Air Jamban

Sorotan terbaru dari Tag # Air Jamban

Motor Penggerak Roda Ekonomi dan Ketapang Bernama Greenhouse PKK Air Jamban Ekonomi
Ekonomi
30 menit yang lalu

Motor Penggerak Roda Ekonomi dan Ketapang Bernama Greenhouse PKK Air Jamban

Bengkalis, katakabar.com - Sinar matahari menyengat tusuk pori-pori Kelurahan Air Jamban, sebuah bangunan kokoh dengan pelindung khusus tahan panas dan jaring pengaman berdiri anggun. Adalah Greenhouse baru diresmikan di pekan keempat April 2026 lalu, bukan sekadar seremoni pemotongan pita, melainkan simbol runtuhnya keterbatasan lahan yang selama ini membatasi ruang gerak ibu-ibu PKK berinovasi. Bagi Dian Afri Jayanti 42 tahun, Ketua PKK Air Jamban, kehadiran greenhouse ini jawaban atas keresahan yang telah lama ia rasakan. Sebagai penggerak aktif pemberdayaan perempuan, Dian saksikan langsung semangat anggota PKK yang tinggi, tetapi kerap terhambat oleh keterbatasan pekarangan, serta kondisi cuaca yang tidak menentu. “Dulu kami sudah menanam tanaman obat keluarga (TOGA) dan sayuran, tapi masih sangat terbatas. Lahan sempit dan metode konvensional membuat tanaman sering rusak akibat hujan atau panas ekstrem. Hasilnya pun jauh dari optimal,” kenangnya. Sebelum adanya intervensi program, hasil panen kelompok ini hanya berkisar 10–35 ikat sayur per siklus, jumlah yang belum mampu memberikan dampak signifikan, baik untuk konsumsi keluarga maupun nilai ekonomi. Melalui Program Puteri Proklim Melayu Lestari, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) hadir memberikan dukungan komprehensif berupa 1 paket greenhouse berukuran 8 x 12 meter yang dilengkapi sistem pengairan, bibit tanaman hidroponik, serta 1.000 lubang tanam hidroponik. Tetapi, lebih dari sekadar bantuan fisik, transformasi justru terjadi pada pola pikir dan cara kerja kelompok. Dian bersama 30 anggota PKK Air Jamban mulai menerapkan sistem kerja yang terstruktur, membagi peran secara jelas, serta mempelajari teknik hidroponik dari tahap penyemaian hingga perawatan. “Lahan kami memang terbatas, tapi sekarang kami punya harapan yang lebih luas. Greenhouse ini bukan hanya tempat menanam, tapi tempat kami belajar untuk maju bersama,” ujarnya. Lurah Air Jamban, Rifky Ellyaningsih, yang turut hadir di peresmian tersebut, memberikan apresiasi atas kolaborasi antara masyarakat dan PHR. Ia menilai inisiatif ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah padat penduduk. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari PHR Zona Rokan yang telah membantu mewujudkan greenhouse Program Puteri Proklim Melayu Lestari ini. Ini bukan hanya tentang pertanian, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, dan upaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya. Dampak dari program ini mulai menunjukkan potensi yang menjanjikan. Dengan penerapan metode hidroponik di dalam greenhouse, kapasitas produksi diproyeksikan meningkat signifikan, dari sebelumnya 10–35 ikat sayur per siklus menjadi sekitar 100–150 ikat per siklus. Seiring dengan peningkatan tersebut, peluang ekonomi baru pun mulai terbuka, dengan estimasi potensi pendapatan yang dapat mencapai 4 juta rupiah per bulan. Ke depan, greenhouse ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat produksi sayur-mayur, tetapi berkembang sebagai simbol kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Di tengah keterbatasan ruang, para perempuan PKK Air Jamban menunjukkan bahwa inovasi dan kolaborasi dapat menjadi fondasi menuju kesejahteraan yang berkelanjutan. Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, menyampaikan kebanggaannya atas capaian kelompok tersebut. Menurutnya, program ini bukan sekadar pembangunan fasilitas, melainkan investasi sosial yang mendorong perubahan berkelanjutan. “Melihat ibu-ibu di sini mampu menaklukkan keterbatasan lahan dan beralih ke teknologi greenhouse adalah sebuah kebanggaan. Kami tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga mendorong lahirnya kemandirian dan kepercayaan diri masyarakat,” jelasnya. Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan 1.000 lubang tanam secara mandiri menjadi bukti nyata transformasi yang terjadi. “Ketika masyarakat mampu mengelola inovasi secara mandiri dan merasakan langsung manfaat ekonominya, di situlah esensi pemberdayaan yang berkelanjutan benar-benar terwujud. Dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan terhadap kelancaran operasional perusahaan juga menjadi kunci dalam menjaga keandalan dan ketahanan energi nasional, di mana PHR berperan sebagai salah satu tulang punggung ketahanan energi sektor migas,” imbuhnya. Kini, bagi Dian dan 30 perempuan tangguh di Air Jamban, greenhouse tersebut bukanlah garis akhir, melainkan titik awal menuju masa depan yang lebih hijau, mandiri, dan sejahtera. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Cerita Kader Posyandu Penggerak Dapur Sehat Lawan Stunting di Kelurahan Berpenduduk 50 Ribu Jiwa Lifestyle
Lifestyle
Jumat, 03 April 2026 | 12:09 WIB

Cerita Kader Posyandu Penggerak Dapur Sehat Lawan Stunting di Kelurahan Berpenduduk 50 Ribu Jiwa

Duri, katakabar.com - Seorang kader Posyandu di Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, Yulianti telah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade sebagai kader Posyandu. Ia menjadi saksi sekaligus pejuang Kesehatan bagi ibu dan anak di lingkungannya. Kisah kisah inspiratif dari Yulianti, tengah upaya penurunan angka stunting di Provinsi Riau, kini lewat kolaborasi dengan program PHR Peduli Stunting (PENTING), Yulianti menginisiasi Dapur Sehat Ruko Permata, sebuah gerakan swadaya untuk mengolah makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil. Tidak semudah yang dibayangkan sebelum program ini berjalan, Yulianti menghadapi tantangan berat berupa rendahnya pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang. Tidak jarang ia menghadapi penolakan halus dari warga yang belum percaya pada intervensi gizi. Keterbatasan ekonomi juga membuat pangan bergizi bukan menjadi prioritas utama bagi banyak keluarga. “Dulu kami sering bingung harus mulai dari mana, bahkan sempat menghadapi penolakan saat datang ke rumah warga,” cerita Yulianti mengenang masa sulitnya. Kehadiran PHR melalui Program PENTING memberikan angin segar bagi Yulianti. Ia kini tidak lagi bergerak sendiri. Ia bersama kader lainnya mendapatkan pelatihan pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis komunitas dan pendampingan intensif. Dukungan ini mengubah pola kerja kader di Air Jamban. Dari yang sebelumnya hanya menjalankan rutinitas Posyandu, kini mereka mampu mengolah PMT secara mandiri melalui Dapur Sehat. Pendekatan personal yang dilakukan secara sabar mulai menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Hasil dari konsistensi ini mulai terlihat nyata, kader Posyandu kini lebih solid, aktif, dan memiliki kapasitas dalam mengedukasi serta mengolah nutrisi lokal. Masyarakat juga lebih terbuka terhadap edukasi gizi dan aktif memantau tumbuh kembang anak di Posyandu. Di wilayah Air Jamban, upaya ini telah menjangkau 22 penerima manfaat langsung: terdiri 15 balita dan 7 ibu hamil. Secara luas, program PENTING telah memberi manfaat kepada 908 orang di 22 desa wilayah Riau melalui edukasi pencegahan stunting, baik masyarakat umum, ibu hamil dan remaja tingkat sekolah. Sedangkan distribusi PMT dan PKMK telah menjangkau 395 penerima manfaat langsung, yang terdiri atas 301 balita stunting atau berisiko stunting dan 94 ibu hamil dengan kondisi KEK atau berisiko tinggi. Bagi Yulianti, melihat anak-anak tumbuh sehat adalah upah yang tidak ternilai. "Saat melihat anak-anak mulai tumbuh lebih sehat dan para ibu semakin peduli dengan gizi keluarganya, rasanya semua proses, lelah, dan tantangan yang kami lalui benar-benar terbayar," imbuhnya. Di Hari Kesehatan Internasional pada 7 April 2026, cerita Yulianti dan kader Posyandu di Air Jamban merefleksikan kembali bagaimana akses kesehatan dan kesadaran gizi bukan sekadar teori, melainkan aksi nyata yang lahir dari kemandirian masyarakat di tingkat akar rumput. “Menyaksikan perjuangan Yulianti dan rekan-rekan kader di Air Jamban adalah pelajaran nyata tentang ketangguhan. Mereka membuktikan bahwa dari sebuah dapur swadaya, kita bukan hanya sedang menyiapkan menu tambahan, melainkan sedang membangun benteng pertahanan untuk masa depan generasi yang lebih baik,” ucap Manager Community Involvement dan Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Goro di Air Jamban, Ini Kata Riki Rihardi Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 12 Juli 2025 | 20:45 WIB

Goro di Air Jamban, Ini Kata Riki Rihardi

Mandau, katakabar.com - Tumpukan ragam sampah memakan badan jalan, di bilangan Jalan Persada RW 025 Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis bikin masyarakat sekitar resah, menganggu, dan sebabkan bau yang tidak sedap. Lurah Air Jamban, Rifky Ellyaningsih, S.STP., M.Si., Sabtu (12/7), lewat Program Unggulan Bermasa Bupati Bengkalis, Kasmarni, inisiasi Gotong Royong atau Goro bersama warga sekitar, dan perangkat Kelurahan Air Jamban, untuk membersihkan tumpukan sampah di wilayah tersebut. "Ini bukan hanya sampah yang dibuang oknum masyarakat di sekitar sini, tapi orang-orang yang tidak bertanggung jawab dari luar yang membuang sampah di sini," kata ujar Lurah Air Jamban, Rifky Ellyaningsih, S.STP., M.Si. Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si., yang hadir di kegiatan ini menyampaikan, pentingnya untuk meningkatkan kasadaran akan kebersihan di lingkungan tempat tinggal kita. "Kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat se Kelurahan Air Jamban yang pada hari ini mengikuti gotong royong di lingkungan Jalan Persada," jelasnya.

Warga Air Jamban Heboh! Pria 32 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah Hukrim
Hukrim
Senin, 24 Maret 2025 | 10:29 WIB

Warga Air Jamban Heboh! Pria 32 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah

Mandau, katakabar.com - Masyatakat yang berada di bilangan Jalan Beringin, RT 03 RW 19, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, heboh, dengan ditemukan seorang pria 32 tahun belakangan diketahui bernama Sujar Wanto tewas gantung diri di salah satu rumah, Minggu (23/3) sekitar pukul 17.00 WIB sore kemarin. Menurut Kapolsek Mandau, AKP Primadona, pada Minggu (23/3) sekitar pukul 17.00 WIB, saksi I Elga dan saksi II Agil menuju ke Tempat Kejadian Perkara atau TKP hendak mengantarkan makanan. Tiba di TKP, saksi I masuk ke dalam rumah langsung menuju dapur hendak memasukkan makanan ke dalam lemari es, saat itu saksi I dan Saksi II melihat korban keadaan tergantung. "Lantatan ketakutan saksi I Elga dan saksi II Agil spontan berlari ke rumahnya, dan memberitahukan kepada saksi III Sajuri (ayah Korban). Bahwa korban ditemukan dalam keadaan tergantung," ujar Kapolsek Mandau.

Penutupan MTQ ke 49 2024, Pertahankan Gelar Air Jamban Raih Juara Umum Riau
Riau
Kamis, 08 Agustus 2024 | 16:06 WIB

Penutupan MTQ ke 49 2024, Pertahankan Gelar Air Jamban Raih Juara Umum

Mandau, katakabar.com - Pergelaran Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ ke 49 Tingkat Kecamatan Mandau Tahun 2024, resmi ditutup, Rabu (7/8) malam. Camat Mandau Riki Rihardi bersama bersama Ketua TP-PKK Kecamatan Mandau Dewi Asdinar, remi tutup perhelatan tahunan tersebut setelah dibuka pada 1 Agustus 2024 lalu.

Resmikan Masjid Al Fahruddin di Kelurahan Air Jamban, Ini Pesan Camat Mandau Riau
Riau
Minggu, 23 Juni 2024 | 07:38 WIB

Resmikan Masjid Al Fahruddin di Kelurahan Air Jamban, Ini Pesan Camat Mandau

Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi didampingi Sekretaris Kecamatan Mandau, Rudi Hartono, serta Kasi dan Kasubbag Kantor Camat Mandau hadiri, sekaligus ikuti resmikan masjid Al-Fahruddin, di kawasan Jalan Stadion Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, pada Sabtu (22/6). Peresmian tersebut ditandai dengan penguntingan pita oleh Bupati Bengkalis diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andris Wasono bersama Camat Mandau, Riki Rihardi, serta Donatur dan Wakaf masjid Al Fahruddin ibu Latifa Hanum dan dr. Darwin. "Kita mesti bersyukur dapat hadir di acara yang mulia ini, yakni peresmian masjid Al Fahruddin, kita kagum gedung yang sangat megah dan indah ini melalui para donatur, semoga mendapatkan imbalan dari Allah Subahanahu Wa Taala," kata Riki Rihardi. Rezeki itu tidak ada di dunia, ujar Camat Mandau, rezeki itu ada di langit. Kami yakin apa yang ibu dan bapak sekeluarga lakukan ini mendapatkan ganjaran dari Allah Subahanahu Wa Taala, mudah-mudahan bakal dibangun rumah di syurganya Allah Subahanahu Wa Taala. "Kami berharap kepada dewan kemakmuran masjid dan masyarakat sekitar agar masjid ini dimakmurkan, buatkan pengajian dan kajian, sehingga masjid ini selalu disibukkan dengan kegiatan keagamaan," harapnya.

Camat Mandau: Kolaborasi Nyata Semua Pihak Wujudkan Lingkungan Bersih Bebas Sampah Lingkungan
Lingkungan
Senin, 06 Mei 2024 | 10:43 WIB

Camat Mandau: Kolaborasi Nyata Semua Pihak Wujudkan Lingkungan Bersih Bebas Sampah

Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi menegaskan penting kolaborasi nyata semua pihak untuk mewujudkan lingkungan bersih bebas dari sampah. "Kolaborasi yang dimaksud, yakni kesadaran dari semua pihak agar tidak membuang sampah sembarangan. Tapi buang sampah pada tempatnya, apalagi pemerintah melalui pihak terkait sudah menyiapkan bak-bak sampah menyebar dititik-titik tertentu di wilayah Duri sekitarnya, khususnya di Kecamatan Mandau," ujar Riki saat tinjau pembersihan ragam sampah yang menumpuk dan berserakan di Jalan Abdul Latif.l Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, pada Ahad (5/5) pagi kemarin. Diketahui Foruk Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Mandau, yakni Tim gabungan dari TNI-Polri, UPTD DLHK Mandau, Kelurahan Air Jamban dibantu masyarakat sekitar melakukan tindakan pembersihan ragam sampah yang menumpuk dan meluber ke badan jalan aspal Abdul Latif mengeluarkan aroma tidak sedap membuat pengguna jalan dan warga sekitar resah. Kegiatan ini yang dilakukan Forkopimcam bagian dari program unggulan Bupati Bengkalis, Kasmarni, sebagai upaya menumbuhkan kesadaran semua pihak agar melestarikan lingkungan, dan terus menjaga kebersihan lingkungan dari berbagai sampah, serta memberikan contoh kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Di kegiatan tersebut Camat Mandau, Riki Rihardi didampingi Lurah Air Jamban, bersama aparatur kecamatan terjun membersihkan akses jalan penghubung antara Jalan Rokan dan Jalan Sejahtera, sebagai jalur alternatif masyarakat sekitar melakukan aktivitas dari dan menuju lembaga pendidikan SMP Negeri 10 dan SMA Negeri 8 Mandau. Badan dan bahu jalan kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah rumah tangga, dan sampah dagang masyarakat oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kondisi tersebut bikin lokasi tersebut sangat bau, dan kotor dipenuhi belatung dan lalat. Tak pelak, tumpukan ragam sampah cukup meresahkan dan mengganggu pengguna jalan khususnya masyarakat Jalan Rokan dan Jalan sejahtera. Lantaran itu Forkopimcam melakukan tindakan tegas diambil untuk kesekian kalinya. Wujud ketegasan Camat Mandau, bener ukuran sedang dibentangkan di kawasan Jalan Abdul Latif, bertuliskan "dilarang membuang sampah di sekitar sini. Bagi yang tertangkap membuang sampah di sini dikenakan denda Rp2,5 juta, sesuai Perda Kabupaten Bengkalis Nomor 2 tahun 2015". Dijelaskan Camat Mandau, kegiatan ini wujud cinta dan kepedulian lingkungan. Mari bersama kita jaga kebersihan lingkungan, tingkatkan kepedulian lingkungan, dan menjaga kekompakan sinergitas antara aparatur kecamatan dan organisasi dan masyarakat setempat. Selain memberikan pelayanan ke masyarakat, kata Riki, Forkopimcam Mandau memiliki sisi sosial, yakni dengan kerja bakti bersihkan lingkungan meningkatkan kolaborasi semua pihak dan bekerja bersama untuk mewujudkan Indonesia Bersih 2025 dan mencapai target Zero Waste Zero Emission.