Pekanbaru, katakabar.com - Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (ALMAKRI) gelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau, Jumat (24/10) kemarin.
Aksi ini menyoroti keberadaan tumpukan sheet pile sisa pembangunan turap Sungai Siak tahun 2012 silam hingga kini masih berserakan di kawasan pemukiman warga Rumbai, Pekanbaru.
Koordinator Umum ALMAKRI, Edy Kurniawan Novanri, saat berorasi menyebutkan material sheet pile tersebut telah terbengkalai selama lebih dari 13 tahun.
Kondisi itu, ujarnya, menimbulkan keresahan warga karena area sekitar kini menjadi sarang ular dan mengancam keselamatan penduduk.
“Sheet pile itu sudah 13 tahun berserakan di dekat pemukiman. Sekarang jadi sarang ular. Ini jelas meresahkan warga,” tegas Edy di hadapan massa aksi.
Edy mempertanyakan perencanaan dan kinerja Dinas PUPRPKPP Riau pada proyek tersebut. Ia menduga, adanya kelebihan material hingga bernilai miliaran rupiah itu merupakan bentuk indikasi penyimpangan dalam penggunaan anggaran.
“Bagaimana bisa kelebihan sheet pile sebanyak itu kalau perencanaannya matang? Apakah ini bukan modus untuk menilap uang rakyat? Proyek itu dikerjakan langsung oleh dinas tanpa rekanan. Lalu bagaimana pertanggungjawaban keuangan negaranya?” teriak Edy.
Menanggapi itu, Sekretaris Dinas PUPRPKPP Riau, Ferry, turun menemui massa aksi. Ia menjelaskan pihaknya telah merencanakan anggaran untuk pengangkatan sheet pile pada 2026 nanti, tetapi untuk saat ini, ucap Ferry, belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran.
“Sudah kami anggarkan untuk 2026 nanti. Tahun ini belum bisa karena belum ada alokasinya,” jelas Ferry di hadapan pengunjuk rasa.
Pernyataan itu picu sanggahan dari massa ALMAKRI, yang menilai pemerintah lamban, dan menunggu adanya korban sebelum bertindak. Mereka menilai kondisi sheet pile yang berserakan di dekat sekolah membahayakan para siswa yang beraktivitas di sekitar lokasi.
“Apakah harus ada korban dulu baru diangkat? Sheet pile itu berserakan dekat sekolah, anak-anak takut belajar,” seru seorang orator ALMAKRI.
Aksi berjalan dengan tertib hingga akhirnya massa membubarkan diri setelah menerima pernyataan bahwa tuntutan mereka akan disampaikan kepada pimpinan Dinas PUPRPKPP Riau untuk ditindaklanjuti.
Warga Resah Jadi Sarang Ular, ALMAKRI Desak PUPRPKPP Riau Angkat Sheet Pile Sisa Proyek 2012
Diskusi pembaca untuk berita ini