Batang Hari, katakabar.com - Tengku Muhammad Nazli (TMN) mendesak seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah kepemimpinan Mhd Fadhil Arief - Bakhtiar, segera mengakui kesalahan dan minta maaf ke masyarakat Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.
"Gegara viral video pelepasan balon akibat salah mendengar instruksi pembawa acara usai pelantikan 1077 PPPK, Bupati jadi di bully, padahal kesalahan ada pada pejabat yang berada dibarisan depan," kata TMN kepada katakabar.com, Kamis malam (17/7/2025).
Lelaki karib disapa Desnat ini punya alasan kuat pejabat-pejabat barisan depan harus mengakui kesalahan dan meminta maaf. Hal ini lantaran acara pelantikan PPPK dalam kawasan wisata Aek Meliuk, Senin (14/7/2025) semula berlangsung suka cita menjadi tak lagi sempurna.
"Mereka (Kepala OPD) jangan diam melihat komentar yang mendiskreditkan Bupati, seolah-olah Bupati merajuk dan menahan SK (Surat Keputusan) PPPK yang dilantik," tegasnya.
Kalau kemudian Bupati Fadhil Arief kecewa lantaran acara yang sudah disusun dengan baik harus rusak menjelang akhir acara gegara pejabat barisan depan tak seksama mendengar instruksi pembawa acara, kata Desnat, wajar-wajar saja.
"Selaku pemimpin tertinggi Kabupaten Batang Hari sangat manusiawi kecewa melihat kelakuan anak buahnya. Namun jangan dipelintir seakan-akan Bupati merajuk, kan lucu jadinya," ujarnya.
Desnat mengaku telah melihat potongan video pelepasan balon melalui siaran langsung facebook Pemkab Batang Hari. Tampak jelas dalam video tersebut sejumlah Kepala OPD berdiri barisan paling depan mendampingi Bupati dan Ketua DPRD Batang Hari.
Beberapa diantara mereka memegang balon aneka warna yang nantinya akan dilepas ke udara usai foto bersama. Celakanya, momentum pelepasan balon terjadi tatkala pembawa acara memberikan instruksi persiapan foto bersama dengan cara hitungan mundur.
"Bukan soal hitungan mundur 321 atau 123, itu hanya kebiasaan. Kebiasaan itu apakah punya aturan, apakah punya SOP (Standar Operasional Prosedur). Apakah ada standarnya, setiap 321 begini, setiap 123 begini, kan tak ada," tegasnya.
"Bahkan ada seorang pejabat bertopi dengan setelan baju putih celana biru dongker, tangan kirinya memegang balon. Biasanya setelan seragam itu cuma Kepala Dinas Perhubungan yang pakai," imbuhnya.
Anak buah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini secara tegas mengatakan, mengaku salah bukanlah kejahatan, sebab manusia tempatnya salah. Makanya para Kepala OPD yang ikut melepaskan balon sebelum waktunya, minta maaflah dan akui kesalahan itu.
"Jika ada yang gak mau mengaku salah dan justru mengkambing hitamkan yang lain, mungkin mereka bukan manusia," ujarnya. (***)
TMN Desak Kepala OPD Akui Kesalahan dan Minta Maaf ke Masyarakat
Diskusi pembaca untuk berita ini