Yogyakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan gelar 'Monitoring dan Evaluasi Lomba Riset Tingkat Mahasiswa' bagi peserta Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026, di pekan keempat Januari 2026 lalu.
Kegiatan ini dilaksanakan BPDP guna melakukan pemantauan atas pelaksanaan penelitian mahasiswa agar sesuai dengan yang direncanakan di dalam proposal untuk memperoleh output/hasil yang diharapkan.
BPDP melalui program Riset memberikan pendanaan penelitian bagi para mahasiswa di Indonesia. Melalui seleksi yang telah dilakukan pada 2025 lalu, saat ini sebanyak 40 kelompok peneliti dari 32 kampus di Indonesia saat ini sedang melaksanakan penelitian tentang kelapa sawit pada 7 bidang penelitian, yakni Bidang Budidaya/lahan, Pasca Panen/Pengolahan, Lingkungan, Bioenergi, Biomaterial, dan Sosial Ekonomi/ Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir, Mohammad Alfansyah, yang buka kegiatan. Ia menyampaikan pentingnya dukungan riset untuk keberlanjutan industri sawit. Penelitian dan pengembangan harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi oleh industri saat ini, seperti peningkatan produktivitas/efisiensi, peningkatan aspek sustainability dan awareness terhadap lingkungan dan isu-isu global, dan mendorong penemuan/inovasi produk/pasar baru.
Harapannya, kata Mohammad, agar kegiatan penelitian yang sudah dilaksanakan selama 6 bulan sudah diperoleh progres penelitian yang signifikan.
Alfansyah juga mengharapkan para mahasiswa periset ini juga memahami bahwa perlunya informasi yang berimbang tentang kelapa sawit dan riset merupakan salah satu solusi yang dapat memberikan informasi yang benar dengan data-data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di kegiatan Monitoring dan evaluasi ini BPDP menghadirkan keynote speaker, yakni Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Dr. Agus Haryono, MSc. Dalam paparannya angkat tema “Arah dan Kebijakan Pemerintah dalam Mendorong Pengembangan SDM dan Inovasi melalui Peningkatan Kualitas Riset”, Agus menjelaskan positioning SDM unggul Indonesia dibandingkan di negara lain. Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020, bonus demografi di Indonesia seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai peluang yang strategis dalam peningkatan SDM unggul.
Melalui Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024, pemerintah telah memikirkan untuk penyiapan Disain Besar Manajemen Talenta Nasional. Hal ini tujuannya besarnya adalah untuk meningkatkan rasio SDM unggul pada tahun 2045 mendatang.
“Talenta yang memiliki soft skill, hard skill dan memiliki karakter yang tangguh, yang bisa memanfaatkan waktu mudanya untuk hal-hal yang produktif sehingga memberikan manfaat untuk dirinya, keluarga, dan masyarakat," imbuhnya.
Karakter tangguh yang dimaksud Adalah yang memiliki growth mindset dan mengembangkan potensi terbaik. Agus menambahkan perlunya penguatan riset, IPTEK dan Inovasi dalam sebuah ekosistem.
Ekosistem ini kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi dan masyarakat. Tujuannya agar hasil riset tidak hanya bertumpu pada perguruan tinggi dan lembaga riset tetapi juga tersebar hingga industri. Talenta muda yang memilih untuk menjadi wirausaha diharapkan mampu menghasilkan produk berkualitas berbasis hasil riset.
Lalu, apa saja strategi BRIN dalam meningkatkan global engagement?. Terdapat berbagai skema dukungan untuk pemberian dana penelitian dan dana beasiswa pendidikan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa muda Indonesia. Ada “magang riset tugas akhir”, “Degree by Research” dan beasiswa doktor.
Selama tiga hari kegiatan, akan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap penelitian dari 40 kelompok mahasiswa sebagai penerima dana Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun Periode 2025-2026. Monitoring dan evaluasi ini juga dapat dijadikan sebagai media untuk dapat menerima koreksi sebanyak-banyaknya dari Tim Penilai selaku reviewer agar penelitiannya tetap on-track sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah.
Jika dalam pelaksanaanya terdapat beberapa kendala teknis, bisa langsung disampaikan saat monev ini berlangsung agar ketercapaian target penelitian dapat sesuai dengan timeline yang ada di Proposal. Para peserta lomba riset tahun 2025-2026 ini, meliputi:
1. Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta 1
2. Institut Pertanian Bogor 4
3. Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta 1
4. Institut Teknologi Bandung 2
5. Institut Teknologi Del 1
6. Institut Teknologi Sumatera 1
7. Politeknik Caltex Riau 1
8. Politeknik Negeri Lampung 1
9. Politeknik Negeri Padang 1
10. Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan 1
11. Universitas Brawijaya 2
12. Universitas Diponegoro 1
13. Universitas Hasanuddin 1
14. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati 1
15. Universitas Jambi 1
16. Universitas Jember 2
17. Universitas Lambung Mangkurat 1
18. Universitas Lampung 1
19. Universitas Ma Chung 1
20. Universitas Negeri Malang 1
21. Universitas Negeri Medan 1
22. Universitas Negeri Semarang 1
23. Universitas Pasundan 1
24. Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta 1
25. Universitas Pembangunan Panca Budi 1
26. Universitas Sari Mulia 1
27. Universitas Sriwijaya 1
28. Universitas Sumatera Utara 2
29. Universitas Surabaya 1
30. Universitas Tadulako 2
31. Universitas Tanjungpura 1
32. Universitas Tunas Pembangunan Surakarta 1, di mana totalnya 40.
Meskipun pelaksanaan risetnya singkat (maksimum 1 tahun), Lomba Riset Mahasiswa yang dilaksanakan oleh BPDP diharapkan dapat menggali tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit dan menjawab kebutuhan-kebutuhannya melalui teknologi, produk unggulan dan kajian yang dihasilkan sesuai lingkupnya.
Total 40 Kelompok Peneliti dari 32 Kampus, BPDP Evaluasi Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2025-2026
Diskusi pembaca untuk berita ini