Deli Serdang, katakabar.com - Puluhan warga di Dusun Salang Tunas, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, menggelar aksi tutup jalan masuk lokasi hiburan malam Cafe Duku Indah (CDI), Jumat (23/9) sore.
Tututan warga yang didominasi emak-emak meminta CDI untuk tutup permanen. Mereka menilai, selain beroperasi menjadi tempat hiburan malam lokasi sering disinyalir kuat menjadi tempat maksiat.
"Disekitar CDI itu, ada dua rumah berbaris panjang, yang dijadikan tempat maksiat. Bapak tau lah tempat maksiat kek mana. Kami mamak-mamak intinya merasa keberatan," kata Siti, salah seorang warga.
Bersama warga lainnya berharap agar Cafe Duku Indah (CDI) ditutup selamanya orang Pemerintah Kabupaten Deliserdang.
"Meresahkan, merusak rumah tangga kami, anak-anak kami juga terdampak. Banyak yang putus sekolah anak-anak," ujar Siti.
Bahkan, meski seratusan warga ini sudah berulang kali menggelar aksi, namun hingga sekarang tempat hiburan malam yang dimaksud tidak pernah tutup. "Ini tidak pernah tutup, kami sudah berulang kali melakukan aksi penutupan jalan menuju CDI ini. Kami kemari siang malam, biar tutup tempat maksiat ini," jelas Siti.
"Memang belum ada kami laporkan ke pihak kepolisian, masih kami aja mamak-mamak yang membuat aksi ini. Waktu kami protes kemarin, ada seorang pria yang ngaku-ngaku aparat, tapi kami lawan. Dan kami sempat sampaikan, jika situ aparat dan kami bersalah, silahkan bawa kami. Kami gak takut kami bilang," ungkap dia.
Selama menjalankan aksi penutupan jalan ini, emak-emak ini pernah mendapatkan perlawan dari pihak pengelola tempat hiburan malam Cafe Duku Indah (CDI).
"Kami diancam, mau dibawa lah kami ke Polda Sumut lah, ke polrestabes lah, silahkan kami bilang lah. Apa kasusnya kalian bawa kami, gak mungkin Polda pun nangkap kami, karena ini untuk kebailan mamak-mamak, untuk masyarakat sekeliling sini," timpal Siti.
Sedangkan itu Siti menambahkan, CDI ini diduga beroperasi sudah sekitar lebih kurang 10 tahun. Namun, hingga sekarang lokasi CDI ini belum pernah dirazia oleh pihak berwajib.
"Kami udah terlalu cukup sabar pak. Jadi kami minta sekali lagi, ke pemerintah daerah untuk segera menutup CDI ini. Kalau juga enggak di tutup kami tetap di sini. Kami turunkan lebih banyak lagi masyarakat," tegs Siti.
Sementara itu, Camat Kutalimbaru, Rio Lakadewa malah balik bertanya kepada wartawan saat dikonfirmasi. "Kapan info demonya?," kata Rio.
Disoal desakan masyarakat untuk menutup CDI, camat belum mengomentarinya. Menurut camat, CDI sudah tutup sejak sebulan belakangan.
"Abang tau itu masyarakat yang mana? Kenapa baru sekarang abang konfirmasinya ? pihak muspika sudah mendudukkan kasus ini sebenernya. Makanya aku tanya tadi kenapa udah sebulan baru sekarang ditanya," ujar Rio.
Kapolsek Kutalimbaru, AKP Kasir Nasution, juga mengatakan hal yang serupa. "Setau saya lagi tutup (CDI). Dan gak tau hari ini ada aksi warga. Kalau warga minta tutup selamanya, ke pemerintah daerah lah," kata Kasir.
Disinggung soal dugaan peredaran narkotika, Kasir pun tidak mau banyak berkomentar. "Kita belum monitor soal dugaan peredaran narkotikanya," tutup Kasir.
Tutup Cafe Dulu Indah Secara Permanen
Diskusi pembaca untuk berita ini