority, 105 hidran umum, dan 14 toilet portabel. Dukungan material pencegahan bencana juga diperkuat dengan penyediaan 1.240 unit geobag dan 810 unit bronjong kawat. Dalam upaya penanganan bencana, Kementerian PU berkomitmen untuk terus hadir dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mempercepat pemulihan infrastruktur, serta menjamin keselamatan warga terdampak bencana di Kabupaten Agam maupun wilayah Sumatera Barat lainnya. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.
Pameran 2nd SI Expo and Conference 2024 Diramaikan 12 Produsen BS dan 13 Perusahaan Alat Berat
Pekanbaru, katakabar.com - Pelaku usaha sawit di Pulau Sumatera, terutama Riau sebagai provinsi sentra industri sawit di Indonesia tidak perlu jauh-jauh untuk mencari kebutuhan sarana prasarana, seperti benih, pupuk, pestisida, alat berat, teknologi pabrik sawit, sampai drone. Penyelenggaraan pameran 2nd Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2024 yang digelar pada 8 hingga 10 Agustus 2024 di Pekanbaru Convention Exhibition (Ska-Coex) Riau, diharapkan mampu menjembatani perusahaan dan petani kelapa sawit agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi.
PT Darmali Jaya Lestari Kerahkan Grader dan Compactor
Bathin Solapan, katakabar.com - PT Darmali Jaya Lestari (DJL) peduli pembangunan infrastruktur desa yang berada di sekitar operasionalnya. Sebagai bentuk kepedulian perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit itu, manajemen mengerahkan dua unit alat berat jenis Grader dan Compactor guna membantu perbaikan Jalan Pertanian dan Jalan Nangka, Desa Air Kulim Kecamatan Bathin Solapan, KabupatenBengkalis, Riau. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dan darma perusahaan kepada pembangunan infrastruktur pedesaan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Direktur PT DJL, Ir. Agus Marhelis didampingi Estate Manager, James M.L Tobing mengatakan, alat-alat berat tersebut bekerja memperbaiki kondisi jalan desa sehari lamanya. ''Ini sebagai wujud kepedulian perusahaan kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional. Kita turunkan alat berat untuk melakukan pekerjaan perbaiki jalan.'' kata Agus kepada katakabar.com, pada Kamis (14/9). Setelah kelar perbaikan ruas jalan desa tersebut ujar Agus, kita berharap jalan desa bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat dan pembangunan infrastruktur Desa Air Kulim bisa terus dilanjutkan. PT Darmali telah menjadi bagian dari masyarakat Desa Air Kulim. Harapannya hubungan masyarakat dengan perusahaan bisa terjalin lebih baik lagi ke depan. ''Hubungan baik dan harmonis yang sudah terjalin selama ini antara perusahaan dan masyarakat, mudah-mudahan semakin erat dan mampu menumbuhkan rasa kepedulian kedua belah pihak. PT Darmali ini hadir bukan sebagai tamu, melainkan ingin menjadi bagian dari masyarakat,'' timpal James L Tobing. Kontribusi yang diberikan PT Darmali dapat dukungan dari Badan Permusyawatan Desa (BPD) Dusun Sumber Harapan, Suparmin menimpali, kalau musim hujan Jalan Pertanian dan Jalan Nangka berlumpur dan becek. "Dua Jalan ini saling terhubung akses vital keluar masuk bagi masyarakat sehari-hari," tutur Suparmin. Ketua RW 09, Sutoyo dan Suparmin pun ucapkan terima kasih kepada PT Darmali telah mendukung pembangunan infrastruktur Jalan di Desa Air Kulim dan berharap hubungan baik dengan PT Darmali bisa terus terjalin ke depan. ''Dengan adanya bantuan dari perusahaan kepada desa kami, mudah-mudahan bisa semakin mempererat hubungan silahturahmi yang sudah terjalin selama ini," imbuhnya. Keberadaan perusahaan sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat kami. Kami berharap PT Darmali Jaya Lestari tidak bosan memberikan bantuan kepada desa kami,'' tambahnya.